Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
War in the new continent


__ADS_3

Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio dan Ryuji pun mendarat di daratan tersebut. Mereka melihat banyak sekali ikan yang mati terdampar di atas daratan itu. Toshio melihat sekeliling, di depanya hanya ada tanah lapang luas yang berlumpur. Kemudian dia juga melihat dua kapal induk milik amerika terdampar di atas daratan itu. Kedua kapal itu masih utuh. Para prajurit dan anak buah kapal mulai turun keluar dari kapal, beberapa pesawat yang masih bisa berfungsi mulai berterbangan. Kendaraan seperti mobil, truk tentara yang berada di kapal induk mulai di keluarkan.


Ryuji mulai mengambili ikan yang terdampar di atas daratan itu, Mio mencegah nya supaya Ryuji tidak memakan nya. Sho dan Suzu mulai berjalan dan bekeliling melihat kondisi di daratan yang luas itu. Kyoko terus menggandeng tangan Toshio dan berada di sebelah nya.


“Ini seperti benua yang hilang dalam legenda…….” Gumam Kyoko.


“Aku tidak tahu….tapi untung masih ada yang selamat.”


Sho dan Suzu pun kembali, mereka langsung mendekati Toshio dan Kyoko yang masih melihat sekeliling.


“Tidak ada apa apa di sini Toshi….benar benar hanya daratan yang luas dan berlumpur.”


“Aku tahu, apa ya maksud mereka sebenarnya…..” Gumam Toshio.


Mereka melihat beberapa mobil jeep dan truk datang ke arah mereka. Tentara amerika mulai bergerak menjelajah benua baru itu. Salah satu jeep datang menghampiri mereka dan berhenti persis di depan mereka. Seseorang yang sepertinya cukup penting melihat Toshio dan lainnya yang berpenampilan bukan manusia.


“Kalian siapa ? Aku sgt Thomas Brown dari angkatan laut amerika. “


“Kami Yokomaru group dari jepang….” Jawab Toshio memperkenal kan diri.


“Maaf apa kalian tahu apa yang sebenarnya terjadi ?”


“Kami juga tidak tahu sgt, kami masih menyelidiki nya….” Jawab Sho.


Tiba tiba daratan itu di guncang gempa, tanah tanah menjadi retak dan pecah. Dari retakan itu, keluar banyak sekali tengkorak hidup membawa senjata dan memakai zirah. Dilihat dari pakaian nya, tengkorak tengkorak itu berasal dari beberapa jaman berbeda, ada yang masih memakai seragam tentara jaman perang dunia pertama dan kedua lengkap dengan senapan dan senjata mereka. Para tengkorak yang berjumlah ribuan itu berbaris persis di seberang mereka. Setelah semua keluar, gempa pun berhenti.


Para tentara amerika yang bekeliling langsung merapat ke Toshio dan lainnya, mereka langsung bersiap siaga dan berbaris di depan Toshio. Jumlah tentara yang selamat mungkin sekitar 1000 orang dari satu kapal induk. Tentara tenrara dari kapal induk lain juga mulai berdatangan dan akhirnya semua berkumpul di tempat Toshio dan lainnya berdiri.


Sgt Thomas mendapat laporan dari pesawat pengintai yang terbang barusan, dia mengatakan kalau pasukan tengkorak itu menutupi separuh benua ketika di lihat dari atas. Dia memerintahkan ke beberapa anak buah nya untuk mendatangkan alat altileri berat dan pelontar granat. Dia juga memerintahkan anak buah nya untuk menghubungi pusat dan meminta pusat menghubungi presiden. Tujuan nya untuk minta bantuan.


Kapal induk dari china dan russia mulai berdatangan, mereka langsung bersiap juga di  depan Toshio dan bergabung dengan tentara angkatan laut amerika. Tak lama kemudian kapal induk dari jepang, korea utara dan negara asia lainnya datang. Mereka juga langsung bergabung dengan negara negara lainnya. Rudal di kapal induk pun sudah siap untuk di tembakkan. Beberapa helikopter maju berkeliling untuk melihat keaadaan dan kekuatan musuh.


