Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
The Dragon child, Ryuji


__ADS_3

 Sementara di pulau terbang, Haruka sedang menunggu di dalam ruangannya. “Brak..” Pintu di buka kencang.


“One san, aku pulang…..” Yuuta masuk ke dalam ruangan itu.


“Hmmm……anak itu……” Gumam Haruka dengan wajah serius.


“One san ?” Yuuta pun bingung melihat Haruka bergumam sendirian.


Haruka menengok ke arah pintu dan melihat Yuuta yang berdiri di sana, kemudian dia berdiri dan berjalan ke arah Yuuta.


“Hei jangan panggil aku one san lagi ya…..kita sudah kembali ke awal kan….”


“Baiklah….lalu, kenapa kamu menyuruhku kembali ? padahal sedikit lagi aku bisa membunuh mereka.”


“Ini lihat…….” Haruka memberikan tablet nya.


Di dalam tablet itu ada rekaman video tentang  Ryuji yang tiba tiba muncul dan langsung pergi membawa Sho, Suzu dan Mio. Mereka langsung menghilang.


“Hmm naga ? dan seperti nya dia paling kuat di antara mereka semua.”


“Itulah kenapa aku panggil kamu kembali, aku tidak tahu mereka masih mempunyai kartu truf seperti ini untuk melawan kita.”


“Tapi kalau masalah kekuatan, kita tidak kalah Haruka….kenapa kita harus takut.”


“Dulu kita sempat kerepotan kan melawan naga yang ada di dunia demon, apa kamu lupa ?”


Mereka berdua pun terdiam, kehadiran Ryuji menjadi perhitungan yang serius bagi mereka. Alasannya karena mereka pernah di usir oleh Draconia yang waktu itu mengamuk di dunia demon dan mereka kalah telak. Walau saat itu, hanya Yuuta seorang yang berada di dalam dunia demon, sedangkan hanya kesadaran Haruka yang ikut bersama Yuuta walau tubuh nya masih di kurung. Mereka tau persis siapa Draconia itu.


“Pokok nya sekarang kita harus fokus untuk mencapai tujuan kita…….” Yuuta membuka pembicaraan kembali.


“Ya, saatnya mengambil apa yang menjadi milik kita berdua…..” Haruka menambahkan.


“Kita bangkitkan kembali semua pasukan kita dan kita musnahkan seluruh penghuni dunia ini dan dunia demon….mimpi kita hampir terwujud one san….”


“Iya outoto ku….mimpi kita hampir terwujud……”


“Hahahaha…….” Keduanya tertawa.


Kemudian mereka keluar dan memerintahkan anak buah nya untuk pergi ke timur dan mendarat di titik yang sudah mereka tentukan di samudra pasifik.


Sementara di pusat penelitian, Haga dan Irene masih merawat luka Toshio, Kyoko, Sho, Suzu dan Mio yang pingsan. Ryuji berjaga di luar dan memperhatikan pulau yang berada di atas kerajaan milik Raja Aries. Luka mereka sebenarnya sudah sembuh dengan sendirinya karena kekuatan penyembuh milik mereka, tapi mereka belum sadarkan diri.


Irene memeriksa semuanya dan mereka hanya tertidur. Irene Dan Haha pun menjadi lega. Kemudian mereka pun duduk di sebuah sofa yang ada di dalam ruangan sambil menjaga Toshio dan lainnya.


“Haga san, bisa ceritakan pada ku soal Ryuji ? dan kenapa ruangan ini berantakan, semua tabung tabung pecah ?”


“Jadi begini Irene sama, waktu aku berhasil menghidupkan kembali Mio, dia mempunyai usul untuk menggabungkan sisik Draco dengan tubuh anak ku yang memang aku buat tanpa dna demon tercampur di dalam nya. Tujuan ku awalnya supaya anakku bisa hidup sebagai manusia normal tanpa terpengaruh dengan hal hal seperti ini……”


Cerita kembali ke setelah Mio pergi untuk membantu Toshio dan lainnya.


