
Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung merancang langkah preventif untuk mencegah Orochi menuju bunker. Melihat dari foto yang di berikan oleh Sano, mereka akhinrya memutuskan untuk membuat lubang di bekas kota Sapporo dengan meledakkan gudang makanan yang berada di sisi dalam kota. Semua penyintas yang tinggal di sana akan di pindah ke bunker utama dan pembuatan bunker baru akan di lakukan,
“Sepertinya ini satu satu nya cara untuk menghentikan Orochi maju ke arah kita dan membelokkan nya.” Toshio membaca rencana yang di usulkan.
“Tapi kalau dia tidak belok atau malah marah bagaimana ? kita tidak bisa melawan nya.” Ujar Kyoko.
“Kalian berdua bisa kan berubah menjadi besar seperti Suzu chan ?” Tanya Sho.
“Bisa, tapi waktu nya tidak bisa lama, paling lama hanya lime menit dan waktu itu tidak akan cukup untuk menghabisi Orochi.” Jawab Toshio.
“Aku sih bisa sampai satu jam menjadi besar, mungkin aku bisa menahan nya.” Tambah Suzu.
“Tidak bisa, kamu tidak boleh maju sendirian Suzu chan.” Sho langsung memegang tangan Suzu.
“Iya, aku mengerti….” Suzu juga menggenggam tangan Sho.
Sano masuk ke dalam ruangan, dia memberikan foto terbaru dari satelit yang memperlihat kan Orochi semakin mendekat dan sedang diserang oleh pasukan robot yang sangat banyak. Dilihat dari satelit, ada robot raksasa juga yang menghadang nya. Sepertinya musuh memang mengincar untuk membinasakan monster monster besar yang mengganggu itu.
Seorang penyintas masuk ke dalam, dia mengatakan mereka bisa melihat Orochi dari jauh dan sedang bertarung melawan pasukan robot. Penyintas itu mengajak Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu melihat keluar. Mereka semua langsung keluar dari ruangan dan keluar dari bunker untuk naik ke atas. Mereka langsung naik ke atas bukit. Di atas bukit sudah ada Mio dan Ryuji sedang melihat menggunakan teropong.
“Mio ne san, aku bisa hentikan dia…..” Ujar Ryuji kepda Mio dengan nada memaksa.
“Jangan, kalau kamu gagal bagaimana…..jangan gegabah Ryuji.” Teriak Mio.
“Hei, kenapa kalian ribut ?” Tanya Kyoko.
“Ne ne, Ryuji ingin maju dan berbicara dengan naga berkepala delapan itu, aku tidak mengijinkan.” Mio menoleh ke Kyoko sambil menunjuk Ryuji.
“Tapi Kyoko ne san, aku bisa bicara dengan naga, aku king of dragon…..” Ryuji protes mendengar omongan Mio.
“Kalian tenang dulu, lihat situasi dulu, kalau pun dia bisa di ajak bicara, saat ini tidak bisa, karena dia sedang bertarung. Lihat saja…..” Toshio melihat ke arah Orochi menggunakan teropong.
Walau menggunakan teropong dan dari jarak yang sangat jauh, sangat terlihat kalau Orochi itu besar sekali. Terlihat Orochi sepertinya sedang di keroyok oleh pasukan robot yang sangat banyak, dari kejauhan terlihat drone drone yang berbentuk pesawat sedang menembaki Orochi dan di bawah semua robot sedang menembaki kepala kepala nya. Salah satu kepalanya mengeluarkan api dari mulut nya dan mengahancurkan beberapa drone yang sedang terbang mengelilingi nya. Kemudian beberapa kepalanya menyemburkan api ke tanah, sepertinya dia sedang menyerang pasukan robot yang berjumlah banyak itu. Dua kepala Orochi meraung kencang seperti sedang memanggil sesuatu.
Tiba tiba semua menjadi gelap, di atas mereka yang sedang memantau seekor naga berkepala tiga dan bersisik perak lewat di atas mereka. Semua yang melihat nya kaget. Naga itu terbang melewati mereka dan maju menuju tempat Orochi berada.
“A..apa…kenapa Zmey ada di sini….? Dan dia mendekati Orochi.” Toshio melihat ke atas.
“Bukan cuma Zmey, Toshi san, lihat di kanan……” Kyoko menunjuk ke kanan.
