
Keesokan harinya, Hide menjalani operasi pencangkokan jantung buatan yang di bawa Haga di ruang operasi milik fasilitas. Beberapa dokter bedah bepengalaman langsung menjalankan proses operasi itu. Izumi menunggu di depan ruang operasi setelah lukanya berhasil di obati. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu, meceritakan kepada Haga mengenai semua yang terjadi semalam. Mereka memperlihatkan sisa waktu yang mereka punya kepada Haga dari jam digital yang terakhir di foto oleh Kyoko. Haga di bantu Melech membuat jam itu kembali dan di sesuaikan dengan saat itu berdasarkan foto di hp Kyoko Sehingga hitungan mundur nya menjadi akurat.
Setelah itu, Haga menelpon Mio untuk segera datang ke fasilitas di Sapporo dengan membawa Irene dan Ryuji. Dia juga menelpon Kureha di Kyushu untuk segera menuju Sapporo dan meminta Kureha untuk memperingati semua rekan dan keluarga di berbagai kota untuk bersiap. Di Kyushu ada sebuah bunker bekas perang dunia kedua yang masih utuh. Kureha memerintahkan semua jajaran nya, termasuk Aries dan rakyat nya, kemudian semua relasi mereka untuk pergi menuju bunker yang berada di dekat kota Nagasaki. Setelah itu, Kureha langsung terbang menuju Sapporo.
Operasi Hide selesai pada malam hari dan berhasil, Hide sudah tidak perlu lagi tergantung dengan pengisian energy. Kemudian, Toshio dan lainnya membawa Haga melihat tubuh yang berada di dalam tabung yang di temukan di basement semalam. Haga langsung mengambil alat yang sebelum nya jantung milik Hide dan menyimpan nya, dia berencana begitu Hide sadar dia akan minta izin untuk menghidupkan tubuh itu. Ketika Toshio dan lainnya bersama Haga sedang berkumpul di ruangan tempat tabung itu di taruh, Izumi datang menemui mereka dan langsung melihat tabung itu. Wajah nya langsung terkejut dan berlari menghampiri tabung itu.
“Touma sama…….” Izumi terlihat sedih melihat tabung itu sampai menangis.
“Touma ?” Tanya Toshio.
“Dia Touma sama, adik kembar Hideaki sama, tunangan ku…….”
“Apa ? jadi dia bukan Hideaki kun ?” Tanya Sho kaget.
“Bukan, Hideaki sama dan Touma sama adalah anak kembar yang lahir hanya berbeda beberapa menit saja. Hideaki sama lebih dulu lahir dari Touma sama. Keduanya memiliki jantung yang lemah, tapi Touma sama kemudian hilang setelah menemukan pintu di sini bersama Hideaki sama.”
“Hmm…..berarti seharusnya jantung ini ada 2 ya…..?” Tanya Haga sambil melihat kotak kaca berisikan alat jantung Hide.
“Benar, dan kalau di lihat di tubuh nya, jantung nya sudah di cabut……dan tubuh nya dijadikan seperti ini.” Izumi menjawab kemudian menangis.
“Umm maaf, apa yang di maksud jantung nya adalah ini ?” Tanya Suzu yang sedang membuka kapsul di sebelah tabung itu.
“Hei Suzu chan, kenapa kamu buka kapsul itu ?” Tanya Kyoko.
“Aku melihat ada yang berkilau di dalam dan aku penasaran hehe…..”
Izumi langsung menghampiri kapsul itu dan di wajah nya terlihat lega. Dia langsung mengambil sebuah kain dan mengangkat alat yang berbentuk diamond itu.
“Iya benar, ini jantung nya, berbeda dengan Hideaki sama yang berwarna biru, milik Touma sama berwarna kuning…..”
“Coba perlihatkan padaku…..” Haga langsung melihat alat itu dan mengamati nya.
Kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya dan menghadap Izumi.