Haga meminta bantuan Melech untuk memindahkan tabung berisi salinan anak nya yang tidak bisa hidup ke camp di perbatasan dan di balik tembok. Beberapa anak buah Melech berhasil memindahkan tabung itu dan semua peralatan Haga yang berada di dalam fasilitas keluar. Mereka juga membunuh zombie zombie yang masih tersisa, Alasan pemindahan adalah supaya Haga memiliki cukup waktu untuk menggabungkan tubuh anak nya dengan sisik Draco, sebab beberapa jam di Jepang, berarti berbulan bulan di dunia demon.


Haga langsung memasukkan sisik Draco yang sudah dia sesuaikan sebelum nya ke dalam tabung anak nya. Setelah itu dia langsung menyalakan tabung nya dan proses pun di mulai. Gelembung gelembung cairan menutupi pandangan mereka semua sehingga proses penggabungan tidak terlihat sama sekali. Lalu Haga meminta beberapa anak buah Melech untuk menutupi tabung dengan tirai karena dia tidak mau melihat proses nya.


Setelah dua hari proses berjalan, akhirnya cahaya terang berwarna merah pun menerangi tabung itu dari dalam. Karena sudah di tutup tirai, cahaya hanya keluar dari celah celah tirai saja. 1 jam kemudian cahaya terang menghilang. Haga langsung membuka tirai nya dan melihat wujud anaknya berubah menjadi manusia yang bercampur dengan naga. Haga langsung membuka tabung nya dan mengeluarkan anak itu. Dia memeriksa tubuh anak itu dengan memasang beberapa kabel di tubuh anak itu, kemudian dia langsung ke konsol dan melihat monitornya.

__ADS_1


“Detak nya stabil, tidak ada kelainan di tubuh nya, susunan dna nya berbeda dengan manusia dan demon……..sejauh ini semua ok.”


Kemudian Haga meminta bantuan supaya anak itu di beri pakaian dan di baringkan di tempat tidur, Haga juga meminta supaya semua berjaga jaga kalau anak itu bangun, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau anak itu bangun.


Tak lama kemudian anak itu bangun. Mata nya yang terpejam mendadak terbelalak. Dia langsung duduk melihat sekeliling nya. Kemudian dia langsung melompat turun dari ranjang nya. Semua prajurit yang di sana pun langsung bersiaga. Anak itu mendekati seorang prajurit dan mengamati nya, kemudian dia langsung melompat ke punggung prajurit itu dan menciumi nya.


“Hiiii…..kenapa ini…..” Prajurit itu ketakutan.


“Tenang, jangan bergerak, dia hanya ingin tau……” Teriak Haga kepada prajurit yang sudah siap lari itu.


Kemudian, anak itu melompat dari satu prajurit ke prajurit lainnya. Tiba tiba dia menoleh ketika sedang berada di atas kepala seorang prajurit. Dia langsung melihat ke arah pintu gerbang dinding pembatas. Sebuah kereta kuda masuk ke dalam untuk membawa makanan. Sherry ada di dalam kereta itu. Anak itu langsung melompat dan menghampiri kereta itu karena mencium ada makanan di dalam nya. Dia langsung melompat masuk ke dalam kereta dan masuk ke sebuah peti makanan berisi daging dan lainnya.


Langsung saja anak itu makan dengan lahap nya. Akhirnya kereta pun berhenti karena pengemudinya lari ketakutan meninggalkan Sherry di sebelah nya. Dengan perlahan, Sherry melihat kebelakang, dia sebenarnya sangat ketakutan melihat anak yang berbentuk aneh itu. Haga langsung menghampiri Sherry dan menjelaskan siapa anak itu. Kemudian setelah Sherry mengerti dia bersedia membantu Haga untuk membujuk anak itu. Mereka langsung ke belakang kereta dan membuka tirainya. Anak yang sedang makan itu pun langsung menoleh kepada mereka.


“Papa….?” Gumam anak itu sambil memakan makanan nya.


