
Melech pun mendekati mereka yang sedang bercanda dengan Draco. Toshio mengelus kepala Draco dari bawah sedangkan Kyoko naik ke punggungnya dan mengelus nya.
Melihat Melech medekat, Draco pun menoleh dan memasang wajah garang nya.
“Tenang Draco..dia tidak jahat.”
Toshio mengalihkan padangan Draco yang menoleh.
“Maaf Toshio sama, Kyoko sama, tapi kita harus melanjutkan perjalanan.” Melech menegur mereka.
“Oh iya…maaf…dia teman lama kami..maafkan dia ya, karena menghadang jalan kita.”
“Iya, jangan di bunuh ya Melech san.” Teriak Kyoko dari punggung Draco.
Para prajurit yang mendengar teriakan Kyoko langsung bergumam dengan wajah yang bingung.
“Siapa yang bisa bunuh naga dalam legenda selain mereka…..” gumam mereka.
Toshio dan Kyoko akhirnya meminta Draco untuk menyingkir dari jalan, mereka kembali ke wujud asal nya dan naik kereta. Setelah berjalan sekitar setengah hari, mereka menengok dan melihat Draco masih mengikuti mereka. Mereka akhirnya meminta Melech berhenti sebentar untuk bicara sama Draco. Tapi Draco akhirnya tetap mengikuti mereka. Akhirnya mereka membiarkan nya. Kemudian, sore menjelang malam, para ksatria berhenti lagi untuk menyiapkan kemah dan memasak makan malam. Mereka heran hanya melihat Toshio yang sedang duduk sambil merokok dan mereka tidak melihat Kyoko.
“Permisi Demo…eh Tohio sama…Demo eh Kyoko sama dimana ?” Tanya seorang prajurit yang sedang berpatroli karena khawatir.
Toshio hanya mengangkat tangannya dan menunjuk dengan ibu jari kebelakang nya, sambil merokok.
Prajurit itu langsung melihat ke belakang Toshio, ternyata Kyoko sedang mengajari Draco untuk mengenali wujud manusianya. Dia berubah menjadi demon dan kembali menjadi wujud manusia di depan Draco, lalu seperti sedang mengatakan kalau Toshio pun sama.
“Oh dia di sana ya…baiklah Toshio sama, sebab kalian tamu penting kita…maaf mengganggu.”
“Baiklah, terima kasih ya.”
Kedua prajurit itu pun langsung pergi sambil melihat Kyoko yang sedang mengajari Draco di dalam hutan. Mereka melihat Kyoko yang melompat lompat, marah marah dan teriak, sedangkan Draco diam saja sambil menoleh. Mereka juga melihat Toshio yang cuek saja sambil menghisap sesuatu yang mereka tidak tahu dengan santai tanpa perduli istrinya bisa saja di makan naga.
“Mereka benar benar lain dari kebanyakan demon ya…….kemarin saja kekuatan nya berbeda….”
“Hus…nanti kalau kedengaran bahaya…”
Malam nya, mereka berkumpul kembali di depan api unggun, para prajurit ksatria heran melihat Toshio dan Kyoko membawa seekor naga kecil yang bergantian berdiri di punggung mereka. Melech pun menghampiri Toshio dan Kyoko.
“Um Toshio sama, Kyoko sama……mau tanya, apa itu naga yang tadi pagi ?”
“Iya benar Melech san…..nama nya Draco….” Jawab Kyoko.
“Umm the calamity dragon, Draconia ?”
“Wah kok tau nama lengkap nya, memang namanya Draconia.” Jawab Kyoko.
“Tapi ga ada embel embel the calamity dragon nya tuh.” Celetuk Toshio di sebelah Kyoko.
“Oh kalau itu ada ceritanya Toshio sama, sewaktu Toshio sama dan Kyoko sama meninggal, Draconia mengamuk dan menghancurkan semua kerajaan manusia sampai tidak ada yang tersisa sama sekali. Demon yang selamat menyanjung nya dan memberinya julukan The Calamity Dragon, begitulah legenda nya.”
Toshio dan Kyoko terdiam. Mereka langsung menoleh kepada Draco yag sedang di pundak Toshio. Draco menunduk takut Toshio dan Kyoko marah.
“Anak pintar……terima kasih Draco.” Toshio mengelus kepala Draco.
“Hehe hebat memang Draco….terima kasih ya…sudah membalas dendam kita….” Kyoko juga mengelus kepala Draco.
Draco pun terlihat senang dan terbang berkeliling di atas Toshio dan Kyoko.