Total tentara gabungan yang berkumpul di depan Toshio dan lannya sekitar 20.000 tentara lengkap dengan senjata dan pelontar granat, sekitar 1000 kendaraan berat, 1000 pesawat tempur yang berterbangan. Tiba tiba satu helikopter terbang kembali ke arah pasukan yang berkumpul. Para pemimpin pasukan pun berkumpul untuk berunding.


Pasukan tengkorak itu mulai maju menyerang bersama sama. Para tentara pun langsung bersiaga dan mulai menembaki tengkorak yang berlarian maju ke depan. Toshio dan lainnya yang berada di belakang mulai bersiaga.


“Sudah di mulai Sho……..”


“Ya…..kita bersiap siap Toshi, semuanya.”


“Baik…..” Jawab Kyoko, Suzu, Mio dan Ryuji.


Banyak tengkorak yang hancur karena terhantam granat. Tembakan tembakan yang mengenai nya juga bisa menghancurkan kerangka dan tengkorak nya. Pasukan gabungan terus menembaki pasukan tengkorak itu. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio dan Ryuji langsung terbang menuju pasukan tengkorak dan turun di tengah tengah mereka. Langsung saja ke enam nya mengamuk di tengah tengah pasukan itu dan menghancurkan banyak sekali tengkorak yang terus berdatangan.


Gempa pun terjadi lagi dan tengkorak tengkorak hidup itu muncul lagi dari dalam tanah. Pasukan musuh seperti tidak ada habisnya. Toshio dan lainnya terus berada di tengah tengah pasukan yang tidak habis habis itu. Pasukan gabungan negara negara pun mulai maju menyerang menggunakan senjata yang kosong dan pisau, mereka menghantam pasukan tengkorak yang maju menyerang. Granat terus di lontarkan ke tengah tengah pasukan tengkorak yang maju dan menghamburkan tengkorak tengkorak di sekitarnya.


Pertempuran berlangsung lama karena setiap muncul gempa, muncul pasukan tengkorak baru dari dalam tanah. Korban pun berjatuhan. Pasukan gabungan pun mulai terdesak mundur. Toshio dan lainnya yang masih berada di tengah pun melihat situasinya.


“Ini gawat, lama lama kalau seperti ini mereka akan kalah…..” Ujar Toshio.


“Korban sudah banyak berjatuhan…..dan kadang korban yang mati bangkit kembali karena pengaruh langit ungu…..benar benar situasi yang tidak menguntungkan….”


“Kita harus bagaimana Toshi san, Sho san ?” Tanya Kyoko.


“Bertahan Kyoko, kita tetap di sini….” Jawab Toshio.


“Sho san, kalau aku jadi besar saja gimana ? langsung hantam dengan trident besar ku ?”


“Jangan Suzu chan, pasukan gabungan berada di tengah tengah juga, mereka nanti terkena hantaman mu…..”


Mio yang terbang di atas, terus menembaki bulu nya ke arah pasukan tengkorak dan Ryuji memakai jurus nya untuk menembakkan laser besar ke pasukan musuh. Tiba tiba Mio berhenti di atas mereka dan melihat ke arah barat. Kemudian dengan wajah ceria dia turun menghampiri Toshio.


“Ni ni, bantuan tiba…….”


Belum selesai Mio bicara, cermin milik Toshio bergetar, Toshio langsung melihat siapa yang menghubungi dan langsung mengangkat nya.


“Kami datang papa, mama tolong bertahan sebentar…….” Irene mengabarkan lewat cermin.


Tak lama kemudian, sekitar 10.000 pasukan demon yang menaiki motor terbang langsung mengacak acak medan perang. Mereka langsung menekan mundur pasukan tengkorak yang terus maju dan muncul setiap ada gempa. Toshio juga melihat sekitar 1000 golem tempur langsung maju menyerang. Pasukan gabungan yang melihat nya langsung berteriak dan bersorak, mereka juga maju kembali.


“Bagus Irene, terima kasih……”


“Sekarang papa, mama, Sho san, Suzu san, Mio san, Ryuji kun, langsung menuju pulau terbang itu, serahkan medan perang kepada kami.” Tambah Irene.


“Kami…?” Tanya semuanya.


