Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
First day at school


__ADS_3

Setelah orientasi di gedung serba guna, mereka semua kembali ke kelas. Hari pertama masih belum ada pelajaran dan masih acara perkenalan. Biasanya kelas akan ramai dan menjadi ajang mencari teman untuk di ajak kerjasama atau hanya untuk sekedar pertemanan. Tapi di kelas Toshio dan lainnya, semua terdiam dan tidak ada yang berani bicara satu patah kata pun.


Di kota Sapporo selalu dingin karena dekat dengan gunung bersalju, tapi Kyoko dan Suzu yang memakai sweater merasa kepanasan.


“Suzu chan, kita ke toilet yuk, aku mau lepas sweater, panas…..” Ajak Kyoko.


“Ayo Kyoko chan, aku juga mau lepas sweater saja ah….” Balas Suzu.


Kemudian mereka langsung keluar kelas. Toshio dan Sho yang memang dari awal melepas blazer mereka, langsung berdiri di belakang sambil melihat jendela, mereka mengawasi semua gerakan yang berada di bawah, karena mereka berada di lantai 3. Mereka juga diam diam mengawasi Hide dan Izumi yang sedang berbincang bincang satu sama lain. Semua yang di kelas langsung terdiam karena melihat Toshio dan Sho yang berdiri. Tidak ada satu orang pun yang berani menengok kebelakang.


“Sho…kenapa kelas kita tenang sekali ya ? sepertinya kelas sebelah ramai ?”


“Gara gara kamu Toshi hahahah……”


“Kamu ini, aku tanya serius….lagipula bukan cuma gara gara aku kan.”


“Kita kan maksud mu Toshi ? yah mau bagaimana lagi……..”


Mereka berdua pun tertawa di belakang. Tak lama kemudian Kyoko dan Suzu kembali, rambut mereka di ikat ke atas dan mereka melepas sweater juga blazer nya.


“Loh kenapa berdiri  ?” Tanya Kyoko.


“Cari angin saja, katanya Sapporo dingin kok aku gerah ya….” Toshio menyibakkan kemejanya.


“Sama kami juga gerah makanya sweater nya kami copot…..” Kemudian Suzu langsung menaruh blazer dan sweater nya di meja Sho.


“Aku taruh ini dulu…..” Kyoko langsung ke meja nya dan menaruh tas dan blazer nya.


Kyoko dan Suzu langsung kembali berdiri di belakang bersama Toshio dan Sho. Karena tidak ada yang berbicara, mereka akhirnya ramai sendiri. Toshio dan Sho jongkok menempel dinding, Kyoko dan Suzu duduk di lantai dan melihat hp mereka. Tiba tiba Hide dan Izumi menghampiri mereka ber empat. Hide langsung bertanya.


“Maaf, kalian anggota Yakuza ?” Tanya Hide dengan suara keras.


Toshio dan Sho langsung berdiri, Kyoko dan Suzu juga langsung berdiri, semua teman sekelas menengok kebelakang.


“Kalau iya kenapa ?” Tanya Toshio.


Izumi langsung menarik Hide dan berbisik padanya. Kemudian Izumi menunduk di depan ke empat nya.


“Maaf…..maafkan kelancangan Hideaki sama….”


“Santai aja…kami tidak marah….” Sho merasa risih.


“Tapi memang kenapa kalau kami Yakuza ?” Tanya Kyoko geram.


“Hei Kyoko….sudahlah…jangan begitu tanya nya….” Toshio berusaha menenangkan Kyoko yang terlihat geram.


“Iya Kyoko chan, tenang…tenang…..” Suzu membantu Toshio menenangkan Kyoko.


Hide langsung maju kembali dan berdiri di depan mereka. Dia langsung merangkul Izumi.


“Maaf kan pertanyaan ku, aku hanya penasaran karena melihat tato naga yang sangat jelas terlihat di punggung kalian ber empat. Kalian terang terangan sekali.”


“Lalu ?” Tanya Sho


“Aku juga sama seperi kalian tapi aku tidak perlihatkan, jadi aku minta tolong kepada kalian supaya tidak menonjolkan hal hal yang menyangkut keluarga kita. Sebab kita di sekolah dan kalian lihat, semua teman teman sekelas menjadi takut.” Hide menjelaskan maksudnya dengan suara kencang.