“Maaf, alat jantung ini sudah rusak, sudah tidak bisa di pakai…..” Gumam Haga.
Izumi langsung lesu mendengar nya, dia langsung jatuh terduduk di lantai dan menangis. Kyoko dan Suzu langsung menghiburnya. Kemudian Haga jongkok di hadapan Izumi.
“Kita tunggu Kureha datang kesini, mungkin dia bisa memindahkan komponen dari jantung yang masih hidup ini ke jantung yang sudah rusak dan memperbaikinya.” Haga memegang pundak Izumi.
Izumi hanya bisa mengangguk pasrah. Kyoko dan Suzu membangunkan Izumi dan membawanya kaluar ruangan untuk menjenguk Hide yang masih belum sadar.
“Haga san, apa sudah melihat jendela di sebelah pintu di luar ?” Tanya Toshio.
“Maaf aku belum sempat……”
“Baiklah, ayo ikut kami….”
Kemudian Toshio dan Sho membawa Haga keluar fasilitas dan menuju pintu di sebelah nya. Mereka langsung menuju jendela yang berada di sebelah pintu. Begitu Haga melihat nya, dia langsung tidak percaya. Kemudian dia mengambil tab yang selalu di bawa nya dari saku nya. Dia langsung melihat foto terakhir yang di ambil dari dalam fasilitas gunung fuji yang memperlihatkan keadaan di luar fasilitas yang menyambung ke dunia demon. Dia membanding kan foto nya dengan keadaan di luar jendela.
“Toshio san, Sho san, ini foto yang kita ambil dari dalam fasilitas gunung fuji yang menampilkan keadaan terakhir seminggu lalu.”
Toshio dan Sho langsung melihat foto itu. Ternyata di foto itu juga ada sebuah kota canggih persis di balik dinding pembatas yang mereka bangun waktu itu. Kota di sana berbeda dengan kota di balik jendela. Dan tidak di huni manusia atau demon, melainkan hanya robot.
“Kapan foto ini di ambil Haga san ?” Tanya Sho.
“Kira kira seminggu yang lalu, Irene sama juga sudah melihat nya, kami berusaha untuk masuk tapi tidak bisa karena pintunya di kunci. Jadi kita semua hanya melihat melalui jendela lantai dua di fasilitas yang berada di tengah tengah dua dunia.”
“Semua fenomena ini ada hubungan nya dengan waktu yang menghitung mundur itu. Kalau dilihat waktunya berarti 6 hari dari sekarang. Apapun yang terjadi nanti, aku harap kita semua tetap di sini, bagunan fasilitas ini seperti bunker bawah tanah, jadi seharusnya aman.” Toshio menambahkan.
“Aku mengerti Toshio san, mungkin Hideaki san bisa memberikan penjelasan terkait ini semua.” Haga terus melihat keluar jendela.
“Ya benar Haga san, kita harus menunggu dia sadar untuk minta penjelasan. Mengenai tubuh Touma, aku juga berharap kita bisa menghidupkan nya kembali. Mungkin dia lebih paham situasi ini di banding Hideaki kun. Juga, seandainya terjadi perang lagi, dia bisa membantu kita.” Sho juga melihat keluar jendela.
“Kamu yakin Sho ? kalau dia berbalik melawan kita bagaimana ?” Tanya Toshio.
“Kalau melawan terpaksa kita urus, terus terang Toshi, saat ini kita butuh bantuan sebanyak banyak nya, satu orang sangat berharga. Yang hanya bisa melawan robot robot itu hanya kita, lihat kan yang terjadi kemarin.”
“Aku mengerti, tapi tetap kita harus jaga kemungkinan itu. Memang benar, saat ini hanya kita berempat, di tambah Mio dan Ryuji yang bisa melawan mereka kalau sampai terjadi perang. Aku mengerti maksud mu Sho.”
“Memang kemarin ada kejadian apa Toshio san, Sho san ?” Tanya Haga.
