Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Save the last Asakura


__ADS_3

Sementara itu, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu masih berada di Okinawa, mereka masih terus merekrut bisnis di sana sekaligus membersihkan sisa sisa keluarga Asakura. Tiba tiba hp Suzu berdering, ketika dia melihat hp nya, nomor tidak dia kenal pun muncul, mereka semua berhenti dan Suzu pun menjawab panggilan nya,


“Halo, siapa ini ? ada apa telepon ke hp ku ?” Suzu mengaktifkan loud speaker nya supaya semua bisa mendengar nya.


“Um…apa benar ini dengan Suzuno san ?”


“Benar, ini siapa ?” Suzu yang mendengar suara wanita bertanya kepadanya.


“Umm aku Asakura Mio…..aku anak terakhir keluarga Asakura, bisa kita bicara, saat ini aku sedang ada di Tokyo dan sedang mau berangkat ke Okinawa, mungkin akan sampai ke sana sekitar 3 jam lagi, bisa kah anda menunggu ku ?”


Suzu pun menoleh kepada Sho, Toshio dan Kyoko yang ikut mendengarkan, kemudian mereka mengangguk.


“Baiklah, kita bertemu dimana ?”


“Nanti aku sampai langsung aku hubungi kembali, terima kasih Suzuno san.” Telepon pun di tutup.


Suzu langsung memasukkan hp nya kembali ke tas nya.


“Hmm anak terakhir Asakura, menarik……” Gumam Toshio.


“Kira kira apa yang mau dia bicarakan ya Toshi san, Sho san ?” Tanya Kyoko.


“Sepertinya dia mau berdiskusi dengan kita dan pasti dia sudah mendengar kita menghancurkan Ryota.” Jawab Sho.


“Aku rasa juga begitu, kalau tidak mana mungkin dia menghubungi kita.” Tambah Suzu.


“Mungkin tidak dia mau macam macam dengan kita ?” Tanya Kyoko lagi.


“Kalau dari backsound di telepon tadi, dia sedang berada di bandara dan sepertinya sendirian. Aku rasa dia tidak akan macam macam seperti menuntut balas atau lainnya.” Jawab Toshio.


“Benar Toshi, aku rasa dia mau bicara, hanya saja apa yang mau dia bicarakan membuatku sedikit khawatir.” Tambah Sho.


“Maksud nya Sho san ?” Tanya Suzu yang tidak mengerti.


“Yah nanti lihat saja, mudah mudahan hanya ke khawatiran ku…..” Jawab Sho.


Sho tidak mau menjelaskan dulu, tapi dia merasa kalau Asakura Mio yang barusan telepon itu bukan orang sembarangan. Setelah berhasil merekrut beberapa bisnis dan restoran di sana, mereka pun masuk ke sebuah café dan duduk di dalam. 1 jam kemudian, hp Suzu kembali berbunyi, Suzu melihat kembali nomer nya dan ternyata nomer yang sama dengan nomor telepon yang menghubungi dia sebelum nya. Suzu langsung mengangkat hp nya dan mengaktifkan loud speaker nya.


“Halo…..”


“Anoo Halo Suzuno san, bisa tolong aku, aku di kejar beberapa orang bersenjata, aku baru keluar bandara, ciri ciri ku aku pakai seragam sekolah….tut..tut...tut.”


Telepon pun terputus. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu pun menjadi diam mendengar nya. Mereka saling melihat satu sama lain.


“Tunggu apa lagi, ayo berangkat, kita langsung terbang saja ke sana….”


Toshio langsung berdiri dan di susul oleh Kyoko.


“Ya ya ok. Ayo Suzu chan, kita tolong dia….”


Sho pun langsung berdiri dan menjulurkan tangannya ke Suzu yang langsung menyambut nya dan berdiri.


Kemudian mereka semua langsung keluar dari café dan masuk ke belakang gang kecil, di dalam gang itu kebetulan ada beberapa orang sedang mengeroyok seorang pria. Kemudian mereka menghampiri orang orang itu.


“Yo, ada apa di sini ?” Tanya Toshio.


“Orang luar jangan ikut campur, ini urusan Asakura, dia mempunyai hutang kepada kami.” Jawab seseorang yang sedang tidak memukul.


