Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Back to Kyushu, the Matsuoka household secret


__ADS_3

Setelah Kyoko sudah pulih, mereka berdua pun langsung kembali ke kota malam itu juga. Mereka pergi ke sebuah penginapan kecil yang memiliki pemandian air panas di pinggir kota. Hari sudah tengah malam, karena di penginapan itu hanya tersedia satu kamar akhirnya mereka mengambil nya. Kemudian mereka langsung pergi ke pemandian air panas.


Toshio langsung masuk ke dalam pemandian air panas dan berendam setelah membasuh badan nya. Karena pemandian itu adalah pemandian terbuka, dia menengadah ke atas melihat bintang bintang sambil bersender di tepi kolam.


“Sampai kapan harus seperti ini, libur musim panas tinggal 2 minggu lagi dan apa aku harus kembali ke sekolah itu lagi ? dengan musuh yang ternyata teman sekelas dan tidak ada lagi Haru chan juga Yuu kun. Kenapa semua jadi begini ?”


Pikiran Toshio terus melayang, dia juga memikirkan kata kata Kyoko yang bertanya padanya sampai kapan kita harus begini. Toshio memejam kan matanya dan mencoba untuk berhenti berpikir sejenak. Tiba tiba hp nya yang dia bawa dan di letakkan di tepi kolam bergetar. Dia langsung membuka mata dan mengambil hp nya di belakang nya. Begitu di lihat ternyata ada nomer tidak di kenal nya mengirim pesan. Bunyi pesannya,


“Jangan pulang ke Tokyo, kondisi di sana semakin kacau, pergilah ke Kyushu, cari rahasia milik Matsuoka.”


“Siapa yang mengirim pesan ini ? Aniki ?”


Kemudian Toshio mencoba menghubungi nomor itu dan tersambung, tapi kemudian langsung di matikan. Kemudian dia mencoba lagi dan nomor itu ternyata salah, sama sekali tidak bisa di hubungi. Dia semakin heran.


“Rahasia milik Matsuoka ? apa maksud nya ?”


Toshio pun berpikir keras. Tiba tiba dari pemandian wanita di sebelah nya, Kyoko berteriak.


“Toshi san…bisa dengar ? kamu dapat pesan tidak ? ada seseorang mengirimkan pesan padaku supaya aku pulang ke Kyushu dan jangan ke Tokyo.”


“Iya, aku juga dapat pesan yang sama….sekarang kita keluar.”


Toshio pun buru buru berdiri dan berjalan keluar, dia langsung mengeringkan badannya dan pergi ke loker untuk ganti pakaian. Setelah itu dia langsung keluar dan menunggu Kyoko yang berada di pemandian wanita di sebelah nya. Tak lama kemudian Kyoko pun keluar dan mereka langsung kembali ke kamar nya. Setelah di dalam mereka duduk. Kyoko langsung memperlihatkan hp nya kepada Toshio yang juga memperlihatkan hp nya ke Kyoko.


“Hmm nomer pengirim nya sama, apa yang terjadi di Tokyo ?”


“Aku tadi mencoba menelpon nya tapi yang bicara operator dan bilang nya nomer ini tidak terdaftar atau salah.”


“Aku juga tadi mencobanya….siapa yang mengirim nya….”


“Toshi san, kita di suruh kembali ke Kyushu….”


“Iya benar dan mencari rahasia milik Matsuoka ? kamu ada gambaran Kyoko ?”


“Jujur saja, walau aku anak dari keluarga Matsuoka, hal ini baru saja aku dengar hari ini, aku tidak tahu kalau keluarga ku menyimpan rahasia.”


“Kalau begitu kita selidiki sama sama…”


“Iya Toshi san…..”


Mereka pun langsung tidur malam itu. Keesokan paginya mereka langsung pergi ke bandara dan terbang menuju Kyushu. Setelah sampai di Kyushu mereka langsung pergi ke rumah keluarga Kyoko yang sudah separuh hancur. Mereka menerobos garis kuning polisi dan masuk ke dalam.


“Ruang kerja papa sudah hancur….di kamar ku jelas tidak ada apa apa, kita coba ke kamar nenek.”


Mereka langsung menuju bagian kanan yang masih utuh dan masuk ke kamar nenek. Di dalam mereka melihat sebuah lemari, tempat tidur, sebuah meja tulis dan di sebelah nya meja rias. Di laci meja rias itu mereka menemukan sebuah buku yang merupakan buku harian nenek.


“Toshi san, ini buku nenek, boleh aku baca ?”