Toshio dan Sho langsung meceritakan semuanya. Ketika mereka melawan dua robot yang datang ke sekolah sampai anak buah mereka yang mati karena badannya di ubah oleh air raksa menjadi separuh mesin. Dan alasan mereka menghancurkan kantor pusat Tatsumoto.
“Oh tidak….kalau seperti itu memang semua jadi tergantung ke kalian semua. Irene sama dan semua prajurit belum tentu bisa melawan nya.” Haga menanggapi cerita Toshio dan Sho.
Kemudian Haga kembali melihat keluar jendela. Wajah nya terlihat sangat cemas.
“Kalau sampai mereka yang di sana menyerang kesini, dengan kekuatan militer kita saat ini, pasti kita akan kalah. Sedangkan kalian hanya ber empat, di tambah Mio dan Ryuji. Sangat mengkhawatirkan.”
__ADS_1
Toshio dan Sho juga melihat kembali keluar jendela setelah mendengar perkataan Haga, mereka memandangi aktifitas di kota canggih itu dengan cemas.
Sementara itu, di dalam fasilitas, Melech memerintahkan anak buah nya mencari dan menggali sumber air sesuai instruksi dari Toshio. Dia dan anak buah nya keluar untuk mengumpulkan makanan sebanyak banyak nya. Fasilitas langsung menjadi sibuk. Tak lama kemudian, semua anak buah Toshio dan Sho datang membawa makanan menggunakan beberapa truk container yang di parkir di luar hutan. Kemudian mereka membawa nya sedikit demi sedikit masuk ke dalam gudang di dalam fasilitas.
Bagi yang mempunyai keluarga, Toshio dan Sho memerintahkan anak buah nya untuk membawa keluarga mereka ke dalam fasilitas, begitu juga dengan Melech dan anak buah nya. Malam itu, semua orang di fasilitas, baik manusia atau demon tidak ada yang tidur dan terus bekerja.
Keesokan paginya, beberapa helikopter mendarat di rumah Toshio dan lainnya. Mio datang bersama Irene dan Ryuji. Dalam helikopter yang lain, para ilmuwan yang di pimpin Haga juga ikut datang. Mereka langsung di antar menuju fasilitas oleh anak buah Toshio yang menjemput mereka. Setelah sampai, mereka langsung berkumpul di ruang pertemuan. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu menjelaskan kepada Irene, Mio dan Ryuji situasi terakhir dan apa yang sedang mereka hadapi. Lalu mereka mengajak semuanya melihat keluar jendela dan menjelaskan nya.
Para ilmuwan yang di pimpuin Haga mulai mengerjakan pembuatan biopori untuk menanam sayur dan buah. Mereka juga mulai mengerjakan pembuatan alat pembuat daging sintetis untuk menyediakan makanan dalam jangka waktu lama. Mereka juga membuat pembangkit listrik bertenaga air yang di alirkan dari beberapa sumber mata air di dalam tanah untuk kebutuhan listrik di dalam fasilitas. Beberapa ilmuwan langsung meneliti sampel air raksa yang di ambil Toshio di gedung pusat Tatsumoto sebelum mereka menghancurkan gedung nya.
Siang hari, Kureha baru datang bersama beberapa teknisi IT di rumah Toshio menggunakan helikopter dan langsung di antar menuju fasilitas. Melihat semua sudah datang dan mulai mengerjakan persiapan untuk perlindungan, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu pergi ke pemerintah daerah Sapporo untuk memperingatkan kejadian yang akan menimpa dunia 5 hari lagi. Mereka menjelaskan semuanya yang terjadi dan meminta pemerintah bersiap siap. Pemerintah daerah langsung menghubungi pusat dan bersiap mengadakan rapat darurat. Tapi Toshio dan lainnya meyakinkan kalau sudah tidak ada waktu lagi, tapi tanggapan nya tidak seperti yang mereka harapkan. Karena pemerintah tidak menuruti mereka, akhirnya mereka pergi.
