Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Aftermath and next journey


__ADS_3

Dengan perlahan, Toshio mengangkat tubuh Kyoko dan bergerak mundur menuju kabin di belakang nya. Dia tetap melihat sekeliling dengan waspada. Setelah sampai di pintu kabin, dia membuka pintu menggunakan kaki nya dan langsung masuk. Kemudian dia meletakkan tubuh Kyoko di dekat perapian dan langsung keluar lagi untuk memastikan keadaan. Setelah melihat tidak ada apa apa di luar, dia kembali masuk. Dia langsung mengecek keadaan Kyoko. Langsung saja dia membuka baju Kyoko dan melihat luka nya. Ternyata luka di dada Kyoko yang tertembus dahan besar sudah sembuh, jantung nya masih berdetak dan masih bernafas.


“Fiuuhhh tidak apa apa….syukurlah.”


Dia langsung mengambil pakaian baru di tas dan memakaikan nya ke tubuh Kyoko.


“Munya….mmmm…..Toshio….san…zzzzz”


Toshio pun tersenyum melihat Kyoko yang tertidur dengan nyenyak sampai bergumam dalam tidurnya. Dia langsung berdiri dan duduk di depan pintu. Ketika hampir melamun, dia langsung menepuk kedua pipinya.


“Bangun Toshio….bukan waktunya melamun….”


Dia melihat sekeliling kabin, sebab semalam dia tidak terlalu memperhatikan sekeliling nya. Tanpa sengaja dia melihat katana yang selalu di bawa oleh Kyoko. Toshio langsung berdiri dan berjalan mengambil katana itu, kemudian dia kembali duduk di depan pintu.


“Hmmm inikah katana yang harganya 2 juta yen itu ?”


Toshio langsung mengamati katana itu, dia mengamati sarung nya, pegangan nya, pembatas mata pedang dengan gagang nya dan mata pedang nya.


“Kalau di lihat ini katana biasa, dibilang barang antik tidak juga, di bilang peninggalan leluhur juga tidak…apanya yang membuat katana ini mahal ?”


Dia mengambil kain dan membasuh katana itu karena masih ada bekas darah yang menempel di sana. Kain itu pun sobek karena ketajaman katana itu. Toshio pun berdiri dan mencoba katana itu pada meja kayu di sebelah nya. “Kraaak…” Meja itu pun terbelah,


“Hmm tajam sekali katana ini….tapi masa harganya sampai 2 juta yen ? oh gagang nya goyang.”


Dia kembali duduk dan melihat gagang nya yang goyang. Kemudian dia mengambil potongan kayu dari meja di sebelah nya dan membuka gagang nya. Toshio pernah di ajari oleh papa nya bagaimana cara merawat katana sewaktu dia kecil, karena papa nya seorang pengguna katana. Setelah terbuka, dia menarik mata pedang nya keluar dengan hati hati. Gagang itu pun terbuka dan dia menemukan selembar kertas di dalam nya. Toshio pun kaget, ternyata kertas itu adalah nota pembayaran uang muka penjualan tanah di tokyo, daerah shinjuku, seharga 12 juta yen, dan 2 juta yen adalah uang muka nya. Dia melihat alamat tanah yang dijual itu dan dia sangat kaget, karena alamat yang tertulis di sana adalah rumah nya yang kemarin dia lihat sudah menjadi tanah kosong.


“Apa maksudnya ini ? berarti ayah Kyoko yang membeli rumah orang tua ku ?”


Selagi dia bertanya tanya dalam pikiran nya dia melihat siapa yang menandatangani nota itu.


“Asakura Hiyoshi……..siapa dia ?”


Karena penasaran, dia langsung merogoh kantong celana nya dan mengambil hp nya, dia coba mencari nama itu di internet. Asakura adalah nama keluarga Yakuza yang berdomisili di daerah Okinawa.


“Hmm….tapi kenapa keluarga itu yang menjual nya ya ? apa aku tanyakan ke aniki saja ?”


Toshio pun berpikir, dia ingin menanyakan hal ini kepada aniki nya. Tiba tiba terlintas di benak nya rentetan kejadian yang dia alami dari sewaktu dia menyaksikan keluarga nya di bantai sampai hari ini dia bersama Kyoko di kabin kecil. Dia pun langsung meletakkan hp nya.


“Saat ini, aku tidak bisa percaya sama aniki….”


Dia megurutkan kejadian belakangan ini semenjak dia bangun dari koma dan bertemu Kyoko. Dari polisi yang datang ke apartemen baru nya sampai bertemu dan melawan Devil Sho.


