
Setelah keduanya berpakaian, mereka langsung duduk di sofa dan membahas apa yang sudah terjadi.
“Jadi kalau dalam wujud mu, kamu tidak bisa terbang Kyoko chan ?” Tanya Toshio.
“Iya, aku tidak bisa, kalau mau terbang aku harus jadi kelelawar kecil dulu baru aku bisa terbang.” Jawab Kyoko.
“Coba aku lihat window status mu, bisa kan ?” Tanya Toshio.
“Ini…coba saja kalau bisa lihat.”
Toshio langsung mencoba melihat skill yang di miliki Kyoko. Fokus nya teralih kepada skill bat transformation. Toshio membaca seluruh keterangan nya dan akhirnya dia mengerti.
“Kyoko chan, coba berubah menjadi kelelawar.”
Kemudian Kyoko langsung menuruti nya dan berubah menjadi kelelawar. Kyoko terbang kesana kemari dalam wujud kelelawarnya. Setelah beberapa saat dia berubah lagi menjadi wujud asli nya.
“Hmm coba deh, caranya sama tapi bayangkan kamu hanya ambil sayap nya.”
Kyoko langsung mencoba mempraktekkan nya. Dia berhasil mengeluarkan sayap nya tapi sayap nya sangat kecil sehingga tidak berguna. Kemudian dia mencoba membayangkan sekali lagi. Kali ini dia mengeluarkan sepasang sayap kelelawar yang sangat besar sehingga Toshio yang duduk di sebelah nya pun tertampar sayap nya sehingga jatuh.
“Adu duh….kebesaran Kyoko chan.”
“Iya maaf, aku tidak tau yang ideal seperti apa.”
Toshio kemudian mengeluarkan sayap api nya tanpa dia berubah. Dia meminta Kyoko meniru sayap nya baik dari besar nya dan lebarnya. Akhirnya dia bisa mengeluarkan sepasang sayap kelelawar yang ideal, sayap nya bisa di lipat kedepan untuk menutupi tubuh nya. Kyoko langsung mencoba terbang di tempat dan sekarang ida bisa terbang. Mereka berdua kemudian keluar dari jendela dan mencoba terbang berkeliling. Toshio sekalian mengajari Kyoko cara terbang yang benar. Setelah itu mereka berdua masuk kembali ke apartemen dan duduk kembali di sofa.
“Maaf Toshio san, aku mau tanya, apa yang sebenarnya terjadi sama teman mu 1 tahun lalu ?”
“Karena aku sudah lihat wujud mu, aku beritahu, Waktu itu masih awal awal masuk sekolah, setiap pembukaan club anggota senior harus mengadakan kumite, Saat itu, aku sedang makan bersama dengan teman ku di taman,, tiba tiba pacar teman ku menghampiri ku dan mengatakan kalau dia d serang. Saat itu aku belum tau apa apa, sewaktu di taman aku hanya mendengar teriakan dari atap dan muncul cahaya terang. Lalu aku menuju infirmary bersama pacar teman ku dan melihat kondisi nya yang sangat pucat sampai hampir menjadi biru. Dia memaksa untuk latihan di club, awal nya aku mencegah, tapi akhirnya dia tetap memaksa, hasil nya dia terkena pukulan ku tepat di ulu hati yang membuat nya langsung berhenti bernafas, setelah itu pelatih memanggil ambulan dan polisi. Ketika di tanya siapa pelaku nya, semua orang di club menunjuk ku dan akhirnya aku di penjara walau tidak ada bukti apapun.”
“Hmm aku mengerti….tapi kenapa kamu bisa tahu, Toshio san kalau teman mu meninggal karena jenis ku ini ?”
“Karena hasil otopsi setelah aku di penjara mengatakan kalau pada saat latih tanding melawan ku, kondis nya sedang kehabisa darah. Hal ini lah yang membuat jantung nya berhenti dan kebetulan kena pukulan ku. Kemudian ada banyak siswa yang bersaksi, mereka semua menggambarkan sosok yang sama dengan kamu Kyoko chan. Walau hal itu sudah di ketahui tetap tidak bisa di jadikan alasan untuk membebaskan aku. Wajar sekali, sebab tidak ada orang yang percaya vampire ada kan.”
“Jadi tujuan Toshio san ingin membersihkan nama Toshio san begitu ?”
“Oh tidak tidak, nama ku sudah bersih karena aku sudah di anggap mati semenjak aku di tusuk oleh teman satu sel ku. Makanya kalau sampai ketahuan aku masih hidup ceritanya akan lain, itulah sebab nya aku pakai nama belakang mama ku.”
“Aku mengerti, kalau begitu bagaimana jika kita berkerja sama ?”
“Hmm aku sebenarnya masih ada ganjalan, aku ingin tahu siapa pembunuh papa dan mama ku.”
“Sama, aku pun ingin tau, dan kalau bisa membalas nya.”