“Payah, mereka tidak percaya kita….malah mau mengadakan rapat, sudah tau tinggal 5 hari lagi.” Gumam Kyoko jengkel.
“Apa boleh buat, kita sendiri tidak bisa memberikan bukti yang konkret, wajar kalau mereka tidak percaya.” Balas Toshio.
“Pemerintah selalu begitu, waktu perang kemarin juga mereka awal nya tidak percaya dan mengulur waktu, padahal Irene chan bersama kita waktu itu, beberapa hari setelah kejadian baru mereka turun tangan.” Ujar Suzu jengkel.
“Jadi, gimana cara kita memberi peringatan kepada dunia ?” Tanya Sho.
“Tidak usah, sekarang kita cari selamat sendiri dulu, yang penting semua personel kita aman.” Tegas Toshio.
“Iya, masih bagus kita ingatkan mereka, benar kan….” Tambah Kyoko yang masih kesal.
“Ngomong ngomong sekolah kita mau di selamatkan ga ?” Tanya Suzu.
“Hah…ngapain ? kalau pun mau paling beberapa teman saja yang masih menghargai kita.” Jawab Kyoko.
“Sekarang manusia dan demon tinggal bersama saja, jumlah penduduk kota masih sedikit, tapi walau sedikit tidak mungkin kita bisa menolong mereka semua dalam waktu hanya 5 hari yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu.” Ujar Sho.
“Ya, saat ini kita hanya berharap apapun yang terjadi 5 hari lagi tidak menghancurkan semuanya. Kita bisa bujuk mereka lagi setelah nya. Sekarang kita kembali dulu ke fasilitas. Ayo…..” Ajak Toshio.
Kemudian mereka langsung naik limo mereka dan keluar dari area gedung pemerintahan. Di jalan, mereka melihat seluruh kota dan berharap tidak terjadi sesuatu yang menghancurkan semuanya seperti yang di katakan Haruka dan Yuuta. Tiba tiba Kyoko yang sedang melihat ke jalan langsung melompat ke antara Toshio dan Sho di sebrang nya dan mengetuk pembatas pengemudi.
“Pak berhenti sebentar di sebelah kiri…..”
“Ada apa Kyoko…..?” Tanya Toshio.
“Aku mau ajak mereka…….”
“Siapa Kyoko chan ?” Tanya Suzu.
“Lihat saja di belakang……”
“Oh Riho chan dan Satsuki chan……aku juga ikut deh.”
Begitu mobil berhenti, Kyoko dan Suzu langsung turun menemui teman mereka di belakang. Toshio dan Sho pun langsung berdiri sedikit untuk melihat siapa yang di maksud oleh Kyoko dan Suzu.
“Tanaka san dan Nakano san……kirain siapa…” Gumam Toshio.
“Yah, teman pertama mereka di sini pantas saja….hahaha…..” Tambah Sho dengan ceria.
Tak lama kemudian, Kyoko dan Suzu kembali bersama dengan Riho dan Satsuki. Ketika masuk, mereka langsung duduk di tengah, di apit oleh Kyoko dan Suzu menghadap Toshio dan Sho yang duduk di sebrang mereka. Mobil langsung kembali berjalan. Riho dan Satsuki yang baru pertama kali naik limo langsung menjadi grogi dan salah tingkah. Riho akhirnya bertanya kepada Kyoko dan Suzu.
“Anooo….Kyoko chan, Suzu chan…benar nih kita boleh ikut ?”
“Benar dong, iya kan suami ku ?” Tanya Kyoko sambil melirik Toshio.
“Iya…..” Jawab Toshio singkat.
“Wah kita mau di ajak kemana nih ?” Tanya Satsuki.
“Loh Suzu chan, kamu belum jelaskan ke mereka ?” Tanya Sho.