“Toshio sama, Kyoko sama dan semuanya, percayakan pada kami, aku dan Melech juga maju menyerang.” Arien berbicara di cermin yang di pegang Irene. Di belakang nya terlihat ada Melech dan Haga yang juga ikut. Di belakang Melech dan Haga terlihat pasukan berkuda yang banyak jumlah nya.

__ADS_1


Wajah Toshio, Kyoko, Sho, Suzu pun langsung segar kembali, mereka melihat ada harapan yang bisa membalikkan situasi.


“Baik, kami serahkan kepada kalian…..ayo semuanya….kita maju….” Toshio langsung menggandeng Kyoko.


“Siap…majuuuu…..” Teriak Sho dan lainnya.


Mereka ber enam langsung terbang melesat menuju pulau terbang dengan kecepatan tinggi. Toshio melihat kebawah dan terlihat lautan pasukan tengkorak di bawah nya, pemanah dan penembak di pasukan itu menembaki mereka yang terbang. Ke enam nya tidak memperdulikan nya dan terus maju menuju pulau.


Tiba tiba mereka di hadang oleh pasukan manusia yang menaiki burung purba yang besar. Pasukan itu menembaki mereka dengan senjata mereka. Ryuji langsung menembakkan jurus nya dan separuh dari pasukan itu hilang. Mio juga langsung menembakkan bulu bulu nya dan menghabisi sisa pasukan itu. Kemudian dari dalam pulau, keluar lagi pasukan burung terbang yang lumayan banyak.


“Nini, serahkan pasukan ini kepada aku dan Ryuji…..setelah selesai, kami akan susul kalian.” Ujar Mio dengan yakin.


“Baiklah, hati hati dan jangan gegabah, kami pergi……” Toshio membalas nya.


Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung terbang menuju pulau kembali. Mio dan Ryuji tinggal di belakang menghadang pasukan burung purba itu.


“Hehe sekarang giliran kita Ryuji…..”


“Baik Ne san……”


Keduanya pun langsung maju dan mulai menghajar pasukan burung purba yang jumlah nya lumayan banyak itu.


Toshio melihat ke bawah dan terlihat pasukan manusia yang bergabung dengan Yuuta dan Haruka di bagian belakang pasukan tengkorak. Karena percaya dengan Irene dan pasukan gabungan negara negara, mereka meninggalkan nya dan melanjutkan menuju pulau.


Akhirnya mereka pun sampai dan mendarat di pulau. Tiba tiba seorang raksasa dengan tinggi sekitar 10 meter menghadang mereka di depan gedung tinggi yang merupakan markas Yuuta dan Haruka.


“Leviathan…..” Suzu pun berubah menjadi sebesar raksasa itu dan langsung menyerang nya.


“Toshi….Kyoko chan….kalian duluan, aku dan Suzu akan menyusul setelah membereskan yang satu ini. Cepat…….” Teriak Sho.


Toshio pun menoleh kepada Kyoko dan Kyoko langsung mengangguk.


“Baiklah, tapi hati hati Sho….Suzu chan…..”


“Hehe serahkan pada kami…kamu tau kan siapa kami……” Sho mengacungkan jempol nya dan langsung terbang membantu Suzu.


“Ayo Kyoko, kita selesaikan……” Toshio menjulurkan tangannya kepada Kyoko.


“Ayo Toshi san, kita berdua pasti bisa sekarang……” Kyoko pun menyambut tangan Toshio.


Mereka berdua langsung tebang maju menuju gedung tinggi di depan mereka dengan bergandengan tangan. Setelah sampai mereka langsung menerobos jendela lantai paling atas dan mendarat di sebuah ruangan.


“Plok…plok…plok…..” Terdengar suara tepuk tangan di depan mereka.


Tiba tiba lampu di ruangan menyala, Haruka dan Yuuta terlihat sedang duduk di depan mereka dengan wujud demon mereka. Toshio dan Kyoko langsung bersiap siap.


“Hebat senpai…..bisa juga sampai ke sini. Betul betul hebat…..” Yuuta bertepuk tangan.


“Wah wah…kalian cuma berdua ? Mana Sho kun dan istrinya yang tidak ku restui itu ?” Tanya Haruka sambil menopang dagunya dengan tangannya yang dia letakkan di pegangan kursi.


