
Kembali ke beberapa jam sebelum nya, Sho, Suzu dan Mio sampai di Kyoto, mereka melihat pulau terbang yang menutupi Kyoto. Kepanikan pun terjadi di setiap sudut kota. Pemerintah langsung mengevakuasi warga penduduk, masuk kembali ke dalam shelter perlindungan di bawah tanah. Sho, Suzu dan Mio langsung menuju gunung Kurama. Begitu sampai, mereka langsung mencari dan berkeliling gunung. Setelah itu mereka mendarat di kaki gunung kurama.
“Dimana letak altar nya…….”
“Di file tidak ada lokasi pastinya Sho san……”
Mio yang memiliki far sight melihat ada sebuah torii yang sudah hancur dan ada jalan naik ke atas. Mio langsung menghampiri Sho dan Suzu.
“Sho san, Suzu san, ikut aku……di sana ada torii yang terbengkalai, mungkin di atas nya ada kuil yang sudah tidak di pakai, kemungkinan altar itu ada di sana…..”
“Baiklah, pimpin jalan Mio chan……”
Sho dan Suzu langsung mengikuti Mio menuju torii yang terbengkalai itu, mereka langsung masuk dan naik tangga menuju ke atas. Begitu sampai di atas, mereka melihat sebuah komplek kuil yang sudah roboh, mereka langsung berlari masuk ke dalam kuil itu dan melihat ada sebuah lubang yang sangat besar di tengah tengah reruntuhan bangunan itu. Mereka langsung menghampiri lubang itu dan melihat ke dalam nya.
“Sho san, ada suara di bawah sana…..”
“Iya aku juga dengar Suzu san......”
“Hmm kalian tunggu di sini, biar aku yang turun….”
Ketika Sho mau melompat, tangannya langsung di pegang Suzu dan di tarik kembali.
“Kita bersama sama…..” Suzu mengucapkan nya dengan wajah serius.
Sho pun menoleh kepada Suzu dan kemudian menoleh kepada Mio, dia melihat wajah keduanya sangat serius.
“Baiklah, kita turun bersama sama, istriku, Mio chan….” Sho menjulurkan kedua lengan nya ke Suzu dan Mio.
Keduanya menyambut lengan nya dan langsung melompat turun ke bawah. Selagi mereka turun, tiba tiba di bawah mereka melihat cahaya terang benderang. Melihat cahaya itu, ketiganya langsung meluncur ke bawah. Begitu sampai, mereka melihat sebuah altar yang di selimuti cahaya terang. Mereka pun mendarat di samping altar itu sambil menutup mata mereka karena silau.
Tak lama kemudian sinar pun mulai meredup dan akhirnya menghilang. Sho pun membuka mata dan melihat ke arah altar. Dia sangat kaget karena Haruka sudah berada di depan nya sambil memeluk lehernya. Karena tangannya sedang menggandeng tangan Suzu, dia langsung menengok dan melihat yang dia pegang hanya pergelangan tangan Suzu yang terputus.
“Ara…sudah bangun Sho kun....apa kabar….” Haruka mengecup pipi Sho.
Tiba tiba dari samping kanan, Suzu maju menyerang dengan trident nya ke arah Haruka. Langsung saja Haruka melepaskan pelukan nya di leher Sho dan melompat kebelakang.
“Sho san sadarlah……aku di sini, tangan ku sudah tumbuh kembali……Sho san….”
“Ah iya, maaf Suzu chan….maaf…..Harukaaaaaaaa…….”
“Sho san, dia yang membunuh ku……” Mio mendarat di samping Sho sambil memegang perut nya.
“Ara….bisa hidup lagi rupanya hahahaha…..apa kabar Sho kun…kamu belum menjawab ku barusan…..”
Mereka pun melihat Haruka yang sudah menjadi mirip dengan Kyoko, bajunya seperti lingerie berwarna merah yang tebal, memakai spandek warna hitam panjang, boots warna merah high heels, dari pundak, siku dan lutut keluar tanduk kecil, giginya taring panjang sampai ke dagu, rambut nya menjadi warna merah darah dan memakai mahkota. Lengan nya seperti memakai sarung tangan sampai ke siku, dari punggung lengan nya keluar 3 buah pisau melengkung kecil dan jari jarinya memanjang dan tajam. Di punggung nya keluar sayap gargoyle besar.