“Toshi san, kalau kita kembali ke Tokyo, Draco boleh di bawa kan ?”
“Hah…di bawa ? kamu ga salah ?”
“Gpp kan dia bisa jaga rumah……”
“Hmm iya juga ya….ya sudah bawa saja…”
“Ok hehe…kita tetap bersama sekarang ya Draco.”
“Kyuuuuu…..” Karena kecil maka suara Draco seperti ini.
Tiba tiba Draco berhenti dan hinggap di pundak Toshio. Kepalanya menoleh ke arah semak semak, kemudian dia mengerang ke melihat ke semak semak.
“Grrrrr….”
Toshio yang menyadari tingkah Draco langsung berdiri dan berbalik. Kyoko juga berdiri dan berbalik. Semua prajurit ksatria juga langsung berdiri melihat mereka berdiri. Melech pun sama.
“Siapa…keluar ?”
“Hei hei…masa seperti itu menyambut teman lama…..”
Seorang pria manusia yang kurus dengan badan penuh tato, rambut botak sebelah dan wajah penuh paku keluar dari semak semak.
“Manusia…semua siaga…..” Teriak Melech.
“Melech san, serahkan pada kami…kalian diam saja….”
“Baik Toshio sama, anda kenal dia ?”
“Kenal…..”
Kemudian Toshio maju menghampiri orang itu. Kyoko mengikuti nya dari belakang tapi Toshio menyuruh nya mundur.
“Kyoko, jangan ikut campur…..”
__ADS_1
“Siapa dia Toshi san ?”
“Dia salah satu dari tiga orang yang menusuk ku di penjara….”
“Kalau begitu aku maju juga….”
“Tolong, serahkan ini padaku…..percayalah.”
“Baik…aku dan Draco menunggu di sini…hati hati Toshi kun…..”
“Ya….”
Kemudian Toshio melangkah maju mendekati orang itu dan berdiri persis di depan nya. Orang itu hanya setinggi pundak Toshio, jadi dia melihat orang itu di bawah nya.
“Hei hei….jangan begitu lah sobat….” Orang itu melihat wajah Toshio sambil tersenyum mengejek.
“Mau apa kamu ke sini ? siapa yang menyuruh mu ?”
“Hahahaha……masa ga tau siapa yang menyuruh ku….payah sobat ku ini…aku kesini mau membunuh mu dan istri mu itu….tapi kelihatan nya istri mu cantik ya…mungkin aku akan main main dulu sebelum ku bunuh…..hahaha…”
Toshio langsung meninju perut orang itu, diam diam dia menggunakan tangan demon nya. Orang itu langsung terpental kembali masuk ke semak semak. Ketika Toshio berbalik ingin kembali ke api unggun, tiba tiba ada bayangan dari semak semak hinggap di punggung nya.
“Yo…jangan begitu sobat…masa tidak kangen sama teman lama…..” Orang yang di pukul Toshio hinggap di punggung nya dan berbisik di telinga nya sambil menjulurkan lidah.
Toshio langsung berbalik dan meninju nya lagi, orang itu hanya bersalto menghindari pukulan Toshio.
Toshio merasa heran karena orang itu terlihat tidak apa apa, padahal dia memukul nya dengan tangan yang di rubah menjadi bentuk demon nya.
“Hahaha bingung ya aku tidak apa apa…? Lihat lah, ini kekuatan yang di berikan pada ku oleh orang itu.”
Kemudian dia mengerang kesakitan, wajah nya berubah menjadi cheetah dan badannya membesar, di badannya keluar bulu seperti cheetah, di pinggang nya keluar sebuah ekor yang panjang, kaki nya berubah menjadi kaki cheetah yang berdiri, tangan nya berubah menjadi cakar. Setelah perubahan nya selesai dia langsung maju menyerang Toshio yang juga langsung berubah. Toshio mengangkat tangannya dan menangkis serangan orang itu, Toshio pun mundur beberapa langkah.
“Hmmm….kuat….” pikir nya.
“Hehehe ini lah wujud asli ku nama ku Cheetah……ternyata benar, kamu lah iblis merah itu, seperti dugaan orang itu…….matilah kau…”
Cheetah langsung menyerang Toshio lagi, Toshio pun maju menyerang nya, terjadilah adu pukulan dan tendangan. Toshio agak terdesak karena kecepatan Cheetah yang luar biasa, dia hanya bisa menangkis setiap serangan Cheetah sambil sesekali membalas.
“Toshi san…..” Kyoko berteriak melihat Toshio terdesak.
