Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Awakening, goodbye my friend


__ADS_3

Minotaur maju berlari menyerang mereka sambil meraung. Toshio dan Kyoko yang tersenyum lebar berteriak bersamaan.


“Haaaaaaah………”


Pasir dan debu berhamburan menutupi mereka. Teriakan mereka yang panjang berubah, dari suara manusia sampai menjadi suara mengerikan. Ketika pasir dan debu mulai sirna, terlihat lah Toshio dan Kyoko, mereka sudah berubah ke wujud demon mereka. Bentuk demon mereka sekarang sedikit berbeda.


Tanduk Toshio yang sebelum nya berada di kening, pindah ke sisi kanan dan kiri kepalanya, kedua tanduk itu melengkuk dan menjulang ke atas. Dari tengah kening nya muncul sebuah tanduk lurus yang tidak terlalu panjang. Dari siku kanan kirinya muncul sebilah pedang, cakar yang berada di punggung tangan nya memanjang dari punggung lengan sampai punggung tangan, dari kedua betis nya muncul tiga pisau yang berbentuk sayap. Toshio meraung keras.


Tangan Kyoko yang tadinya seperti memakai sarung tangan, memanjang sampai pertengahan lengan. Dari kedua punggung lengan nya muncul pedang katana berwarna hitam dan sangat tajam, panjang nya sampai melewati tangan nya. Bajunya yang tadinya seperti jubah, sekarang berubah menjadi pelindung dada, perut, punggung, pundak, siku dan lutut. Pelindung pundak, siku dan lutut nya mengeluarkan tanduk melengkung kecil. Pelindung di punggung naik ke atas kepala dan membentuk kerudung yang menutupi kepalanya dan seperti mengenakan masker opera berwarna hitam. Dari kening nya muncul sebuah tanduk lurus persis di tengah. Taring nya masih tetap hanya saja terlihat mengkilap. Kyoko pun berteriak dengan suara mengerikan.


Kenapa mereka bisa berubah, kita kembali ketika mereka masih di dalam sel dan belum di bawa ke arena, selagi window status nya terbuka dan blessing nya berubah.


“Toshi san….ini……”


“Ya…daylight transform….kita bisa berubah…..”


“Wow….kenapa bisa berubah ya ?”


Kemudian mereka membaca sekali lagi deskripsi nya, kali ini mereka melihat secara serius.


“Mungkin gara gara ini….”


Toshio menunjuk sebuah tulisan yang berada di paling bawah deskripsi Blessing nya.


“Hmm Bonding memory…….ini kan….”


“Ya, semua karena mimpi mu Kyoko…eh Rena.”


“Hehe iya Toshi kun…..”


“Hmm level kita naik drastic sekali….level 200……mudah mudahan cukup untuk melawan musuh.”


“Asik…..aku juga sama seperti kamu Toshi kun…”


“Iya…dan ini….jurus kombinasi ? area ? apa maksudnya ya ?”


“Nanti saja kita coba….”


“Iya benar, kalau di keroyok kita coba…”


“Jadi kita keluar sekarang Toshi kun ?”


Wajah Kyoko mulai berseri.


“Nanti, kita kasih mereka kejutan….tidak mungkin mereka mendiamkan kita di sini sampai malam hari.”


“Benar, mereka bodoh sekali kalau sampai menunggu kita berubah hehe..”


Kembali ke saat ini, Minotaur masih berlari maju menyerang ketika mereka menyelesaikan perubahan mereka.


“Ti..tidak mungkin….mus..mustahil……” Teriak Ryota panik.


Minotaur mengayunkan kapak besarnya dan menyabet dari samping sedangkan gadanya memukul dari atas. Toshio menangkap kapak besar nya dengan satu tangan dan Kyoko menahan gada nya dengan kaki nya yang naik sampai ke atas. Wajah mereka berdua tersenyum. Sorak penonton pun menjadi sunyi.