“Belum hehe…..aku dan Kyoko chan hanya mengajak saja….” Jawab Suzu.
“Haduuuh…..ya sudah aku jelaskan.”
Kemudian Sho menjelaskan semuanya kepada Riho dan Satsuki. Kedua nya tertegun walau awal nya bercanda dan tidak percaya. Mereka mulai ketakutan.
“Aduh…Amatora san, orang tua ku bekerja di luar negeri, gimana ya ?” Satsuki terlihat cemas.
“Aku sih tidak masalah Amatora san, sebab sejak nenek meninggal 4 bulan lalu, aku tinggal sendirian.” Riho juga terlihat cemas.
“Kamu kontak saja dulu mereka Satsuki chan, telepon saja sekarang….” Ujar Kyoko.
“Iya benar Satsuki chan, lalu kita kerumah mu sekarang membantu mu berberes, kemudian ke rumah Riho chan….boleh kan Sho san, Toshio san ?” Tanya Suzu.
“Ya….” Jawab Toshio. Kemudin Toshio mengetuk pembatas pengemudi meminta untuk berhenti dulu sejenak.
__ADS_1
Satsuki langsung menelpon orang tua nya. Wajah Satsuki menjadi kesal karena kedua orang tuanya tidak percaya dan tertawa karena menganggap nya bercanda. Kemudian dia memberikan telepon nya kepada Kyoko dan Kyoko mencoba meyakinkan kedua orang tuanya. Tapi jawaban kedua orang tua Satsuki sedikit mengecewakan Satsuki karena kedua orang tuanya beralasan masih memiliki jadwal pertemuan penting minggu depan.
Satsuki akhirnya masa bodoh dengan orang tuanya. Dia menutup telepon nya dengan marah dan kemudian menangis kesal. Kyoko yang berada di sebelah nya langsung memeluk nya.
“Sudah lah Satsuki chan, kita doakan saja mereka supaya selamat.” Kyoko menghibur Satsuki.
“Iya Kyoko chan, mereka benar benar keras kepala dan tidak perduli dengan ku sama sekali, yang ada di kepala mereka hanya pekerjaan.”
“Sekarang dimana rumah mu ? kami antar dan bantu membereskan barang barang mu.” Ajak Kyoko.
“Ini koordinat nya…..”
Kemudian Satsuki memberikan hp nya kepada Toshio yang langsung memberikan nya kepada pengemudi mobil. Mereka langsung berjalan ke rumah Satsuki. Di perjalanan, Riho dan Satsuki diam saja.
“Kyoko, kasih mereka minum dong…….” Bisik Toshio.
“Oh iya..haha….sebentar.” Kyoko langsung membuka kulkas kecil di sebelah nya dan mengambil 2 kaleng jus. Dia langsung memberikan nya kepada Satsuki dan Riho.
“Terima kasih Yoshioka san, Kyoko chan, Amatora san, Suzu chan…..” Riho menunduk.
“Hei, panggil aku Toshio dan dia Sho.” Ujar Toshio sambil menunjuk ke Sho.
“Haha benar, Yoshioka ada 2 orang dan Amatora juga ada 2 orang….” Tambah Sho.
Mendengar Toshio dan Sho yang berbicara lepas, Satsuki dan Riho pun menjadi sedikit lebih santai dan tidak tegang lagi.
“Umm tanya ya….sebenarnya kalian siapa sih ? Kok bisa naik mobil mewah begini ?” Tanya Riho.
“Iya, aku juga penasaran, aku hanya tau kalian semua Yakuza…” Tambah Satsuki.
“Sini kami bisiki….” Ujar Suzu.
Kemudian Kyoko dan Suzu membisiki mereka berdua. Langsung mereka berdua menutup mulut mereka supaya tidak teriak.
“Kyoko, kamu bisiki dia apa ?” Tanya Toshio.
“Hehe rahasia…iya kan Suzu chan….” Jawab Kyoko.