“Jangan kesini Kyoko….aku tidak apa apa….” Balas Toshio berteriak karena dia melihat Kyoko mau maju.
Kyoko akhirnya diam sambil memeluk Draco. Tiba tiba dari semak semak muncul banyak orang memakai senjata api mengelilingi mereka. Kyoko langsung berubah dan membantai semua orang orang itu bersama dengan Draco yang juga berubah menjadi besar dan memakan beberapa orang yang ingin melarikan diri dari Kyoko.
Setelah selesai dia menonton lagi pertarungan Toshio dan Cheetah. Toshio semakin terdesak.
“Kenapa….ayo dong…masa cuma segitu kekuatan iblis merah yang bisa memporak porandakan dunia…..”
Cheetah terus menyerang sambil mengejek Toshio. Tiba tiba ekor Cheetah di tangkap Toshio karena lengah. Toshio langsung membanting tubuh Cheetah ke tanah, kemudian dia mengangkat buntut nya dan membanting nya lagi sampai berkali kali. Terakhir dia mengayunkan ekor Cheetah ke atas bersama tubuh nya dan menyiapkan cakar di tangan sebelah nya.
Cakar nya pun berubah menjadi berwarna merah dan mengeluarkan api yang panas. Kemudian dengan cakarnya Toshio memukul ke atas menyambut tubuh Cheetah yang jatuh. Cakar nya langsung menusuk tubuh Cheetah di daerah pinggang dan kemudian dia menarik ekornya. Badan Cheetah pun robek terbelah dua di pinggang nya. Toshio kemudian melepar ekor dan bagian bawah badan Cheetah. Badan Cheetah bagian atas yang masih hidup pun mengerang kesakitan. Toshio mendekatinya dan jongkok di dekat nya.
“Hei…siapa yang menyuruh mu…..jawab.”
“Ha..ha..ha……nanti juga kamu tau……”
Wajah nya langsung menjadi kaku setelah menjawab. Karena kesal tidak dapat jawaban dan ingat kejadian sewaktu dia di tusuk, Toshio memukul kepalanya sampai hancur, ketika sudah hancur pun dia masih memukuli nya dengan kedua tangan nya. Melihat itu, Kyoko langsung berlari ke arah Toshio bersama Draco yang di dekap nya. Dia langsung memegang pundak Toshio dari belakang.
“Toshi san…..sudah…dia sudah mati…..”
Toshio pun berhenti memukul, wajah nya terlihat sangat geram dan sedih, air mata menetes di ujung matanya. Kemudian dia langsung berubah. Kyoko langsung memeluk nya dari belakang sambil berdiri. Toshio yang sedang jongkok pun berbalik dan menangis sambil memeluk perut Kyoko. Kyoko memeluk kepalanya sambil mengelus ngelus rambut Toshio. Draco pun berdiri di pundak Kyoko.
Tiba tiba terdengar banyak mobil berhenti, mendengar itu Draco langsung berubah menjadi besar dan terbang meninggalkan Toshio yang sedang di peluk Kyoko. Draco terbang ke atas dan melihat mobil mobil yang berhenti di pinggir hutan. Draco langsung turun di depan mobil mobil itu.
“Groaaaaaaar…….”
Dia mengaum kencang. Orang orang yang baru turun dari mobil pun kaget.
“Tembak tembak…..”
Semuanya menembak dengan senapan mesin mereka. Draco menutup wajah nya dengan tangan nya dan kemudian dia langsung menyemburkan api yang membuat mobil mobil itu meledak dan membakar semua orang di situ. Peluru tidak bisa melukai Draco sehingga dia tidak merasakan apa apa.Setelah itu dia terbang berkeliling dan melihat beberapa orang melarikan diri, dia langsung mengejar nya dan menangkap nya. Orang orang itu langsung di masukkan ke dalam mulut dan dia langsung menyemburkan apinya. Setelah dia berkeliling dan situasi sudah aman, dia kembali ke hutan dan memperkecil tubuh nya kembali.
Draco pun kembali kepada Toshio dan Kyoko, dia langsung hinggap di pundak Kyoko yang masih memeluk Toshio.
“Terima kasih Draco….” Kyoko mengelus kepala nya dan membersihkan mulut nya yang masih ada darah nya.
Setelah Toshio tenang, Kyoko langsung memapah nya ke tenda mereka bersama dengan Draco. Kyoko berpesan kepada Melech supaya malam ini mereka tidak di ganggu. Melech dan para ksatria lainnya mengerti dan memberi hormat kepada Kyoko yang sedang memapah Toshio masuk ke tenda nya.