“Hoo Asakura…..oraaa….” Sho langsung memukul seorang pria yang sedang memukuli pria yang hanya bisa bertahan.


Orang yang di pukul Sho langsung mati karena dada nya bolong, padahal Sho belum berubah. Melihat itu, Toshio langsung maju dan menjenggut baju salah satu pengeroyok itu.


“Kalian ini apa ? tidak mungkin manusia hanya sekali pukul seperti kalian ?”


“Uh….Graaaaah…..” Tiba tiba orang itu langsung menggigit pundak Toshio.


Toshio yang digigit tenang saja, sebab dia sama sekali tidak terluka. Dia langsung melihat orang itu yang ternyata sudah bukan manusia. Dia seperti mayat hidup yang sudah tidak punya pikiran. Orang itu mencakar dan menggigit Toshio secara terus menenrus. Kyoko pun maju dan menebaskan katana yang selalu dia bawa ke pinggang orang yang sedang di angkat Toshio itu. Orang itu langsung terbelah di bagian pinggang, Kyoko pun heran.


“Hmm seperti membelah tahu…..masa sih manusia selemah itu ?” Tanya Kyoko sambil melihat katana nya.

__ADS_1


“Ya, mereka bukan manusia, aku tidak mengerti mereka apa, tapi yang pasti mereka aneh.” Jawab Sho yang juga melihat tinjunya.


Begitu habis memukul, Sho langsung memeriksa mayat orang yang dia pukul selagi Toshio mengangkat salah satu orang yang menggigit nya. Mereka semua menoleh kepada orang yang di pukuli tadi, orang itu memakai baju lab putih dengan rambut ikal sedikit keribo dan memakai kaca mata. Toshio langsung jongkok di depan orang yang terduduk di gang itu.


“Hei bisa jelaskan apa ini ?” Tanya Toshio sambil mengangkat separuh badan orang yang di sabet oleh Kyoko barusan.


“Si..siapa kalian ?” Tanya orang itu.


“Kita semua Yokomaru, kenal ?” Tanya Toshio.


“Yokomaru ? penguasa Kyushu ? Tentu saja kenal….”


“Dia orang bawah juga rupanya…” Celetuk Sho di belakang Toshio.


“Ossan siapa ?” Tanya Kyoko yang jongkok di sebelah Toshio.


“Ah maaf, aku Komamura Haga, aku seorang peneliti yang bekerja di bawah naungan Asakura, aku sebenarnya di tugasi untuk menjemput Asakura Mio di bandara.”


“Astaga kita lupa…..kita harus menolong nya…..” Suzu mengingatkan.


“Ossan, ikut kami…..” Tambah Sho.


Kemudian mereka ber empat langsung berubah, Haga yang melihat perubahan itu langsung ketakutan, wajah nya langsung pucat melihat sosok sosok di depan wajah nya.


“Si..si..siapa kalian….am..pun….”


Belum selesai bicara, Toshio langsung menggendong nya dan terbang bersama dengan yang lain.


“Waaaaaaaaaaaaaaaa…..” Saga berteriak karena kaget.


Kyoko yang terbang di sebelah Toshio langsung bertanya kepada Haga menggunakan kode tangan. Haga menjawab kalau dia harusnya menjemput Mio di bandara, untuk berjaga jaga, dia bisa mencari lokasi Mio melalui gps. Kyoko langsung meminta melacak nya, Haga yang sedang di panggul Toshio langsung mengambil hp nya dan memberikan nya kepada Kyoko yang langsung mengecek nya.


“Toshi san…ikut aku……”


Kyoko langsung memutar, Toshio, Sho, Suzu pun langsung mengikuti nya. Kyoko langsung menuju ke sebuah taman yang sudah cukup jauh dari bandara. Setelah sampai, mereka melihat Mio yang pingsan sedang di telanjangi oleh empat orang di sebuah bangunan toilet yang sudah tidak di gunakan dan satu orang berbadan gendut sedang duduk menonton nya. Tanpa pikir panjang Kyoko dan Suzu langsung turun kebawah, di susul oleh Toshio yang sedang memanggul Haga dan Sho di belakang nya. Begitu sampai bawah, Kyoko dan Suzu langsung menghajar ke empat orang itu dan memakaikan kembali pakaian Mio. Toshio dan Sho langsung menghadapi orang gendut yang masih duduk di depan mereka sambil tersenyum bengis.


