
Setelah 1 jam terbang dengan kecepatan luar biasa, Toshio, Kyoko dan Irene pun sampai di kota Sapporo. Mereka langsung menuju puncak gunung moiwa dan mendarat persis di sebelah lonceng yang berada di puncak. Mereka langsung mencari petunjuk dimana ritual di lakukan.
“Kalau menurut file ini, ritual nya di lakukan di puncak, tapi di mana ? disini bukan nya biasanya penuh dengan pasangan ?” Tanya Kyoko.
“Hmm mungkin yang di maksud puncak bukan di sini…….di file tidak ada petunjuk persis nya dimana…..”
Tiba tiba Irene berjalan ke pinggir sambil melihat lihat gembok yang di pasang di sana. Tanpa sengaja dia melihat ke hutan dan menemukan sebuah gua yang tersebunyi oleh lebat nya pohon. Irene langsung menghampiri Toshio dan Kyoko yang berada di bawah lonceng.
“Papa, mama, sini ikuti aku….”
Irene kemudian memberitahu Toshio dan Kyoko temuannya. Ketika di amati, gua itu sepertinya pintu masuk ke dalam gunung. Kemudian mereka melihat ada beberapa orang masuk ke dalam gua itu. Langsung saja, Toshio, Kyoko dan Irene menghampiri gua itu, mereka mengendap ngendap untuk melihat orang orang yang berada di depan gua itu.
“Hmm orang asing…..tidak tau mereka darimana….”
“Pasti musuh…..ayo Toshi san….”
“Sebentar papa, mama, lihat itu……”
Mereka pun melihat Yuuta dan Sharon masuk ke dalam gua itu. Kemudian semua yang berjaga ikut masuk ke dalam gua itu. Tiba tiba hp Kyoko bergetar, ternyata Suzu mengirimkan foto kepadanya, pulau terbang itu berhenti di atas kota Kyoto dan membuat kepanikan. Kyoko memperlihatkan foto itu kepada Toshio dan Irene.
“Tapi yang tadi itu Yuuta kan ? mana Haruka ?” Toshio melihat ke kanan, kiri dan belakang.
Kyoko dan Irene pun mencari nya, mereka takut kalau tiba tiba Haruka ada di belakang mereka. Setelah yakin keadaan sudah aman, mereka maju ke depan dan mengendap ngendap untuk masuk ke dalam gua. Mereka masih bisa melihat cahaya di ujung gua, dengan diam diam mereka mengikuti nya. Gua nya sangat dalam dan panjang. Setelah berjalan cukup lama, mereka tiba di sebuah mulut gua yang di jaga oleh penjaga bersenjata sebanyak 2 orang di kanan dan kirinya. Di dalam gua itu ada cahaya terang di dalam nya.
Dengan secepat kilat, mereka langsung membunuh 2 penjaga di depan tanpa menimbulkan suara. Ketiga nya langsung masuk ke dalam. Ternyata di dalam mulut gua itu, mereka melihat sebuah gua yang sangat besar dengan stakatit bergantungan di atasnya, di sisi jalan nya di tanam pagar kayu dan ujung nya adalah sebuah altar di tengah tengah ruangan. Di bawah altar itu terlihat seperti jurang yang tidak ada ujung nya. Banyak jimat dan talisman di tempel di dinding gua.
Ketika melihat ke altar, mereka melihat Yuuta sedang berlutut di tengah altar dan seorang pendeta sedang melakukan ritual nya. Mereka bertiga langsung keluar dari persembunyian dan maju menyerang sebelum terlambat. Sharon pun menghalangi mereka.
“Hei hei…kalian bermain sama aku, jangan ganggu bos ya…..” Sharon mengedipkan matanya sambil tersenyum meremehkan.
Kyoko langsung maju dan menyerang Sharon dengan kedua pedang nya. Sharon pun melompat kebelakang sambil melemparkan pisau ke arah Kyoko. Dengan mudah Kyoko menangkis nya dan terus memburu Sharon.
“Toshi san….Irene….cegah Yuuta, biarkan aku yang menjauhkan Sharon….” Teriak Kyoko.
“Hati hati mama……ayo papa…”
“Ya…ayo Irene, kalau keadaan sudah gawat kamu mundur…..”
“Baik papa….”