“Baca saja, aku rasa nenek juga tidak akan mempemasalahkan nya.”


“Baca sama sama ? aku takut….”


“Aku dampingi saja ya, aku tidak berhak membacanya.”


Mereka pun duduk di ranjang. Kyoko mulai membacanya dari depan sampai pertengahan, di dalam buku itu nenek menuliskan keseharian nya dari dia masih muda sampai akhirnya di nikahi oleh kakek Kyoko dan tinggal di rumah ini. Kemudian sisanya semua kejadian setiap hari di rumah ini, dari papa nya menikah dengan mama nya, Kyoko lahir sampai menjadi besar. Ketika sampai pada tanggal hari di mana nenek meninggal, sisanya hanya lembaran kosong. Kyoko membolak balik lembaran kosong itu dan ada sebuah foto kuno yang terjatuh menempel dengan sebuah foto digital.


Toshio yang berada di sebelah Kyoko membungkuk mengambil foto itu dan melihat foto berwarna / digital nya. Begitu melihat nya Toshio langsung kaget, karena di foto adalah foto keluarga matsuoka dan keluaga gonzo yang sedang berkumpul. Dia melihat ada papa, mama nya yang sedang menggendong bayi dan akito yang masih kecil, sedangkan di pihak Kyoko ada papa, mama nya yang sedang hamil, nenek dan seorang wanita keturunan asing.


“Kyoko…lihat..wanita yang paling ujung di kanan ini….”


Toshio pun gemetar memegang foto nya. Kyoko langsung maju melihat foto nya dan kemudian dia langsung kaget menutup mulut nya.


“Ini kan….Sharon san…..?”

__ADS_1


“Lihat tanggal di bawah foto…”


“Tahun 2003, tapi Sharon san tidak berubah, dia sama dengan waktu kita bertemu di restoran itu.”


Kemudian Toshio membalik fotonya dan di belakang foto itu ada sebuah foto lagi sewaktu nenek masih muda dan belum menikah. Di foto itu nenek berdiri bersama 2 orang.


“Lihat Kyoko…ini foto hitam putih yang lengket di belakang foto….ini nenek di paling kiri, di tengah sepertinya mama mu, dan di kanan…..”


“Sharon…..tidak salah lagi, ini benar Sharon san dan kalau di lihat dari pakaian mereka, ini era tahun 70 an. Berarti…..”


“Ya tidak salah lagi, Sharon adalah vampire, kemungkinan yang membunuh keluarga ku dan membunuh ibu mu adalah Sharon…..”


Mereka berdua langsung terdiam setelah mengetahui kalau Sharon adalah vampire. Setelah itu Toshio langsung berdiri.


“Mau kemana Toshi san ?”


“Mencari tempat lain, di kamar nenek sudah tidak ada apa apa lagi kan.”


“Baik…ayo kita cari lagi.”


Kyoko juga langsung berdiri dan mereka keluar dari kamar nenek. Mereka berkeliling di rumah bagian sebelah kanan yang hanya ada ruang makan, dapur, gudang di belakang, kamar mandi dan satu kamar kosong. Setelah itu tidak mendapatkan apa apa mereka keluar dari rumah itu.


“Hmm di mana lagi ya….”


“Ada satu tempat yang kita belum masuki Toshi san….”


“Oh dimana ?”


Kyoko pun menunjuk sebuah bangunan terpisah di sebelah rumah bagian kanan yang belum hancur. Bagunan itu adalah dojo tempat biasa Kyoko dan ayah nya berlatih dan bangunan tempat dia di bawa waktu malam itu dimana dia membantai semuanya untuk pertama kali.


“Aku sendiri saja yang kesana…kamu tunggu di sini…”


Toshio mengerti perasaan Kyoko dan meminta dia menunggu di rumah nya.


“Tidak…aku ikut…ayo Toshi san.”


Mereka pun berjalan dan menuju dojo.


“Waktu itu aku sudah ke sini…tapi karena di rantai aku tidak masuk ke dalam.”


“Iya aku tau….sekarang bongkar saja rantai nya.”


Kyoko langsung merubah tangan nya menjadi bentuk tangan demon nya dan menarik putus rantai yang mengikat pintu nya.


Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam. Ruangan di dalam bagunan itu kosong, di sisi kana nada sebuah cermin besar dan di tengah paling ujung ruangan ada sebuah podium kecil tempat guru besar duduk. Di sana ada meja teh kecil dan di dinding belakang nya ada sebuah tulisan bertulisan kendo, di bawah tulisan itu ada sebuah katana yang di taruh pada tempat nya di atas lemari panjang yang memiliki banyak laci.


