Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Moved to Sapporo


__ADS_3

Keesokan paginya, di ruangan kantor Toshio dan Sho. Suzu sedang menjelaskan bisnis terbaru mereka kepada Kyoko, yaitu sebuah perusahaan konstruksi bangunan dan hotel. Suzu kebetulan bertemu dengan pemilik perushaan yang hampir bangkrut karena perang. Awal nya Suzu hanya meminta di buatkan apartemen oleh mereka di lahan bekas rumah orang tua Toshio untuk tempat tinggal demon yang berada di Tokyo. Dia mendengar keluh kesah dari pemilik perusahaan dan akhirnya mengajak kerja sama atas seijin Sho. Suzu berencana mengajak Kyoko untuk mengelola bersama perusahaan itu dan membuat hotel yang di kelola oleh Yokomaru.


Sedangkan Sho juga sedang menjelaskan pemasukan dan pengeluaran perusahaan mereka kepadaToshio selama Toshio absen. Untuk bisnis hiburan malam, Sho menerangkan kepada Toshio kalau mereka harus menutup sebagian bisnis hiburan melam mereka di karenakan sepi pasca perang. Selain itu, Sho juga membahas bisnia apa yang cocok untuk mereka di benua yang baru muncul di samudra pasifik. Ketika mereka ber empat sedang serius, tiba tiba Haga datang bersama Kureha masuk ke dalam.


“Toshio san, Kyoko san, Sho san, Suzu san, mengenai sekolah kalian, aku sudah daftarkan kalian di sebuah sekolah privat di Sapporo, prefektur Hokkaido. Ini brosur nya silahkan di lihat.”


Haga pun menyerahkan brosurnya kepada Toshio dan lainnya. Mereka langsung melihat nya. Kyoko dan Suzu langsung menyingkir ke belakang sambil membawa brosurnya.


“Hmm Kazenami highschool……kenapa harus di Sapporo Haga san ?” Tanya Toshio.


“Karena di sana tidak ada yang kenal kalian, sekalian kita melebarkan sayap di sana.” Jawab Haga.


“Benar juga, tapi di sana ada Tatsumoto group kan, walau tidak sebesar kita tapi mereka juga perlu di perhitungkan.” Sho menambahkan.


“Itu makanya aku ajak Kureha ke sini….tolong jelaskan Kureha san.”


“Begini bos, sebelum aku bergabung di Yokomaru, aku pernah bekerja dengan mereka. Sebenarnya mereka mudah di ajak kerjasama, tapi pimpinan mereka yang sekarang yaitu Tatsumoto Genai sangat tertutup. Dan selesai perang kemarin, mereka jadi no 1 di Sapporo.”


“Lalu ? apa hubungan nya dengan kita sekolah di sana ?” Tanya Toshio lagi.


Kureha mengambil sebuah foto di saku nya dan langsung memperlihatkan foto nya kepada Toshio dan Sho. Melihat foto itu, Toshio dan Sho kaget, kemudian mereka langsung bertanya.


“Kureha san, foto ini kapan di ambil nya ?” Tanya Sho.


“Minggu lalu bos, di sebelah kiri adalah pimpinan Tatsumoto yang bernama Tatsumoto Genai. Mereka bertemu di Sapporo.”


“Hmm menarik…..sudah cek basement kita belum ? bukankah orang ini kita kurung di sana ?” Tanya Toshio.


“Sudah bos, waktu sehabis perang, kita semua langsung berberes dan mengecek semuanya. Dia di temukan sudah tidak bernyawa di kurung di dalam es di basement.”


“Lagi lagi bukan dia yang asli……kenapa orang ini selalu muncul dan apa lagi yang dia rencanakan ?” Tanya Sho.


“Itulah kenapa aku mendaftarkan kalian semua di Sapporo…..karena anak dari Tatsumoto Genai juga baru masuk sekolah di sekolah yang sama. Aku yakin kalian pasti tertarik untuk menyelidiki nya.” Haga menjelaskan.


