
Sekolah hari pertama pun berakhir, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung turun dan keluar dari gedung sekolah. Mereka langsung menuju motor mereka yang di parkir dekat tempat menaruh sepeda. Tiba tiba beberapa senior yang mengeroyok Kyoko dan Suzu tadi siang datang menghampiri mereka.
“Kalian ber empat bisa ikut kami ? ketua geng kami mau bicara.”
“Ok, tunjukkan jalan nya.”
Kemudian Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu mengikuti mereka dari belakang. Akhirnya mereka sampai di sebuah lapangan dekat dengan sekolah. Di lapangan itu sudah banyak sekali sepeda motor yang di parkir. Toshio dan Sho langsung memarkir motor mereka dan masuk ke dalam lapangan. Di dalam sudah menunggu 10 orang yang mengeroyok Kyoko dan Suzu, di tambah puluhan anggota geng bermotor yang membawa rantai, pemukul baseball dan senjata lainnya. Mereka langsung mengitari ke empat nya supaya tidak melarikan diri.
“Ah begini lagi…sudah lama tidak merasakan sensasi ini hahaha….” Toshio merangkul Kyoko sambil tertawa.
“Iya benar Toshi san….dah lama ya heheh…..” Kyoko memeluk pinggang Toshio.
“Pelepasan juga akhirnya….gimana Toshi ? bantai apa hajar ?” Tanya Sho.
“Hihihi…….asik asik….” Suzu tertawa kecil sambil menggandeng Sho.
Melihat mereka ber empat ceria, pemimpin geng itu langsung berdiri dan maju ke depan.
“Kalian tidak tau diri ya……di depan kami masih bermesraan dan bercanda….hajar mereka.”
Semua anggota geng langsung maju bersama dengan 10 senior yang mengeroyok tadi siang. Mereka ber empat menari nari dan menghabisi semua orang di sana kecuali 10 senior dan pemimpin geng nya. Mereka sengaja di sisakan untuk di tanya dan di interogasi.
“Yo…..siapa yang menyuruh kalian ?” Tanya Toshio.
“Jawab saja….kalau tidak kalian tau sendiri akibat nya.” Tambah Sho.
“Kalian siapa sebenarnya ?” Tanya seorang senior yang tadi siang di lempar Kyoko.
“Haaaah malas menjelaskan nya….” Toshio menjawab nya.
Sho langsung membuka kemeja nya dan berbalik memperlihatkan tato di punggung nya.
“Kalian….Yakuza ?” Pemimpin geng itu mulai gemetar.
Melihat pemimpin geng itu goyah, salah seorang senior yang mengancam Kyoko dan Suzu tadi siang langsung bicara.
“Hei jangan kalah, ingat backup kita siapa….” Teriak senior itu.
Toshio dengan cepat langsung menangkap pipi senior itu dan mengangkat nya dengan satu tangan.
“Siapa backup kalian ? ayo katakan…..” Tanya Toshio.
“Ugu…ugu…ugu….” Senior itu meronta karena di angkat Toshio.
Sho langsung mendekati pemimpin geng itu dan berdiri di depan nya. Dia langsung memegang pundak nya. Tiba tiba pemimpin geng itu megeluarkan pisau dan menusuk perut Sho. Pisau itu langsung patah dan jatuh ke tanah. Sho pun membungkuk mengambil patahan pisau itu dan menempelkan nya di pipi pemimpin geng itu.
“Ayo katakan, siapa backup kalian……atau mau pisau ini menancap di pipimu ?” Tanya Sho sambil tersenyum.
“Si..siapa kalian…dari keluarga apa……?” Tanya pemimpin geng itu gemetar.
“Haaaah…disni aku yang bertanya, bukan kamu kan…sekarang kamu mau jawab atau tidak ?” Tanya Sho lagi sambil menggelengkan kepalanya dan pisau tetap menempel di pipi pemimpin geng.
Toshio melepaskan senior itu yang sepertinya mau berbicara dan memegang baju nya. Senior senior yang lain berada di belakang nya dan hanya memasang kuda kuda. Para anggota geng yang berjatuhan mulai bangkit kembali. Toshio langsung menoleh kepada Sho. Sho langsung mengerti maksud Toshio.
“Suzu chan, coba cek di luar ada orang lewat atau ramai ga ?” Tanya Sho kepada Suzu.
“Sebentar….” Suzu langsung berlari keluar lapangan, kemudian dia menoleh melihat sekeliling. Setelah itu dia kembali menuju tengah lapangan menghampiri Sho.