“Haruka…..Yuuta……” Balas Toshio geram dan dengan suara mengerikan.


“Apa rencana kalian sebenarnya ? Kenapa melakukan ini ?” Tanya Kyoko.


Yuuta langsung menengok kepada Haruka dan mereka langsung tertawa terbahak bahak.


“Hmm rencana kami ? untuk menghapus semua dan memulai nya lagi dari awal.”


“Dan kenapa nya, karena dunia ini milik kita berdua…….sudah paham ?” Tambah Haruka.


“Hah..siapa kalian berani mengakui dunia ini milik kalian ?” Toshio berteriak dengan geram.


“Siapa kami ? Masa kalian lupa……” Balas Yuuta.


“Kalian yang membuat papa dan mama kami di usir dari taman kan ?” Tambah Haruka.


Toshio dan Kyoko pun tersentak kaget, pikiran mereka mulai mengingat kejadian pertama di bumi.


“Berarti kalian……” Gumam Toshio.


“Anak anak Adam dan Eve……..” Tambah Kyoko.


Toshio dan Kyoko pun gemetar, mereka ingat semuanya.


“Nah tuh tau, tapi kami anak anak yang lahir setelah nya…..kami bahkan tidak punya nama….” Yuuta menjelaskan.


“Betul betul…..dan kami di hukum hidup selamanya..sudah tau kan sekarang…..” Tambah Haruka.

__ADS_1


Yuuta dan Haruka pun berdiri dan bergandengan tangan. Toshio dan Kyoko pun bersiap siap.


“Kalian tidak tahu apa yang papa mama kalian perbuat……” Toshio pun geram melihat Haruka dan Yuuta.


“Sudah Toshi san, percuma menjelaskan kepada mereka……..” Kyoko berusaha menenangkan Toshio.


Mereka semua pun saling menatap, Yuuta dan Haruka tersenyum melihat Toshio dan Kyoko yang geram. Yuuta langsung maju menghampiri Toshio dan Haruka langsung menghampiri Kyoko.


Yuuta langsung menyerang Toshio dengan bertubi tubi. Toshio yang sekarang sudah tenang dengan mudah menghindar dan menangkis serangan Yuuta. Sesekali dia membalas dan langsung mengenai Yuuta berkali kali. Senyum mulai muncul di wajah Toshio yang berada di atas angin. Keduanya kemudian menjaga jarak.


“Kenapa…kok senpai berbeda dengan yang kemarin……kurang ajar….” Senyuman di wajah Yuuta pun menghilang dan dia mulai geram.


“Karena kamu kurang latihan…dari dulu sudah ku bilang kan, harus banyak latihan….”


“Kurang ajar…….” Yuuta langsung maju menyerang Toshio.


Sementara itu, Kyoko yang di serang Haruka secara bertubi tubi dan ganas, menangkis dan menghindar. Kyoko membalas serangan Haruka dan terjadilah adu pedang yang menimbulkan kilatan cahaya. Kyoko berhasil menyabet perut Haruka dan punggung nya. Keduanya kemudian langsung menjaga jarak.


“Kenapa….kok kekuatan ku kalah dari Kyoko chan….tidak mungkin…..” Haruka melihat Kyoko dengan geram.


“Hmm kenapa ya…….mungkin sekarang kamu gemuk heheh…..” Ledek Kyoko.


“Grrrr…kurang ajar….” Haruka langsung menyerang Kyoko kembali.


Mereka pun berbenturan lagi, kali ini di wajah Toshio dan Kyoko terlihat senyuman lebar, mereka seperti bersenang senang. Karena bersebelahan dan di serang bersamaan, mereka berdua saling menangkis dan menghindar dengan tarian mereka, sambil sesekali membalas serangan kedua lawan nya.


Toshio menangkis cakar Haruka dan Kyoko langsung berputar dan menendang perut nya yang membuat Haruka terpental jauh. Sedangkan Kyoko menarik Toshio untuk menghindari serangan cakar Yuuta dan Toshio langsung menangkap lengan Yuuta, dia langsung melempar Yuuta ke atas dan mengangkat Kyoko ke atas yang langsung menendang Yuuta ke arah Haruka yang berusaha berdiri. Yuuta pun menghantam Haruka dan terbentur kembali di dinding.