“Ya, kita harus tau apa yang dia rencanakan, jangan sampai terjadi lagi bencana seperti perang kemarin. Lagipula aku masih punya urusan sama dia.”


“Sama Toshi, semua punya urusan sama dia…..”


“Lalu semua berkas sudah beres Haga san ?” Tanya Toshio lagi.


“Sudah, Toshio san akan mulai dari kelas 2, sedangkan Sho san, Kyoko san dan Suzu san akan mulai dari kelas 1.”


“Hah…aku sendirian di kelas 2 ? Tolong pindahkan orang ini bersama ku di kelas 2.” Toshio menunjuk Sho di sebelah nya.


“Eh Toshi, waktu itu kan aku mati di kelas 1, jadi ya memang harus masuk ke kelas 1 dong, gimana sih kamu……”


“Kalau begitu pindahkan aku ke kelas 1 juga, lalu anak dari pemimpin Tatsumoto di kelas berapa ?”


Haga langsung membuka catatannya dan melihat nya. Dia mencari cari di data nya. Akhirnya dia menemukan nya.


“Dia juga masuk di kelas 1….”


“Baiklah, tolong di atur Haga san, pindahkan aku ke kelas 1, tidak masalah mulai lagi dari awal, lagipula dulu aku juga di penjara kan…dan tujuan kita sekolah hanya untuk lulus saja demi bisnis kita.”


“Baiklah Toshio san, aku akan mengaturnya, oh ya, aku sudah membeli rumah juga di Sapporo sebagai investasi seperti yang di perintahkan, jadi selagi kalian sekolah di sana, pakai saja rumah itu. Aku permisi dulu, sore ini ada klien kita yang mau datang di kantor cabang Tokyo.”


“Baik Haga san, terima kasih ya…..”


“Aku juga permisi dulu bos……” Kureha pun berdiri.


“Sebentar Kureha san, selagi kita sekolah, Kureha san sebagai wakil tolong tangani semua di sini dan kalau ada apa apa langsung kontak saya atau Toshi.”


“Baik bos Sho, bos Toshio….saya permisi dulu…”


Kureha pun menyusul Haga yang menunggu nya dan mereka langsung keluar dari ruangan. Sesudah pintu di tutup, wajah Toshio dan Sho mulai serius.


“Semoga tidak ada masalah lagi Sho….jujur saja melihat foto si botak itu aku jadi khawatir.”


“Sama Toshi, nanti kita cari tahu saja, masuk sekolah hanya tinggal 2 bulan lagi kan, selama itu kita buat persiapan dulu.”


Tiba tiba Kyoko dan Suzu memeluk Toshio dan Sho dari belakang. Mereka terlihat ceria dan bersemangat.


“Kenapa Kyoko ? kok kamu senang banget ?”


“Jelas dong, kita sekolah lagi, di sekolah bagus lagi….dan tanpa ada masalah di sana….”


Toshio dan Sho pun langsung diam. Suzu yang melihat kedua nya diam, dia langsung bertanya sambil mencubit pipi Sho.


“Sho san, ada yang belum kamu katakan kepada kita berdua ?” Tanya Suzu.


“Sudah lah Sho, jelaskan saja ke mereka, suatu saat mereka juga harus tahu kan….”


“Ya sudah….tadi kenapa kalian berdua kebelakang ?”


“Lihat brosur harus konsen, benar ga Suzu chan….”


“Benar, Kyoko chan hehe……”


Kemudian Toshio dan Sho menceritakan apa yang terjadi dan kenapa mereka bersekolah lagi di Sapporo. Sho juga memperlihatkan foto yang di berikan Kureha kepada Kyoko dan Suzu. Mendengar cerita Toshio dan Sho, kemudian melihat foto yang di berikan mereka, Kyoko dan Suzu langsung lemas.


