Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
First sequence


__ADS_3

Malam itu, operasi Touma berhasil. Yukine, Irene, Toshio dan Kyoko merasa lega. Mereka langsung masuk ke dalam kamar Touma setelah Touma di pindahkan dari ruang operasi. Walah belum sadar, tapi detak jantung nya sudah terdengar, alat di dada nya masih menempel. Toshio langsung bertanya kepada dokter. Menurut dokter, mereka tidak bisa melepas alat itu karena alat itu terhubung langusng ke bagian badan Touma yang terbuat dari mesin, jadi alat itu sudah bagian dari tubuh Touma. Setelah di jelaskan Toshio mengerti dan kembali menghampiri Touma.


Toshio dan Kyoko keluar dari kamar Touma setelah memastikan Touma baik baik saja, Irene menemani Yukine yang menjaga Touma. Sementara itu, di ruang pertemuan, hitungan mundur jam digital menunjukkan “072:40:22:00.” Waktu tinggal 3 hari lagi sebelum rencana Haruka dan Yuuta berjalan. Haga, Kureha dan Melech terus memandangi jam digital itu dengan wajah yang cemas. Toshio dan Kyoko keluar dan menuju pintu menuju dunia demon yang tertutup. Disana Sho dan Suzu sudah menunggu. Mereka semua melihat keluar jendela dan mengamati pergerakan robot robot di kota canggih itu.


Keesokan paginya, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu yang tertidur di bawah jendela terbangun karena mendengar suara. Mereka langsung melihat keluar jendela, ternyta banyak sekali pasukan robot yang sendang mengatur barisan di luar kota menghadap ke pintu. Robot berbentuk manusia seperti yang mereka jumpai di sekolah, robot laba laba, drone penembak dan drone pengintai berkumpul dan berbaris seperti akan mau menyerang pintu. Melihat itu, Sho langsung masuk ke dalam dan mengatur garis pertahanan di sekeliling pintu. Toshio, Kyoko dan Suzu berjaga di depan pintu. Tak lama kemudian Mio dan Ryuji pun menyusul mereka.


Mereka terus mengamati keluar jendela. Pasukan anak buah dan prajurit demon mulai mengelilingi pintu dan membuat barikade. Semua senjata di arahkan ke pintu. Tiba tiba terdengar suara gemuruh dan suara mesin bergerak yang sangat kencang. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung melihat keluar jendela. Kota canggih yang mereka lihat, naik ke atas permukaan tanah, di bawh kota itu ada roda tank yang sangat besar. Sisi kanan dan kiri kota itu melipat ke atas dan membentuk sebuah tank yang sangat besar.


Bagian belakang tank itu terbuka dan semua pasukan robot yang sudah berbaris masuk ke dalam nya. Ketika semua sudah masuk, tank besar itu berjalan. Jalan nya tank itu menimbulkan getaran dan suara gemuruh. Tank besar itu menuju ke laut dan masuk ke dalam laut. Getaran dan suara gemuruh pun berhenti. Pemandangan di luar jendela yang tadinya memperlihatkan sebuah kota yang canggih, sekarang hanya tinggal daratan luas yang gersang dengan tanah yang hancur akibat roda tank yang berjalan.


Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu yang melihat itu semua menjadi bingung dan bertanya tanya.


“Mereka masuk ke dalam laut untuk apa  ?” Tanya Kyoko.


“Tidak tahu, tapi sepertinya mereka menghindari sesuatu.” Jawab Toshio.


Sho berjalan mendekati mereka, sebelum nya dia sedikit menjauh karena menjawab telepon.


“Toshi, barusan anak buah kita yang berada di Tokyo juga melaporkan hal yang serupa, kota besar dan canggih di depan mereka berubah menjadi tank dan pergi.”


“Apa sebenar nya maksud mereka ?” Tanya Suzu.