“Aku tidak mau meragukan aniki sebenarnya, tapi sampai aku tau yang sebenarnya terjadi sebaik nya aku tidak melibatkan dia. Maaf aniki tapi aku harus lakukan apa yang ingin aku lakukan.….”


Toshio langsung mengambil lagi katana nya dan memasang nya kembali seperti semula setelah di bersihkan. Kemudian dia berdiri dan menaruh nya di samping Kyoko yang tertidur. Selagi dia menaruh katana nya,


“Ummmm hmmm munya….Toshi…san…..la..par…zzz.”


“Hahaha anak ini……” pikirnya sambil tersenyum.


Toshio langsung menjulurkan lengan nya ke mulut Kyoko dan membuka mulut nya dengan tangan sebelah nya. Dia menggigitkan gigi Kyoko ke lengan nya, Terlihat Kyoko langsung menghisap darah nya dalam keadaan tidur. Kemudian Toshio duduk di sebelah nya sambil tetap mejulurkan tangan nya. Dia mengamati wajah Kyoko yang sedang menghisap darah nya sambil tertidur.


“Dia sama dengan ku……nasib nya pun sama….aku janji..aku tidak akan melepaskan dia.”


Kemudian sebelah tangannya membelai kepala Kyoko. Kemudian dia mengambil kembali nota yang baru di temukan nya dan membacanya kembali sambil terus memperhatikan pintu kabin dan waspada. Dia belum tahu apa yang terjadi dengan Kyoko pagi ini. Kenapa Kyoko bisa tergantung di pohon dan tertancap dahan, juga kenapa gigi Kyoko bisa tertinggal di pundak nya, walau dia melihat gigi nya sudah tumbuh kembali.


Hari sudah menjelang siang, Kyoko pun bangun dan dia langsung menyadari kalau Toshio ada di sebelah nya dan dia menggigit lengan nya. Wajah nya langsung berubah menjadi merah. Dia langsung bangun dan melepaskan gigitan nya dari lengan Toshio.


“Toshio san…….selamat pagi….”


“Oh kamu sudah bangun Kyoko ? sudah siang…..”


“Iya, tapi kenapa aku menggigit lengan mu ?”


“Tadi kamu mengigau…lapar katanya kan.”


“Hah…begitu ya….aduh maaf Toshio san…aku malu…..”


Kyoko langsung menutup wajah nya dengan kedua tangannya.


“Apa yang terjadi semalam Kyoko…kenapa kamu bisa di luar dan tergantung di pohon besar itu ?”


“Um….gimana ya…..sebenarnya aku bangun subuh dan hari masih gelap, aku tertidur di pelukan mu Toshio san sambil menggigit pundak mu, tapi secara tidak sadar kamu berubah, dan gigiku jadi patah. Lihat saja di sekitar perapian, bekas sayap api mu. Lalu aku keluar  dengan maksud melihat sekeliling. Aku pun mengeluarkan sayap ku dan terbang untuk melihat dari atas. Tiba tiba matahari muncul, langsung saja sayap ku hilang dan aku jatuh tertancap dahan yang kemudian patah dan tersangkut di pohon itu. Setelah itu aku pingsan hehe.”


“Haaaah….ternyata begitu…..lega rasanya….kupikir ada musuh lagi yang datang…dari tadi aku bangun aku terus berjaga dan kamu benar benar membuat ku panik.”


Toshio pun menjitak secara perlahan kepala Kyoko sambil tersenyum.


“Hehe maaf Toshio san, habisnya kamu tau tau berubah, kan panas, lagipula gigi ku tidak bisa di tarik karena berada di dalam kulit besi kamu.”


“Iya iya maaf…aku juga tidak tau kenapa aku berubah, pantas aku bangun tidak pakai baju.”


“Iya benar hehe…..dan aku menyelimuti mu.”


Kemudian kedua nya pun terdiam, Toshio langsung mengambil nota dari lantai.


“Kyoko, lihat ini….”

__ADS_1


“Apa ini….?”


“Ini harga pedang katana mu….”


Kyoko pun mengambil nota itu dan membacanya. Dia langsung kaget setelah membacanya.


“Papa beli tanah….dimana kamu dapat nota ini Toshio san ?”


“Dari pedang katana mu, surat ini ada di dalam pegangan nya.”


Kemudian Kyoko membaca alamat tanah yang di beli papa nya.


“Toshio san, jangan jangan yang papa beli…..”