“Masalah lagi….baru kupikir kita akan hidup tenang dan nyaman, iya kan Suzu chan….”

__ADS_1


“Iya Kyoko chan, baru kita berencana mau serius sekolah lagi….dan kenapa selalu si botak ini muncul menghalangi.”


Kyoko dan Suzu pun murung sambil duduk di sebelah suami suami mereka. Toshio dan Sho kemudian menghibur mereka. Melihat orang di foto itu, pikiran mereka langsung berputar kembali ke kejadian kejadian yang di sebabkan oleh orang itu sebelum nya. Foto yang sedang bersama dengan pemimpin Tatsumoto adalah Goro yang ternyata masih hidup.


Dua hari setelah nya, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu mulai pindah ke Sapporo untuk menempati rumah yang sudah Haga beli atas seijin mereka. Di bandara, mereka bertemu dengan Irene, Mio dan Ryuji yang juga mau berangkat ke Tokyo. Setelah berpamitan, mereka semua masuk ke dalam pesawat tujuan masing masing. Pesawat pun terlihat kosong dan sepi, tapi ada beberapa demon yang ikut naik bersama mereka. Melihat pembauran itu, Toshio dan Kyoko pun menjadi senang.


“Benar benar pemandangan yang baru ya Toshi san…..semoga selamanya seperti ini….”


“Iya, aku juga berharap demikian, damai rasa nya melihat demon dan manusia bisa tertawa tawa seperti itu haha…..”


“Semua sudah berubah Toshi san, menuju ke arah yang lebih baik…..”


“Ya, dan tidak akan kubiarkan siapapun merusak nya……”


Toshio pun merangkul Kyoko di sebelah nya. Mereka juga melihat Sho dan Suzu saling merangkul di sebelah mereka. Setelah pramugari menjelaskan prosedur keselamatan, pesawat langsung berangkat.


Perjalanan dari Fukuoka menuju Sapporo sekitar dua jam, ketika sampai, mereka langsung keluar dari bandara dan di jemput oleh sebuah mobil limo hitam. Setelah memasukkan barang mereka ke bagasi, mobil langsung berangkat menuju rumah mereka. Setelah setengah jam perjalanan, mereka sampai di sebuah rumah besar, tradisional jepang yang di sesuaikan dengan model jaman sekarang. Pagar rumah itu sangat tinggi dan di selimuti tanaman rambat. Begitu masuk gerbang, mereka melihat banyak anak buah mereka berjaga, dua orang tukang kebun dan beberapa asisten rumah tangga.


Jarak sekolah baru dari rumah mereka cukup jauh sehingga harus menggunakan kereta, tapi Toshio dan Sho menolak dan memilih naik motor besar milik mereka ke sekolah. Mereka tinggal di sana selama 2 bulan untuk penyesuaian lingkungan.


Kondisi kota Sapporo, sama dengan kota kota lain yang sudah sepi karena banyak penduduk yang menjadi korban di perang setengah tahun lalu. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu sempat mengunjungi tugu peringatan untuk memberi penghormatan kepada korban yang meninggal dan hilang di dalam peperangan.


Akhirnya hari pertama masuk sekolah pun tiba, Toshio dan Sho menunggu di halaman rumah dengan motor mereka. Seragam mereka blazer biru tua, memakai kemeja putih dan dasi merah, dengan celana kain kotak kotak kecil berwarna biru. Mereka memakai sepatu sekolah berwarna hitam. Karena badan mereka berdua besar dan kekar, mereka tidak mengancingkan blazer nya dan lengan nya di gulung sampai ke siku. Rambut mereka berdua kembali menjadi pirang.


“Kyoko lama……”


“Sabar Toshi, perempuan memang begitu kan hahahah……tapi kita sudah menunggu 30 menit ya.”


“Nah itu dia, makanya aku bilang lama…..”


“Siapa yang lama….” Teriak Kyoko dan Suzu yang baru keluar.