Di kanan ternyata datang seekor naga yang memiliki lima kepala yang berwarna warni. Masing masing kepalanya menyemburkan elemen yang berbeda. Merah menyemburkan api, biru menyemburkan es, hijau menyemburkan angina, coklat menyemburkan tanah dan kuning menyemburkan petir. Besar nya sama dengan Orochi. Semua melihat nya menjadi takjub dan khawatir.
“Tiamat juga datang……..semua naga yang di kurung di dunia demon ada disini…..” Ujar Toshio gemetar.
“Toshi, maksud mu apa ?” Tanya Sho.
“Dahulu kala, naga naga yang mengacaukan dunia manusia di kurung di dunia demon oleh para dewa. Mereka di kurung di berbagai tempat di dunia demon, seperti Orochi di kurung di bawah gunung, Tiamat di dalam tanah dan Zmey di dalam hutan dan masih banyak lagi, tapi karena dunia demon hancur, sekarang mereka terbebas dan mengamuk di sini.” Toshio menjelaskan.
Semua langsung terdiam mendengar penjelasan Toshio, Kyoko langsung merangkul lengan Toshio, dia juga tau semua naga yang di kurung di dunia demon. Untuk mengurung mereka membutuhkan kekuatan yang sangat besar dan hanya dewa dewa yang bisa melakukan nya. Mereka terus mengamati pertarungan tiga monster itu dengan pasukan robot yang terus berdatangan.
Zmey dan Tiamat yang baru datang langsung membantu Orochi menghabisi para pasukan robot itu. Dari arah kiri, muncul pasukan robot robot raksasa yang besarnya hampir sama dengan monster monster itu dan mulai menyerang monster monster itu. Para monster naga itu menyemburkan semburan masing masing dari mulut mulut nya. Monster monster itu maju mendorong pasukan robot dan mereka berubah arah.
“Monster monster itu jelas bukan dari radiasi….” Gumam Sho.
__ADS_1
“Iya, seperti yang Toshio san bilang, mereka monster yang di kurung ratusan ribu silan di dunia demon. Kita bertiga menjadi besar pun tidak bisa melawan mereka.” Tambah Suzu.
“Benar, satu saja kita bingung melawan nya, apalagi ini ada tiga…” Toshio terus melihat menggunakan teropong.
“Sudah kubilang aku bisa bicara dengan mereka, aku pergi…..” Ryuji langsung berubah menjadi seekor naga yang berdiri tegak dan langsung terbang menuju ketiga monster yang jauh itu.
“Ryuji…….” Teriak Mio yang juga langsung berubah menjadi burung besar dan pergi menyusul Ryuji.
“Toshi san, kita harus susul mereka…..” Kyoko langsung berubah.
“Ayo semua nya……” Teriak Toshio.
Toshio, Sho, Suzu langsung berubah dan terbang menyusul Ryuji dan Mio. Ryuji yang terbang lebih dulu sudah tidak terkejar, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu langsung mendekati Mio yang sedang berwujud burung raksasa, mereka meminta Mio perlahan sebab akan berbahaya kalau terlibat pertarungan monster itu. Mio hanya bisa memandang Ryuji yang terbang menjauh.
Ryuji akhirnya sampai di belakang ketiga monster naga itu. Dia langsung terbang ke atas dan mengeluarkan jurusnya untuk menghabisi pasukan robot di depan ketiga monster itu.
“Mega blast….”
Ryuji yang berwujud naga berwarna hitam itu membuka mulut nya dan mengumpulkan energy di mulut nya. Cahaya terang muncul berbentuk bola yang terus membesar. Kemudian dia memundurkan kepalanya ke belakang dan langsung maju melepaskan sinar laser yang besar dan panjang menyapu bersih pasukan robot robot di bawah, kemudian dia mendongakkan kepalan nya dan menggerakan kepalanya dari kiri ke kanan. Sinar yang keluar dari mulut nya menyapu bersih drone yang berterbangan. Setelah semua bersih tidak tersisa satu robot pun, Ryuji langsung berdiri di depan ketiga monster naga itu sambil melipat tangannya di dada.
Orochi, Tiamat dan Zmey melihat Ryuji yang berwujud naga hitam berdiri dengan sayap yang lebar dan besarnya hanya sekepala mereka langsung menundukkan kepalanya. Para monster naga raksasa itu bersujud di depan Ryuji.