Keesokan hari nya mereka melanjutkan perjalanan, Toshio diam saja sepanjang perjalanan, Kyoko terus merangkul lengan nya. Dia masih memikirkan kata kata Cheetah kemarin,
“Siapa yang dia sebut orang itu…..” Tanpa sadar dia bergumam.
“Orang itu ? kemarin dia bilang apa Toshi san ?”
“Oh maaf, aku lagi berpikir…..dia bilang yang menyuruh ke sini aku kenal dan dia mendapat kekuatan dari orang itu……”
“Siapa ya ?”
“Jujur saja perasaan ku tidak enak….”
“Toshi san…..”
Setelah menempuh perjalanan setengah hari, mereka pun sampai ke ibu kota. Penjaga langsung mempersilahkan mereka masuk dan mereka langsung menuju istana. Begitu sampai di istana Toshio dan Kyoko pun turun dari kereta. Ketika mau masuk ke dalam, Toshio dan Kyoko kaget karena ada sebuah mobil parkir di sana dan mereka mengenali nya. Kemudian tanpa berlama lama, mereka langsung berubah dan menerobos masuk ke dalam istana bersama Draco. Melech dan ksatria lainnya pun bingung melihat nya.
__ADS_1
Toshio dan Kyoko langsung menuju ruang singgasana tanpa memperdulikan sekitarnya yang sepi dan kosong. Ketika sampai dia langsung membuka pintu nya.
“Aniki………”
“Sharon san……..”
Ternyata di dalam, Akito dan Sharon berada di samping Raja yang sedang duduk di singgasana. Mereka sepertinya mengancam raja sebab semua prajurit tidak berani mendekati mereka. Semua prajurit sedang bersiaga di depan singgasana seperti ingin menolong raja yang di ancam. Toshio dan Kyoko pun melihat Akito menodongkan pistol nya ke raja yang tidak bisa berbuat apa apa di singgasana. Kemudian Akito menoleh ke mereka.
“Halo Toshio, Kyoko chan…lama sekali kalian baru ke sini….”
Mereka pun saling pandang. Toshio dan Kyoko masih belum percaya apa yang mereka lihat.
“Apa maksudnya ini aniki ?”
“Seperti yang kamu lihat, aku lagi bernegosiasi dengan raja….”
“Akito san tolong jelaskan….”
“Apanya yang kurang jelas Kyoko chan ?”
“Apa yang kamu lakukan di sini aniki ?
“Hmm aku sedang bernegosiasi saja…..bagaimana cara membunuh kamu….hahaha..”
“A..pa…apa maksudnya aniki ?”
Sharon pun turun dari singgasana dan mendekati Toshio yang menghalangi Kyoko.
“Wah kalian hebat juga ternyata…..padahal setelah dari restoran waktu itu aku menyuruh anak buah ku menghajar kalian, rupanya kalian habisi ya…..”
“Sharon san, apa hubungan kamu dengan mama ku dan nenek ku ?”
“Wah kita semua teman sekolah, sayang mama mu mengambil laki laki yang aku suka, jadinya dia ku bunuh deh waktu habis melahirkan karena kalau tidak aku akan kalah hahahaha……oh ya lupa…papa mama mu juga loh, gara gara menentang aku berpacaran dengan aniki mu hahahaha……tapi paling enak darah teman mu yang ganteng itu…….” Sharon meceritakan semuanya.
“Kurang ajar…..” Teriak Toshio dan Kyoko.
Darah Toshio dan Kyoko pun langsung mendidih mendengarnya, semua nya ternyata ulah Akito dan Sharon.
“Hei hei Sharon, lihat tuh, mereka nanti nangis hahahaha……”
“Aniki….kenapa kamu bunuh papa dan mama ?” Tanya Toshio geram.
“Wah kenapa ya….banyak sih alasan nya…..simpel nya, aku benci mereka hahaha..”
“Lalu kenapa membunuh keluarga ku juga, membunuh nenek ku ?” Tanya Kyoko geram.
“Karena papa mu sok membela saudara angkat nya yang kubunuh, dia memaksakan diri membeli tanah yang seharusnya tidak boleh dia sentuh…….sifat nya sama seperti papa ku dan aku benci orang seperti itu….jadi ya sekalian saja hutang nya kunaikkan sampai bangkrut dan begitu tidak bisa bayar….ya di bunuh hahahaha…….”
“Akitoooooo saaaaaaan……….”