Toshio dan Sho langsung menoleh. Kyoko dan Suzu memakai seragam blazer biru tua, kemeja putih di dalam dan di lapisi sweater, memakai pita berwarna merah dan rok biru kotak kotak kecil di atas lutut, mereka juga memakai stocking warna hitam dan sepatu sekolah warna hitam. Rambut Kyoko yang sebelum nya lurus dan berwarna hitam, sekarang menjadi lurus sampai di punggung dan berwarna pirang. Sedangkan Suzu yang sebelum nya rambut bergelombang panjang hitam, di ikat pony tail dan berwarna pirang. Mereka juga tidak mengancing blazer nya karena memakai sweater di dalam nya. Lengan blazer mereka di gulung sampai ke siku.


“Istriku cantik sekali….” Pikir Toshio dan Sho yang menoleh kebelakang.


“Yuk kita berangkat…….” Kyoko langsung naik membonceng motor Toshio.


“Yuk…..Sho san….” Suzu langsung membonceng motor Sho.


Anak buah mereka langsung membuka gerbang dan mereka langsung berangkat. Di perjalanan, Kyoko dan Suzu berdiri karena jalanan yang sepi. Mereka akhirnya sampai di gerbang sekolah. Karena banyak orang, “Tret tet tet….” Toshio membunyikan klakson nya. Semua murid di depan mereka langsung menyingkir kepinggir. Mereka langsung masuk dengn santai nya melewati murid murid yang menyingkir itu. Para siswa siswi yang melihat mereka mulai bergosip, tapi Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu tidak terpengaruh.


Mereka berhenti persis di depan gedung dan parkir di depan nya, kemudian mereka turun dari motor. Sho melihat rambut Suzu yang di ikat pony tail,


“Suzu chan, tato di punggung mu terlihat loh di pangkal leher mu, apa ga sebaiknya rambut mu di turunkan saja ?” Tanya Sho.


“Ah kan yang lihat cuma kamu Sho san. Ga ada yang lihat kan ?”


“Coba deh lihat sekeliling……”


Tiba tiba seorang petugas keamanan menegur mereka.


“Maaf, tapi tidak boleh parkir motor di depan gedung utama, silahkan di pindahkan ke samping dekat tempat sepeda.”


“Baiklah, maaf pak….”


Kemudian Toshio dan Sho pun memindahkan motor mereka di ikuti Kyoko dan Suzu. Semua siswa dan siswi pun bertanya tanya, kok mereka nurut dengan petugas keamanan. Setelah itu, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu langsung ke papan pengumuman di depan gedung utama untuk melihat pembagian kelas mereka. Semua yang ada di sana menyingkir melihat ada mereka di situ.


“Hmm kita semua di kelas 1-3…..” Gumam Toshio.


“Loh Toshi san kan harus nya kelas 2 ?” Tegur Kyoko.


“Hehehe dia takut sendirian di kelas 2, waktu itu minta aku temani tapi ogah…..” Sho meledek Toshio.


“Hahaha begitu ya….ya sudah bagusan gini kan..benar ga Kyoko chan ?”


“Benar sih, tapi masa aku sekelas sama suami ku sih…….mau nya kan beda….”


Mendengar perkataan Kyoko, semua siswa dan siswi menoleh kepada mereka. Gosip mulai merebak di antara siswa dan siswi.


Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu cuek saja, mereka langsung menuju gedung utama untuk masuk ke kelas mereka. Ketika mereka sudah sampai di pintu masuk. Di gerbang terlihat sebuah mobil mewah datang. Seluruh siswa pun menoleh ke pagar termasuk Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu. Seorang siswa turun dari mobil, badannya tidak terlalu besar, tapi tegap. Rambut nya berantakan dan berwarna coklat, dia terlihat sangat narsis. Toshio dan Sho mendengar pembicaraan 2 orang siswa di sebelah mereka.