Toshio dan Kyoko langsung menuju podium kecil itu dan memeriksa laci lemari di bawah pedang katana. Mereka tidak menemukan apa apa di dalam laci laci yang hanya berisikan daftar murid, pelajaran kendo dan lainnya.


Kyoko melihat pedang yang di pajang di atas nya, kemudian tangannya naik ingin mengambil nya. Ketika dia sudah memegang nya dan ingin mengangkat nya, pedang itu tidak bisa di angkat seakan akan menempel kepada tempat nya. Kyoko pun menarik nya dengan sekuat tenaga tapi pedang itu tidak terlepas. Karena di pikir tidak bisa terlepas, Kyoko melepaskan pegangan nya dan tidak sengaja mendorong nya kebelakang. Pedang itu langsung mundur bersama dengan tempat nya di atas meja. “Klek” terdengar sebuah kunci terbuka. “Grek grek grek” Terdengar sesuatu bergeser.


Toshio langsung menengok dan berbalik, cermin yang berada  di kanan bangunan ternyata bergeser dan di dalam nya ada tangga turun menuju kebawah.


“Kyoko…lihat…cermin nya bergeser dan ada tangga menuju ke bawah…kita masuk ?”


“Wah aku tidak tahu ada ruangan seperti ini di dalam dojo, aku pikir itu hanya cermin biasa saja.”


Mereka mendekat dengan hati hati. Toshio menengok melihat Kyoko, kemudian keduanya mengangguk dan mulai menuruni tangga dengan hati hati. Mereka bergandengan tangan dan menuruni tangga dengan waspada. Karena semakin gelap, Toshio mengeluarkan sayap api nya dan di perkecil untuk menerangi jalan. Akhirnya mereka tiba di sebuah pintu di bawah.


“Aku buka….”


“Baik, hati hati Toshi san….”


Toshio pun membuka pintu itu dengan perlahan dan hati hati. Kemudian setelah terbuka dia masuk ke dalam. Di dalam ruangan itu banyak rak buku, pedang pedang kuno, baju zirah jepang jaman perang kuno, beberapa baju samurai kuno, dan sebuah meja dengan tumpukan buku di atasnya. Di sebrang pintu mereka datang ada sebuah pintu lagi. Mereka langsung maju menuju pintu di sebrang nya. Toshio membuka pintu itu dengan perlahan dan masuk ke dalam. Mereka berdua melihat seisi ruangan yang berisi sebuah ranjang bekas, sebuah lemari pakaian, sebuah meja rias dan di dinding di sebrang mereka ada beberapa rantai yang di tanam ke dinding. Rantai untuk mengikat tangan, badan dan kaki seperti yang ada pada penjara jaman dahulu.

__ADS_1


“Ruangan ini jelas kamar…tapi kamar siapa ?”


“Aku baru tahu ada yang seperti ini di bawah dojo…..apa yang di sembunyikan di sini sama papa ?”


Mereka kemudian melihat lihat di dalam ruangan, Toshio membuka lemari pakaian nya yang berisikan baju baju jaman dahulu yang sudah lapuk, mungkin baju baju sekitar tahun 70 atau 80. Kyoko memeriksa meja rias di sebelah kanan, yang masih penuh dengan banyak peralatan merias wajah dan botol botol kosmetik yang sudah kering dan rusak. Setelah itu, Toshio berjalan ke tempat tidur yang sudah rusak, dia membolak balik bantal yang sudah berjamur dan lembab, kemudian dia memeriksa di kolong nya. Kyoko memeriksa rantai rantai berkarat yang tertancap di dinding kamar itu.


“Tidak ada apa apa di sini…..”


“Iya benar….tapi ini bekas kamar siapa ya ?”


“Wah aku tidak tahu….tapi yang jelas papa mu mengurung seseorang di sini….”


Kyoko pun terdiam. Kemudian dia melihat ke kolong ranjang dan kaget.


“Toshi san…tolong angkat kasur nya….”


“Eh ada apa…?”


“Sudah angkat saja…..”


Toshio langsung mengangkat kasur nya dan mendirikan nya di sisi ranjang. Ternyata di bawah kasur itu ada sebuah kotak musik untuk menyimpan perhiasan. Kyoko langsung mengambil kotak itu dan Toshio langsung menurunkan kembali kasur seperti semula.