Toshio langsung mengeluarkan sayap nya yang sekarang berwarna merah dan berapi. Kyoko juga langsung mengeluarkan sayap kelelawar nya yang sekarang terbakar api berwarna biru. Mereka langsung terbang ke atas.


“Para hadirin sekalian…..karena kalian sudah melihat perubahan kami, maka kami akan memberi kalian hadiah yang pantas. Yaitu kematian yang cepat.” Ujar Toshio dengan suara mengerikan.


“Silahkan menikmati….” Tambah Kyoko dengan suara mengerikan.

__ADS_1


Para penonton, pengawal dan pengunjung pun langsung panik dan saling dorong menuju pintu keluar.


“Blood bath….”


Kyoko mengangkat tangannya dan dari dalam tanah muncul mata air darah yang membanjiri semuanya, sehingga orang yang terkena tidak bisa bergerak.


“Hell Fire…..”


Toshio mengangkat tangannya ke atas dan terjadilah hutan meteor kecil yang berjumlah sangat banyak menghantam semua penonton sampai tidak ada yang tersisa.


“Hahahahahaha….” Tawa mereka berdua menggelegar di angkasa.


Mereka berdua menari nari di udara sambil menunggu hujan api selesai. Dari atas mereka melihat Ryota yang berlindung dari hujan api dan menghindari banjir darah. Sisa musuh mereka hanya minotaur di tengah lapangan. Setelah hujan api selesai dan banjir darah sudah surut, mereka langsung turun di tengah arena.


Minotaur yang melihat mereka turun langsung menyerang mereka. Toshio pun maju dan memasang kuda kuda karate nya. Lalu dengan sigap dia menghindari sabetan kapak minotaur, dan  langsung maju dengan kuda kuda nya, kemudian dia meninju dada minotaur yang terbuka. Tinjunya menimbulkan bekas di dada minotaur yang terpental jauh ke belakang. Toshio mengamati tinjunya.


“Hmmm kita jauh lebih kuat…tapi minotaur itu lebih kuat dari Sho….hati hati Kyoko, jangan lengah.”


“Iya Toshi san….aku maju ya……”


Kyoko langsung berlari secepat kilat menuju minotaur yang sedang berusaha bangkit.


“Ah di bilang hati hati malah maju…..”


Kyoko langsung menyerang minotaur dengan kedua pedang yang muncul di punggung lengan nya. Serangan Kyoko sangat cepat sehingga minotaur hanya bisa bertahan.


“Hahaha menyenangkan Toshi san…..sekarang aku tidak perlu katana lagi….”


“Hahaha syukurlah kalau kamu senang Kyoko…..”


Minotaur yang hanya bisa bertahan, berteriak dan mengeluarkan tenaga nya. Kyoko pun terdorong mundur. Kemudian badan minotaur membesar sehingga besar otot nya menjadi 2 kali lipat. Jalan nya menjadi berat dan lambat. Dengan perlahan dia mendekati Toshio. Tiba tiba minotaur meninju Toshio yang kebetulan lengah karena melihat Kyoko terdorong. Reflek Toshio langsung menyilangkan tangan di kepala nya menangkis tinju lurus minotaur yang otot nya sudah membesar. Pukulan minotaur berhasil di tangkis, tapi Toshio terpental jauh dan membentur dinding arena. Dinding yang terhantam tubuh Toshio pun bolong dan Toshio tersangkut di dalam nya.


Kyoko langsung berbalik dan berlari ke arah Toshio yang masih di dalam dinding. Secara perlahan Toshio turun dari dinding dan di topang Kyoko.


“Kamu ga apa apa Toshi san ?”


“Tidak apa apa, aku tidak terluka, tapi tinjunya sungguh dashyat….aku terpental jauh dan terbentur kencang. Kita tidak bisa remehkan dia, sepertinya minotaur ini lebih kuat dari Sho.”


“Aku juga merasakan nya…..Toshi san, mau coba cara itu ?”