“Hei itu kan Tatsumoto kun…..dia tetap populer ya, sama seperti di middle school…huuuh….gimana kita bisa dapat pacar kalau gini…”


“Jangan terlalu di besar besarkan, wajah nya biasa saja sebenarnya, hanya saja keluarga nya kaya, jadi seperti pangeran.”


“Yo, kalian kenal dia ?” Tanya Toshio kepada 2 siswa di sebelah nya.


“Iya, kita sama sama di middle school……maaf kami permisi dulu.” Kemudian kedua siswa itu pergi meninggalkan Toshio dan Sho.


“Huh baru aku mau bertanya lagi…..”


“Yah begitulah…..mereka takut lihat wajah mu Toshi hahaha….”


“Grrr memang kenapa wajah ku….”


Kemudian mereka juga melihat seorang siswi perempuan turun dari mobil itu dan berjalan di belakang siswa laki laki tadi. Pandangan matanya tajam sehingga banyak siswi yang tidak berani mendekati siswa laki laki di depan nya. Kemudian Kyoko langsung menarik tangan Toshio dan Suzu menarik tangan Sho. Akhirnya mereka masuk ke kelas mereka.


Toshio duduk di baris kelima paling belakang dan di sebelah jendela, Kyoko duduk di depan nya. Sedangkan Sho duduk di baris ke empat paling belakang dan Suzu duduk di depan nya. Seluruh teman sekelas mereka pun menjauh dan tidak ada yang berani mendekat. Siswa narsis itu masuk ke kelas bersama dengan siswi yang turun dari mobil bersama nya. Dia langsung duduk di depan Kyoko dan siswi itu langsung duduk di depan Suzu. Siswa narsis itu langsung menoleh kebelakang setelah duduk,


“Halo, perkenalkan, nama ku Tatsumoto Hideaki…nama kamu siapa ?” Sapa Hide.

__ADS_1


“Yoshioka Kyoko…..salam kenal….” Balas Kyoko seadanya.


“Oh baik, kalau yang di samping nya ?” Tanya Hide sambil menoleh ke Suzu di samping Kyoko.


“Amatora Suzuno….salam kenal….” Balas Suzu seadanya.


“Hideaki sama, mereka berdua menjadi risih, silahkan lihat kedepan….” Tegur siswi di samping Hide sambil melihat ke arah Kyoko.


“Diam Izumi, aku hanya mau menyapa teman teman sekelas……” Jawab Hide ketus.


“Maaf Hideaki sama…..” Izumi pun menunduk.


Karena merasa di tegur dan malu, Hide pun langsung berbalik dan melihat ke depan. Toshio langsung mencolek punggung Kyoko.


“Kyoko, kamu kok galak sekali…..kita kan mau cari info.” Bisik Toshio.


“Kamu kan tahu Toshi san, aku anti laki laki kecuali kamu……aku tidak mau kalau harus cari info dari dia, mending aku cari info dari sebelah nya saja.” Bisik Kyoko yang menoleh kepada Toshio.


“Suzu chan, kamu juga kenapa galak galak…..” Bisik Sho kepada Suzu.


“Huh…aku sama dengan Kyoko chan…kamu kan tau Sho san….” Bisik Suzu sambil menoleh dan cemberut.


Toshio dan Sho pun jadi saling menoleh dan mengangkat pundak mereka. Tiba tiba Hide pun keluar dari kelas, Izumi langsung menoleh kepada Kyoko dan Suzu. Izumi langsung menunduk di hadapan Kyoko dan Suzu.


“Maafkan tuan muda, Yoshioka san, Amatora san, dia hanya mau berkenalan saja sebenarnya, kalian tidak perlu risih….”


Kyoko dan Suzu langsung saling melihat satu sama lain, mereka akhirnya tidak marah dan risih lagi.


“Tidak apa apa…nama kamu siapa ?” Tanya Suzu.


