
Setelah berjam jam mereka menaiki tangga, akhir nya mereka keluar di atas kubus dan di depan mereka ada sebuah gedung tinggi menjulang ke atas. Awan awan hitam berkumpul di atas gedung itu dan membuat nya gelap. Petir petir menyambar di antara awan dan gedung tinggi itu. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu berdiri dihadapan gedung itu.
“Ayo kita masuk ke gedung itu…..” Ajak Toshio.
“Ya, sepertinya mereka ada di sana…..” Jawab Kyoko.
Mereka langsung berlari menuju gedung yang berada di tengah tengah. Tiba tiba dari atas langit turun seorang pria memakai jas hitam bergaris garis, dasi merah dengan celana bahan yang bermotif sama dengan jasnya. Lengannya di gulung sampai ke siku dan mempelihatkan kulit nya yang penuh dengan ukiran tato. Pria itu menghisap cerutu dan melihat mereka dengan sinis sambil mengelus kepalanya yang botak.
“Wah wah…kriminal, putri terbuang, mayat hidup dan sashimi, apa kabar ?” Sapa pria itu.
“Goro……” Teriak ke empat nya.
“Hei hei kalian jangan teriak seperti itu, pertanyaan ku belum di jawab ? apa kabar ?” Ledek Goro dengan wajah meremehkan.
“Siapa kamu sebenarnya botak, kenapa kamu selalu masih hidup dan membantu mereka ?” Tanya Kyoko dengan geram.
“Aku ? wah wah sampai sekarang kalian tidak kenal aku ? masa kamu lupa Luci heheh…..”
Medengar Goro menyebut nama itu, Toshio dan Kyoko langsung kaget, karena hanya satu orang yang memanggil Toshio dengan nama itu.
“Astaroth………” Ujar Toshio dan Kyoko.
“Hahahaha….akhirnya kalian tau sekarang.” Balas Goro sambil tertawa menutup matanya.
Kemudian Goro langsung berubah, kepalanya yang botak mengeluarkan dua tanduk panjang di kanan dan kirinya, di atas kepalanya yang botak muncul sebuah mahkota, baju nya terkoyak karena badannya membesar dan menjadi sangat kekar, warna kulitnya berubah menjadi biru, dia seperti memakai sarung tangan dan boots sampai ke betis kakinya yang menjadi kaki kambing yang besar. Bagian bawah mulut nya mengeluarkan taring yang mencuat ke atas. Matanya berwarna kuning menyala, wajah nya menjadi mengerikan. Dari punggung nya keluar sayap malaikan berwarna hitam pekat. Goro tertawa menggelegar.
“Kamu….ternyata benar kamu Astaroth, kenapa kamu membantu anak anak itu menjalankan rencana mereka ?” Tanya Toshio.
“Hmm apa ya alasannya, mungkin hanya untuk bersenang senang dan menjatuhkan hukuman ke dua dunia, selain itu tidak ada deh rasa nya hahahahaha…….”
“Keterlaluan kamu……apa kamu tidak sadar, kamu sudah menghancurkan keseimbangan dunia….hanya dengan alasan sepele itu…..” Tambah Kyoko.
“Lilith….lilith….kamu tidak sadar sadar ya. Sudah berapa kali kamu di bunuh oleh manusia dan demon hah ? masih juga menolong mereka ? aku di sini membawa penghakiman untuk mereka. Lihat, mereka merusak semuanya……apa yang sudah kita bagun semua mereka rusak…..oh ya jelas saja kamu tidak mengerti, kamu menjadi manusia bersama dengan suami mu hahahaha…..”
“Grrrr…aku akan membunuh mu……” Kyoko bersiap menyerang.
Suzu langsung mencegah Kyoko dan menarik nya kebelakang. Dia tersenyum dan melihat ke wajah Kyoko. Begitu juga Sho yang langsung menarik Toshio ke belakang.
“Giliran ku, kalian masuk ke dalam dan hentikan kedua teman kita…..” Sho menepuk pundak Toshio sambil tersenyum.
“Kyoko chan, Toshio san, selesaikan semuanya…serahkan yang di sini kepada Sho san dan aku.” Tambah Suzu sambil tersenyum.
“Tapi dia benar benar bukan lawan yang bisa kita lawan sendirian.” Teriak Toshio dengan wajah marah.