“Lalu ?” Kali ini Toshio yang bertanya.


“Maaf saja ya, kami tidak bermaksud pengumuman dan kami tidak bermaksud menutupi, karena inilah diri kami.” Suzu protes mendengar perkataan Hide.


“Dan kamu rencananya mewakili kelas menegur kita kemudian jadi pahlawan, begitu ? Maaf saja, kita sekolah tidak berniat buruk, jadi…..teman teman sekelas jangan takut sama kita.” Teriak Kyoko.


Siswa teman sekelas langsung menengok ke belakang dan melihat Kyoko yang berteriak.


“Maaf aku tidak bermaksud seperti itu, tapi kalian tau kan aku siapa ?” Tanya Hide.


“Dari tadi aku tanya, lalu sekarang kamu mau apa ?” Tanya Toshio.


“Tolong di jawab dulu pertanyaan teman ku ini…..” Tambah Sho sambil menepuk dada Toshio.


Izumi pun terlihat sangat ketakutan, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa.


Karena Hide diam, Toshio dan Sho langsung mendekati Hide dan berdiri di depan nya.


“Tatsumoto ya, benar ?” Tanya Toshio.


“Aku kenal Tatsumoto….lalu ?” Tanya Sho.


Melihat Toshio dan Sho yang berbadan besar berada di depan nya, Hide pun sedikit mundur, kemudian dia menyibakkan rambut nya.


“Aku tidak mau cari masalah, aku hanya mengingatkan sebagai sesama anggota. Kalian dari keluarga mana memang nya ?”


Toshio dan Sho menoleh dan melihat satu sama lain, mereka ragu mau menjawab nya sebab ini menyangkut penyelidikan mereka. Kalau mereka membuka nama mereka, Goro mungkin tidak akan muncul. Tapi di pikiran mereka juga mengatakan kalau ini kesempatan untuk mengetahui apakah Tatsumoto bisa menjadi teman atau menjadi musuh mereka di masa depan.


“Yokomaru….kenapa ?” Kyoko menjawab nya tanpa ragu.


Toshio dan Sho langsung menoleh dan menutup kening mereka sendiri dengan tangan, mereka melihat Kyoko yang menjawab tanpa ragu dan di dukung Suzu. Mendengar nama itu, wajah Hide langsung berubah, dia diam saja dan kembali ke tempat duduk nya dengan tenang seperti tidak terjadi apa apa. Izumi menunduk kemudian kembali ke tempat duduk nya.


“Heeeeiii….sudah di jawab kenapa malah pergi ? jadi mau nya ap…..”


Belum selesai Kyoko berteriak, mulut nya di tutup oleh tangan Toshio. Kemudian Toshio mendekatkan wajah nya ke telinga Kyoko.


“Diam dulu, reaksi nya aneh begitu mendengar nama kita…..” Bisik Toshio.


“Huh….karena itu aku jadi marah……” Balas Kyoko.

__ADS_1


Izumi terlihat sedang bicara berbisik bisik dengan Hide. Kemudian Izumi berdiri dan menghampiri mereka lagi.


“Maaf, kalau boleh tau tingkat kalian apa di Yokomaru ?”


“Kami pemi…….” Mulut Kyoko di tutup lagi oleh tangan Toshio.


“Kyoko sssttt jangan bicara dulu.” Bisik Toshio sambil menutup mulut Kyoko.


Sho pun maju ke tengah dan langsung berhadapan dengan Izumi.


“Toshi dan aku anak dari pemilik, Kyoko dan Suzu adalah istri kami berdua, kenapa ?” Tanya Sho tegas.


“Begini, Hideaki sama ingin merekrut kalian menjadi anak buah nya, sebab kami sedang membutuhkan orang banyak untuk proyek kami.”


“Hmm proyek apa ?” Tanya Toshio.


“Kami belum bisa mengatakan nya, kalau kalian mau bergabung dengan kami nanti akan kami katakan.” Jawab Izumi.


“Siapa yang sudi bergabung…..” Suzu membuang wajah nya sambil melipat tangan nya di dada.


“Ah…..yah seperti yang dia bilang…..” Sho langsung menjawab Izumi.


“Baiklah, maaf mengganggu.” Izumi pun menunduk dan langsung kembali duduk di sebelah Hide.