“Hmm boleh….ayo mulai.”


Minotaur berjalan ke arah mereka, tapi karena badannya menjadi besar sekali, jalan nya pun menjadi sangat lambat. Hal ini di manfaatkan Toshio dan Kyoko.


Toshio dan Kyoko berhadapan, kedua tangan mereka saling berpegangan, kemudian mereka menaruh tangan mereka di depan dada seperti mau menembak. Mereka mengarahkan nya ke minotaur yang sedang berusaha berlari untuk mendekat.


“Blood Flare Lance.……” Teriak keduanya


Sebuah tombak besar terbuat dari darah keluar dari gabungan tangan mereka, kemudian tombak itu di balut api berwarna merah darah yang seperti pilar api.


“Tembaaaaak……”


Mereka melepas tombak besar berapi merah darah itu langsung menuju dada minotaur. Melihat tombak mendekat ke arah nya, minotaur menyilangkan kapak dan gada nya di tengah dengan maksud menangkis nya. Langsung saja, kapak dan gada nya hancur dan tombak itu menembus tubuh nya.


“Tidaaaak…ini tidak mungkin…….” Ryota berteriak di atas sambil melihat minotaur tertembus tombak besar berapi merah darah itu. Minotaur belum mati, dia masih berdiri sambil memegang dada nya yang bolong. Kemudian Toshio dan Kyoko menyatukan tanduk lurus di kening mereka. Dari ujung tanduk yang hampir menyatu keluar darah dan api yang bergulung gulung membentuk seperti spiral.


“Blood Flare blast……..”


Sinar yang bergulung langsung menembak. Darah dan api berwana merah bergulung gulung maju ke arah kepala minotaur yang tidak bisa mengelak lagi. Kepala minotaur pun hancur di lewati sinar itu yang akhirnya menembus dinding arena. Minotaur pun roboh tak bernyawa.

__ADS_1


“Woaaah….keren Kyoko…”


“Yey kita menang Toshi san….”


Mereka pun langsung toss dan berpelukan. Setelah itu mereka melihat ke arah Ryota. Mereka langsung lompat dan mendarat pas di depan Ryota.


“Cepat berubah…aku tunggu….” Ujar Toshio dengan suara mengerikan.


“Ya…ayo ayo..aku sudah tidak sabar….” Tambah Kyoko dengan suara mengerikan.


Ryota pun diam saja, kemudian dia melempar tabung berisi kepala Suzu. Karena takut kepala itu jatuh, mereka langsung melesat menangkap tabung berisi kepala itu. Begitu mereka berbalik, Ryota sudah menghilang.


“Kurang ajar…tega sekali dia….Suzu chan di lempar begitu saja….”


“Huuuuh….mustinya kita langsung saja habisi dia.”


“Sudah lah, kita pergi dari sini.”


“Iya Toshi san…”


Mereka pun langsung terbang menerobos ke atas dan tiba di basement hotel, mereka langsung berjalan keluar dan naik lift dengan wujud demon nya. Sayap mereka sengaja di simpan supaya tidak menyebabkan bencana. Begitu keluar lift, semua orang langsung kaget dan mundur. Mereka semua lari sehingga lobby menjadi kosong dalam sekejap.


Kyoko terus melihat wajah Suzu yang seperti sedang tertidur. Tiba tiba Suzu membuka matanya. Dia tersenyum melihat Toshi dan Kyoko yang memegang tabung nya. Kyoko yang masih dalam wujud demon nya menangis melihat kondisi Suzu dan memeluk tabung nya. Mulut Suzu mulai bergerak gerak seakan akan ingin mengatakan sesuatu.


“Lihat Kyoko….Suzu chan seperti mau bilang sesuatu kepada kita.”


“Iya benar….coba ku lihat….bu…a..ng….a…ku….ke…la….ut……oh buang aku ke laut katanya….”