“Aman Sho san….”
Sho langsung menoleh ke Toshio. Langsung saja Toshio berjalan sambil mengangkat satu senior yang di pegang baju nya.
“Pertanyaan terakhir, siapa backup kalian ?” Tanya Toshio.
“Cuihhh…..” Senior yang di pegang Toshio meludahi nya.
Kyoko langsung membersihkan wajah Toshio yang di ludahi dan berniat memukul senior itu.
Toshio mencegah nya dan menggelengkan kepala, tapi dia tersenyum. Kyoko langsung tersenyum karena mengerti maksud Toshio.
__ADS_1
“Silahkan Kyoko, langsung di keringkan ya……hehe.”
Tanpa bicara lagi, Kyoko langsung berubah dan menghisap darah salah satu senior di depan nya. Semua senior yang ada di sana langsung panik melihat nya. Mereka langsung lari, tapi di depan mereka sudah ada Suzu yang juga sudah berubah.
“Hehe mau kemana ?” Tanya Suzu dengan suara mengerikan.
Setelah selesai menghisap senior itu sampai kering, Kyoko langsung melompat ke pintu keluar lapangan mencegah anggota geng yang berniat kabur.
“Hehehe…tidak ada yang boleh keluar….”
Semuanya pun langsung lari kedalam dan bergerombol di sudut lapangan dengan wajah yang sangat ketakutan.
“Mo…monster…..” Gumam Senior yang di angkat Toshio dan meludahi nya dengan suara gemetar.
“Hah…monster ? maksudnya ini ?” Toshio langsung berubah di depan senior itu.
“Hiii……ampun…..”
Melihat itu, pemimpin geng pun terjatuh dan terduduk di depan Sho. Dia bergerak mundur sambil duduk.
“Si..siapa kalian sebenarnya….?” Tanya pemimpin itu dengan suara gemetar.
Sho yang belum berubah memegang kepalanya.
“Haaah….sudah di bilang, aku yang tanya bukan kalian, sekarang sudah terlambat, sebab kalian melihat wujud kami.”
“A..apa yang mau kamu perbuat ?” Tanya pemimpin geng itu.
“Banyak tanya……” Sho langsung berubah dan dengan sabit nya dia langsung memenggal kepala pemimpin geng itu kemudian melemparnya ke depan para senior dan anggota geng yang ketakutan di sudut.
Sho, Kyoko dan Suzu mendekati Toshio yang memegang senior tadi. Di depan mereka, semua anggota geng dan senior yang tersisa meringkuk di sudut karena ketakutan. Senior yang di pegang Toshio buka suara karena sudah sangat takut.
“A..ampun….aku…akan...katakan…backup kami adalah….”
Belum selesai senior itu berbicara, kepalanya sudah pecah karena di tembak oleh penembak jitu dari ja. Melihat itu Sho langsung terbang menuju arah tembakan. Toshio langsung membuang badan senior itu ke samping, kemudian dia maju dan mengambil salah seorang senior lagi, tujuan nya untuk memancing tembakan lagi dan memudahkan Sho mencari penembak nya.
Tak lama setelah itu, Sho pun kembali dan melemparkan badan seseorang tanpa kepala di depan para senior dan anggota geng itu. Kemudian dia membuka baju badan tanpa kepala itu dan melihat tato harimau melingkar di dada nya. Ketika melihat tato itu, wajah Toshio, Kyoko, Suzu dan Sho langsung tersenyum.
“Tolong….jangan bunuh kami…..” Belum selesai senior itu berbicara, kepalanya sudah di remas Toshio dan hancur berantakan.
“Hehehehe……” Kyoko, Suzu dan Sho tertawa dengan suara mengerikan.
Mereka kemudian maju dan membantai semua anggota geng dan senior sekolah mereka tanpa ada yang tersisa satu orang pun. Potongan tubuh berserakan di lapangan itu. Setelah selesai mereka langsung berubah dan pulang naik motor mereka. Tato harimau di dada adalah tato ciri khas keluarga Tatsumoto, mereka tahu karena selama ini mereka menyelidiki semua keluarga yakuza di jepang, baik untuk di ajak kerjasama atau menjadi musuh mereka. Dan keluarga keluarga itu memiliki ciri khas tato yang berbeda.
Keesokan paginya, setelah memarkir motor mereka di tempat yang sudah di sediakan, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu menunggu di depan gerbang, mereka ber empat menyender di dinding sebelah gerbang. Tak lama kemudian, sebuah mobil limo hitam datang, Hide dan Izumi keluar dari mobil bersama dengan 2 orang pengawal nya.