“Hei Toshi, kamu sudah lupa kalau kamu tidak pernah menang melawan ku, kita seimbang, mengerti kan Toshi ?”
“Tapi Sho…..”
“Toshi…lihat aku, apa aku bercanda, memang biasanya aku bercanda, tapi hanya kalian yang bisa menghentikan mereka berdua, paham Toshi ? jangan sampai makhluk jelek di depan kita ini menghalangi…..”
Toshio langsung menoleh kepada Kyoko yang sepertinya juga sedang di bujuk oleh Suzu. Akhirnya Toshio dan Kyoko menyerah setelah berdebat dengan Sho dan Suzu.
“Baiklah, tapi kalian harus hidup…..mengerti ?” Tegas Toshio.
“Benar, aku tidak mau kalian kenapa napa….” Tambah Kyoko.
Sho langsung menoleh kepada Suzu. Mereka membuka window status nya dan ada Memory bonding di status mereka. Toshio dan Kyoko yang tidak mengetahuinya menjadi bingung melihat nya.
“Maksudnya ? kalian juga ingat kehidupan kalian dulu….?” Tanya Toshio
“Heheheh….” Jawab keduanya.
__ADS_1
Tiba tiba dari belakang mereka seseorang bertepuk tangan, rupanya Goro mulai kesal karena merasa di acuhkan. Dia maju perlahan menuju Toshio dan lainnya. Melihat itu, Sho dan Suzu maju ke depan dan berjalan menuju Goro.
“Sho….”
“Pergi Toshi, serahkan ini pada kami…..”
“Baik, hati hati Sho….ayo Kyoko….” Toshio menarik lengan Kyoko.
“Iya…..hati hati Suzu chan.”
Melihat Toshio dan Kyoko berlari melewati nya dan menuju ke dalam gedung , Goro berbalik.
“Tidak akan kubiarkan kalian mengganggu…..” Goro bersiap menyerang keduanya.
Sho tiba tiba ada di depan Goro, wajah nya yang terkorak itu mengertakkan giginya tanda dia sedang tersenyum. Sho langsung meninju perut Goro. Karena kaget, Goro tidak sempat menangkis nya dan terkena telak, dia langsung mundur.
“Hei hei biarkan mereka, kami lawan mu….”
“Hehehe dia kaget….” Suzu merangkul leher Sho yang masih dalam posisi meninju.
Goro meludah ke samping dan berdiri tegap di depan Sho dan Suzu. Kedua tangan Goro langsung berubah menjadi pedang. Wajah nya menjadi garang karena kesal.
“Mayat hidup dan sashimi mau menghalangi aku ? jangan mimpi.” Goro langsung maju menyerang.
Sho dan Suzu yang sedang berpelukan langsung berpencar, rupanya Goro langsung mengejar Suzu dan menusukkan pedang nya kepada Suzu. Dengan lincah Suzu menghindar dan menangkis pedang nya dengan trisula yang menempel di lengan nya. Suzu maju sambil meniti pedang Goro, dia langsung melayangkan tendangan nya dan mengenai perut Goro. Tapi tangan Goro yang sebelah nya menyabet menebas leher Suzu. Sebelum pedang itu sampai ke leher Suzu, Sho menangkap nya dan menarik nya, badan Goro menjadi maju dan dengan sabit nya Sho menggores dada nya. Setelah berbenturan, mereka menjaga jarak.
Goro langsung maju lagi di sambut oleh Sho dan Suzu, pertarungan jarak dekat dengan pukulan dan tendangan terjadi. Goro bisa mengimbangi Sho dan Suzu yang menyerang bertubi tubi dengan pukulan dan tendangan mereka. Tapi karena dua lawan satu, Goro beberapa kali terkena pukulan dan tengdangan mereka. Setelah itu mereka berpisah lagi dan menjaga jarak.
“Gah…..kurang ajar, mayat dan ikan bisa membuat ku begini…..”
“Heheh rasakan botak, jangan pikir urusan kita sudah selesai, masih banyak yang aku perhitungkan, berapa kali kamu makan daging istriku……” Ujar Sho dengan nada geram.
Melihat suaminya sangat membela nya bahkan marah karena nya, Suzu langsung memeluk Sho dari belakang. “Terima kasih Sho san.” Ujar nya sambil berbisik.