“Harukaaaaaaaaa………” Sho berteriak geram melihat Haruka yang tersenyum meremehkan.
“Ara Sho kun, kenapa kamu kok seperti itu, kamu masih sayang kan sama aku hehehe……”
“Hei jangan sembarangan ya….aku istrinya…..dia milik ku, paham ?” Teriak Suzu dengan suara mengerikan.
“Hahahaha…..jadi kamu istrinya….Sho kun, siapa bilang kamu boleh menjadi milik orang lain selain aku…..hei istri Sho kun…siapa nama mu ?”
“Suzuno……” Suzu langsung maju menyerang dengan trident nya.
Mio pun langsung menembaki Haruka dengan bulu bulu besi nya. Sho masih diam saja karena dia masih kaget dan syok.
Suzu terus memburu Haruka yang hanya menghindar dan terbang melarikan diri, kedua tangannya di lipat di dadanya. Di wajah nya terlihat senyuman yang lebar. Pukulan dan tendangan Suzu semua di hindari nya. Akhirnya Suzu menjaga jarak.
“Wave splash…”
Sebuah ombak besar keluar dari belakang tangan Suzu dan langsung menyerang Haruka. Dengan hempasan tangannya ombak itu langsung hilang. Kemudian Suzu mengeluarkan jurus lainnya.
“Ice spear….”
Tombak tombak es yang banyak langsung menembak ke arah Haruka. Akhirnya tangannya bergerak dan dia mengeluarkan jari telunjuk nya. Semua tombak es yang mengarah padanya di hancurkan oleh jari itu.
“Ah hanya segini saja…..?”
Tiba tiba dari samping, Mio mendekati nya diam diam dan dari jarak tertentu. Mio langsung mengeluarkan jurus nya.
“Feather barrage…..”
Mio mengepakkan sayap nya dan bulu bulu nya menembak seperti senapan mesin. Semua bulu bulu yang di tembakkan mengenai Haruka dengan telak dan bertubi tubi sampai menimbulkan ledakan ledakan kecil dan berasap.
Ketika asap menghilang, Haruka masih berdiri dan membersihkan bajunya. Kemudian dia melihat ke arah Sho yang diam saja.
“Sho kun, istrimu kubunuh ya……”
Tiba tiba saja Haruka sudah berada di depan Suzu dan langsung menendang perut nya dengan tangan masih terlipat di dada.
“Aaahhhh…….” Suzu pun terpental dan menancap di dinding gua.
__ADS_1
Haruka tidak berhenti, dia terus menendangi Suzu yang berada di dalam tembok. Sho yang melihat itu menjadi sadar.
“Suzu chaaan……”
Sho langsung melesat dan menyabetkan sabitnya ke arah Haruka. Melihat Sho mendekat, Haruka pun menghindar dan melepaskan Suzu yang babak belur. Sho langsung mengeluarkan Suzu dari dinding yang berlubang.
“Maaf Suzu chan….aku tidak akan goyah lagi…gara gara aku kamu jadi begini.”
“Aku tidak apa apa Sho san, ayo kita maju berdua…”
“Iya istri ku, aku bersama mu…..”
Sho dan Suzu langsung maju bersamaan menyerang Haruka dengan kecepatan tinggi. Haruka masih meremehkan dan terbang menghindar. Tiba tiba Mio berdiri di depan nya dan langsung menembakkan bulu bulu nya. Haruka yang kaget mau tidak mau menangkis bulu bulu itu dengan tangannya. Kemudian dia berhenti,
“Hmm lumayan juga, ayo maju sekalian bersama…….” Tantang Haruka.
