
Dua hari kemudian, Di Tokyo, Sho dan Suzu bertahan di barikade paling depan, tidak ada zombie yang bisa menembus pelindung, karena begitu mendekat langsung di tembak. Anak buah yang di kerahkan di sana sekitar 300 orang penembak dan 100 orang tenaga medis. Sho dan Suzu berubah menjadi bentuk demon nya. Mereka berdua keluar pelindung dan menghabisi semua dengan kemampuan nya. Suzu langsung membekukan area di sekitarnya dan Sho langsung menghancurkan semua yang di bekukan Suzu. Amunisi mereka sudah hampir habis dan makanan pun sudah menipis.
Setelah bertahan cukup lama, pihak militer dari pemerintah mulai datang dan bergabung dengan mereka, lalu langsung mendirikan camp di dalam perimeter pelindung. Pemimpin pasukan bernama Kumamoto Gen menghampiri Sho yang masih dalam bentuk demon nya.
“Apa anda yang memimpin di sini ?”
Sho pun menoleh dan langsung menghampirinya, semua tentara di belakang Gen langsung mengarahkan senjata kepada Sho karena penampilan nya yang mengerikan. Gen mengangkat tangannya karena dia sudah tau siapa sebenarnya Sho. Kemudian Sho menjulurkan tangannya.
“Benar, aku yang memimpin di sini, bantuan anda tepat pada waktunya, mohon kerjasamanya kapten…..”
“Nama ku Kumamoto Gen, senang bekerja sama dengan kalian…..semuanya cepat dirikan camp kita dan perkuat barikade, kita bertahan di sini.” Teriak Gen setelah menjabat tangan Sho.
2000 orang tentara langsung menyebar membuat barikade seluas 3 km dari gedung pusat. Mereka menjaga sisi utara, barat, selatan dan timur. Zombie terus berdatangan dan tidak berhenti, walau satu di tembak dan mati, datang lagi sepuluh. Beberapa heli milik pemerintah datang untuk membawakan supply amunisi dan makanan. Karena gedung milik Akito berada di pusat kota Tokyo, maka gedung itu menjadi parameter terdepan untuk pertahanan kota.
Tentara juga mengevakuasi semua penduduk yang selamat dengan truk dan mobil mereka untuk menuju shelter bawah tanah yang berada di dalam perimeter. Sho, Suzu dan Gen berdiri di garis depan dan melihat semuanya terkendali.
Operasi penyelamatan penduduk di luar barikade mulai di lakukan, personel tentara di bantu oleh anak buah Sho, berkeliling kota Tokyo untuk mencari penduduk yang selamat dan membersihkan zombie yang masih berkeliaran.
Tiba tiba hp Sho berbunyi, anak buah di Kyushu menelpon nya. Sho pun langsung mengangkatnya.
“Bos, darurat bos, di udara banyak manusia yang berterbangan, kami di sini kewalahan dan tentara banyak yang menjadi korban, jumlah mereka sekitar 50 orang dan masih banyak zombie yang berdatangan, mohon bantuan bos.”
“Baik, aku dan istriku kesana, sampai kita datang tolong bertahan……”
“Siap bos.”
Kemudian Sho menutup telepon nya dan langsung menghampiri Gen yang sedang mengatur anak buah nya.
“Kumamoto san, maaf, tapi aku harus ke Kyushu bersama istri ku, karena di sini masih terkendali. Tolong tambah personel lagi di sini. Di Kyushu mereka di serang oleh musuh yang datang dari udara. Untuk antisipasi, kalau bisa sediakan unit anti udara di sini.”
“Baik Sho san, kami akan bertahan di sini. Aku serahkan Kyushu di tangan kalian berdua. Aku akan menghubungi pusat untuk minta tambahan personel dan unit anti udara.”
“Kami berangkat….terima kasih.”
Sho dan Suzu langsung terbang naik ke atas gedung mereka dan naik ke dalam heli pribadi mereka untuk terbang langsung ke Kyushu. Selama perjalanan, Suzu menghubungi Kyoko yang sedang berada di dunia demon menggunakan cermin.
“Kyoko chan, gimana keadaan di sana ?”
“Eh Suzu chan…masih terkendali di sini….hanya saja mereka banyak sekali walau sudah di habisi separuh.”
“Toshio san mana ?”
“Dia di depan lagi mengarahkan prajurit bersama Melech san….loh Suzu chan, kamu di heli ?”