Goro berteriak, tubuh nya langsung membesar sebesar raksasa setinggi 10 meter. Setelah menjadi besar dia langsung tertawa dengan tawa menggelegar. Sho dan Suzu yang melihat Goro berubah menjadi besar, tenang tenang saja, mereka maju melangkah. Senyuman terpancar di wajah mereka.
“Hahaha sepertinya kalian sudah siap mati, makanya tersenyum pasrah hahahaha….” Goro tertawa meremehkan mereka.
“Siapa bilang…..sepertinya kita keluarkan juga ya Suzu chan…..”
“Hehe ayo Sho san…..”
Sho dan Suzu langsung berdiri berdampingan dan mereka bergandengan tangan, kemudian mereka berteriak bersamaan.
“Hades……”
“Persephone…….”
Tubuh Sho langsung menjadi besar, tangan nya yang membesar merobek jaket kulitnya, seluruh kulit nya menjadi berwarna hitam bekilau, kerudung nya terbuka dan rambutnya memanjang menjadi warna putih, wajah nya menjadi wajah Sho yang sebenarnya hanya saja kulitnya menjadi putih pucat dan telinganya memanjang. Dia memakai makhota berwarna hitam. Sabit yang berada di punggng lengannya keluar dan menjadi tombak bermata dua, selendang yang membelit lehernya berubah menjadi jubah hitam yang panjang mengeluarkan api berwana biru. Jaket nya mengeras menjadi armor berwarna hitam yang mengkilat.
Tubuh Suzu juga langsung menjadi besar, berbeda dengan perubahan sebelum nya, Suzu memiliki kaki dan tubuh nya di balut armor berwarna putih terang. Wajah nya kembali ke wajah sebenarnya dan rambutnya menjadi pirang. Di pergelangan tangannya muncul sepasang gelang yang membalut sampai lengan. Dia memakai makhkota berwarna hitam yang sama seperti Sho. Sisik sisik di badannya di bagian yang tidak di lapisi armor putih mengeras menjadi armor berwarna emas terang. Trisula nya berubah menjadi tombak mata satu yang panjang berbentuk seperti petir. Dipunggung nya muncul sayap naga yang besar dan transparan berwarna warni seperti pelangi.
“A..apa…..siapa kalian sebenarnya ?” Tanya Goro yang kaget melihat perubahan Sho dan Suzu.
“Ah masa ga tau ? penguasa alam bawah ? atau lupa….hehehe….”
“Hades dan istrinya Persephone…….kurang ajar…..”
“Dia ingat Sho san……benar dulu sekali kita berdua di panggil seperti itu…..” Balas Suzu.
“Arrrghhhhhh…….satu persatu muncul, menyebalkan….”
__ADS_1
Goro langsung menyerang mereka. Sho langsung menangkis pedang Goro dengan tombak nya dan Suzu yang ada di samping Sho langsung menusuk kan tombak petir nya ke arah Goro. Dengan susah payah Goro menangkis nya. Pertarungan dua pedang dan dua tombak terjadi, mereka saling membalas dan menangkis serangan. Setelah berbenturan cukup lama, mereka kembali menjaga jarak. Kondisi badan Goro sudah penuh luka, begitu juga Sho dan Suzu.
Goro maju menyerang kembali dengan menyabetkan kedua pedang nya ke arah Sho dan Suzu. Kali ini Sho melepas tombak nya dan menangkap kedua tangan Goro. Suzu langsung menhujan dada Goro menggunakan tombak nya, kemudian dia menangkap tombak Sho yang jatuh dan menghujam perut Goro sekali lagi. Goro langsung muntah darah. Sho dan Suzu mencabut tombak mereka dari tubuh Goro.
“Gah….blreghhh…….kurang ajar……..aku tidak terima…aku akan berakhir di sini…..”
“Sho san, hati hati, perasaan ku tidak enak…..”
“Ya…dia masih mau berbuat sesuatu…..”
“Hehehehe….kalau aku mati, kalian juga harus mati……..lihat lah, ini jurus pamungkas ku….biar dunia ini musnah bersamaku….”
Goro langsung mengangkat tangannya ke atas dan dari antara tangannya keluar sebuah bola sinar bewarna hitam. Bola itu semakin lama semakin membesar dan menarik segalanya. Setelah bola menjadi besar, Goro siap melempar bola itu ke arah Sho dan Suzu yang sedang menutup wajah nya dengan sebelah lengannya.