“Ya, rumah orang tua ku…”


“Pantas, waktu malam itu, aku mau di jadikan komoditi untuk bayar hutang…..aku paham sekarang.”


“Kejadian ini semua berhubungan, keluarga ku dan keluarga mu…….tapi saat ini yang aku bisa percaya cuma kamu.”


“…..aku mengerti…aku pun sama….”


Kemudian keduanya mulai terdiam, sambil berpikir apa yang harus mereka lakukan selanjut nya.


“Oh ya Kyoko, kamu kenal keluarga Asakura ?”


“Tidak, kenapa ?”


“Lihat yang tanda tangan di nota nya….”


“Loh bukan Akito san ?”


“Ya, itulah yang megherankan, kenapa bukan aniki yang menjual nya.”


“Hmm….apa  coba kita tanyakan saja sama Akito san ?”


“Tidak, kita selidiki saja sendiri, seperti yang aku bilang, saat ini aku tidak bisa percaya siapapun, termasuk aniki.”


“Benar juga, lagipula kalau benar waktu malam itu yang datang ke rumah ku adalah keluarga Asakura, aku benar benar marah dan akan menghabisi mereka, nenek ku jadi korban….”


“Tapi aku rasa mereka bukan pembunuh ibu mu…..dan keluarga ku…..seperti yang tertulis di surat mu itu, kalau pembunuh ibu mu ada di tokyo, sedangkan aku mengecek di internet kalau daerah operasi keluarga Asakura di Okinawa.”


“Jadi…sekarang bagaimana ?”


“Ke Okinawa saja mungkin mereka tau apa yang terjadi, kita tanya ke mereka, kamu mau ?”


“Siap hehe….di sana makanan nya enak enak.”


“Aku tau…..tapi boleh dong sekalian hehe.”


“Haha…..aku salut sama kamu…kamu kuat ya…”


“Ah sama saja…Toshio san juga kok…hanya saja kadang suka terburu buru.”


“Haha maaf…kepalaku suka panas….”


“Yankee sih hahaha….”


“Dasar ojo sama……”


Mereka pun langsung berdiri dan bersiap. Mereka mengganti pakaian mereka dan membereskan tas mereka, kemudian mereka keluar dari kabin dan berjalan menelusuri jalan setapak menuju mobil mereka kemarin malam.


“Ngomong ngomong Toshio san….ada uang nya ga  ?”


“Kenapa ?”


“Soalnya aku tidak ada uang….tabungan ku hanya tersisa 10.000 yen…”


“Ga usah khawatir, aku masih punya uang tabungan, aniki membuat kan aku rekening pribadi sebesar 1 juta yen.”


“Ok aman….aku akan mengikuti mu seumur hidup hehe.”


Kyoko langsung merangkul lengan Toshio dengan ceria.


“Dasar…..”


Toshio pun tersenyum mendengar nya. Mereka akhirnya sampai keluar hutan dan langsung naik mobil. Toshio pun langsung mengendarai mobil nya menuju kota.


Satu jam, kemudian mereka sudah berkeliling di dalam kota, Toshio dan Kyoko berbelanja keperluan mereka untuk perjalanan menuju Okinawa. Mereka meninggalkan mobil nya di tempat parkir sebuah gedung dan kemudian mereka keluar dengan membawa tas mereka. Mereka menerus kan dengan berjalan kaki, untuk ke bandara mereka berencana akan naik bis saja.


Setelah keluar dari gedung, mereka berjalan menuju halte bis. Lokasi gedung itu dekat dengan bekas sekolah Kyoko.


“Toshio san…boleh kita kesana sebentar, aku mau lihat sekolah lama ku…..”


“Huh…ya sudah…”


“Hehe terima kasih…”

__ADS_1


Mereka langsung menyebrang jalan dan berjalan menuju sekolah Kyoko sebelum nya. Sebelum sekolah, ada sebuah convini store. Kyoko langsung masuk dan membeli makanan setelah di kasih uang oleh Toshio yang menunggu di luar. Ketika sedang membayar di kasir,


“Loh Kyoko chan ? apa kabar ? katanya kamu pindah ke Tokyo ?”


Ada suara orang menegur Kyoko di belakang nya, Kyoko pun menengok.


“Eh…Suzu chan ? apa kabar….?”


“Kok kamu ada di Kyushu ? oh lagi liburan musim panas ya ?”


“Hehe iya….gimana di sekolah Suzu chan ?”


“Biasa saja….haha…gimana di Tokyo ? asik ga ?”