“Wah wah…sekarang bawa pengawal ya….” Celetuk Kyoko.
Mendengar celetukan itu, Hide pun menoleh dan seperti mengacuhkan Kyoko, dia kembali berjalan. Toshio dan Sho langsung menghadang Hide yang berniat masuk ke dalam.
“Yo….mau kemana ? suruh pengawal mu diam jangan bergerak dan ikut kami, atau semua di sini menjadi merah.” Toshio membuka pembicaraan.
Hide langsung mengangkat tangannya dan para pengawal langsung berhenti bersiaga.
“Sekarang kalian berdua ikut kami…..kami mau bicara.” Sho langsung merangkul Hide.
Mereka membawa Hide ke lapangan kemarin mereka di bawa. Lapangan itu sudah di tutup oleh garis polisi dan potongan tubuh yang berserakan sudah tidak kelihatan lagi. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu berdiri di depan lapangan bersama dengan Hide dan Izumi.
“Hebat juga ya kerja kalian, kejadian baru semalam sudah bersih seperti ini…” Sindir Suzu.
“Ya, padahal niat nya kita mau tunjukkan loh….hasil karya seni semalam.” Tambah Sho yang merangkul Hide.
“Kalian mau apa sebenarnya, aku tidak mengerti…..” Tanya Hide.
“Oi oi…..lihat ini….masa tidak mengerti…” Toshio memperlihatkan badan tanpa kepala dengan tato harimau melingkar di dada nya.
“Ah benar, dia orang kami, kenapa ?” Tanya Hide santai.
“Berarti kamu minta perang dengan kita kan ?” Tanya Sho sambil merangkul Hide.
__ADS_1
“Hahaha maaf, aku tidak bermaksud mengajak kalian perang, aku hanya mengetes kalian, manusia yang bisa berubah menjadi demon…..” Hide menoleh kepada Sho yang merangkul pundak nya.
“Bagus, berarti kamu sudah tau ya identitas kami sebenarnya……kita selesaikan dia di sini.” Toshio langsung menaruh tas nya dan bersiap berubah.
“Tunggu….memang aku sudah tau siapa kalian, aku mau mengajak kalian kerja sama, bagaimana ?” Hide menahan Toshio supaya tidak berubah.
“Kerja sama seperti apa ? Proyek yang kamu katakan kemarin ?” Tanya Sho.
“Benar, tapi aku tidak bisa menjelaskan nya di sini…..pulang sekolah kalian semua ikut aku, kita ke tempat rahasia ku.” Ajak Hide.
Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu pun saling menoleh satu sama lain. Kemudian Izumi maju berhadapan dengan mereka dan menunduk.
“Mohon percayalah, kami memang benar benar butuh bantuan kalian…sebab kalau tidak Hideaki sama akan…….”
Belum selesai Izumi berbicara, Hide menoleh dan menamparnya.
“Diam Izumi, jangan katakan apa apa…..” Wajah Hide terlihat geram tapi cemas.
Melihat itu, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu saling melihat dan mengangguk. Sho langsung melepaskan rangkulan nya.
“Baiklah, pulang sekolah kami ikut kalian, tapi jangan macam macam, kamu tau kan kalau menantang kami jadi seperti apa…” Toshio memutuskan dengan tegas.
“Aku mengerti, ayo kita kembali dulu ke sekolah…..” Ajak Hide.
Kemudian mereka semua pun kembali ke sekolah dan masuk ke dalam kelas. Tiba tiba ada pengumuman dadakan yang di siarkan melalui speaker di dalam kelas. Pengumuman itu mengatakan ada 10 siswa senior yang meninggal akibat perkelahian dan menyebutkan nama masing masing senior itu. Kyoko pun maju berbisik kepada Hide di depan nya.
“Gara gara kamu, orang orang itu menjadi korban, paham ?” Bisik Kyoko.
Hide pun diam dan tidak berkata apa apa, wajah nya terlihat biasa saja. Setelah itu, sepulang sekolah, Toshio dan Sho mengeluarkan motor mereka dan menunggu di depan gerbang. Kyoko di bonceng Toshio dan Suzu di bonceng Sho. Tak lama kemudian, sebuah mobil limo berwarna hitam datang. Hide dan Izumi keluar dari gerbang sekolah dan memberi kode kepada Toshio dan Sho untuk mengikuti nya. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Mobil itu langsung berjalan, Toshio dan Sho mengikuti mobil itu dari belakang.