Mereka berdua pun terdiam. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing masing.
“Baiklah..aku setuju…kalau dengan kamu aku rasa mungkin Kyoko chan.”
“Iya aku rasa juga begitu, kalau bersama Toshio san pasti bisa.”
Mereka pun bersalaman. Mereka akhirnya mengerti kalau bekerja sama tujuan mereka pasti akan cepat tercapai.
“Toshio san, makan ramen yang kemarin yu….”
“Seperti nya kita jangan kembali dulu kesana….tadi kan ramai sekali di sana.”
“Oh iya, besok besok saja deh. Sekarang coba pinjam lengan mu.”
“Buat apa ?”
“Sudah pinjam saja….”
__ADS_1
Toshio pun menjulukan lengan nya di depan Kyoko. Tiba tiba Kyoko langsung menggigit lengan Toshio dan menghisap darah nya. Toshio kaget melihat nya, tapi dia membiarkan Kyoko menghisap darah nya. Wajah nya pun menjadi merah. Setelah beberapa saat, Kyoko melepaskan lengan Toshio.
“Ah kenyang…hehe maaf, sebab tadi aku mengeluarkan banyak sekali darah.”
“Aku mengerti, tapi tolong lain kali jelaskan di awal.”
“Hehe merah ya.”
“Ya.”
Keesokan harinya, karena weekend, Toshio dan Kyoko berada di apartemen. Toshio menyalakan televisi nya. Dian mendengarkan siaran berita.
“…..Semalam terjadi gempa local dashyat di daerah xx, tepat di taman xx, taman akan di pugar secepat nya. Penyebab gempa belum di ketahui pasti. Sekian berita terkini.”
Toshio dan Kyoko saling melihat satu sama lain dan tertawa mendengar berita itu. Penyebab nya tidak di sebutkan karena pemerintah menutupi keberadaan mereka supaya tidak terjadi kehebohan. Kyoko yang sedang main dengan hp nya tiba tiba memanggil Toshio.
“Toshio san, lihat deh, ini kita semalam kan ?”
Toshio langsung melihat hp Kyoko.
“Iya benar, ada yang merekam kita semalam. Eh…mereka menamai kita ?”
“Fallen oni dan kyuketsuki hime..cocok juga.”
“Aku malu….”
Toshio pun menutup wajah nya yang merah. Kyoko pun menepuk nepuk punggungnya.
“Ngomong ngomong Toshio san, line mu apa, sini aku add,”
“Aku tidak pakai smartphone….”
“Hah…hari gini ga pakai smartphone ?”
“Baiklah, hari ini kan weekend, ayo kita pergi beli smartphone buat kamu.”
“Hmm sekarang ?”
“Iya dong, masa besok, kan libur nya sekarang.”
Mereka langsung ganti pakaian dan pergi. Tujuan mereka adalah akihabara, jadi mereka naik commuter dari stasiun shibuya. Kereta dalam kondisi ramai, mereka berdua pun berdiri. Toshio berdiri di depan Kyoko dan menghalangi nya supaya tidak terjepit. Toshio sempat menolong seorang wanita yang di jadikan korban pelecehan. Dia langsung menangkap pelaku nya dan membawa nya turun di stasiun akihabara.
Setelah itu, mereka langsung keluar dari stasiun dan menuju toko smartphone. Karena pilihan nya banyak, Toshio pun bingung. Akhirnya dia membeli sebuah smartphone yang sama dengan milik Kyoko.
“Toshio san, gimana kalau kita ke arcade dulu atau karaoke ?”
“Wah aku tidak biasa dengan hal hal seperti itu.”
“Mulai sekarang di biasakan dong.”
Mereka langsung masuk ke dalam arcade dan bermain di dalam. Kyoko mencoba mengambil sebuah plushir dari mesin crane. Dia tidak berhasil dan akhirnya membuat nya cemberut. Toshio pun mencoba nya dan dalam sekali percobaan dia langsun berhasil. Kemudian Toshio memberikan plushie nya kepada Kyoko. Wajah Kyoko langsung memerah dan berterima kasih. Setelah itu mereka masuk kedalam photo boot dan foto berdua. Terlihat di foto senyum mereka, walau Toshio tidak bisa tersenyum.
Setelah itu mereka langsung masuk ke gedung di sebrang arcade yaitu karaoke. Kyoko menyanyikan beberapa lagu di dalam sedangkan Toshio hanya memainkan rebana sebab dia tidak bisa bernyanyi.
Hari sudah menjelang sore, mereka berdua masuk ke dalam family resto karena lapar. Langsung saja mereka memesan makanan. Kyoko makan dengan lahap dan banyak. Toshio sampai bingung melihat nya. Kemudian setelah makan mereka pun langsung ke stasiun untuk naik kereta menuju stasiun shibuya.
