
Di dalam kubus, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Touma dan Yukine merasakan guncangan yang hebat ketika kubus terjatuh di tanah, ledakan terjadi di dalam kubus. Mereka langsung tiarap dan berlindung agar tidak terkena ledakan. Yukine membuat dinding dari es yang menghadang ledakan sehingga semua tidak terkena dampak nya.
“Kalian tidak apa apa ?” Tanya Toshio kepada semuanya.
“Aku tidak apa apa Toshi san….” Jawab Kyoko yang ada di sebelah nya.
“Santai Toshi, aku ok, sepertinya Mio dan Ryuji berhasil…..”
“Iya benar, di luar sepertinya sudah tidak terdengar suara pertarungan lagi.”
“Toshio san, lihat, di depan ada jalan….sepertinya menuju ke atas.” Touma menunjuk ke depan.
“Iya benar Toshio san…..kita bisa masuk kesana.” Tambah Yukine.
“Ok, kita jalan…hati hati semuanya.”
Mereka langsung keluar dari persembunyian dan berlari menuju sebuah pintu yang terbuka dan ada anak tangga menuju ke atas di dalam nya. Pintu itu sebelum nya tertutup dan terkunci, tapi karena ledakan dan guncangan, pintu itu menjadi terbuka. Ketika sudah sampai di depan pintu, di belakang jatuh sesuatu yang cukup besar. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Touma dan Yukine menoleh, di belakang mereka ada sebuah sosok besar. Sosok itu mengangkat tangan nya dan sebuah mata tombak besar berantai langsung menyerang mereka. Toshio dan lainnya langsung melompat kesamping dan tombak itu menghujam pijakan mereka.
Sosok besar itu menarik lagi tombak nya dan menempel lagi di lengan nya. Toshio dan lainnya bersiap untuk menyerang. Sosok itu maju mendekat dan sosok nya terlihat akibat sorotan sinar matahari yang masuk. Touma dan Yukine kaget melihat sosok itu, rupanya sosok itu adalah Tatsumoto Genai yang sudah sepenuh nya menjadi robot, badannya sangat besar, seluruh otot nya sudah menjadi serat besi, wajah nya sudah sepenuh nya nya menjadi robot, separuh badan bagian bawah nya adalah tank yang besar. Tangan nya yang besar ada empat berupa senjata. Satu tangan nya adalah tombak yang tadi di tembakkan, lalu ada bola berduri yang besar dan bisa di tembakkan, sebilah pedang di tangan kiri bawah nya dan bor yang sangat besar di tangan kanan atas nya. Wujudnya sangat menjijikkan.
“Toshio san, Kyoko san, Sho san, Suzu san, Yukine, kalian naik duluan, biar aku di sini menghadapi nya.” Touma maju mendekati nya.
Yukine langsung mendekap Touma dari belakang, dia tidak mau di suruh pergi sama Touma.
“Aku tetap di sini, bersama mu Touma sama…..aku tidak akan pergi.”
“Yukine…..” Touma berbalik dan melihat wajah Yukine yang sudah bertekad dengan mata yang tajam.
“Baiklah, mohon bantu aku Yukine.”
“Baik Touma sama…..”
Mereka berdua langsung berbalik menghadang Genai yang sudah bersiap siap untuk menyerang.
“Touma jangan gegabah….” Teriak Toshio.
“Benar Touma, kita bisa membantu melawan nya…..” Teriak Kyoko.
Touma menoleh kepada Toshio dan lainnya, dia tersenyum. Kemudian dia melipat tangannya di atas kepalanya dan langsung bersiap menghentakkan kaki nya.
“Bersiap lah Yukine…..Earthquake.”
__ADS_1
“Baik….” Yukine langsung merangkul pinggang Touma.
Dia menghujam tanah dengan kaki nya. Gempa besar muncul dan menghancurkan pijakan mereka. Genai, Touma dan Yukine jatuh ke dalam jurang yang terbuka akibat hujaman kaki Touma.
“Toumaaaa….Yukine…….” Teriak Toshio.
Sho langsung memegang pundak Toshio dan menggelengkan kepalanya. Suzu juga langsung merangkul Kyoko di sebelah Toshio.
“Kita harus lanjut Toshi……serahkan pada mereka.” Ajak Sho.
“Kamu benar Sho….ayo…..” Toshio berbalik dan menggandeng Kyoko.