Mobil itu terus berjalan dan menuju gunung moiwa. Mereka ke arah berlawanan dari tempat pertarungan Toshio dan Yuuta waktu itu. Kemudian mobil berhenti di pinggir hutan dan ada jalan setapak masuk ke dalam hutan. Hide dan Izumi turun dari mobil dan langsung berjalan masuk. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu mengikuti mereka. Setelah cukup lama berjalan mereka sampai di depan bangunan kecil berbentuk kotak seperti gudang tanpa ada jendela. Hide dan Izumi membuka pintu dan masuk kedalam mengajak Toshio dan lainnya masuk. Di dalam bangunan hanya ada sebuah ruang kosong berbentuk kotak, Hide menekan batu bata yang menonjol di sebelah pintu dan ruangan itu langsung terasa turun seperti lift.
Ketika ruangan itu berhenti, dinding di sebrang pintu terbuka. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu kaget karena di balik dinding yang terbuka itu, mereka melihat sebuah fasilitas penelitian mirip seperti falilitas di gunung fuji. Tapi yang benar benar menarik perhatian mereka, di sana banyak demon yang bekerja bersama peneliti peneliti manusia. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu masuk ke dalam mengikuti Hide dan Izumi. Kemudian mereka tiba di sebuah ruangan. Hide langsung membuka pintunya dan masuk bersama lainnya. Begitu di dalam, Toshio dan lainnya melihat seorang demon yang sudah mereka kenal sedang duduk sambil melihat lihat berkas.
“Melech san ? kenapa ada di sini ?” Tanya Kyoko.
“Eh…Toshio sama, Kyoko sama, Sho sama, Suzu sama, kenapa kalian kesini ?” Tanya Melech.
“Kami yang sebenarnya harus bertanya. Ada apa ini sebenarnya ?” Tanya Toshio.
Melech kemudian menengok kepada Hide dan Izumi. Hide mengangguk kepada Melech. Setelah melihat Hide mengangguk, Melech langsung berdiri dan menghampiri Toshio dan lainnya.
“Maaf Toshio sama, Kyoko sama, Sho sama, Suzu sama, kalian mohon ikuti aku.”
Kemudian Melech keluar dari ruangan, Toshio dan lainnya langsung mengikutinya. Hide dan Izumi diam di ruangan Melech dan tidak ikut. Mereka berjalan melalui lorong, di ujung mereka melihat sebuah pintu yang terkunci dan sebuah jendela di sebelah nya. Pintu itu sangat mirip dengan pintu untuk menuju dunia demon yang ada di kuil mereka.
“Pintu apa ini Melech san ?” Tanya Toshio.
“Ini pintu menuju dunia demon yang di temukan Hideaki san sehabis perang. Tapi yang mau aku perlihatkan bukan pintu ini. Kami belum bisa membuka pintu ini.”
“Lalu apa Melech san ?” Tanya Toshio lagi.
“Semuanya, silahkan lihat melalui jendela ini, kami berhasil membuat sebuah jendela untuk mengamati keadaan di balik pintu.” Melech berdiri di sebelah jendela yang berada di sebelah pintu. Mereka semua langsung melihat ke dalam jendela.
“Apa ini…..mustahil…..” Teriak Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu.
Mereka melihat sebuah kota yang sangat canggih dengan gedung bertingkat yang tinggi dan melebihi kecanggihan jaman sekarang berada di dunia demon. Mereka bisa mengenali kalau dunia itu adalah dunia demon karena melihat dua bulan yang berada di langit nya.
“Apa maksudnya ini Melech san…?” Tanya Toshio.
“Itulah yang kami sedang selidiki di fasilitas ini dan semua pintu masuk ke dunia demon sekarang tertutup seperti pintu di sebelah kita. Raja Aries yang berada di Kyushu dan Ratu Irene yang berada di Tokyo sudah mengkonfirmasi hal itu.”
Tiba tiba Kyoko menarik tangan Toshio dan membawanya kembali ke jendela.
“Toshi san, lihat…..di kota itu tidak ada manusia atau demon…..tapi ada….”
“Android, robot….dan banyak android…bahkan semuanya android….mustahil.”
“Aku tidak percaya ini…….Toshi, kita harus bersiap.”
__ADS_1
“Aku punya perasaan ga enak….Sho san.” Suzu langsung menggandeng tangan Sho.
Mereka semua tertegun melihat perubahan yang drastis itu. Hide dan Izumi yang baru datang dan berada di belakang mereka, bergandengan tangan dengan wajah yang cemas.