Kemudian terlihat Izumi berbisik kembali kepada Hide dan Hide menangguk, kemudian Hide menoleh kebelakang sebentar. Tak lama kemudian bel berbunyi tanda makan siang. Teman teman sekelas yang lain langsung pergi meninggalkan kelas. Hide menoleh kepada mereka dan langsung pergi, Izumi menunduk ke mereka dan pergi mengikuti Hide.


“Apa itu tadi ? proyek ?” Tanya Toshio.


“Perasaan ku mengatakan, yang di maksud proyek pasti ada kaitannya dengan si botak itu. Kamu pasti merasa begitu juga kan Toshi.”


“Ya, makanya tadi aku tanya….walau dari awal aku tau dia tidak akan menjawabnya.”


“Huh…baru hari pertama ada saja yang bikin kesal…”


“Sabar Kyoko chan, aku juga kesal sebenarnya….tato kok di urusin.”


“Memang tato ku terlihat jelas Suzu chan ? coba deh lihat..” Tanya Kyoko sambil membalikkan badannya.


“Tidak terlalu sih, tapi memang kelihatan…..kalau aku gimana ?” Tanya Suzu sambil membalikkan badannya.


“Sama tidak terlalu jelas juga…..bisa bisanya dia mengungkit hal itu….bikin kesal saja.”


Tiba tiba ada beberapa siswi teman sekelas yang mendekati Kyoko dan Suzu. Mereka mengajak Kyoko dan Suzu bicara,


“Umm….Yoshioka san, Amatora san, mau makan sama sama di taman ?” Tanya seorang siswi.


Wajah Kyoko mendadak ceria dan dia langsung menggandeng Suzu.


“Ayo…kita makan sama sama ya….ayo Suzu chan….”


“I..iya Kyoko chan…..”


“Oh mereka lupa pamit Sho……”


“Benar Toshi….mereka lupa pamit….”


Mereka pun langsung mengeluarkan bento mereka dan makan sambil berbincang bincang mengenai strategi mereka untuk mendekati Hide dan Izumi.


“Coba tadi Suzu chan tidak bicara, mungkin aku iya kan penawaran nya.”


“Hahaha gpp Sho, aku mengerti kenapa Kyoko dan Suzu chan marah, selain menyelidiki Tatsumoto, kita kan memang benar benar mau sekolah untuk lulus, kata kata pangeran itu benar benar menusuk buat mereka dan dia berbicara seolah olah dia benar dan kita salah di depan kelas.”


“Memang, dia mau jadi pahlawan dengan membuat kita jadi penjahat nya. Tapi karena Kyoko chan dia jadi tahu siapa kita dan akhirnya dia diam.”


“Wajar Sho kalau mereka marah, kamu tau kan Suzu chan dan Kyoko waktu di sekolah mereka yang lama, mereka di jauhi.”


“Ya aku tau, kita pun sama kan ? hahaha. Padahal aku hanya main sama kamu dan bukan anggota mu waktu itu.”


“Makanya kita ngerti saja…..”


Mereka terus berbincang sambil menikmati bento yang di siapkan oleh asisten rumah tangga mereka. Tiba tiba dari luar terdengar teriakan wanita.


“Kyaaaaaaa……”


Toshio dan Sho langsung melihat ke bawah,, mereka melihat Kyoko dan Suzu sedang memasang kuda kuda mereka melindungi 3 orang siswi sekelas di belakang nya karena di kepung oleh 10 orang senior dari club beladiri, karena para senior itu masih memakai baju beladiri mereka. Di kejauhan Toshio Dan Sho melihat Hide dan Izumi sedang duduk melihat Kyoko dan Suzu Dari jauh.


“Kita bantu ?” Tanya Sho dengan tersenyum


“Ya….sudah lama juga.” Toshio tersenyum sambil melihat Sho.


Mereka langsung membuka jendela dan lompat ke bawah,arena kelas mereka berada di lantai 3.


Teman teman sekelas yang masih berada di kelas langsung melihat kebawah. Toshio dan Sho mendarat mulus di bawah dan berjalan menuju Kyoko dan Suzu yang berada di taman.


Sementara di taman, Kyoko dan Suzu sedang menghalangi 10 orang senior yang mengepung mereka dan melindungi ketiga teman sekelas mereka.


