Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Final battle


__ADS_3

Toshio dan Kyoko yang sudah berwujud Lucifer dan Lilith berhadapan dengan Haruka dan Yuuta yang berwujud separuh mesin. Mereka masih bercanda di depan Toshio dan Kyoko yang terlihat sangat geram.


“Wah mereka marah ne san…..”


“Iya mereka marah Yuuta kun…….gimana dong kita hahahaha….”


“Kalian……kalian anggap apa nyawa itu ?” Tanya Toshio geram.


“Sudah keterlaluan, kalian benar benar sudah keterlaluan…..” Tambah Kyoko.


“Tuntaskan hari ini kan katanya, kami juga setuju, benar kan ne san ?” Tanya Yuuta.


“Yup benar Yuuta outoto ku……selesaikan hari ini dan kita ambil warisan kita.”


“Tidak akan kami ijinkan……..” Teriak Toshio dan Kyoko bersamaan.


Toshio dan Kyoko langsung maju menyerang mereka. Toshio langsung berhadapan dengan Yuuta yang langsung adu pukulan dan tendangan dengan jurus jurus karate mereka. Kyoko langsung berhadapan dengan Haruka dan beradu pedang dengannya.


“Blood beam….”


Kyoko menyerang sambil menembakkan lasernya kepada Haruka karena dia sudah sangat geram. Haruka menangkis serangan Kyoko yang bertubi tubi itu, dia menjadi lebih kuat dari sebelum nya. Kyoko tidak mau kalah dia terus menyerang bertubi tubi dengan jurus nya.


“Blood Spear….”


Kyoko melemparkan beberapa tombak darah nya ke arah Haruka yang berlari menghindari nya. Kyoko terus mengejar nya.


Sementara itu, “Fire fist.”


Toshio juga langsung memasang jurusnya dan kembali mengadu tinju dengan Yuuta. Semua tinju dan tendangan nya di tangkis oleh Yuuta yang sesekali membalas nya. Toshio bisa menangkis serangan balas dari Yuuta. Pertarungan menjadi seimbang. Setelah lama berbenturan, mereka menjaga jarak.


“Flare burst…..Hyper speed…..”


Toshio yang badannya di selimuti api langsung maju menyerang, tiba tiba dia ada di depan Yuuta, karena lengah Yuuta terpukul di dagu oleh pukulan Toshio yang dari bawah ke atas. Yuuta terpental salto ke belakang, Toshio langsung maju dengan secepat kilat dan berada di belakang Yuuta, dia langsung menarik leher Yuuta dan membanting nya kebelakang. Toshio melompat mundur.


Yuuta langsung bangkit berdiri dan membersihkan badannya, bantingan Toshio seperti tidak ada artinya sama sekali. Wajah nya masih tersungging senyuman yang meremehkan.


“Hanya segitu senpai ?” Tanya Yuuta meremehkan.


“Yuuutaaaa……”


Tiba tiba Kyoko merapat kepada nya. Toshio melihat Kyoko ter engah engah. Haruka berada di depan Kyoko dan ingin menusuk dada nya. Toshio langsung menangkis nya dan Kyoko menusuk perut Haruka. Karena tertusuk, Haruka langsung mundur dan berdiri di sebelah Yuuta. Toshio menyadari apa yang salah dengan mereka. Melihat Haruka terluka, Kyoko langsung mau maju. Tapi Toshio menghentikan nya.


“Sabar Kyoko, aku tau kita marah, tapi kalau sampai emosi menguasai, kita tidak bisa mengalahkan mereka.”


“Huuuuh….aku mengerti….tapi Toshi san…aku……”


“Aku tau Kyoko, aku pun sama….tenang ya…..”


Toshio langsung merangkul Kyoko dan melihat wajah nya. Senyuman mulai keluar di wajah nya. Kyoko yang menoleh kepada Toshio mulai tersenyum juga karena melihat wajah Toshio. Melihat Toshio dan Kyoko yang mulai tenang, senyum mulai hilang di wajah Haruka dan Yuuta, mereka tidak bisa memprovokasi Toshio dan Kyoko lagi. Mereka mencoba memancing Toshio dan Kyoko kembali,


“Hei hei….kalian mengacuhkan kami ya…sudah lupa ya membalaskan dendam teman teman kalian.” Teriak Haruka.


“Wah mereka benar benar keterlaluan ne san….padahal teman teman mereka sudah binasa, mereka malah asik berpacaran.” Tambah Yuuta.