“Nama ku Natsuki Izumi, aku teman masa kecil sekaligus pengawal Hideaki sama…”


“Oh begitu, salam kenal ya Natsuki chan, aku Yoshioka Kyoko dan yang bertanya Amatora Suzuno. Di belakang ku, suami ku, Yoshioka Toshio dan di belakang Suzu chan, suami nya, Amatora Shouichi.”


“Eh…suami ?” Tanya Izumi bingung.


“Iya suami, kenapa ?” Tanya Kyoko lagi.


Wajah Izumi langsung merah, kemudian dia memalingkan wajah nya sebentar. Kemudian dia menoleh lagi kepada Kyoko dan Suzu, wajah nya sudah tidak merah lagi.


“Yoshioka san, Amatora san, aku harus menyusul Hideaki sama dulu ya….nanti kita ngobrol lagi….” Izumi menunduk dan langsung berdiri.


Kemudian Izumi langsung berlari keluar kelas. Kyoko yang melihat nya pun heran.


“Aneh dia….” Gumam nya.


“Kyoko, kamu memang benar benar tidak peka sama sekali ya…..”


“Apanya ? memang aku bicara apa ?”


“Percuma Toshi…dia tidak mengerti hahahah……” Sho meledek Kyoko.


“Kyoko chan, kita ini masih kelas 1 sma, kalau kamu bilang kamu sudah menikah dan suami mu duduk di belakang mu wajar ga ?” Tanya Suzu.


“Wajar saja, memang benar kan ? aneh ah…..”


Toshio, Sho dan Suzu pun diam dan geleng geleng kepala.


“Ya sudahlah, tidak usah di bahas, terserah kamu saja Kyoko…..” Toshio memegang kepala Kyoko.


Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi, seluruh siswa masuk ke dalam kelas, suasana langsung menjadi hening, tidak ada seorang pun yang berani menengok ke belakang. Guru pembimbing masuk tak lama setelah bel. Setelah berdiri dan memberi hormat, kemudian para siswa duduk kembali. Setelah guru pembimbing memberi pengarahan, perkenalan dimulai.


“Sekarang yang paling belakang dekat jendela tolong mulai memperkenalkan dirinya, kemudian ke depan nya dan seterusnya.” Guru pembimbing menunjuk Toshio yang berada di paling belakang sebelah jendela.


Toshio langsung menggeser kursinya dan berdiri.


“Yoshioka Toshio, salam kenal……”


Selanjutnya Kyoko berdiri dan meperkenalkan dirinya.


“Nama ku Yoshioka Kyoko, salam kenal…….”


Kemudian perkenalan berlanjut dari Hide sampai ke Izumi. Setelah itu giliran Suzu.


“Nama ku Amatora Suzuno, salam kenal dan mohon kerjasamanya…..”


Ketika Suzu duduk, Sho di belakang nya langsung berdiri.


“Amatora Shouichi…….”


Sho pun duduk kembali, kemudian perkenalan di lanjutkan sampai seluruh kelas sudah memperkenalkan diri. Guru pembimbing yang membaca daftar murid melihat ke arah Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu. Dia pun bertanya,


“Kalian memiliki nama keluarga yang sama, apa kalian kakak beradik ?”


Kyoko langsung berdiri dan berjalan ke depan menghampiri guru pembimbing.


“Aku dan suami ku nama nya sama sensei…..bisa kan tidak tanya tanya……” Kyoko berdiri di depan guru.


“Ah iya….maaf……..” Guru pembimbing pun takut.


Toshio langsung lari ke depan dan membawa Kyoko kembali ke tempat duduk nya. Sho tertawa terbahak bahak melihat nya dan Suzu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Wajah Toshio pun mejadi sangat merah dan wajah Kyoko cemberut.

__ADS_1


“Toshi…istrimu malah pengumuman hahaha….” Bisik Sho.


“Diam Sho…diam……” Balas Toshio dengan wajah merah.


__ADS_2