“Wow tumben kamu duluan ?” Tanya Sho yang heran melihat sikap Toshio.


“Dia salah satu yang menusuk ku di penjara……” Toshio langsung melangkah maju.


“Ah….okay….aku jaga di sini….” Sho langsung menyender di dinding sambil merokok.


Toshio langsung mendekati pria gendut itu dan berdiri persis di hadapan nya walau dia masih duduk.


“Yo, apa kabar ?” Sapa Toshio dengan suara mengerikan.


“Wah wah…kupikir siapa, walau suara mu berubah, aku tau itu kamu Toshio…apa kabar ?” Si gendut itu langsung berdiri.


Mereka pun langsung berhadapan. Toshio langsung meninju perut si gendut. Toshio pun heran karena tinjunya tertelan perut si gendut dan tidak bisa di lepaskan.


“Hei hei….masa ketemu kawan lama langsung memukul…walau dulu aku tidak bilang apa apa dan langsung menusuk hahahaha….”


“Hmm kamu ini apa ?” Tanya Toshio dengan suara mengerikan.


“Aku ? lihat lah, ini bentuk asli ku…..”


Badan orang gendut itu tiba tiba meleleh dan menjadi gumpalan cairan kental yang besar, kepalanya berada di dalam cairan itu. Bangunan toilet pun hancur karena cairan semakin membesar dan melebar. Bentuk nya seperti slime dengan tangan Toshio masih di dalam nya. Toshio pun tenang saja, dia tersenyum.


“Wah wah…masih bisa tersenyum, cairan ini acid loh, besi saja bisa meleleh, apalagi tangan mu…hahaha….”


“Baiklah….giliran ku…” Toshio langsung mengepalkan tangannya dan keluarlah cakar dari punggung lengan dan tangan nya.


“Percuma…senjata tidak akan mempan padaku, apalagi hanya tangan hahaha…”


“Fire claw….”


Cakar Toshio pun langsung berubah menjadi warna merah yang sangat panas. Dengan mudah dia menarik tangannya dan mengoyak badan slime itu.


“Huh…kenapa bisa melepaskan diri, tak masalah, serangan mu sama sekali tidak terasa.” Kata si gendut.

__ADS_1


“Baiklah, bagaimana kalau begini……”


Toshio langsung mengembangkan sayap merah nya dan mengeluarkan apinya, kemudian dia membungkus dirinya dengan sayap nya dan mengeluarkan cakar nya di tangan sebelah nya. Kedua cakarnya langsung berwarna merah dan panas. Kemudian dia melangkah masuk ke dalam cairan itu karena badannya sudah di selimuti sayap nya.


“A..apa…bagaimana kamu bisa ke dalam…keluar…keluar…jangan mendekat.” Kepala si gendut di dalam mulai teriak panik.


“Hehehehe…..”


Toshio pun akhirnya sampai di depan kepala si gendut yang mengambang di dalam slime itu.


“Mundur…mau apa kamu…keluar…mundur…..” Si gendut berteriak panik.


Tanpa bicara lagi, Toshio langsung membuka sayap nya dan kedua cakar di tangan kanan dan kiri nya langsung di tancapkan ke kanan dan kiri kepala si gendut. Langsung saja, cairan yang kental itu menjadi seperti air dan menyebar jatuh ke tanah sehingga menyebabkan semuanya menjadi basah. Sho, Kyoko dan Suzu pun terbang sambil membawa Haga dan Mio.


“A..aku…be..lum mau mati…..”


“Wah, tapi sudah di tunggu sama si kurus….selamat tinggal teman….”


Toshio langsung menarik cakarnya dan membelah dua kepala si gendut yang langsung mati seketika. Setelah itu, Toshio pun terbang menyusul Kyoko dan lainnya. Kyoko langsung memberikan handuk sambil menutup hidung dan sedikit menjauh dari Toshio, karena cairan tadi sangat bau dan menjijikan. Sedangkan Suzu yang di titipi untuk menggendong Mio oleh Kyoko langsung muntah ketika Toshio mendekat. Sho pun tertawa terbahak bahak melihat Toshio sambil mengelus punggung Suzu yang muntah dan menggendong Haga. Mereka semua langsung terbang menuju pemandian, selama perjalanan Tohsio sendirian di paling depan di ikuti oleh yang lain sambil menutup hidung.