Toshio dan Kyoko hanya menoleh kepada mereka dan tersenyum, kemudian mereka berpelukan dan melihat satu sama lain. Mereka menoleh kepada Haruka dan Yuuta sambil mengejek mereka. Haruka dan Yuuta yang tenang menjadi geram, senyum sudah menghilang dari wajah mereka. Mereka berdua langsung maju menyerang dengan pedang dan pukulan mereka. Toshio menghindari nya sambil bergandengan tangan dengan Kyoko.


Semua pukulan Yuuta dan tebasan pedang Haruka di hindari dengan anggun oleh Toshio dan Kyoko seperti sedang menari. Yuuta maju dengan tendangannya ke wajah Toshio. Badan Toshio langsung menyamping, Kyoko langsung menendang Yuuta dari samping dan membuat nya terpental, kemudian Kyoko langsung melompat memegang kedua pundak Toshio menghindari sabetan dari Haruka, Toshio langsung menendang lurus perut Haruka dan membuat nya terpental jauh.


Toshio dan Kyoko masih bergandengan dan berpelukan kembali sambil melihat Yuuta dan Haruka yang berusaha bangkit. Haruka dan Yuuta langsung maju menyerang bersamaan dari dua arah.


“Kita sudahi saja ya…..”


“Iya Toshi san…..”


Toshio langsung melempar Kyoko ke arah Yuuta dan Kyoko yang bersalto langsung hinggap dan menusuk punggung Yuuta. Toshio langsung jongkok menghindari tusukan Haruka dan menyerang dada nya dengan siku nya. Kemudian dia memukul dari bawah ke atas. Membuat Haruka terpental. Kyoko yang masih di punggung Yuuta langsung melontarkan diri nya menuju Haruka dan menusuk perut samping Haruka, sementara badan Yuuta yang di tendang maju oleh Kyoko dan mengarah ke Toshio, langsung di tusuk oleh Toshio menggunakan cakarnya.


Toshio dan Kyoko mundur dan bergandengan kembali seperti semula. Haruka dan Yuuta luka parah, mereka muntah dan dari luka mereka mengalir darah yang sangat deras. Yuuta dengan tertatih tatih berjalan menuju Haruka dan langsung memapah nya. Toshio dan Kyoko berdiri di depan mereka. Yuuta menoleh kepada Haruka,

__ADS_1


“Sudah saat nya ne san….”


“Ya, sudah saatnya….”


Mereka berdua langsung melompat ke gedung di belakang mereka. Toshio dan Kyoko terlambat mencegah nya. Setelah mereka masuk ke dalam, tiba tiba terjadi gempa, gedung besar dan tinggi di depan Toshio dan Kyoko mulai runtuh dan berjatuhan. Toshio dan Kyoko langsung melompat kebelakang. Dari dalam reruntuhan itu keluar sebuah robot raksasa dengan wujud seperti Nephilim yang pernah di lawan Toshio dan Kyoko, berwujud separuh Haruka dan separuh Yuuta. Hanya saja sekarang berbentuk robot berwarna emas mengkilat dengan banyak lampu di dada nya dan tingginya sekitar 200m. Tangan nya sama seperti sebelum nya yaitu berjumlah empat.


Kubus yang menjadi pijakan langsung hancur berantakan, Toshio dan Kyoko terbang. Kemudian robot itu mendarat. Toshio dan Kyoko juga mendarat di depan nya. Robot Nephilim itu langsung menyerang dengan pukulan nya. Toshio dan Kyoko berpencar dan menghindar sehingga pukulan nya menghantam tanah. Bekas pukulan nya membuat tanah menjadi seperti kawah besar dengan cetakan tinju.


“Hahahaha….kalian tidak akan bisa menang……” Suara Haruka dan Yuuta menyatu menjadi sangat mengerikan.


Toshio dan Kyoko berdiri di depan mereka dengan menengadah ke atas karena besar nya mereka.


“Bagaimana kita melawan nya Toshi san, kita kalah besar…..”


“Kita serang wajah nya…ayo Kyoko.”


Toshio dan Kyoko langsung terbang menuju kepala Nephilim yang besar itu. Ke empat tangan nya berusaha menangkap Toshio dan Kyoko yang terbang mendekat. Dengan lincah nya, Toshio dan Kyoko menghindari empat tangan Nephilim. Mereka sampai di kepala Nephilim, tanpa menunda lagi mereka langsung memukul dan menyabet kan senjata mereka. Setelah itu mereka mundur sedikit dan menyatukan tanduk di kening mereka.


“Demon Blood Blaster…….”


Sinar merah darah dan hitam berputar menuju kepala Nephilim, mereka menembak sampai sinar nya habis. Sinar mereka tidak berhasil melukai kepala Nephilim. Melihat itu mereka kembali maju menyerang dengan menyabet dan menusukkan senjata mereka. Serangan mereka tidak terasa sama sekali oleh Nephilim. Kemudian Nephilim mengangkat tangannya dan menepuk Toshio hingga terjun menuju ke tanah. Karena lengah melihat Toshio yang jatuh, Kyoko juga terkena ayunan tangan Nephilim dan jatuh persis di sebelah Toshio.