Tanpa banyak bicara, Sho langsung maju dan menyerang Haruka dengan pukulan dan tendangan, dia mengeluarkan jurus jurus karate nya yang di kombinasikan dengan sabit di kedua tangannya. Suzu pun langsung menyerang dengan kedua trident di tangannya dan tendangan secara bertubi tubi, serangan Suzu dan Sho silih berganti dan kompak. Dari belakang Mio juga menyerang dengan bulu bulu nya dan terus menembaki nya.
Haruka menangkis serangan dengan tangan dan kaki nya, dia juga menangkis bulu bulu yang di tembakkan Mio. Tiba tiba, Haruka berbalik dan langsung menyerang Mio yang berada di belakang nya. Mio yang sigap langsung mencabut dua bulunya dan memengang nya di kedua tangannya sebagai pisau. Mio langsung menangkis serangan cakar Haruka dan membalas menyerang dengan bela diri pisau nya. Pertarungan menjadi seru, karena Haruka di keroyok 3 orang dari jarak dekat. Senyuman nya tidak hilang dari wajah nya, dia terlihat senang dan menikmati nya.
Kemudian Haruka memukul ketiga nya di bagian perut dengan kecepatan kilat. Ketiganya langsung terpental. Melihat musuh nya terpental, Haruka langsung terbang ke atas keluar lubang. Sho yang baru berdiri langsung memapah Suzu, dia melihat Mio juga sudah bangun. Nafas mereka sudah ter engah engah. Kemudian mereka menyusul Haruka ke atas. Ternyta Haruka sudah menunggu mereka di atas.
“Lama sekali, aku sampai sudah sempat keliling dulu hahahaha……”
“Grrr…….awas kamu Haruka…..”
“Uh Sho kun, jangan begitu ah…aku kan masih sayang kamu…..tapi bohong…”
Haruka langsung berada di depan Sho dan memukul dari bawah ke atas menuju dagu Sho. Suzu langsung menangkis dengan tangannya dan perut Haruka di tendang oleh Sho sehingga dia mundur menjauh.
“Hebat, kalian benar benar suami istri rupanya…….”
Haruka langsung berada di belakang Suzu dan menyerang lehernya. Sho menangkis nya dengan sabit nya dan Suzu langsung menghujam perut Haruka dengan trident nya. Haruka yang terkena perut nya oleh tusukan trident Suzu menjadi mundur ke belakang.
“Aaah…..lihat nih, baju ku jadi sobek……”
Melihat Haruka yang tidak apa apa, Sho dan Suzu mulai gemetar. Sudah di keroyok tiga orang saja dia masih santai dan tetap tersenyum.
“Suzu chan, aku akan memakai pamungkas ku, tolong backup aku……”
“Baik Sho san, hati hati.”
“Death Transform.”
“Absolute Zero.”
Badai salju pun turun menghantam Haruka. Dengan secepat kilat, Sho yang sudah dalam bentuk hitam nya maju menyerang Haruka di tengah badai salju. Usaha Sho membuahkan hasil, dia berhasi menyabet badan Haruka dengan kedua sabit nya beberapa kali, Haruka pun terdesak mundur. Ketika badai salju mulai mereda, Mio mengeluarkan jurus nya.
“Typhoon….”
Muncul angin ****** beliung besar dari tanah dan menghantam Haruka.
“Bagus Mio.”
Sho langsung masuk ke pusaran angin itu dan langsung menyabetkan sabit nya berkali kali ke badan Haruka yang susah payah menangkis nya. Tiba tiba Haruka merentangkan tangannya.
“Main main cukup sampai di sini…..” Haruka berteriak dengan suara mengerikan.
Sasaran pertama nya Mio, dia langsung berada di depan Mio dan langsung memukul perut nya. Mio pun terpental jauh sekali dan jatuh di hutan. Setelah memukul Mio, Haruka langsung berbalik dan terbang ke arah Suzu. Sho langsung mengejarnya, dengan bentuk hitam nya dia bisa mengimbagi kecepatan Haruka. Melihat Haruka mendekat padanya, Suzu langsung mengeluarkan jurusnya.
“Leviathan….”
Badan Suzu menjadi besar sehingga terlihat dari kota, dia langsung menangkap Haruka yang sedang terbang ke arah nya. Sho yang melihat nya langsung mengayunkan sabit nya ke leher Haruka.