Setelah di pemandian, Kyoko dan Suzu mandi bergantian karena mejaga Mio yang masih pingsan. Toshio dan Sho mengajak Haga mandi bersama di pemandian laki laki. Setelah membilas dan memakai sabun berkali kali Toshio pun masuk ke dalam kolam menyusul Shod an Haga.


“Uh…benar benar deh, sampai harus 10x pakai sabun baru bau nya hilang….”


“Hahahaha…..benar benar menjijikkan makhluk itu….oh iya Komamura san, anda adalah seorang peneliti, berarti anda tau apa yang sedang di kembangkan oleh keluarga Asakura ?” Tanya Sho.


“Aku melarikan diri…..karena waktu Ryota masih hidup, aku berada di naungan Gonzo group, di sana kami semua di paksa mengembangkan senjata biologis yang bisa membuat orang kehilangan kendali dan kesadaran seperti orang mati, penyerang ku tadi adalah subjek awal nya. Badannya menjadi lebih rentan dari manusia normal, tapi kekuatan nya 4x lipat dari manusia normal. Mereka berkerja sama dengan peneliti dari china yang di utus ke sini dan juga dari Russia yang datang ke sini.”


Toshio dan Sho pun diam mendengar nya. Mereka sekarang sudah tau orang orang yang menyerang Haga di gang itu adalah kelinci percobaan. Tapi mereka bersyukur karena mereka sekarang jadi tau rencana lawan mereka.


“Pantas aniki menantang kita, pasti ini penyebab nya….” Gumam Toshio.


“Ya, dia mau membuat anak buah kita berbalik melawan kita….” Tambah Sho.


“Maaf aku menyela, aku minta tolong kepada kalian, mohon selamatkan Mio, dia satu satunya keluarga Asakura yang masih hidup. Ryota sudah lama mengincar dia, itulah sebab nya oyabun menyekolahkan dia di Tokyo, sebab paling aman berada di ketiak musuh ketimbang di daerah sendiri. Aku tau siapa kalian, walau aku baru lihat wujud kalian tadi, mohon selamatkan Mio.” Haga langsung menunduk di hadapan Toshio dan Sho.


Melihat itu Toshio dan Sho pun saling melihat satu sama lain. Mereka hanya diam dan tidak bisa menjawab apa apa karena mereka baru bertemu Haga. Karena selain mereka belum 100% percaya dengan nya, Haga juga sudah melihat wujud asli mereka, hal ini membuat mereka berpikir keras.


Sementara Kyoko yang sudah selesai mandi, langsung gantian dengan Suzu untuk menjaga Mio. Ketika Suzu sudah masuk ke dalam kamar mandi.


“Uh….aku dimana ?” Mio tersadar sambil memegang kepalanya.


Kemudian dia menoleh dan melihat Kyoko. Mio langsung duduk dan kaget.


“Eh siapa ? Suzuno san ?”


“Bukan, Suzu chan sedang mandi, kamu Asakura Mio ?”


Mereka pun saling pandang, Mio terus mengamati wajah Kyoko. Lalu, Kyoko yang heran juga mengamati Mio.


“Maaf…wajah anda mirip dengan salah satu senpai di sekolah saya, salah satu siswi paling populer, tapi dia sudah lulus, sekali lagi minta maaf.”


“Tidak apa apa….” Balas Kyoko heran.


“Aku Asakura Mio, mohon bantuan nya…..” Mio pun menunduk di hadapan Kyoko.


“Nanti saja bicaranya….tunggu yang lainnya. Sementara kamu tunggu saja di sini dulu.”


“Baik senpai…eh maaf..nama anda ?”


“Namaku Yoshioka Kyoko…salam kenal dan aku bukan senpai mu.”


“Maaf Yoshioka san….sebab wajah kalian benar benar mirip.”


“Panggil Kyoko saja, sebab suami ku juga Yoshioka san….”


“Oh maaf, Kyoko san….terima kasih.”


Mereka pun menunggu lainnya selesai mandi di luar. Mio terlihat gelisah dan sesekali melihat keluar pemandian seperti sedang menunggu seseorang. Hal ini tidak luput dari perhatian Kyoko.

__ADS_1


__ADS_2