“Iya benar, kami berdua sedang menuju Kyushu, di sana keadaaan mulai gawat….”
“Gawat gimana ? Sho san mana ?”
“Dia terbang di luar heli, buka jalan kalau ada musuh, di Kyushu musuh utama sudah mulai datang, mereka lewat udara, makanya anak buah kita kewalahan, walau tidak masuk pelindung tapi mereka bisa menembak ke dalam pelindung.”
“Aduh….gawat juga, di sini masih aman. Hati hati Suzu chan.”
“Kamu juga Kyoko chan….”
Komunikasi pun terhenti, Sho dan Suzu sudah hampir sampai di Kyushu, Suzu langsung membuka pintu dan berpesan pada pilot.
“Dari sini kami sendiri saja, langsung saja ke gedung dan mendarat di heli pad.”
“Siap nyonya bos.”
Suzu langsung melompat keluar dan terbang menyusul Sho di depan nya. Setelah itu, mereka berdua langsung menuju perimeter barikade. Dari kejauhan, mereka melihat banyak sekali manusia memliki sayap yang berterbangan di atas pelindung sambil menembaki ke dalam dengan senapan mesin mereka. Sho pun langsung terbang di sebelah Suzu dan menggandeng tangan nya.
“Suzu chan, hati hati, mereka yang terbang bukan zombie……”
“Iya, kamu juga hati hati Sho san….”
“Ayo maju…..”
“Ya…….”
Mereka berdua langsung melesat maju dan langsung membunuh manusia manusia terbang di atas mereka. Tantara dan anak buah mereka yang berada di bawah pun bersorak sorak melihat mereka datang dan langsung menghabisi musuh di atas.
Musuh yang berterbangan pun hanya tersisa sebagian dan menyebar ke segala arah. Sho dan Suzu terus memburu mereka sampai tidak tersisa. Setelah itu mereka langsung mendarat di depan barikade. Ketika mereka baru turun, seorang anak buah datang menghampiri mereka.
“Bos, di bagian timur dan barat juga di serang, Di timur banyak manusia reptil dan di barat banyak oni, mereka semua bersenjata dan menembaki ke dalam pelindung.”
Tiba tiba Suzu menarik tangan Sho.
“Sho san…lihat ke depan…..”
Sho pun langsung menoleh, dia melihat banyak sekali Goro sedang mendekat dari depan menuju parimeter.
“Oh tidak, kita di serang habis habisan……kenapa mereka menyerang kita ? Aku tau…..hei, kalian tolong perkuat penjagaan di kuil, kalau perlu semuanya di bekumpul ke sana. Musuh mencoba menerobos masuk.”
__ADS_1
“Baik bos.” Anak buah langsung pergi menaiki motornya bersama dengan geng nya menuju kuil.
“Suzu chan, hubungi Toshi, beritahu dia kalau Kyushu di serang habis habisan oleh mereka, sepertinya kita butuh bantuan mereka. Aku akan keluar menyambut Goro…tolong ya Suzu chan. Beritahu mereka, karena Toshi menutup jalan masuk dari fuji, mereka mencoba masuk dari kuil kita di Kyushu.”
“Baiklah, hati hati Sho san…..begitu selesai aku akan menyusul….”
“Ya, aku berangkat…..”
Sho langsung terbang keluar pelindung dan mendarat persis di depan Goro yang berjumlah sekitar 20 orang itu.
“Oi oi….coba kalau datang beritahu dulu, jadi aku bisa siapkan sambutan buat kalian.”
“Hahaha, kamu cuma sendirian ? dasar produk gagal, kalau bukan karena anego yang minta kamu di jadikan peliharaan kamu sudah tidak ada di sini, bisa apa kamu sendirian ?”
“Hah gagal ? peliharaan ? Hehehe…..lihat saja nanti, siapa yang gagal….oraaaa..”
Sho langsung maju menyerang dengan kedua sabit nya melewati beberapa Goro dan langsung saja kepala Goro yang di lewati nya putus.
“Hah hanya menang banyak rupanya….” Ledek Sho.
“Hehehehe……”
Kemudian Goro yang tersisa mengerang kesakitan, badan mereka mulai berubah, baju jas hitam mereka sobek karena tangan dan badan mereka membesar. Dari kepalanya yang botak keluar satu tanduk besar dan melengkung seperti tanduk badak. Kaki mereka berubah menjadi kaki belakang kambing, dari pundak, siku dan lutut, keluar tanduk kecil.