Haruka pun tersenyum dan dengan tenaga nya dia melepaskan diri dari Suzu dan langsung menghantam dagu nya yang besar. Suzu yang tidak sempat menghindar pun terkena telak dan badannya yang besar pun jatuh.
“Suzu….” Sho menoleh ke arah Suzu.
“Hoi menoleh kemana ?”
Haruka langsung menghujam perut Sho dengan cakar nya hingga menembus nya dan menendang lehernya. Sho pun terpental menghantam badan Suzu. Melihat Haruka yang menyerang maju, Suzu yang jatuh langsung mendekap Sho yang terlempar di badan nya yang besar. Tangan nya langsung memukul Haruka dan membuat Haruka langsung terpental jauh. Suzu berubah menjadi kecil lagi dan berusaha kabur dengan membawa Sho yang pingsan. Tiba tiba Haruka sudah ada di depan nya lagi.
“Hehe mau kemana suami istri yang tidak ku restui……”
Haruka langsung maju menyerang dengan cakar nya. Melihat itu, Suzu langsung membalikkan badannya dan melepaskan Sho yang di peluk nya. Perut Suzu langsung tertembus oleh cakar Haruka dan langsung di tariknya.
“Gah……” Suzu pun langsung muntah darah dan jatuh menyusul Sho.
Ketika Haruka bersiap menyerang, seekor burung yang sangat besar langsung menyambar Suzu dan Sho dengan kaki nya. Kemudian burung itu langsung terbang pergi menjauh dari sana. Haruka pun menghilang. Dia tiba tiba muncul di atas burung itu dan duduk di antara sayap nya.
“Yahooo….aku ikut yaaaaaa…..”
Burung itu terkejut dan langsung menyibakkan sayap nya. Haruka langsung menangkap kedua sayap nya dan merobek nya sehingga terlepas. Burung yang kehilangan sayap nya langsung meluncur jatuh menerobos hutan dan akhirnya jatuh ke tanah. Setelah berhenti dan terkapar, burung itu langsung berubah wujud menjadi Mio yang pingsan dengan sayap yang putus. Sho, Suzu dan Mio pun pingsan dan tidak bergerak. Haruka pun turun di depan mereka.
__ADS_1
“Yaaaah selesai deh…..ya sudah lah…selamat tinggal….”
Ketika Haruka bersiap menyerang, sebuah sinar berwarna putih dan besar datang mengarah ke Haruka. Karena kaget, Haruka pun terbang ke belakang sehingga dia tidak terkena sinar itu. Tiba tiba di depan ketiga orang yang pinsan itu muncul seorang anak berumur 13 tahun, berbadan naga, dia memiliki ekor yang tajam dan besar, badannya seperti manusia tapi bersisik naga berwarna hitam, di bagian depan nya seperti armor yang terbuat dari sisik yang besar dan keras berwarna putih, kaki nya seperti memakai boots yang terbuat dari sisik berwarna putih, tangan nya pun seperti memakai sarung tangan sampai ke siku dan di punggung lengan nya di lapisi sisik seperti armor berwarna putuh. Wajah nya manusia berambut hitam dengan sisik di sekeliling wajah nya. Dia memliki tanduk naga di kening nya dan di punggung nya keluar tanduk naga.
“Mundur nenek (baba) jelek……” Anak naga itu berteriak kepada Haruka dengan suara mengerikan.
“Heeee aku nenek (baba) jelek ? apa tidak salah….? Awas kamu kecil.” Tanya Haruka yang geram karena di bilang jelek.
“Aku tidak punya waktu meladeni nenek (baba) jelek….” Anak Naga itu langsung mendekati ketiganya dan mengambil ketiga tangan mereka. Kemudian mereka semua langsung menghilang.
“Hmm apa itu tadi……mereka jadi kabur deh….ya sudah lah….aku kembali saja ke pulau. Oh aku harus menghubungi Yuuta….anak kecil itu tidak bisa di anggap remeh.”