“Kamu bilang apa ? kamu kenal aku…..?”


Anak itu langsung menunjuk ke arah Haga dengan jari telunjuk nya.


“Papa……”


Mendengar itu, Haga pun langsung menangis, dia tidak menyangka anak itu mengenalinya. Setelah menghapus air matanya, Haga pun naik  ke atas kereta.


“Hati hati Haga san…..” Sherry mengingatkan Haga, karena walau sudah di ceritakan dia masih merasa takut melihat wujud anak itu.


Haga langsung jongkok di depan anak itu yang berada di dalam peti makanan sambil makan.


“Enak makan nya ?” Tanya Haga perlahan.


“Anak baik……hahahaha…..”


Haga pun terus di dalam kereta menemani anak itu makan. Setelah selesai makan, anak itu pun langsung tertidur di dalam  peti makanan yang sudah kosong. Kemudian di bantu oleh Sherry dan beberapa prajurit, Haga menurunkan peti makanan itu dan membawa nya ke dalam fasilitas lagi.


Setelah anak itu bangun, dia bingung karena berada di dalam ruangan yang tidak dia kenal, kemudian dia memegang kepalanya dan bertanya kepada Haga yang ada persis di depan nya.


“Aku ini siapa ?”


Mendengar pertanyaan itu Haga menjadi bingung dan dia langsung duduk di sebelah anak itu.


“Apa kamu kenal aku ?” Tanya Haga.


“Papa….aku kenal…tapi aku siapa ? aku tidak ingat apa apa…” Jawab anak itu.


Kemudian Haga pun berpikir. Dia tau ada dua identitas di dalam tubuh anak itu, pertama adalah Reiji anak nya dan kedua adalah Draco. Ketika sedang berpikir, anak itu berdiri dan mulai berlari lari menghancurkan semua yang ada di dalam ruangan. Dia lakukan itu karena dia bingung Dan takut. Draco sangat membenci manusia, jadi melihat beberapa manusia yang ada di dalam tabung dia langsung menghancurkan nya.


Haga yang melihat itu langsung berusaha menangkap anak itu. Tiba tiba dia berteriak.


“Ryuji stoop….” Karena panik, Haga yang mau menyebut Reiji, lidah nya keseleo menjadi Ryuji.


Anak itu langsung berhenti dan menoleh kepada Haga. Dia langsung mendekati Haga.


“Aku….Ryuji ?” Dia bertanya sambil menunjuk dirinya dengan jari nya.


Melihat anak itu menjadi tenang karena di panggil dengan nama itu, Haga langsung jongkok dan memegang kedua pundak anak itu.

__ADS_1


“Benar, nama mu Ryuji, kamu anak ku….”


“Aku anak papa ?”


“Iya benar…kamu anak ku Ryuji…..”


Haga langsung memeluk Ryuji yang masih terbengong bengong. Tiba tiba air mata keluar dari mata Ryuji.


“Eh apa ini…..” Ryuji mengambil air matanya yang mengalir dengan tangannya.


“Itu namanya air mata Ryuji, berarti kamu senang sekarang….”


“Aku senang ? oh aku senang……” Di wajah Ryuji langsung terlihat senyuman yang lebar.


Kemudian Haga terus mengajari Ryuji secara perlahan, dia mengajak Ryuji keluar lagi ke dinding pembatas dan selama beberapa bulan Haga mengajari Ryuji tentang dunia dan kekuatan nya, dia juga melatih nya untuk siap bertempur.


Suatu hari, tablet di kantong Haga berbunyi, dia melihat Mio sedang dalam keadaan terjepit dan terbang melarikan diri membawa semuanya. Dia bisa melihat Mio karena dia selalu memantau Mio dengan chip yang di pasang di badannya. Berkat chip itu, dia juga bisa mengetahui di mana Mio berada.