“Hahaha matilah kalian…….agh….he..hei….” Goro menoleh dan ternyata Yuuta ada di belakang nya.
Yuuta yang berwujud demon separuh mesin itu menusuk perut Goro dengan tangan nya. Yuuta mengangkat badan Goro dan bola di tangannya terlempar ke atas. Bola itu meledak di angkasa dan menjadi sebuah lubang hitam besar yang menarik segalanya. Yuuta langsung melemparkan tubuh Goro masuk ke dalam nya.
“Ku..kurang ajaaar……….aaaaahhh….” Tubuh Goro hancur terserap lubang hitam.
“Enak saja mau menghancurkan warisan kita, iya ga ne san…..”
Tiba tiba terdengar teriakan dari kejauhan, Toshio dan Kyoko sedang berlari ke arah Sho dan Suzu yang masih tertegun.
“Awas Shoooo….Suzuuuuu…….” Teriak Toshio dan Kyoko.
Sho langsung menoleh, ternyata Haruka ada di belakang mereka dengan wujud demon separuh mesin nya dan siap menusuk Sho, Suzu langsung menghalangi tusukan yang mengarah ke Sho. Suzu langsung tertembus pedang panjang milik Haruka yang terus menembus tubuh Sho juga. Suzu memegang pedang di perut nya berusaha mencabut dari tubuh Sho di belakang nya. Tapi Haruka menekan pedang nya hingga menembus tubuh Sho yang ada di belakang Suzu.
“Gah…..” keduanya langsung muntah darah.
Sho dan Suzu mengangkat lengan nya dan menusuk kan tombak mereka Haruka, dengan cepat Haruka menghindar. Tiba tiba Yuuta berada di belakang Sho dan Suzu yang tertusuk jadi satu. Dia mengambil mata pedang yang menonjol dari punggung Sho dan mengangkat mereka, kemudian melemparkan mereka ke lubang hitam di atas.
“Shoooooo…….Suzuuuuuuu……” Teriak Toshio dan Kyoko yang melihat Sho dan Suzu di lempar ke atas.
“Toshi….hajar mereka…maaf aku tidak menepati janji…..” Teriak Sho yang sedang di tarik menuju lubang hitam.
“Kyoko chan, lanjutkan, tuntaskan semuanya hari ini…….janji ya……” Teriak Suzu yang sedang di tarik bersama Sho.
Sho dan Suzu mengacungkan jempol mereka dan tersenyum kepada Toshio dan Kyoko. Lubang hitam semakin mendekat. Sho memeluk Suzu dari belakang. Suzu memegang kepala Sho yang berada di pundak nya.
“Suzu chan, terima kasih ya, karena kamu hidupku jadi berarti……kita bersama selamanya.”
“Sama sama Sho san, sebelum bertemu dengan mu aku tidak mengerti arti hidup, tapi karena aku bersama mu, aku mengerti. Sekarang aku sudah puas dan tidak ada penyesalan sama sekali. Terima kasih Sho san….aku mencintai mu…selamanya.”
“Aku juga mencintai mu Suzu chan…selamanya…dimana pun kita berada.”
Suzu menoleh dan langsung mencium Sho yang berada di belakang nya, setelah itu mereka mengerahkan kekuatan terakhir mereka sambil berpegangan tangan, setelah mereka mendekat kelubang hitam, mereka meledakkan diri mereka dan menutup lubang hitam. Sho dan Suzu menghilang mengabu bersamaan dengan lubang hitam yang meledak.
Toshio dan Kyoko yang melihat nya dari bawah langsung berlutut dan memandang ke atas tempat menghilang nya Sho dan Suzu.
“Shooooooo…..” Teriak Toshio.
“Suzuuuu chaaaan…….” Teriak Kyoko.
Kemudian mereka berdiri dan melihat dua orang raksasa demon separuh robot yang sedang tertawa di depan mereka. Kemarahan Toshio dan Kyoko memuncak.
“Lucifer Morningstar…….”
“Lilith Morningstar…….”
Keduanya langsung berubah menjadi besar seperti wujud mereka sebelumnya dan berhadapan dengan dua orang demon setengah mesin itu dengan mata yang garang.
__ADS_1
“Hehehehe……” Haruka dan Yuuta tertawa.
“Harukaaaaaaa……….Yuuutaaaaaa….” Teriak Toshio dan Kyoko.