“Groaaaaaaar…….” Ryuji mengangkat kepalanya dan meraung keras.
Semua kepala naga raksasa itu mengangkat ke atas dan meraung mengikuti raungan Ryuji dengan suara yang sangat menggelegar. Tanah menjadi bergetar akibat raungan mereka. Ryuji terbang berkeliling di antara kepala kepala naga yang banyak itu. Orochi mempunyai kepala delapan. Ryuji menginjak semua kepala Orochi seperti sedang bermain. Dia juga menginjak lima kepala Tiamat dan tiga kepala Zmey. Mereka seperti bersenang senang. Toshio dan lainnya yang melihat menjadi bingung.
“Hmmm kenapa Ryuji bisa menaklukkan mereka ?” Tanya Sho.
“Belum terpikir apa apa…..” Jawab Toshio.
“Tidak tidak, Draco bukan pemimpin mereka, kalau teman iya….” Protes Toshio.
“Lagipula, Ryuji kan bukan Draco…..dia itu makhluk baru kan ?” Tanya Suzu.
“Iya, kalau kata ossan dia itu spesies khusus perpaduan naga dan manusia, bahkan demon dan manusia yang di padukan saja tidak bisa melawan nya.” Jawab Mio.
“Bahamut….benar, pasti itu, Ryuji adalah bahamut, pemimpin naga naga di dunia, raja dari naga. Lihat saja window status nya….” Ujar Toshio sambil membuka window status milik Ryuji yang sedang bermain main di atas kepala para monster itu.
Ryuji melihat Toshio dan lainnya berada di dekat nya, dia langsung terbang menghampiri mereka. Para monster naga itu mengikuti Ryuji dari belakang dengan berjalan ke arah mereka semua.
“Waduh, dia membawa semuanya ke sini….bahaya….” Teriak Sho.
“Ryuji…..jangan kesini…..” Teriak Suzu.
“Siap siap semuanya……” Toshio langsung memasang kuda kuda nya.
“Akhirnya harus melawan mereka juga…..” Kyoko juga langsung memasang kuda kuda nya.
“Ryuji kamu bodooooooh……” Teriak Mio.
Dengan polos nya Ryuji berhenti di depan semuanya, dia bingung melihat semuanya pasang kuda kuda dan siap menyerang. Ketiga monster yang di belakang nya berjalan dengan perlahan karena mereka terlalu besar.
“Ryuji, kenapa kamu malah membawa mereka kesini….cepat minta mereka menjauh.” Teriak Toshio.
__ADS_1
“Tidak usah khawatir Toshi ni san, mereka tidak jahat, malah mereka mau membantu ku kok.”
“Kamu serius ?” Tanya Kyoko.
“Serius, mereka juga benci dengan robot robot yang menyerang mereka. Mereka mengatakan masih ada Shenlong dan Jormugand yang akan kesini membantu kita melawan robot robot itu.” Jawab Ryuji.
“Tapi, gimana kita menyediakan tempat buat mereka ?” Tanya Suzu.
“Mereka di sini saja, bekas kota, mereka mau kok di suruh diam disini….” Jawab Ryuji.
“Aku benar benar tidak percaya…..senang dan takut menjadi satu, benar benar perasaan yang tidak enak dan membingungkan.” Gumam Sho.
Ryuji kemudian terbang kembali menuju ketiga monster itu. Dia seperti sedang berbicara dengan mereka. Para monster itu juga seperti sedang berbicara dengan Ryuji. Toshio dan lainnya menjadi bingung melihat nya. Mereka tidak berani mendekat hanya karena ingin tau dan penasaran. Akhirnya Ryuji kembali menghampiri mereka.
“Mereka bisa berubah menjadi demon, jadi tidak usah khawatir soal tempat.”
“Maksudnya gimana Ryuji, aku tidak mengerti ?” Tanya Kyoko.
“Lihat saja, sebentar…..”
Ryuji terbang lagi menghampiri ketiga monster itu. Tiba tiba dari tubuh ketiga monster itu terlihat cahaya terang yang sangat menyilaukan dan berwarna warni. Toshio dan lainnya memejam kan mata mereka karena terlalu silau. Setelah cahaya menghilang mereka tidak melihat monster monster lagi di depan mereka. Ternyata mereka ada di bawah bersama dengan Ryuji yang sudah berubah kembali menjadi manusia. Toshio dan lainnya langsung turun dan berubah.