“Hehe iya Kyoko chan……” Tambah Suzu.
“Berarti aku tidak usah tanya ya, karena jawaban nya pasti sama….” Tambah Sho.
Semua nya pun tertawa. Kyoko dan Suzu membisiki kalau suami mereka berdua adalah pemilik dan CEO dari Yokomaru group. Pandangan Satsuki dan Riho kepada mereka pun berubah. Kemudian mereka sampai ke sebuah perumahan dan berhenti di depan rumah dengan papan nama Nakano. Kyoko, Suzu, Satsuki dan Riho pun turun dan masuk kedalam. Toshio dan Sho turun dan merokok.
“Toshi, kenapa kamu mengijinkan mereka menolong Nakano san dan Tanaka san ?” Tanya Sho.
“Kamu sendiri yang bilang kemarin kan, satu orang saja berharga….lagipula kalau aku larang Kyoko bakal mengamuk.” Jawab Toshio sambil menghisap rokok nya.
“Hahaha alasan kedua lebih masuk akal.” Ledek Sho sambil menyemburkan asap rokok dari mulutnya.
“Hah…kamu sendiri malah tidak bicara apa apa….” Balas Toshio kesal.
“Yah, alasannya sama saja dengan kamu Toshi hahahaha…..” Balas Sho santai.
Sementara di dalam rumah, Satsuki langsung membereskan pakaian dan semua peralatan nya masuk dalam 2 koper. Kyoko, Suzu dan Riho membantunya sambil berbincang.
“Suzu chan, sebenarnya Kojiro kun di kelas kita suka sama kamu loh….” Ujar Satsuki sambil membereskan kopernya.
“Oh Kojiro kun yang duduk di depan mu itu ya……” Balas Suzu.
“Iya benar, tapi dia takut sama Sho san hahahaha……” Tambah Satsuki
“Lagipula Suzu chan juga tidak mau kok sama dia…..” Celetuk Kyoko.
“Hahaha kamu juga sama kok Kyoko chan, pokok nya habis kejadian di taman itu sama para senior, banyak teman pria di kelas yang menanyakan kalian berdua. Tapi ya, aku bilang lawan saja yang duduk di belakang mereka, kalau menang mungkin di pertimbangkan.” Tambah Riho.
“Hehehe benar, tapi walau menang pun tidak akan di pertimbangkan. Lagipula tidak akan menang, jadi percuma hehe….” Balas Kyoko.
“Benar Kyoko chan, mereka berdua susah di lawan nya….tapi kalau mereka bertengkar kita repot hahaha….” Tambah Suzu.
“Oh mereka pernah berkelahi ?” Tanya Riho.
“Kalau adu mulut sih sering, kalau benar benar pukul pukulan sih sudah hampir tidak pernah, paling latihan, itu saja sudah seperti mau saling bunuh.” Balas Suzu.
“Hehe iya, dan biasanya seimbang, kemudian bercanda…..sudah saudara soalnya.” Tambah Kyoko.
“Kalian beruntung ya, suami suami kalian bukan hanya tampan, tapi juga kaya raya….” Ujar Satsuki.
“Nah kalau itu kamu salah Satsuki chan, kita bersama mereka dari mereka belum punya apa apa. Dari pemimpin geng sampai CEO.” Balas Suzu.
__ADS_1
“Yap benar, kita pernah tidur dijalan ya Suzu chan, di atas motor hahahah….” Tambah Kyoko.
Kyoko dan Suzu menceritakan pengalaman mereka sewaktu mereka sedang menyusun kekuatan dan naik motor kemana mana bersama Toshio dan Sho. Setelah selesai, mereka langsung keluar dari rumah. Satsuki memberi hormat kepada rumah nya dan masuk ke dalam mobil bersama dengan yang lainnya. Setelah itu mereka langsung ke rumah Riho dan membantunya membereskan barang barang nya.