Kyoko menoleh ke Toshio sambil menangis. Toshio langsung memegang pundak Kyoko.


“Aku rasa itu yang terbaik, ayo Kyoko…kita ke laut….”


Kyoko tidak menjawab dan hanya mengangguk. Suzu terlihat senang sebab dia tersenyum lebar. Ketika keluar hotel, mereka langsung terbang menuju tengah laut. Ketika sampai di tengah laut, mereka melihat lagi tabung yang berisikan kepala Suzu. Sepertinya Suzu mau mengatakan sesuatu lagi.


“Bu..ka…ta…bu…ng….n..ya…le…pa…s….ka…n…a..ku..te..ri..ma..ka..sih…Kyo…ko…ch…an…….., buka tabung nya dan lepaskan aku, terima kasih Kyoko chan.”


Kyoko pun langsung menangis tersedu sedu sambil memeluk tabung Suzu. Toshio memegang pundak Kyoko sambil menunduk. Setelah Kyoko tenang, secara bersama sama mereka membuka tabung dan melepaskan kepala Suzu jatuh ke laut. Dari atas mereka melihat kepala Suzu tenggelam perlahan di telan laut. Toshio pun merangkul Kyoko dan melempar tabung nya.


Setelah Kyoko tenang kembali, mereka berdua langsung terbang ke sebuah pulau kecil yang sulit terlihat dari peta untuk beristirahat. Mereka pun berubah kembali menjadi wujud aslinya, kali ini mereka tidak telanjang karena pengaruh dari blessing nya. Kyoko yang sedih tidak bisa berkata apa apa, dia hanya menyender di bahu Toshio. Kemudian Toshio menyodorkan lengan nya ke mulut Kyoko, sebab dia tau Kyoko memakai banyak darah nya di pertarungan barusan. Karena kaget di sodori lengan, Kyoko menoleh kepada Toshio yang terlihat sedang tersenyum sedih melihat dirinya. Kyoko pun langsung menggigit lengan Toshio dan meminum darah nya.


Malam itu mereka terus berada di pulau itu, melihat laut dengan ombak yang berdebur dan bintang bintang di langit yang bertaburan. Toshio terus memeluk Kyoko yang baru saja kehilangan teman nya. Mereka terus seperti itu tanpa bicara satu patah kata pun.


Bagi Kyoko, Suzu adalah teman satu satunya sewaktu dia sekolah di Kyushu, teman yang mau bicara dan berteman  dengan nya dengan tidak memandang latar belakang nya karena biasanya yang lain akan takut dengan status keluarganya atau malah memanfaatkan status nya itu. Melihat keadaan Suzu yang sangat mengenaskan dia benar benar terpukul dan sangat sedih. Toshio mengerti akan hal itu sebab dia juga mengalami hal serupa sewaktu Devil Sho meminta nya untuk membunuh nya. Karena itulah dia tetap di samping Kyoko dan memeluk nya sampai Kyoko kembali tenang.


“Toshi san…sampai kapan kita akan seperti ini ?”


“Aku tidak bisa jawab, tapi, selama aku bersama mu, aku akan jalani sesusah apapun kesulitan dan tantangan nya.”


Kyoko pun terdiam, sejujurnya dia juga merasakan hal yang sama dengan Toshio.


“Aku….takut Toshi san…..aku takut….aku hanya ingin hidup normal….pergi ke sekolah….ikut kegiatan club…pulang ke rumah…bertemu nenek….dimarahi nenek....”


“Kyoko ….”


Kyoko pun menangis lagi dan Toshio memeluk nya dengan erat.


“Kyoko…keluarkan semuanya, jangan di tahan…aku akan selalu di sisimu, selamanya, tidak apa apa keluarkan semua….”


“Huaaaaaaaaaaaaaaa…..”

__ADS_1


Kyoko pun histeris dan menangis sejadi jadinya di pelukan Toshio, dia mengeluarkan semua yang ada di dalam hatinya.


__ADS_2