Mereka kaget karena ketiga monster itu berubah menjadi tiga orang gadis demon yang cantik dan tinggi nya sekitar 200 cm. Mereka semua berdiri di belakang Ryuji karena melihat Toshio dan lainnya. Ryuji memperkenalkan mereka satu persatu. Orochi memiliki rambut ular, Tiamat memiliki rambut yang berwarna warni, Zmey memiliki rambut silver dan tiga mata. Mereka semua tidak bisa bicara dan hanya bisa berbicara dengan Ryuji.
Toshio dan lainnya yang sudah berkenalan dengan mereka merasa lega melihat nya, mereka lega karena ketiga monster itu bukan musuh dan malah menjadi sekutu. Hanya saja Mio menjadi geram melihat nya karena ketiganya tidak bisa lepas dari Ryuji.
Tak lama kemudian, ketiga gadis itu menoleh ke arah bekas laut dan seekor ular naga panjang dan sangat besar datang. Ryuji dan ketiga gadis itu langsung mendekati nya. Tak lama kemudian ular naga besar itu juga berubah menjadi seorang gadis yang seluruh tubuh nya di penuhi sisik kecuali wajah nya. Rambut nya biru. Nama naga itu adalah Jormugand. Ryuji langsung memperkenalkan Jomurgand kepada Toshio dan lainnya. Sekarang ada 4 gadis besar yang berdiri di belakang Ryuji. Terakhir dari langit turun seekor naga besar yang panjang, tangannya membawa bola seperti matahari yang di genggam.
“Wow…Shenlong, dia benar benar datang….” Ujar Toshio.
“Dia yang terakhir Toshi ni san…sebentar ya.”
Ryuji dan ke empat gadis itu mendekati Shenlong dan berbicara dengannya, sama seperti yang lainnya, Shenlong juga berubah menjadi seorang gadis cantik berambut pirang dengan sungut naga dan sebuah bola di kening nya. Setelah di kenalkan kepada Toshio dan yang lainnya, dia juga berdiri di belakang Ryuji.
Mereka semua langsung terbang kembali menuju bunker. Toshio dan lainnya akhirnya menyediakan kamar khusus untuk gadis gadis itu. Tapi mereka mau tetap bersama Ryuji. Mio yang melihat nya menjadi geram dan marah kepada gadis gadis itu, akhirnya mereka menerima kamarnya dan tidur di kamarnya. Tapi Ryuji harus tetap mengawasi mereka, sebab satu saja dari mereka kembali ke wujud asli nya, bunker langsung hancur berantakan.
Dengan bergabung nya kelima naga raksasa bersama dengan mereka, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio, Ryuji, Touma dan Yukine merencanakan menyerang antartika bersama lima raksasa itu dan menuntaskan rencana Haruka dan Yuuta.
“Sekarang seperti nya kita bisa menyerang mereka…Ryuji, apa mereka mau kalau kita minta bantuan untuk menyerang musuh ?” Tanya Toshio.
“Mereka mau, mereka mengatakan semua monster yang ada di dunia menuju ke antartika, karena telah menghilangkan tempat mereka.”
“Benar benar, kita sangat beruntung, kalau tempat tinggal mereka di hancurkan jelas saja marah. Kita bisa ikut bersama mereka menyerang musuh.” Tambah Sho.
“Sudah saat nya kita akhiri rencana Haruka dan Yuuta…….dan kali ini sampai tuntas.” Ujar Kyoko.
“Benar Kyoko chan, jangan sampai mereka bangkit lagi…..” Tambah Suzu.
“Aku ikut….aku juga punya perhitungan dengan mereka.” Ujar Touma.
“Aku menemani Touma dan kita akan selalu bersama……..kapan kita mau berangkat.” Tambah Yukine.
“Sekarang kita susun rencanya, ni ni, ne ne…..Sho ni ni, Suzu ne ne….ayo kita berjuang….”
__ADS_1
Mereka semua langsung menjulurkan lengan mereka ke tengah dan saling menumpuk. Wajah mereka memperlihatkan tekad yang sangat teguh dan siap untuk menghadapi apapun yang akan mereka temui di antartika.