“Graaaaaaaaaah…….” Semua Goro pun berteriak.
Kemudian semuanya maju dengan cepat menyerang Sho. Kecepatan mereka cukup lumayan walau berbadan besar. Sho bisa menangkis serangan mereka dan sesekali membalas, balasan nya bisa menumbangkan beberapa Goro yang maju menyerang. Serangan tidak berhenti. Karena mulai kewalahan, Sho mengeluarkan jurus pamungkas nya.
“Death transform…..”
Badannya pun berubah menjadi besar, dan seluruh nya mejadi warna hitam tidak ada bentuk wajah dan badan, semuanya hitam seperti bayangan yang terang. Kedua sabit di tangannya keluar dan di pegang di kedua tangan. Jubah nya melebar dan membentuk sepasang sayap kelelawar besar yang tajam.
Melihat perubahan Sho, para Goro pun maju menyerang, semua serangan menembus badan Sho dan mengenai teman sendiri.
“Giliran ku……”
Sho langsung memutar badannya dan mengangkat sabit nya sejajar dengan pundak nya, semua Goro yang berada di dekat nya langsung terpotong potong dan mati. Kemudian dia melompat sambil terus berputar seperti gasing, menyerang Goro yang lain. Semua Goro pun terpotong potong.
Setelah Goro yang di depan habis, Sho melihat gelombang kedua datang. Dia langsung maju menyerang mereka dan sama seperti gelombang pertama dia langsung menghabisi gelombang kedua. Tapi kemudian muncul gelombang ke tiga dan ke empat.
“Astaga…banyak sekali si botak ini…kalau begini aku bisa kalah….” Pikir Sho.
Tiba tiba dari belakang Sho,
“Sho san, aku datang, Toshio san dan Kyoko san sedang menuju ke sini, di sana mereka sudah aman.”
“Aku mengerti, biar aku yang habisi mereka.”
Suzu pun langsung melompat maju menghampiri Goro.
“Apa ini, sashimi datang menghadang ku ? hahahaha….”
“Ya, sekarang aku yang akan melawan mu……”
“Memang kamu bisa apa ? sebaik nya kamu aku makan saja…..”
“Bisa ini……Leviathan…”
Badan Suzu langsung berubah menjadi setinggi gedung, bagian pinggang ke bawah mejadi badan ular naga laut. Badan bagian atas di lapisi es kristal dan sisik nya menyala biru terang, trident di kedua tangannya keluar dan menyatu menjadi tombak, di kepalanya keluar mahkota.
Suzu langsung menghantam kan trident nya ke bawah menimpa Goro Goro yang berjumlah banyak di bawah, langsung saja kelompok ke tiga habis dengan sekali serang. Kemudian Suzu mengangkat tangannya ke depan dan keluarlah badai salju yang sangat dingin dari tangannya. Kelompok Goro goro yang ada di depan nya langsung membeku seketika dan hancur. Suzu terus maju menghantam semua musuh di depan nya.
“Suzu chan hati hati……” Sho mengikuti Suzu dari belakang.
Kemudian Sho melompat dan hinggap di pundak Suzu. Sho sendiri masih berwujud sama seperti waktu dia berubah. Kemudian mereka melihat Goro yang asli berada di bawah dan langsung melarikan diri.
“Suzu chan, tangkap saja, jangan di bunuh, kurung dia pakai es abadi supaya dia tidak bisa keluar.”
“Baik Sho san…….Absolute Zero.”
Suzu mengacungkan trident nya dan tubuh Goro yang sedang melarikan diri mendadak terkurung di dalam balok es besar dengan kepalanya masih di luar.
Kemudian Sho dan Suzu kembali kebentuk semula. Mereka langsung menghampiri Goro yang kepalanya masih di luar.
“Kamu akan kami kurung botak, sampai kami menemukan cara untuk membunuh mu….”
“Hehehe…kalian pikir kalian menang ?”
Suzu pun menarik Sho mundur sedikit. Dia langsung berbisik di telinga Sho.
“Sho san, ada yang aneh……kenapa dia kok tenang saja ya….”
“Hmm benar juga….”
__ADS_1
Kemudian mereka kembali menghampiri Goro.
“Hei…apa yang kamu rencanakan ?”