Tiba tiba, Kureha dan Melech berlari menghampiri mereka. Wajah mereka pucat pasi,


“Bos, sebaiknya kamu ikut kami ke ruang pertemuan……ada berita meresahkan di televisi.” Ajak Kureha.


“Benar Toshio sama dan lainnya, tolong ikut kami…..” Tambah Melech.


Mereka semua langsung berlari masuk ke dalam ruang pertemuan, di sana sudah ada Irene, Yukine, Mio, Ryuji dan Haga. Mereka semua sedang menonton berita darurat yang di siarkan oleh pbb ke seluruh dunia.


“Saat ini semua sistem komputerisasi, internet, sinyal satelit tidak bisa di akses karena di ambil alih oleh teroris….(diam sejenak karena karena ada petugas yang memberikan kertas kepada penyiar) Berita yang baru saja di terima, seluruh pihak militer dunia sedang berusaha mencegah semua senjata nuklir yang akan sudah siap untuk di tembakkan ke luar angkasa menuju satu titik oleh pihak yang belum di ketahui. Amerika, Russia, Korea Utara, China dan negara lain yang memiliki nuklir sedang berupaya mencegah hal ini. Sekian berita terkini.”


Semua pun tercengang dan terdiam, mereka semua merasa ketakutan dan bingung bagaimana mencegah nya. Mereka bertanya tanya, kenapa tujuan menembak nya ke luar angkasa. Haga dan Kureha langsung berdiskusi. Kemudian Kureha mencoba membuat perhitungan dan simulasi di laptop nya berdasarkan titik koordinat yang di perlihatkan di layar televisi. Haga juga langsung membantu nya. Dalam waktu 1 jam mereka selesai membuat simulasi apa yang terjadi kalau nuklir di ledakkan di titik itu.

__ADS_1


“Oh tidak…..ini benar benar gawat.” Gumam Haga sambil memegang mulut nya.


Toshio, Kyoko, Sho, Suzu langsung menghampiri mereka dan melihat simulasi nya.


“Bos….biar aku jelaskan, tolong lihat ke monitor, aku akan memperlihatkan simulasi nya.”


Kureha langsung mengulang simulasi nya, mulai dari menembakkan satu nuklir dan tidak terjadi apa apa. Kemudian, nuklir seluruh negara di tembakkan ke titik itu, orbit bumi akan bergeser sedikit dan akan menabrak bulan. Kalau sampai terjadi menabrak bulan maka semua kehidupan akan musnah dan bulan akan hancur. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu pun gemetar melihat nya.


“Apa yang bisa kita perbuat untuk mencegah hal ini terjadi ?” Tanya Toshio dengan suara gemetar.


Semua tidak ada yang menjawab dan diam saja. Kureha kemudian mengetik sesuatu di laptop nya.


“Bos, untuk mencegah nya kita harus menghack internet supaya kita bisa masuk ke sistem pengendali rudal nuklir di seluruh dunia.”


“Bagaimana caranya ?” Tanya Toshio.


“Kita harus kembali ke Tokyo dan mengakses jaringan milik pemerintah….”


Ketika mereka baru mau keluar dari ruangan, di televisi menampilkan rudal rudal nuklir yang sudah di lepaskan dan menuju titik yang di perkirakan.


“Darurat, seluruh nuklir milik Russia, China, Amerika, Prancis, Korea Utara, Inggris di tembakkan secara serempak dan menuju titik koordinat di luar angkasa. Ledakan akan terjadi sekitar 1 jam dari sekarang, kita berdoa supaya tidak terjadi apa apa. Semua negara di harapkan bersiap mengevakuasi penduduk masuk ke dalam tanah.”


Sekjen Pbb memberitakan peluncuran nuklir di seluruh dunia dan meminta seluruh dunia untuk bersiap siap. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu yang sudah siap pergi bersama Kureha pun menjadi lemas. Tiba tiba hp Toshio berbunyi. Ketika dia melihat layarnya, ternyata sekertaris perdana menteri yang menelpon nya.