Mereka ber empat langsung menaiki tangga menuju ke atas. Wajah mereka semua terlihat tegang. Sementara itu, Touma dan Yukine yang sedang jatuh ke bawah, akhirnya mendarat. Touma menangkap Yukine dan berbalik, dia jatuh menghantam tanah, tapi Touma dan Yukine tidak terluka. Ketika mereka masih berpelukan terbaring di tanah,
“Yukine, kita dimana ini ?”
“Sepertinya ini adalah bagian bawah kubus…..mungkin.”
Tiba tiba dari belakang mereka terdengar seperti suara mesin yang sedang bergerak dan suara roda tank sedang berjalan. Genai sudah berdiri di belakang mereka. Touma dan Yukine langsung bangkit berdiri dan berbalik. Mereka melihat Genai berada di hadapan nya.
“Semua gara gara dia…….” Tangan Touma mengepal geram.
Touma maju melangkah di dampingi oleh Yukine, dia berjalan menuju Genai. Yukine mengangkat kedua tangannya,
“Freeze……”
Seluruh ruangan langsung membeku dan menjadi es. Genai tidak bisa bergerak karena roda tank tidak bisa bergerak di atas lapisan es. Touma langsung maju menyerang Genai.
“Stone bullet….”
Touma mengeluarkan batu batu besar dan menembakkan nya kepada Genai yang menangkis nya dengan tangannya. Ke empat tangannya mengarah ke Touma, senjata senjata di tangan itu menembakkan senjatanya yang di ikat rantai di ujung nya. Touma dengan mudah menghindari nya dan melompat langsung menendang kepala Genai. Sedangkan Yukine maju dari samping dengan pedang besar yang ada di punggung nya, dia langsung menyabet tubuh Genai berkali kali. Tangan Touma yang sudah menjadi robot berubah menjadi sebuah kapak bermata dua yang sangat besar, dia juga langsung menyerang kepala Genai dengan kapak itu. Genai menarik tangannya dan semua senjatanya kembali. Dia memutar mutar rantai nya dan menyerang Touma dan Yukine.
Serangan itu berhasil di tangkis oleh Touma dan Yukine yang terus balas menyerang. Tubuh Genai sudah penuh goresan dan terkoyak, tapi dia tidak merasakan apa apa karena sudah menjadi robot. Genai yang tidak bisa bergerak memutar badan nya di atas badan tank nya. Semua rantai terangkat dan semua senjata berputar mengikuti putaran badannya. Touma dan Yukine melompat mundur. Setelah keduanya mundur, putarannya berhenti.
“Yukine, aku akan membekuknya, kamu langsung penggal kepalanya.”
“Baik Touma sama, hati hati…..”
“Armor form….”
Tangan Touma yang sudah menjadi robot mengeluarkan perisai besar berbentuk layang layang, di sebelah nya keluar perisai berbentuk lingkaran. Badannya langsung di selimuti batu batu yang berterbangan menempel pada badannya dan mengeras membentuk armor yang melapisi tubuh nya, badan Touma membesar mejadi hampir sama dengan Genai. Tanduk nya memanjang dan wajah nya memakai masker dari batu.
__ADS_1
Touma langsung lari menuju Genai sambil melipat tangannya yang berperisai di depan, Genai langsung menembakkan senjatanya lagi dan semua di tangkis oleh Touma. Dia terus lari ke arah Genai sampai akhirnya dia berada di depannya. Karena besarnya hampir sama, Touma langsung merentangkan tangannya dan medekap Genai bersama ke empat tangannya. Touma mengangkat nya dan badan tank Genai terangkat sedikit dari tanah.
“Sekarang Yukine……” Teriak Touma.
Yukine langsung lari dan melompat mengarah punggung Genai dan kepalanya. Dia menyabetkan pedang nya. Pedang nya langsung menebas leher belakang Genai, tapi karena kuatnya badan besi Genai, lehernya hanya terkoyak saja, Yukine mengulang sekali lagi dan memperdalam luka nya. Yukine terus menebas sampai leher Genai putus. Tiba tiba di badan tank Genai yang berada di belakang keluar sebuah meriam kecil dan langsung menembakkan laser ke arah Yukine. Karena lengah, perut Yukine tertembus laser itu dan dia terpental. Pedang nya terlepas dan terpental.
“Yukineeeeeeee………” Teriak Touma.