“Yah begitulah…asik juga….hehe.”


Mereka pun terus berbincang bincang di dalam dan saling bercerita. Wanita yang menegur Kyoko adalah teman satu kelas nya yang kebetulan duduk di sebelah nya. Sekolah Kyoko adalah sekolah khusus wanita, jadi seluruh siswa nya adalah wanita. Toshio yang menunggu di luar melihat ke dalam, dia melihat Kyoko sedang berbincang bincang dengan teman nya dengan ceria. Dia mendiamkan saja dan tetap menunggu di luar.


“Trus…trus Kyoko chan…di tokyo sudah punya pacar belum ?”


“Umm…..gimana ya…bukan pacar sih….”


“Waaaa sudah bertemu laki laki ya…..hebat hebat, padahal baru 2 bulan lebih…”


“Hahaha hebat apanya..kebetulan saja, soalnya kita sama….”


“Mana foto nya ada ga ? aku lihat dong ?”


“Hmm lihat saja di luar, dia menunggu di sebelah pintu tuh.”


“Hahaha dia bareng kamu ke sini ?”


“Iya dong, kita selalu bersama….hehehe…”


Kemudian Suzu menarik Kyoko keluar dan langsung bertemu Toshio. Karena cuma ada Toshio yang sedang jongkok di depan pintu, Suzu langsung menghampiri nya.


“Haloooo…..pacarnya Kyoko chan ya ?”


“Eeeh….Suzu chan…jangan bicara sembarangan, maaf ya Toshi san…”


Toshio pun menoleh dan melihat mereka yang berdiri di sampinya, kemudian dia langsung berdiri dan menghadap mereka.


“Wah….Kyoko chan, pacar mu besar sekali…” Bisik Suzu di telinga Kyoko.


“Hehe…dia memang jauh lebih besar badannya, tapi tinggi kita hampir sama…lihat deh.”


Kemudian Kyoko langsung berdiri di samping Toshio dan memang terlihat tinggi Kyoko hanya sepundak nya. Di banding dengan Suzu yang hanya se dada Toshio, Kyoko termasuk tinggi untuk ukuran perempuan sebaya nya.


“Kyoko…ini teman mu ?”


“Iya Toshi san….kenalkan…dia Amagami Suzuno, dulu dia duduk di samping ku.”


“Kenalkan aku Suzuno, panggil Suzu saja juga boleh.”


“Ok, aku Yamishiki Toshio, salam kenal Suzu chan…”


Toshio menjulurkan tangannya sambil tersenyum, Suzu pun langsung bersalaman dengan nya. Karena Toshio berparas tampan dan jantan, juga berbadan kekar dan besar, Suzu menjadi agak lama melepaskan tangan Toshio dengan wajah merona dan tersenyum. Melihat itu, Kyoko langsung cemberut dan melepaskan tangan Suzu.


“Cukup Suzu chan…..jangan kelamaan salaman nya….”


“Hehe maaf Kyoko chan…..sini deh.”


“Apa….”


“Dia keren ya, walau yangkee sih…tapi apa kamu ga apa apa ? kelihatan nya dia bukan orang biasa loh.” Bisik Suzu di telinga Kyoko.


“Hehe justru itu, aku jadi senang walau dia yankee.”


Kemudian mereka berdua terus berbisik di depan Toshio yang tidak mengerti. Tiba tiba ada beberapa orang berpakaian pendeta menghampiri Suzu.


“Suzuno, ayo pulang….ada tamu menunggu….”


Wajah Suzu langsung berubah, terlihat kecemasan dan ketakutan di wajah nya. Sikap nya langsung berubah.


“Ano…Kyoko chan…aku pergi dulu.”


Belum selesai Suzu pamit kepada Kyoko, orang orang itu menarik nya dan memarahi nya.


“Cepat…jangan biarkan tamu menunggu….”


Semua tidak lepas dari pengamatan Kyoko dan Toshio yang berada di depan nya. Mereka melihat Suzu yang di bawa paksa oleh orang orang berpakaian pendeta itu. Selain itu juga melihat wajah Suzu yang berubah menjadi ketakutan dan cemas.


“Kyoko…sepertinya ada yang tidak beres dengan teman mu…”


“Iya Toshi san…..gimana ? mau susul ?”


“Yah….ke Okinawa kita tunda sehari ga masalah kan….”

__ADS_1


“Hehe sip…itu yang aku suka…”


Mereka langsung mengikuti Suzu yang di bawa pergi.


__ADS_2