Mereka berdua langsung maju ke tengah altar untuk mencegah Yuuta. Pengawal pengawal yang mencoba menghalangi mereka dengan mudah nya di lewati oleh mereka. Tiba tiba tubuh Yuuta bercahaya terang dan sangat menyilaukan. Toshio dan Irene pun berhenti, mereka sudah masuk ke dalam altar. Toshio langsung mengambil kuda kuda nya.
“Irene, terbang sekarang……..”
“I..iya papa……”
Irene pun langsung melayang. Toshio langsung memukul lantai dan menghancurkan altarnya. Altar yang rubuh jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam bersama dengan Yuuta dan pendeta yang sedang melakukan ritual nya. Cahaya dari tubuh Yuuta pun lama lama menghilang tertelan gelap nya lubang itu.
Toshio dan Irene langsung menghampiri Sharon dan menangkap nya dari belakang ketika menghindari serangan Kyoko. Melihat Toshio menangkap Sharon dari belakang, Kyoko langsung menusukkan kedua pedang nya ke pinggang Sharon dan setelah badan Sharon tertembus, dia langsung merentangkan tangannya. Tubuh Sharon pun terbelah 2 di bagian pinggang. Irene langsung memotong kepalanya dan membiarkan badannya jatuh ke lubang. Kepala Sharon yang terputus masih bisa bicara.
“Hehehe kalian pikir kalian menang, ini bukan badannku yang sebenarnya kok, tenang saja…….”
“Hah…dimana badanmu yang sebenarnya……” Tanya Irene.
Tiba tiba kepala itu meleleh dan menjadi cairan kental yang menjijikkan, Irene langsung melepasnya. Kyoko pun memberikan kain kepada Irene untuk membersihkan tangannya. Setelah itu, mereka semua pun mendarat di pinggir.
__ADS_1
“Kita sudah menang Toshi san ?” Tanya Kyoko.
“Aku tidak tahu…..mereka bertiga jatuh ke dalam lubang, aku samar samar melihat nya di dalam cahaya terang tadi.”
“Aku juga lihat papa, sepertinya mereka bertiga jatuh ke dalam lubang….”
“Bertiga ? aku hanya lihat ada dua orang tadi di altar……”
Tiba tiba dari dalam lubang keluar sinar berwarna ungu yang sangat terang dan menyilaukan, cahaya itu menghantam dinding stalaktit dan menembus keluar gua. Karena cahaya itu gua pun menjadi hancur berantakan. Toshio langsung merangkul Kyoko dan Irene di pinggangnya dan melesat keluar, dia menabrak batu batu yang jatuh dengan tanduk nya. Cahaya ungu itu terus menjulang ke angkasa membentuk pilar cahaya. Toshio, Kyoko dan Irene yang sudah terbang di angkasa melihat pilar cahaya itu. Setelah pilar cahaya ungu mulai mengecil dan menghilang, di depan mereka berdiri seorang demon yang tertunduk.
Bentuk nya mirip dengan Toshio hanya saja lebih besar, tangan nya seperti memakai sarung tangan dan dari punggung lengan nya keluar 3 buah cakar panjang. Jari jarinya terlihat sangat tajam. Berbeda dengan Toshio yang badannya terbuat dari besi merah, badannya masih berbentuk daging dan otot. Di pundak, siku dan lututnya keluar tanduk yang tajam. Kaki nya seperti memakai boots warna hitam sampai ke betis menutupi tulang kering nya dan habis persis di bawah tanduk di lutut nya. Dari samping kedua betisnya keluar 3 pisau tajam. Kepalanya seperti manusia hanya saja mempunyai tanduk kambing besar di kedua sisi kepalanya. Dari mulutnya keluar taring yang tajam. Warna kulitnya ungu dengan ukiran emas. Di punggung nya muncul sepasang sayap malaikat berwarna hitam. Dia diam saja tidak bergerak dan menundukkan kepalanya.
“Hahaha sekarang bos sudah bangkit, rasakan kalian.” Sharon pun muncul dari balik badan demon itu sambil membawa pendeta yang sudah mati di hisap darah nya.
Sharon pun melemparkan tubuh pendeta itu ke bawah dan dia melayang ke depan demon itu.