Kondisi di dalam kereta sudah sepi, mereka berdua duduk berdampingan. Kyoko yang sudah kenyang tertidur di pundak Toshio. Saat itu benar benar menyenangkan buat mereka berdua. Ketika kereta sampai di stasiun Shibuya,
“Kyoko chan bangun…sudah sampai.”
“Munya…..huam…iya…enak tidurnya.”
__ADS_1
Kyoko akhirnya bangun, mereka langsung turun dari kereta dan keluar dari stasiun. Hari sudah menjelang malam. Mereka berjalan melalui pertokoan shibuya. “Kyaaah…..” Tiba tiba terdengar suara teriakan. Di depan mereka ada sebuah toko perhiasan yang sedang di rampok di tengah keramaian. Perampok berjumlah lima orang. Toshio menoleh ke Kyoko dan keduanya mengangguk. Kemudian mereka masuk ke dalam gang kecil dan berubah. Mereka langsung terbang ke atas dan turun persis di depan toko itu. Orang orang pun melihat mereka. Para perampok langsung menodongkan senjata mereka kepada Toshio dan Kyoko.
“Siapa kalian…..jangan mendekat atau ku tembak.”
“Silahkan tembak….iya kan Fallen oni ?”
“Haha iya benar kyuketsuki hime.”
Mereka berdua terus maju mendekat. Para perampok itu pun mundur.
“Te..tembak…….”
Para perampok itu langsung menghujani mereka dengan peluru. Toshio langsung membentangkan sayap api nya supaya penonton di belakang tidak terkena peluru. Kyoko langsung maju dan menangkap satu dari perampok itu. Kedua nya terus mendekat sambil tertawa lebar. Para perampok langsung tertangkap. Mereka pun mengikat nya dan langsung terbang meninggalkan lokasi.
Orang orang yang melihat nya tidak percaya, mereka melihat iblis dan vampire menangkap penjahat. Polisi pun mulai berdatangan dan langsung membekuk para perampok itu.
Toshio dan Kyoko langsung terbang ke apartmen mereka. Toshio langsung mencoba smartphone nya.
“Kyoko chan, bisa ajari aku cara pakai benda ini ? waktu di penjara tidak ada soalnya.”
“Hehe baik…sini…aku bantu.”
Kyoko langsung duduk di sebelah Toshio. Dia langsung mengajari Toshio cara memakai smartphone. Kyoko juga menginstall aplikasi aplikasi penting di smart phone nya. Toshio merasa risih karena Kyoko duduk dekat sekali dengan nya. Wajah nya pun menjadi merah. Toshio pun menyalakan tv untuk menghilangkan grogi nya.
“Baru saja di wilayah shibuya, dua makhluk jahat dalam legenda menampakkan diri di tengan kerumunan dan menangkap perampok yang sedang merampok toko perhiasan, inilah foto mereka. Mereka menamakan diri mereka Fallen oni dan Kyuketsuki Hime. Kami akan menampilkan sebuah video amatir yang merekam kejadian. Sekian berita terkini.”
Di televisi langsung di putar rekaman video ketika Toshio melebarkan sayap nya sehingga tidak mengenai orang dan Kyoko yang dengan cekatan menangkap semua perampok.
“Wah kita jadi terkenal nih…”
“Haha iya bagus dong…”
“Sekalian memancing musuh keluar…..”
“Benar..jangan lupa tujuan utama kita.”
Kemudian Kyoko kembali mengajari Toshio cara pakai smart phone. Setengah jam kemudian, Toshio sudah mengerti dasar dasar untuk memakai smart phone. Kyoko langsung memasukkan line Toshio ke hp nya. Tiba tiba Kyoko menarik lengan Toshio dan melingkarkan di lehernya. Kemudian dia langsung menggigit lengan Toshio.
“Lagi lagi….kan sudah ku bilang, lain kali bilang dulu.”
“Hehehe….enak nyaman.”
“Dasar…”
“Itadakimasu. Haup..”
Kyoko langsung menghisap darah Toshio sampai dia kenyang. Kali ini Toshio hanya tersenyum melihat Kyoko yang sedang menikmati menghisap darah nya. Toshio membuka window status nya dan melihat deskripsi skill Blessing of Demon God. Dia terus membaca sampai habis. Deskripsi nya tertulis, immune sickness, immune poison dan lain lain, kemudian dia sampai baris terakhir. Immortality, immune death. Toshio menoleh ke Kyoko.
“Kyoko chan, kamu ada skill Blessing of Demon God kan ?”
“Iya ada kenapa ?”
“Deskripsinya sedikit membuat ku resah…”
“Hmm coba aku baca.”
Kemudian Kyoko membaca deskripsi milik nya di window status.
“Hmm immortality…..berarti kita tidak bisa mati ya ?”
“Iya, kalau dari yang kubaca begitu.”
__ADS_1
Keduanya pun terdiam dan mulai berpikir, apa yang terjadi jika mereka hidup abadi sendirian.