“Hehehe mana mungkin aku beritahu kalian……oh ya sekarang jam berapa ?”
“Kenapa bertanya sekarang jam berapa ?” Tanya Suzu.
“Ah tidak….aku hanya ingin tau saja….hahahaha….”
“Hei botak, apa yang kamu rencanakan ? cepat katakan.”
“Hahaha kamu mengancam ku ? sudah tau kan, berapa kalipun aku di bunuh, aku akan kembali, jadi percuma kan…..”
Sho pun naik pitam, dia langsung mendekat ke Goro dan menekan pipinya dengan tangannya.
“Kamu jangan main main ya……”
“Hahaha aku tidak main main, baiklah, tujuan ku sebenarnya hanya membuat kalian sibuk…itu saja petunjuk nya……”
“Apa……”
Suzu langsung menarik Sho mundur. Dan berbisik.
“Sho san, perasaan ku tidak enak….”
“Sama…..oh tidak, cepat Suzu chan, kita ke kuil…sekarang…..”
“Tapi dia…..”
“Tinggal saja…..”
Sho langsung menarik tangan Suzu dan langsung terbang melesat kembali menuju kuil.
“Hahahaha terlambat hahahahaha…….” Goro menertawakan mereka.
Dalam sekejap, Sho dan Suzu sampai ke kuil, mereka trenyuh melihat semua anak buah mereka mati dengan tubuh tidak utuh di depan kuil. Mereka langsung masuk ke dalam torii dan menuju kuil utama, di halaman mereka melihat banyak sekali mayat mayar bergelimpangan. Mereka langsung melanjutkan ke gua tempat pintu masuk ke dunia demon. Begitu sampai mereka sangat terkejut, karena melihat gua yang sudah hancur dan gerbang di dalam nya di buka dengan paksa.
“Oh tidak……kita terlambat Sho san….”
“Kurang ajar……ternyata si botak itu hanya pancingan…..benar benar kurang ajar….”
Tiba tiba cermin yang di bawa Suzu bergetar, mereka langsung mengangkat nya.
“Sho, kita gagal, mereka berhasil mengambil kedua barang itu……”
“Apa yang terjadi Toshi……”
“Mereka masuk dari kuil. Harusnya tadi aku tanggapi langsung ketika Suzu chan menghubungi aku….haaaah….kurang ajar…….”
“Tenang dulu Toshi, mana Kyoko chan…..?”
“Kyoko, dia terluka dan sekarang sedang di rawat bersama anak ku Irene yang sekarat.”
“Oh tidak……” Suzu menutup mulut nya dengan kedua tangannya.
“Semua ini ulah siapa ?” Tanya Sho.
“Haruka……..” jawab Toshio.
“Ceritakan padaku……..”
“Haga san akan menceritakan kepadamu, dia seharusnya sudah sampai ke kuil. Aku urus di sini dulu.”
“Baik Toshi….tolong jangan gegabah….”
“Aku tau…..”
Tak lama kemudian, Haga pun keluar dari gua dan langsung berlari menuju Sho dan Suzu.
“Sho san, Suzu san, apa Mio ada di sini ?”
“Mio ?” Tanya Sho.
“Salah satu manusia itu menyamar menjadi Mio dan menyusup dari sini. Dan Mio yang asli ada di kuil ini.”
“Ayo kita cari….”
Kemudian mereka mencari Mio di sekeliling kuil, mereka memasuki semua rumah yang ada di sana, kemudian mereka berkumpul di depan garasi karena hanya garasi yang belum di cek.
Sho langsung membuka pintu garasi dan melihat Mio sedang tergantung di salib dalam keadaan telanjang dan di kuliti. Semua rambut di kepalanya di cabut dan semua daging nya terlihat. Haga yang melihat nya langsung lemas dan terduduk. Suzu langsung menutup mulut nya dengan kedua tangannya dan air matanya mulai mengalir. Sho langsung berlutut dan memukul tanah.
“Kurang ajar………kita terlambat, benar benar terlambat.”
__ADS_1
“Sho san…..” Suzu langsung memeluk Sho dari belakang.
Setelah semua tenang, mereka langsung menurunkan jenazah Mio dan memakam nya di belakang kuil. Kemudian mereka memberi penghormatan terakhir kepada Mio. Begtu selesai, mereka langsung menuju rumah Suzu. Haga pun menceritakan semuanya dari awal.