“Baru telepon di saat begini…..” Gumam Toshio kesal.


“Tidak usah di angkat Toshi san…diamkan saja.” Kyoko memeluk lengan Toshio


“Benar Toshi, kita peringati mereka sudah dari beberapa hari lalu. Diamkan saja jangan di tanggapi.”


“Waktu kita beritahu, mereka menganggap sepele dan malah akan mengadakan meeting atau apalah, sekarang kelabakan, biar saja Toshio san, tidak usah di angkat.” Suzu terus memeluk lengan Sho.


“Aku sekarang mengerti apa maksud hitungan mundur di jam ini, ini adalah waktu dimana kita akan menabrak bulan.” Gumam Haga.

__ADS_1


“Kita benar benar terlambat mengetahui nya.” Toshio mengepalkan tangannya.


Kyoko hanya bisa memeluk lengan Toshio dengan erat. Sho dan Suzu juga tidak bisa berkata apa apa lagi. Wajah mereka semua sangat cemas.


1 jam kemudian, ledakan pun terjadi. Semua terjadi sesuai simulasi yang di buat Kureha, akibat dari pergeseran orbit, seluruh bumi bergetar dan mengalami gempa yang sangat besar, lempeng lempeng di laut pun patah dan menimbulkn tsunami yang menelan kota kota di pesisir pantai di seluruh dunia. Banyak pulau yang tenggelam. Langit yang biru mendadak menjadi merah karena imbas ledakan nuklir di ruang angkasa. Aurora yang indah pun mulai bermunculan di langit seluruh dunia. Bumi mulai mengarah menuju bulan.


Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio dan Ryuji keluar dari bunker fasilitas untuk menyelamatkan orang orang di kota yang di landa kepanikan. Gempa yang masih berlangsung menghancurkan gedung gedung bertingkat dan membuka jurang di tengah tengah kota. Jalan jalan hancur dan tanah yang patah naik ke atas. Dari atas mereka melihat banyak sekali korban. Toshio dan Sho melihat semua orang berkumpul di basement sebuah mall. Langsung saja mereka semua kesana. Ryuji dan Mio langsung membersihkan puing puing gedung yang menutupi jalan masuk basement, mereka juga mencegah puing puing besar yang berjatuhan.


Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung masuk ke dalam basement dan melindungi orang orang yang berkumpul di sana dengan menghalau puing besar yang jatuh. Di dalam basement ada sebua truk container yang sedang menurunkan barang barang di gudang. Toshio dan Sho langsung menggotong container itu dan membawanya ke depan orang orang yang berkumpul itu. Kyoko dan Suzu mengarahkan orang orang untuk masuk ke dalam container itu. Setelah semua masuk, Toshio dan Sho langsung terbang membawa container itu. Kyoko dan Suzu membuka jalan untuk mereka.


Begitu sampai di luar, Ryuji langsung membantu Toshio dan Sho membawa container itu menuju gunung moiwa yang sekarang mulai aktif. Kyoko, Suzu dan Mio hanya bisa melihat kota yang mereka tinggali hancur tenggelam ke dalam tanah dan hanya tersisa beberapa bangunan saja. Mereka pun kembali menyusul Toshio dan lainnya. Mereka berhenti di pinggir hutan dan mengarahkan semua orang yang di dalam container masuk ke dalam bunker. Setelah semua masuk ke bunker fasilitas, Toshio dan lainnya langsung menuju kawah yang mulai aktif.


“Kita harus cegah supaya tidak meletus…..”


“Suzu chan, keluarkan jurus yang bisa membekukan semuanya itu…..” Ujar Sho.


“Iya Sho san…….” Suzu langsung melesat menuju kawah.


“Absolute Zero.” Dia langsung mengeluarkan jurus nya dan seluruh kawah menjadi beku. Tapi lava di dalam nya masih bergolak dan membuat es nya menipis. Sekali lagi Suzu mengeluarkan jurus nya untuk melapisi nya lagi. Tapi tidak berhasil dan lava masih begerak. Toshio dan Sho pun mengangkat sebuah bukit dan menurunkan nya di tengah kawah untuk menutup nya.