“Hei senpai, maksudnya apa ini, Tanaka san kan tidak sengaja kenapa malah di perpanjang ?” Tanya Kyoko.


“Huh, walau kamu Yakuza, kami tidak takut….kalian jangan macam macam di sini…ganti rugi, jus teman ku jatuh tadi….”


“Haaah cuma itu dan kalian mengeroyok kami, senpai ? Sudah lah, berapa ? aku ganti, karena ini hari pertama aku tidak mau ribut.” Balas Suzu.


Para senior itu langsung tertawa dan saling menoleh, seakan akan ucapan Suzu lucu di dengar nya.


“Hahaha….siapa yang mau uang, kami mau kalian semua ikut kami ke gudang….tau dong harus bayar pakai apa…..”

__ADS_1


Senior yang berbicara itu mendekati Suzu dan berusaha menjamah nya. Kyoko langsung memukul tangannya. Senior itu langsung berteriak,


“Aaaa tangan ku patah…..hahahah..aku akan beteriak begitu dan kalian akan di hukum, sekarang kalian semua ikut kami, terutama kalian berdua yang berambut pirang, walau Yakuza, kami tidak takut…..”


Mendengar itu, ada sesuatu yang putus di kepala Kyoko dan Suzu. Mereka berdua langsung saling menoleh satu sama lain dan tersenyum sinis, kemudian mereka berdua langsung menghadap senior itu.


“Senpai, kami berdua seksi ya hehehe….senpai juga seksi kok.” Kyoko langsung mengangkat kedua tangannya.


“Iya senpai…makanya kamu tertarik ya…..kami juga sebenarnya tertarik dengan senpai, senpai anggota club beladiri kan ? Karate ?” Tanya Suzu yang pura pura merayu.


“Aku dari club judo, sabuk hitam hehe kalian senang sama yang kuat kuat ya, kami semua kuat kok, apalagi di kasur hehehe…..” Senior menjadi besar kepala.


“Wah hebat, mau dong senpai, puaskan kami berdua, iya kan Suzu chan….” Kyoko langsung menggandeng senior itu.


“Iya hebat, tentu mau dong Kyoko chan. Kita main main ya senpai……” Suzu langsung menggandeng senior itu.


“Hehehe kalian bisa saja, eh mereka mau nih….” Senior itu menoleh kepada teman teman nya.


Melihat tingkah Kyoko dan Suzu, ketiga teman sekelas nya pun menjadi takut dan khawatir, karena mereka pasti akan ikut bersama Kyoko dan Suzu.


“Tapi ah…tangan senpai kurus…senpai lemah ah….tidak jadi deh….” Kyoko langsung memelintir tangan senior itu dan melempar nya hingga pingsan.


“Wah Kyoko chan, aku belum kebagian…..” Suzu mendekati Kyoko.


“Di belakang banyak kok, yuk Suzu chan….”


“Wah kamu benar Kyoko chan, yuk……mulai.”


Kyoko dan Suzu langsung mendekati para senior yang mengeroyok itu dengan tersenyum sinis. Tak lama kemudian, semua senior itu terkapar, Kyoko dan Suzu langsung toss sambil tertawa.


“Huh lemah lemah begini….jauh sama suami ku hahaha….”


“Benar Kyoko chan……tidak ada apa apanya di banding suami ku….hahahaha….”


Ketiga teman mereka langsung menghampiri mereka dan berterima kasih, kemudian mereka semua langsung menjadi akrab.


“Yoshioka san, terima kasih ya, kalau tidak ada kamu dan Amatora san bisa gawat, padahal aku hanya menyenggol dan tidak ada yang jatuh sama sekali.” Seorang siswi bernama Tanaka menunduk di depan mereka.


“Tidak masalah Tanaka san, kebetulan saja kita di sini, iya ga Suzu chan….”


“Iya Kyoko chan….hahaha lihat deh, senior senior itu pergi karena kesakitan.”


Sementara itu di balik semak semak, Toshio dan Sho mengintip mereka semua.


“Toshi, kita tidak perlu keluar kan ?”


“Tidak perlu, ayo kita ke kelas Sho….”