Toshio dan Kyoko berusaha bangun dan memapah satu sama lain, darah mulai keluar dari sisi mulut mereka.


“Bagaimana cara melawan nya…….” Ujar Toshio.


Kyoko diam saja tidak bisa berkata apa apa, dia hanya memangdang ke atas. Nephilim berbalik dan menyerang mereka lagi dengan kaki nya. Nephilim berusaha menginjak mereka. Toshio terbang membawa Kyoko menjauh, karena mereka sama sama terluka, mereka jatuh lagi dan tersungkur. Nephilim langsung berbalik dan berjalan ke arah mereka.


“Uuuh….bagaimana ini……?” Tanya Kyoko


Toshio memeluk Kyoko sambil melihat Nephilim berjalan ke arah mereka berdua. Tiba tiba sebuah cahaya masuk menembus awan hitam di atas mereka. Dan ada suara dua orang terdengar,


“Toshi, pakai ini……kalau kita bersatu pasti bisa…..aku mengandalkan mu.” Sebuah mahkota hitam jatuh dari atas ke hadapan Toshio.


“Sho ?” Tanya Toshio sambil menangkap mahkota di depan nya.


“Suzu….chan….?” Tanya Kyoko sambil menangkap mahkota di depan nya.


Kyoko langsung menoleh kepada Toshio yang juga sedang menoleh padanya.


“Sho dan Suzu…..” Gumam Toshio.


“Hades dan Persephone…..” Gumam Kyoko.


Mereka melihat satu sama lain dan mengangguk, kemudian mereka berdiri di hadapan Nephilim yang sedang berjalan ke arah mereka.


“Sho….Hades….pinjam kekuatan mu….” Toshio memakai mahkotanya.


Tubuh nya langsung menjadi besar, sebuah selendang muncul di dada nya dan sebuah jubah keluar di punggung nya menyelimuti 8 sayap nya. Jubah itu mengeluarkan api berwarna biru.


“Suzu chan…..Persephone….pinjam kekuatan mu….” Kyoko memakai mahkotanya.


Tubuh nya langsung menjadi besar, dari badannya muncul sisik emas yang membentuk armor di tempat yang tidak ada armor sebelum nya, 8 sayap hitam di belakang nya berganti menjadi sebuah sayap naga yang sangat besar, transparan dan berwarna warni.


Melihat perubahan Toshio dan Kyoko yang menjadi sebesar diri nya, Nephilim berhenti. Toshio dan Kyoko saling menoleh dan langsung berlari maju menyerang Nephilim. Toshio membuka tangan kanan nya dan keluarlah tombak trisula bermata dua sedangkan Kyoko membuka tangan kiri nya dan keluarlah tombak bermata tombak petir. Mereka langsung menyerang Nephilim dengan tombak mereka secara bertubi tubi dan dengan kecepatan yang luar biasa. Nephilim tidak bisa bergerak dan pasrah tubuh nya di jadikan bulan bulanan oleh Toshio dan Kyoko.


“Tidaaaaaak……..” Teriak Nephilim.


Toshio dan Kyoko terus melanjutkan serangan mereka. Tiba tiba dada Robot Nephilim terbuka dan muncul sebuah Kristal berbentuk diamond. Nephilim melompat mundur dan mengumpukan energi di dada nya. Dia langsung menembakkan sinar ke arah Toshio dan Kyoko.


Toshio dan Kyoko menangkis sinar itu dengan tombak nya, mereka menyatukan tanduk di kening mereka. Mereka langsung menembakkan sinar merah darah dan hitam yang begulung untuk mendorong sinar dari dada Nephilim. Setelah sinar terdorong mundur, Toshio dan Kyoko langsung melemparkan tombak mereka ke dada Nephilim. Tombak menembus Kristal di dada nya dan membuat Nephilim meledak dan mundur.


“Kurang ajar…..kalian kalian………..” Teriak Nephilim.


“Sudah selesai…..tidak usah di teruskan…..”


“Iya benar, kalian sudah kalah……”

__ADS_1


“Kalah ? hahaha….kalau kita tidak bisa memiliki warisan kita, berarti kita akan menghancurkan nya…….Arrrghhhhh…..” Nephilim berteriak.


Tubuh nya mulai mengeluarkan cahaya merah dari dalam tubuh nya. Toshio dan Kyoko bisa merasakan panas yang luar biasa keluar dari dalam tubuh Nephilim.


“Hei apa yang kalian lakukan…..?” Tanya Toshio.