Setelah kawah tertutup, Suzu langsung sekali lagi membekukan nya. Kali ini usahanya berhasil, kawah dan sekitarnya membeku, bukit yang menyumpal nya juga ikut membeku. Karena melihat semua berhasi, mereka pun terbang untuk kembali. Ketika mereka sedang berjalan kembali menuju bunker fasilitas, terdengar suara menggelegar dan kawah gunung yang di selimuti meledak karena kuatnya tekanan dari dalam, Lahar panas langsung keluar mengalir, batu batu besar dari pecahan kawah yang hancur akibat ledakan, terbang mengarah ke kota dan mengakibatkan hujan batu api yang panas.


Toshio dan lainnya langsung turun mencegah lahar yang mengalir ke bunker, mereka membatasi jalur lahar dengan batu dan lainnya yang berada di sekitar mereka.. Suzu langsung mengeluarkan sekali lagi jurusnya dan kemudian dia jatuh pingsan karena kelelahan. Sho langsung menangkap nya dan menggendong nya. Upaya Suzu berhasil menghentikan lahar yang sudah mendekat, tapi lahar masih mengalir keluar dari mulut gunung dan hampir sampai di tempat yang sudah di bekukan oleh Suzu.


Tiba tiba dua bayangan melesat melewati mereka ber enam. Touma yang sudah bangun karena gempa dan suara yang bising, langsung turun di depan Toshio, Kyoko, Sho yang sedang menggendong Suzu, Mio, Ryuji dan menghentakkan kaki nya di tanah, akibat nya di sekitar mereka, batu pun berhamburan ke atas membatasi jalur lahar yang menuju bunker. Yukine langsung membekukan lahar yang mengalir dan membuat nya berhenti total, dia juga membuat dinding dari es yang sangat tebal sehingga lahar tidak bisa masuk dari sisi lainnya. Kira kira 30 menit setelah nya, gempa pun berhenti, separuh dari kota Sapporo masuk ke dalam tanah dan hancur. Korban jiwa sudah tidak terhitung.


Toshio, Kyoko, Sho yang sedang menggendong Suzu yang pingsan, masuk kedalam bersama Mio, Ryuji dan Yukine. Mereka melihat orang orang yang mereka selamatkan berkumpul. Para anak buah dan keluarga nya, juga Riho dan Satsuki terlihat sedang membantu mereka.  Sho langsung membawa Suzu ke kamar untuk beristirahat. Toshio dan Kyoko bersama Mio, Ryuji dan Yukine membantu merawat orang orang yang teluka.


Kemudian, Toshio memerintahkan anak buah nya ke kota dan menyelamatkan orang orang yang masih bisa di selamatkan untuk di bawa ke fasilitas. Dia sendiri ikut membantu dan pergi bersama anak buah nya keluar. Karena banyak jalan terhalang, mereka tidak bisa maju. Toshio menyuruh anak buah nya kembali. Setelah anak buah nya pergi dia langsung berubah dan terbang ke kota. Dia pergi kerumah nya dan membukakan pintu bagi orang orang yang rumah nya hancur dan berkeliaran di jalan. Setelah semua orang masuk, dia langsung pergi kembali ke fasilitas. Dia langsung memerintahkan anak buah nya pergi kerumah dan membawakan makanan juga obat obatan.


Tak lama kemudian, Kureha kemudian datang dan memanggil Toshio. Mereka langsung menuju pintu menuju dunia demon. Di sana sudah ada Haga dan Melech yang sedang melihat keluar jendela. Toshio langsung melihat keluar jendela dan dia melihat, hal yang sama terjadi di dunia demon.


“Jadi itu maksudnya mereka pindah ke dalam laut…..Haruka…Yuuta…sampai sejauh mana tindakan kalian…..” Toshio yang geram mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2