Mereka pun keluar dari kamar dan naik lagi ke dojo sambil membawa kotak perhiasan itu. Begitu sampai di atas, Kyoko langsung membuka kotak itu. Sebuah lagu pun berbunyi memecah kesunyian. Di dalam kotak itu mereka melihat sebuah pisau kecil, kunci, sepotong gumpalan rambut dan selembar surat.


Kyoko langsung mengambil surat itu dan membukanya, surat itu merupakan sebuah peta kuno, seperti denah seluruh komplek beberapa bagunan yang di lihat dari atas. Di dalam denah itu ada gua yang di berikan coretan berbeda dan sebuah panah yang di ujung nya ada tulisan “Gerbang menuju dunia….” Sisa tulisan nya tidak terbaca.


“Hmm jelas ini bukan peta rumah mu Kyoko…..”


“Ya…bangunan utama di depan, bangunan kedua di belakang nya yang lebih kecil dan beberapa rumah kecil di belakang nya lagi….dan titik yang di warnai ini ada di belakang dan di luar keseluruhan komplek seperti sebuah gua di tebing.”


“Di pintu nya masuk komplek itu ada gambar torii berarti ini komplek kuil….”


“Tapi di mana kuil ini……kuil yang di belakang nya hutan lalu ada gua……”


Toshio dan Kyoko menyadari sesuatu dan mereka melihat satu sama lain.


“Kuil Suzu chan….” Teriak keduanya.


Langsung saja, Kyoko menutup kotak nya dan memasukkan nya ke dalam tas punggung nya. Kemudian mereka berdua langsung berlari keluar dojo dan menutup nya kembali. Kemudian mereka langsung terbang menuju kuil tempat mereka bertemu Suzu pertama kali.


Mereka langsung menuju rumah kecil tempat mereka waktu itu bebicara dengan Suzu. Langsung saja mereka mendarat di depan nya. Bagunan yang di gunakan untuk ritual itu sudah tidak ada hanya tersisa puing dan tumpukan kayu hangus. Mereka mencoba masuk ke dalam rumah Suzu dan keluar melalui pintu belakang nya. Mereka terus berjalan menelusuri jalan setapak yang mengarah ke dalam hutan.


Setelah berjalan menembus hutan mereka tiba di sebuah gua yang di tutup oleh tali dengan banyak jimat dan talisman di sekeliling nya. Kyoko mengambil kotak perhiasan lagi dari tas nya dan langsung membaca lagi peta kuno itu.


“Harus nya sih gua ini Toshi san….”


Kyoko melihat titik yang di tunjuk di peta sambil memperhatikan gua yang gelap di depan nya.


“Ayo Kyoko, cuma ada satu cara memastikan nya….kita harus masuk…”


“Baiklah….sini….aku takut….”


“Iya..pegang tangan ku dan jalan di sebelah ku…aku mau mengeluarkan sayap ku.”


Kemudian mereka langsung masuk melewati tali yang di gunakan untuk menutup gua. Di dalam Toshio langsung mengeluarkan lagi sayap nya untuk penerangan dan Kyoko berjalan di samping sambil merangkul lengan nya dan tangan satunya memegang kotak. Akhirnya mereka sampai di sebuah pintu gerbang yang lumayan besar. Toshio mencoba membuka pintu itu tapi tidak bisa.


“Dikunci….ini ada lubang kunci….Kyoko, coba kunci yang ada di dalam kotak itu…”


“Baik….sebentar.”


Kyoko pun membuka kotak dan terdengarlah sebuah lagu. Tiba tiba mereka kaget karena gerbang itu menyala terang begitu mendengar lagu itu. Dan lubang kunci nya mengecil. Kemudian Kyoko memberikan kunci itu kepada Toshio. Dan langsung saja Toshio memasukkan kuncinya ke lubang kunci yang sudah mengecil. “Klek….” Kunci pun terbuka. Toshio langsung mendorong gerbang yang menyala itu. Gerbang pun terbuka, mereka berdua langsung masuk ke dalam gerbang.


“A..apa…ini…..d..di mana kita ?”

__ADS_1


“Toshi san….aku takut….”


Mereka keluar dan melihat pemandangan yang sangat lain dari dunia mereka, di depan mereka ada sebuah dunia yang berbeda. Di langit ada dua bulan, di depan mereka hamparan hutan yang lebat dan banyak burung burung besar berterbangan walau di malam hari. Toshio dan Kyoko berdiri di atas tebing dan melihat semuanya sambil saling merangkul satu sama lain.


__ADS_2