Haga langsung memanggil Ryuji yang sedang bermain dengan pindah ke sana kemari dengan menggunakan teleport. Kemudian dia memberitahu Ryuji untuk pergi ke tempat Mio berada, yaitu Kyoto. Ryuji langsung pergi dan terbang melalui pintu gunung fuji, begitu keluar, dia langsung teleport ke Kyoto karena sudah di ajari Haga..


Begitu sampai dia melihat, Haruka yang sedang maju untuk membunuh Mio, yang di perkenalkan kepadanya oleh Haga sebagai one chan nya. Ryuji langsung menembakkan sebuah jurusnya dari kedua telapak nya.


“Mega Blast…..”


Sinar putih besar itu langsung menuju Haruka karena memang di arah kan oleh Ryuji.


Kembali ke masa sekarang,


“Begitulah ceritanya Irene sama…..”


“Klang……” Terdengar suara dari arah ranjang ranjang yang berada di dalam ruangan terpisah. Haga dan Irene langsung masuk ke dalam nya, ternyata Kyoko sudah bangun dan berdiri di sebelah Toshio, di bawah nya terlihat sebuah nampan yang jatuh. Kemudian terlihat Kyoko langsung memeluk Toshio dan menangis tersedu sedu.


“Toshi san….maafkan aku…kalau saja aku tidak maju….maafkan aku…..kamu jadi celaka karena aku……”


Irene pun langsung masuk dan memeluk mama nya dari belakang. Suzu dan Mio pun terlihat sudah siuman. Hanya tinggal Toshio dan Sho yang masih belum sadar karena selain luka mereka yang paling parah, mereka juga terkena serangan di mental mereka. Mereka harus melawan teman masa kecil mereka di depan mata mereka sendiri. Tiba tiba Ryuji masuk ke dalam ruangan itu.


“Papa…Irene chan……pulau bergerak…..”


Haga langsung keluar bersama Ryuji, mereka melihat pulau langsung bergerak ke timur dan menghilang, langit di atas tetap berwarna ungu dan gelap. Haga dan Ryuji masuk lagi ke dalam, mereka langsung menuju tempat Toshio dan lainnya di rawat dengan tujuan memberitahu Irene dan lainnya kalau pulau musuh sudah bergerak. Ketika mereka masuk ke dalam, mereka melihat Suzu sedang menangis tersedu sedu memeluk Sho dengan kondisi yang belum pulih dan Mio mengusap ngusap punggung Suzu sambil menangis. Kyoko pun menangis memeluk Toshio dengan meraung raung penuh penyesalan dan Irene yang sedang memeluk Kyoko dari belakang sambil menangis dan terus menghibur Kyoko.


“Ryuji, kita keluar dulu, biarkan mereka sendiri dulu…..”


“Baik papa……”


Haga pun menutup pintu dan keluar dengan menggandeng tangan Ryuji. Tiba tiba, Ryuji berhenti melepaskan tangan Haga dan dia langsung melihat tangannya.


“Papa…aku berubah…….”


Haga pun menoleh dan melihat Ryuji berubah menjadi manusia biasa, sama seperti yang lainnya. Ryuji menjadi seorang anak laki laki berumur 13 tahun yang terlihat normal, tinggi badannya sekitar 150cm, wajah nya terlihat muda sekali dan cukup tampan, matanya agak besar, rambutnya ikal berantakan berwarna hitam, wajah nya sedikit mirip dengan Haga dan matanya biru.


Melihat itu Haga pun menangis, karena wujud Ryuji sangat mirip dengan anak nya yang sudah meninggal, dia pun langsung berlutut dan memeluk Ryuji yang masih kebingungan dan tertegun melihat Haga dengan wajah tanpa ekspresi apa pun.


“Papa…kenapa menangis ? papa senang ?” Tanya Ryuji.


“Aku senang sekali Ryuji….aku senang sekali…..” Haga tersenyum lebar.

__ADS_1


Melihat itu, Ryuji pun langsung tersenyum lebar. Setelah itu, Haga dan Ryuji kembali ke fasilitas penelitian. Haga langsung menyelidiki apa tujuan musuh mereka sebenarnya.


__ADS_2