Tohsio menarik tangan Kyoko yang turun dan menggendong nya. Sambil tersenyum.


“Kenapa……kalian sudah mencelakai papa dan mama…….” Gumam Yuuta.


“Untuk hal itu, silahkan tanya sendiri kepada papa mu……” Balas Toshio.


“Hah….kalian yang menggoda mama………” Tambah Haruka geram.


“Ah papa mu berbuat sesuatu duluan kan……suami ku hanya membalas kok…..” Balas Kyoko.


“Grrrrrr……” Yuuta dan Haruka menggeram.


Kemudian keduanya berdiri dan saling menghadap. Kedua tangan mereka langsung berpegangan. Dari badan mereka pun keluar sinar, kemudian mereka melepaskan satu pegangan tangannya dan berbalik ke Toshio dan Kyoko. Tangan mereka yang tidak bergandengan pun mengangkat dan cahaya terang muncul dari telapak nya.


“Prism Beam…….” Teriak keduanya.


Sebuah sinar berwarna warni berbentuk diamond langsung maju menerjang apa saja yang di lewati nya ke arah Toshio dan Kyoko.


Melihat sinar yang menuju ke arah mereka, Toshio dan Kyoko langsung menggabungkan kedua tangannya dan membuka telapak nya. Kemudian mereka berteriak,


“Demon blast………” Mereka mengeluarkan jurus gabungan baru yang baru di dapatkan.


Dari telapak mereka keluar sinar berwarna merah dan hitam bercampur yang besar dan langsung menghantam sinar yang datang kepada mereka. Sinar berwarna warni pun terdorong mundur sampai ke depan Yuuta dan Haruka. Dengan reflek yang luar biasa, Yuuta dan Haruka menghindar dan sinar pun langsung menembus dinding.


Yuuta dan Haruka pun muntah darah karena tenaga mereka terdorong dan berbalik kepada badan mereka sendiri. Toshio dan Kyoko menghampiri mereka.


“Sudahlah….tidak usah di teruskan, kalian sudah kalah….”


“Kalian bertobatlah….jangan berbuat begini lagi…” Tambah Kyoko.


Yuuta dan Haruka diam saja. Tiba tiba terdengar suara di computer mereka. “Progam penggabungan selesai…..laksanakan proses penggabungan.” Yuuta dan Haruka langsung saling melihat satu sama lain dan mereka langsung berlari masuk ke ruangan sebelah nya.


“Hei…..” Toshio pun berteriak.


“Ayo kita susul Toshi san….perasaan ku tidak enak…..”


“Ayo…kita tuntaskan Kyoko…..”


Mereka langsung menyusul keduanya masuk ke ruang sebelah. Begitu masuk ke dalam mereka kaget, ternyata Yuuta dan Haruka masuk ke dalam tabung mereka masing masih da nada sebuah tabung besar di tengah mereka berisikan makhluk yang sangat mengerikan.


Makhluk itu adalah seorang demon besar dengan tinggi sekitar 8m, memiliki tanduk besar panjang di kanan kiri kepalanya. Wajah nya separuh wajah Yuuta dan separuh wajah Haruka. Badannya seperti manusia juga separuh laki laki dan separuh perempuan dari leher sampai ujung kaki. Dipinggang nya ada sepasang sayap seperti milik kumbang dan ekor besar seperti naga.


Seluruh tubuh nya bersisik seperti sisik naga yang keras dan berwarna silver. Empat buah sayap malaikat besar keluar dari punggung nya dan berwarna putih. Bertangan empat dan seperti memakai sarung tangan, semua jari jari nya tajam seperti pisau. Tanduk keluar dari pundak, siku dan lutut.


“Makhluk apa itu……” Toshio terperanjat melihat nya.


“Toshi san…..” Kyoko langsung merangkul lengan Toshio.


Mata makhluk itu yang tepejam pun terbuka dan berwarna merah seperti darah. Makhluk itu langsung tersenyum.

__ADS_1


“Hehehehe….” Suaranya mengerikan karena suara Yuuta dan Haruka bergabung.


__ADS_2