“Hehehe kan sudah kubilang yang tadi itu bukan tubuh sebenarnya…..”
“Sharon….awas kamu…..” Ketika Kyoko mau maju, pundak nya di tahan oleh Toshio. Kemudian Toshio menunjuk ke depan nya.
“Huh…ga jadi maju…….payah hahahaha….ack…” Sharon yang sedang tertawa tiba tiba muntah darah.
Tangan demon Yuuta di belakang nya menembus dada nya dan memegang jantung nya di luar tubuh nya. Sharon pun melihat ke dada nya, kemudian dia menoleh ke belakang.
“Bo..s….ke..na..pa…..?” Tanya Sharon yang menoleh dengan mulut berlumuran darah.
“Maaf Sharon, aku hanya mengetes kekuatan ku…hehe….tidak apa apakan kamu jadi korban pertama lagipula aku sudah tidak membutuhkan kamu, terima kasih ya….”
“B…os….ka..mu…su..dah….jan..ji…mau…meni..ka..hi…aku…..” Sharon pun menangis sambil menoleh ke belakang.
“Gack……..” Darah segar pun menyembur keluar dari mulut Sharon. Mata nya pun melotot.
“Lihat lihat…rahim mu sudah hancur……berarti batal ya……terima kasih dan selamat tinggal…..” Yuuta langsung meremas jantung Sharon.
Tubuh Sharon pun langsung mengabu dan menghilang tertiup angin. Melihat kekejaman Yuuta di depan nya, Toshio, Kyoko dan Irene pun marah dan merasa mual.
“Keterlaluan Yuuta, dia kan teman mu……” Toshio bicara dengan suara berat dan mengerikan.
“Teman ? hmmm aku tidak punya teman senpai…..hehehe…..”
“Yuuutaaaaaaa…..” Teriak Toshio dengan suara mengerikan.
“Stop dulu senpai, jangan maju sendiri, Kyoko chan dan anak mu sekalian. Kalau sendiri kamu pasti kalah senpai hehehe……”
Toshio, Kyoko dan Irene langsung menyerang maju bersamaan. Mereka langsung melancarkan pukulan bertubi tubi ke Yuuta. Dengan santai Yuuta menangkis dan menghindarinya, senyum di wajah nya tidak menghilang sama sekali seperti meremehkan. Mereka menyerang sambil terbang dan berputar putar di udara.
“Wah ternyata cuma segini senpai, Kyoko chan dan anak nya…..aku tidak berkeringat sama sekali loh….ayo dong serius…” Yuuta meledek Toshio dan lainnya.
Setelah itu, mereka pun mundur mengatur jarak, nafas Toshio, Kyoko dan Irene pun memburu, mereka terengah engah, sedangkan Yuuta terlihat segar dan senyuman nya masih belum hilang. Yuuta pun berdiri tegak di hadapan mereka.
“Nah sekarang gantian giliran ku ya, bersiap lah……”
Tiba tiba Yuuta berada di depan Irene dan menendangnya jatuh ke hutan, kemudian dia langsung di belakang Kyoko dan menendang nya jatuh menyusul Irene.
“Kyoko….Irene…..” Toshio melihat ke arah istri dan anak nya jatuh.
__ADS_1
“Lihat kemana senpai…..” Yuuta sudah ada di depan Toshio.
Secara reflek, Toshio berbalik dan meninju ke depan dengan tinju lurus nya, tapi Yuuta sudah menghilang dan berada di belakang nya, ketika Yuuta ingin menyabetkan tangan nya ke arah leher, Toshio langsung menangkap tangannya dan memukul badan Yuuta dengan sikut sebelah nya. Yuuta pun menangkis sikut Toshio.
“Heeeee memang senpai hebat ya….hahah..aku jadi bersemangat….”
“Diam Yuutaaaaa…..”
Kemudian mereka berdua pun langsung adu pukulan dan tendangan, senyum di wajah Yuuta masih belum menghilang, seakan akan dia bermain main dengan Toshio.
Karena terus di ulur oleh Yuuta, Toshio pun kelelahan, kemudian dia langsung memakai jurus nya.
“Wrath…..”
Seluruh tubuhnya menjadi sisik yang tajam dan keras, tubuhnya membesar, keduan tangannya berubah menjadi pedang yang panjang. Tanduk nya pun membesar dan matanya menjadi merah mengeluarkan api. Api di rambut nya menjadi semakin besar.