Kemudian mereka berjalan kembali ke bawah jendela dan melihat ke atas. Mereka langsung melompat masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi mereka. Teman sekelas pun bengong melihat nya, mereka semua diam menatap Toshio dan Sho. Karena merasa di tatap, Sho langsung berdiri dan menghadap semuanya.


“Maaf ya, tolong jangan perdulikan kejadian barusan hahaha…..biasa saja.”


Mendengar perkataan Sho, kelas menjadi ramai kembali dan suasana menjadi biasa saja seperti semula. Sho langsung kembali duduk. Mereka melihat dari kejauhan, Hide dan Izumi yang memperhatikan Kyoko dan Suzu, pergi meninggalkan taman.


“Ulah mereka rupanya…..” Gumam Toshio.


“Ya, tidak salah lagi…..” Tambah Sho.


Kembali ke taman, Kyoko dan Suzu sedang berbincang bincang dengan teman teman baru mereka. Pembicaraan akhirnya menjurus pada perkenalan di kelas pagi tadi.


“Yoshioka san, Amatora san, memang benar ya kalian sudah menikah ?” Tanya seorang siswi (siswi A).


“Iya benar, oh ya, jangan panggil Yoshioka, panggil saja Kyoko, sebab kalau panggil Yoshioka, suami ku nanti ikut menoleh hehe…”


“Sama, panggil aku Suzu saja, kalau Amatora ada dua orang soalnya hehe.”


“Hebat, suami kalian berdua sama umur ya dengan kalian ?” Tanya Tanaka.


“Mereka sebenarnya lebih tua satu tahun, benar kan Kyoko chan…”


“Iya, karena menemani kita berdua mereka rela jadi teman sekelas heheh….”


“Wah romantis sekali…kapan ya aku bisa menemukan pria seperti itu….” Ujar seorang siswi yang bernama Nakano.


“Nanti juga ketemu….” Balas Kyoko.


“Tapi kalian kok kuat sih ?” Tanya Tanaka.


“Kalau aku karena di ajari karate sama suami ku…..” Jawab Suzu.


“Aku memang dari kecil belajar kendo, lalu di ajari lagi karate sama suami ku.”


“Wah berarti suami kalian jauh lebih kuat dong….” Nakano menanggapi


“Begitulah….” Jawab Kyoko dan Suzu kompak.


Mereka terus berbincang bincang. Setelah selesai makan, mereka semua berjalan kembali ke kelas. Tanaka, Nakano dan seorang lagi yang berjalan di belakang Kyoko dan Suzu melihat jelas tato naga di punggung mereka karena kemeja putih mereka agak basah. Tanaka akhirnya memberanikan diri bertanya.


“Kyoko chan, Suzu chan, tanya ya, kalian benar benar anggota Yakuza ya ? Tadi di kelas, aku melihat tato yang sama di punggung kedua suami kalian.”


“Yah memang kami Yakuza…..tidak masalah kan ?” Tanya Kyoko yang sensitif kalau di tanya seperti itu.


“Tenang saja, kami tidak seperti yang kalian kira….” Suzu menambahkan.


“Iya kami mengerti kok, tentu saja tidak ada masalah, justru kami senang melihat nya, kalian benar benar lain dari pada yang lain. Kita kan teman sekelas.” Nakano langsung maju dan menjawab.

__ADS_1


Kyoko dan Suzu pun langsung ceria dan tersenyum lebar. Selama ini, Kyoko selalu di jauhi oleh teman  teman nya karena status nya, sedangkan Suzu karena gosip yang berdedar dan kebetulan gosip nya berhubungan dengan Yakuza juga. Mendengar perkataan Nakano, tentunya mereka senang sekali.


Mereka akhirnya sampai di kelas, karena terlalu senang, tanpa sadar Kyoko langsung duduk di pangkuan Toshio dan Suzu memeluk Sho dari belakang. Semua teman teman sekelas tersipu sipu melihat mereka, termasuk Tanaka, Nakano dan seorang lagi. Tak lama kemudian, Hide dan Izumi masuk ke dalam kelas, Hide menoleh dan melihat mereka, kemudian langsung duduk menghadap ke depan. Begitu juga Izumi. Mata Toshio, Kyoko, Sho, Suzu pun menatap tajam  Hide dan Izumi yang duduk di depan mereka.


__ADS_2