“Hahahaha….kami akan meledak….dan planet ini akan meledak bersama kami…..kalian kalah….hahahaha…….”


Toshio dan Kyoko langsung kaget, mereka sudah tidak bisa di ajak bicara.Tiba tiba Toshio memegang pundak Kyoko. Dia memandang wajah Kyoko dengan sedih dan tersenyum. Kyoko juga memandang nya dengan pandangan yang sama, dia mengerti maksud Toshio.


“Kali ini ajak aku ya…..hehe…..” Ujar Kyoko.


“Iya, kali ini kita sama sama……” Balas Toshio.


Mereka berdua langsung berbalik menghadap Nephilim yang sudah sangat merah.


“Wrath……”


Badan Toshio langsung di penuhi sisik besar, keras dan tajam.


“Blood Feast…..”


Badan Kyoko langsung di penuhi duri duri yang sangat tajam dan panjang.


Mereka berdua langsung maju mendekati Nephilim. Toshio langsung mendekap Nephilim dari depan dan dari belakang Kyoko. Tangan mereka terpaut satu sama lain dengan Nephilim di tengah.


“Mau apa kalian ?” Tanya Nephilim


“Aku tidak ijinkan kalian meledak di bumi…..” Jawab Kyoko.


“Ya, ikut kami…..” Tambah Kyoko.


Toshio dan Kyoko langsung terbang melesat ke langit dengan Nephilim di tengah tengah mereka. Mereka terus terbang sampai keluar dari atmosfer dan menjauh dari bumi.


“Tidak tidak…kenapa kalian selalu menghalangi kami……”


“Kalian kan dendam sama aku dan Kyoko…..jadi buat apa melibatkan yang lain benar ga Kyoko ?”


“Hehe benar Toshi san….sekarang kita bersama sama…..”


“Tidaaaaaaaaakkkkkk……………………..”


Tubuh Nephilim mulai bersinar terang, Toshio dan Kyoko melepaskan pelukan nya dan saling merangkul. Badan Nephilim mulai mengeluarkan semua energy nya dan meledak. Ledakan nya sangat besar seperti jutaan bom nuklir meledak bersamaan. Toshio dan Kyoko bergadengan tangan, mereka terpental terkena ledakan dan kembali kebumi.


Akibat ledakan itu, orbit bumi bergeser kembali ke orbit yang sebelum nya. Haga, Irene, Ciel, Hiroshi, Melech dan Sano melihat ledakan itu dari tempat mereka. Para penyintas dan penghuni bunker mulai keluar satu persatu dan melihat ledakan yang cukup lama itu. Riho dan Satsuki melihat ledakan itu sambil saling menghadap dan kedua tangan mereka berpengangan.


Sementara itu di sebuah tempat, di padang pasir. Toshio dan Kyoko yang terbaring bersebelahan melihat ledakan di atas mereka. Mereka masih berwujud Lucifer dan Lilith, tangan mereka masih berpegangan. Mereka menoleh dan melihat satu sama lain. Toshio melihat wajah Kyoko yang menangis dan tersenyum.


“Maaf Kyoko, aku ingin memeluk mu, tapi tidak bisa haha…..” Toshio berusaha menghibur Kyoko.


“Aku juga sama Toshi san, aku juga tidak bisa bergerak lagi….tapi aku senang aku bisa melihat wajah mu…dan melihat senyum mu….” Kyoko tersenyum walau air matanya deras mengalir.


“Aku juga lega bisa bersama mu….melihat wajah mu lagi…melihat senyum mu….aku ingin memeluk mu, menghapus air matamu….Kyoko.” Toshio menangis melihat Kyoko.


“Sama Toshi kun, aku juga….aku ingin memeluk mu dan tidak ingin melepaskan mu lagi, aku ingin di samping mu selamanya…….” Balas Kyoko.


“Jadi…ini akhirnya ya Kyoko…..”


“Iya Toshi san……aku sangat mencintai mu…..”


“Aku juga sangat mencintai mu……”


“Selamat malam Toshi san……aku cinta kamu……..sangat mencintai mu….” Wajah Kyoko mendadak menjadi kaku.


“Selamat malam Kyoko…….aku juga sangat mencintai mu…kita akan selalu bersama habis ini….” Wajah Toshio juga mendadak menjadi kaku.


Badan mereka hanya tersisa separuh bagian atas saja, karena mereka terkena ledakan dan terpental di bumi. Tangan mereka berdua tetap bergandengan dengan wajah yang saling menoleh satu sama lain walau mata mereka terpejam. Mereka menghembuskan nafas terakhir dengan berhadapan dan senyum lebar menghiasi wajah mereka.

__ADS_1


__ADS_2