“Gyaaaaaaaaaahhhhhhh……” Toshio pun meraung.
“Wah wah boleh juga senpa……..”
Belum selesai Yuuta bicara, wajahnya sudah di hantam oleh pukulan pedang Toshio dan jatuh ke hutan. Tanpa menunda, Toshio langsung mengejarnya. Kemudian dia langsung membawa tubuh Yuuta terbang ke atas dan melepasnya, kemudian dia langsung melancarkan serangan bertubi tubi ke tubuh Yuuta yang melambung di udara. Tusukan pedang dan tendangan bisa di tangkis oleh Yuuta. Senyum di wajah nya belum hilang walau dia dalam keadaan terjepit. Beberapa kali pukulan dan tendangan Toshio masuk ke tubuh Yuuta.
Melihat suaminya menang, Kyoko juga langsung mengeluarkan jurus nya.
“Blood Feast……”
Tubuh Kyoko langsung mengeluarkan duri tajam, otot otot nya mengembang, taring nya menjadi tajam, kedua pedang di punggung tangannya memanjang dan jari jari tangannya berubah menjadi pisau tajam. Kyoko langsung terbang melesat ke atas menghampiri Yuuta yang sedang di pukuli oleh Toshio.
“Mama…..jangan……” Teriak Irene cemas, karena dia tau Kyoko masih belum pulih.
Irene pun berusaha menyusul tapi terlambat. Kemudian Kyoko langsung menyerang Yuuta dan akhirnya Toshio bersama Kyoko menyerang Yuuta dengan membabi buta. Tiba tiba Yuuta berhenti dan hanya bertahan.
“Hei hei senpai, Kyoko chan, kalau berdua tidak adil kan……”
Yuuta langsung menangkap lengan Kyoko dan memelintirnya, kemudian dia berpindah ke belakang Kyoko untuk menghadang Toshio yang sedang memukul nya. Melihat Kyoko ada di hadapan nya, Toshio langsung menghentikan serangannya. Tiba tiba Yuuta muncul dari belakang Kyoko dan langsung menusuk perut Toshio sampai tertembus.
“Gwahhhhh…….” Toshio pun muntah darah.
“Toshi kun……..” Teriak Kyoko.
Kyoko pun bersalto melepaskan diri dan langsung menusuk Yuuta yang berada di depan nya, Yuuta menghindar dan pedang nya langsung menghujam dada Toshio. Kyoko pun kaget dan langsung lengah.
“Toshi kun…maaf…..”
Belum selesai Kyoko bicara, punggung nya di tusuk oleh Yuuta dan langsung menembus pundak nya. Melihat istri nya di tusuk, Toshio maju dan tangan Kyoko menjadi bersarang di dadanya. Dengan tangan satunya dia memukul Yuuta, dan tangan satunya dia memeluk Kyoko yang tangannya tertancap di dada nya. Yuuta menghindar dan langsung menusuk badan keduanya.
“Gah…..” Toshio dan Kyoko pun muntah darah.
Irene yang melihat itu langsung menyerang Yuuta dan membawa pergi papa mama nya. Tapi Yuuta yang menghindar bisa mengejarnya dan melewati nya dengan terbang di atas nya. Yuuta melihat Irene dari atas sambil tersenyum.
“Mau kemana ?” Ejek Yuuta dengan suara mengerikan.
Kemudian dengan kakinya Yuuta menendang jatuh ketiganya. Ketika jatuh, Irene langsung bangun dan memeluk papa mama nya yang jatuh. Yuuta pun terbang di depan nya sambil tertawa mengejek.
“Papa…mama….bangun papa mama....aku harus bagaimana……” Irene terus melihat Yuuta yang terbang di depan nya sambil memeluk Toshio dan Kyoko yang pingsan.
__ADS_1
Irene pun kebingungan, dia tinggal sendirian dan dia tahu dia tidak kuat melawan Yuuta, sedangkan papa dan mama nya tergeletak di pelukan nya. Irene hanya bisa menunggu tindakan Yuuta selanjutnya yang masih mengambang di depan nya. Dia hanya berharap kalau ada keajaiban untuk keluar dari situasi ini.