Kyoko yang geram pun langsung menerjang maju menuju Akito. Sharon langsung terbang di sebelah Kyoko.
“Heeeiii…lawan kamu aku…..”
Kemudian Sharon pun berubah menjadi wujud asli nya yang mirip dengan Kyoko hanya saja warna baju nya hijau tua dan rambut nya pirang, dia langsung menyerang Kyoko. Kyoko yang kaget menangkis sebisa nya dan terpental.
“Kyoko……”
Toshio pun maju ke arah Sharon dan bersiap menghantam nya.
“Oi oi sabar dulu, lawan mu aku.”
Akito pun berubah, wujudnya sama persis seperti devil Sho tapi tanduknya melengkung dan mencuat ke atas seperti milik Toshio. Dia langsung menangkap tinju Toshio dan melemparnya kebelakang.
Toshio dan Kyoko pun bangun berdiri dari jatuh nya. Mereka langsung melompat ke tengah dan bersiap kembali menyerang. Wajah mereka sangat garang karena sekarang mereka tau siapa musuh mereka sebenarnya. Tanpa pikir panjang, mereka maju bersamaan.
Kyoko langsung menyerang Sharon dengan kedua pedang di punggung tangannya. Dengan santai Sharon menghindarinya dan begitu ada kesempatan dia memukul perut Kyoko. Kyoko langsung muntah darah dan terpental mundur sampai menghantam dinding dengan kencang.
Toshio juga langsung menyerang Akito dengan tinju dan tendangan nya.
“Lambat…”
Akito langsung menangkap kaki Toshio yang sedang menendang dan melemparnya ke atas, kemudian dia menedang putar dan mengenai perut Toshio.
Toshio langsung muntah darah dan terpental menghantam dinding dengan kencang tepat di sebelah Kyoko. Kekuatan Akito dan Sharon sangat luar biasa. Toshio pun merangkul Kyoko di sebelah nya, keduanya muntah darah.
Tiba tiba Draco berubah menjadi besar dan langsung menangkap Akito dan Sharon dengan tangan nya. Draco langsung membawa mereka keluar dari istana dan terbang di udara. Kemudian Draco menyemburkan api dari mulut nya ke tangan nya yang sedang menggenggam Akito dan Sharon.
Akito dan Sharon terlihat kesakitan dan kepanasan. Kemudian Draco meemas remas tangan nya dan membanting mereka berdua ke tanah. Akito dan Sharon pun bangun dengan susah payah. Toshio dan Kyoko pun berlari ke balkon dan melihat nya. Draco pun menerjang turun ke arah Akito dan Sharon yang terluka. Tiba tiba tangan Sharon berubah menjadi pedang dan lompat ke atas menusuk perut Draco. Akito juga langsung menusuk perut Draco dengan cakar nya. Karena tertusuk Draco terbang ke atas membawa penusuk nya, tangan nya menggenggam Akito dan Sharon lagi, sekali lagi dia menyemburkan apinya. Tapi kali ini Draco salah perhitungan, Akito dan Sharon langsung menyabetkan pedang dan cakar mereka ke leher Draco.
“Dracooooooooo.” Toshio dan Kyoko berteriak, tapi karena mereka terluka, mereka tidak bisa berbuat apa apa.
Leher Draco pun terkoyak, tapi dia tidak putus asa, dia langsung terjun dan membanting Akito dan Sharon ke tanah, kemudian menginjak nya. Akito dan Sharon pun muntah darah. Setelah itu Draco tumbang dan menjadi kecil kembali. Akito dan Sharon pun dengan susah payah masuk ke mobil dan lari dengan menggunakan mobil. Mereka menerobos prajurit prajurit penghadang nya sampai keluar ibukota.
Toshio dan Kyoko pun langsung terbang turun dan menghampiri Draco.
“Draco……..” Tohsio mulai meneteskan air mata.
“Draco jangan tinggalkan kami…..” Kyoko menangis tersedu sedu.
“Kyuuuu kyuuu……..” Mata Draco pun terpejam.
Draco pun mati di pelukan Toshio dan Kyoko. Keduanya langsung menangis dan berteriak histeris.
__ADS_1
“Dracooooooooooo.” Teriak keduanya sambil memeluk Draco.
Toshio dan Kyoko pun saling merangkul dan menangis tersedu sedu, seluruh rakyat ibukota, ksatria ksatria, raja dan semua penghuni istana yang melihat mereka pun berlutut memberi penghormatan meninggal nya The Calamity Dragon, Draconia.