Touma langsung menurunkan badan Genai dan menarik ke empat tangannya hingga terputus. Genai yang ke empat tangannya terputus, berusaha memutar badan nya lagi. Melihat itu Touma langsung melompat dan dengan kaki nya dia mendekap badan Genai hingga tidak bisa bergerak, kemudian dia mendekap leher Genai dengan sebelah tangannya dan sebelah tangannya dia naikkan kan atas menyambut pedang yang terjatuh.
Dia langsung menangkap pedang Yukine yang jatuh ke atasnya dengan tetap mendekap kencang Genai. Yukine yang tertembus perut nya berusaha berdiri dan berjalan mendekati Touma dengan tertatih tatih sambil memegang perut nya. Setelah menangkap pedang Yukine, Touma langsung menebas putus leher Genai beserta tangan nya sendiri, setelah tertebas putus, seluruh tubuh Genai mengeluarkan bor panjang yang sangat tajam dan menghujam seluruh tubuh Touma. Armor nya hancur dan seluruh bagian tubuh nya tertusuk oleh bor panjang yang banyak itu. Dada nya menjadi terbuka dan sebuah bor menghujam jantung dan alat yang terpasang di dada nya tidak menyala lagi karena hancur, Touma langsung roboh kebelakang melepaskan pegangan nya pada tubuh Genai.
“Gah……” Touma langsung muntah darah.
“Toumaaaaaa……….”
Yukine yang sudah terluka, memaksakan diri lari menangkap Touma yang roboh, Yukine berhasil dan menghadang Touma yang roboh tepat menggunakan paha nya, kemudian dia duduk dan memegang kepala Touma. Yukine menoleh dan melihat badan Genai mulai terbakar. Di layar yang ada di dada nya ada hitungan mundur untuk penghancuran diri (self destruct).
Touma yang sudah sekarat karena jantung nya hancur, melihat ke arah wajah Yukine di atas nya yang sedang menangis dan air matanya jatuh di wajah nya. Dia tersenyum melihat Yukine. Tangan nya yang masih ada langsung mengelus pipi Yukine yang sedang menangis di atas nya. Dia berusaha membuka mulutnya,
“Yuki…ne…..aku sayang kamu, sejak dulu di rumah mama…….aku sudah sayang kamu……selamat tinggal Yukine…..hiduplah…aku mencintai mu….selamanya.” Touma memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya. Tangannya yang sedang memegang Yukine jatuh. Yukine menangkap nya dan terus meletakkan tangan Touma di pipinya.
“Hehe akhirnya, terlambat sedikit Touma bodoh…..aku juga sayang kamu dari dulu sampai sekarang, dari sewaktu kita berdua di istana mama sampai di jepang……kita akan selalu bersama, bahkan saat ini kita tetap bersama…..tunggulah, sebentar lagi aku datang….”
Yukine membangunkan tubuh Touma dan memeluk tubuh Touma yang kaku, dia melihat wajah Touma yang masih tersenyum, kemudian mencium nya, Yukine sadar, dengan perut nya yang bolong dia juga tidak akan bertahan hidup, kekuatan regenerasi nya tidak bisa menolong perut nya yang bolong dan isinya yang sudah terbakar laser. Dia melihat hitungan di layar yang ada di dada Genai. Kemudian dia tersenyum dan mendekap Touma. Yukine memejam kan matanya.
“Aku cinta kamu Touma……..selamanya.”
Tubuh Genai meledak dan ledakan nya menelan semuanya. Ledakan itu juga menghancurkan sebagian kubus dan menimbulkan getaran.
Toshio, Kyoko, Sho, Suzu yang sedang berlari ke atas, berhenti sejenak dan berbalik melihat tangga yang mereka lalui barusan hancur berantakan. Mereka menjadi tertegun, mereka sadar ledakan tersebut akibat pertarungan Touma, Yukine dan Genai. Mereka juga bisa membayangkan nasib Touma dan Yukine melihat ledakan tersebut.
“Kita harus terus, jangan biarkan pengorbanan mereka sia sia…..” Ajak Toshio.
“Iya Toshi san…….ayo kita jalan….Terima kasih Touma, Yukine.” Balas Kyoko.
“Sho san, ayo…….kita teruskan perjuangan mereka.” Suzu menggandeng Sho.
“Iya….ayo…kita teruskan.” Sho memengang tangan Suzu yang menggandengnya.
Mereka langsung berbalik dan meneruskan menaiki tangga sampai ke atas. Wajah mereka terlihat geram dan siap menghancurkan apapun yang ada di depan mereka.
__ADS_1