Haruka pun menelpn Yuuta dan menceritakan tentang anak naga itu. Setelah itu, Haruka pun langsung menghilang.
Kembali ke Sapporo, Irene sudah pasrah karena papa dan mama nya pingsan. Dia hanya bisa melihat dengan geram Yuuta yang mengambang di depan nya. Tiba tiba Yuuta mengangkat hp nya. Dia seperti berbicara dengan seseorang dan kemudian menutup hp nya. Setelah dia memasukkan hp nya ke kantong celana nya, dia mendekati Irene.
“Hey….kali ini kalian selamat ya….ne san ku sudah selesai dan dia menyuruh ku pulang karena ada hal penting….kasih tau senpai dan Kyoko chan, nanti kita main main lagi…..aku masih banyak pekerjaan bersama ne san hehehe…..bye bye….”
Yuuta pun langsung menghilang. Irene pun bernafas lega. Irene langsung mencoba menghubungi Sho dan Suzu melalui telepon milik Kyoko untuk minta bantuan. Tiba tiba seorang anak naga muncul di depan nya. Karena kaget, hp yang dipegang nya pun terjatuh dan mulut Irene menganga.
“Irene chan ?” Tanya anak naga itu dengan wajah polos nya.
“Eh….kamu kenal aku ? Gimana cara kamu ke sini ? Jangan jangan….”
Tiba tiba hp Kyoko berbunyi, ternyata yang menelpon nya adalah Haga.
“Irene chan, Ryuji menjemput kalian, tolong berpegangan dengan nya dan teleport ke fasilitas, Sho san, Suzu san dan Mio chan terluka parah.”
“Papa dan mama juga terluka parah Haga san. Cepat tolong kami, aku sendiri tidak bisa bergerak.”
“Ryuji sudah di sana kan, cepat pegang tangan…..”
Belum selesai Haga berbicara, hp Kyoko mati karena baterai nya habis.
“Aduuuh…..baterai nya kenapa bisa habis.”
“Irene chan….?” Tanya Ryuji sekali lagi.
“Iya ini aku, kamu siapa ?”
“Ryuji….kata papa nama ku Ryuji…….ini…..oni chan….one chan ?” Ryuji pun jongkok melihat Toshio dan Kyoko yang pingsan.
“Oni chan ? one chan ?”
“Iya….Irene chan, Oni chan, One chan……” Ryuji menunjuk ketiganya satu persatu dan menyebutkan nya.
“Tolong bawa kami pergi dari sini, kita bicara nanti……”
“Baiklah….” Ryuji langsung memegang tangan Toshio, Kyoko dan Irene. Kemudian mereka menghilang.
Mereka semua langsung sampai di pusat penelitian, Irene langsung melihat ada 5 buah ranjang. Di sana dia melihat Sho, Suzu dan Mio yang terbaring. Kemudian Haga di bantu oleh Ryuji menaikkan Toshio dan Kyoko ke ranjang nya.
Karena penasaran, Irene membuka status nya dan dia langsung melihat status Ryuji.
Race Bahamut
Class King of Dragon
Lv 1100
Str 600000
Mag 100000
Skill Dragon transform, Dragon breath, Mega blast, Claw blitz.
Passive Iron scale, super speed, super strengh, Primal Hunter, self healing.
Add Bleesing of Dragon God, teleport, Dragon wings
Weak None
“Wow…..dia kuat sekali, lebih kuat dari papa dan mama…..hebat….siapa dia sebenarnya, tunggu sisik itu.”
“Benar Irene sama, dia Draco yang kutanam di tubuh anak ku Reiji, dia lupa semuanya dan tidak ingat apa apa, jadi aku menamai nya Ryuji dan mengajari nya sedikit.”
“Oh begitu…baiklah aku mengerti…(tapi dia ingat aku, papa dan mama hmmm).”
“Irene sama, kita harus menolong mereka semua…….bantu aku …tidak ada waktu lagi.”
“Baik Haga san…”
Kemudian mereka langsung merawat Toshio, Kyoko, Sho, Suzu dan Mio yang pingsan dan terluka.
__ADS_1