Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
New mystery found at Kyoto


__ADS_3

Toshio dan Kyoko terus menghancurkan bisnis bisnis milik Yamashita group, khusus nya bisnis malam mereka. Tiga hari pun berlalu sejak mereka datang ke Kyoko. Ini adalah waktu terlama bagi mereka untuk diam di satu kota. Mereka akhirnya sadar kalau cara mereka kurang efektif. Setelah selesai menghancurkan 1 bar milik Yamashita group mereka pergi ke gunung kurama. Begitu sampai mereka berhenti di sebuah kuil yang sudah terbengkalai dan turun. Mereka langsung berubah menjadi wujud asli nya.


“Toshi san…ini aneh….mereka diam saja, bahkan saat kita berwujud manusia pun tidak ada yang mendekati kita sama sekali. Aku jadi bertanya tanya, apa benar musuh kita di Kyoto ?”


“Hmm pertanyaan mu sama dengan ku Kyoko….mungkin tidak manusia gendut itu membohongi kita hanya untuk mencari selamat ?”


“Bisa jadi….dimana lagi kita bisa cari petunjuk.”


“Saat ini aku mentok Kyoko.”


Mereka berdua pun berpikir dan terus mengurutkan kejadian demi kejadian. Tiba tiba di bawah bukit kuil terbengkalai tempat mereka sekarang beristirahat, terdengar suara banyak mobil yang berhenti.


“Sepertinya ada yang datang….”


“Benar Toshio san….lallu kita kemana ?”


“Cepat Kyoko, kita masuk ke dalam hutan, aku mendengar banyak langkah kaki naik ke sini.”


Toshio langsung berdiri dan menarik Kyoko supaya berdiri. Mereka pun segera masuk ke dalam semak semak yang berbatasan dengan hutan di belakang kuil. Toshio dan Kyoko mengintip dari semak semak untuk melihat siapa yang datang.


Banyak orang naik ke atas dan berdiri di halaman depan kuil. Mereka seperti sedang melakukan pertemuan. Karena gelap wajah mereka tidak terlihat jelas. Toshio dan Kyoko maju sedikit supaya mereka bisa melihat siapa yang datang. Setelah maju sedikit, suara orang yang berbicara pun mulai terdengar.


“Rencana kita berhasil, 4 keluarga besar di jepang sudah habis, pertama Gonzo, kedua Matsuoka, ketiga Asakura dan terakhir Yamashita. Sekarang kita bisa ambil alih semuanya.” Kata seorang pria yang tidak jelas wajah nya.


“Benar…rencana 5 tahun akhirnya selesai hari ini….sekarang untuk kedepan nya bagaimana…kita tetap berkerja sama kan….” Kata seorang pria yang wajah nya juga tidak jelas.


Toshio dan Kyoko yang berada di dalam semak pun mendengar nya. Toshio mengenali suara dari salah satu orang yang berbicara itu. Dia pun langsung maju perlahan untuk memastikan. Begitu dia bisa melihat nya, dia sangat kaget. Lalu dia menoleh kepada Kyoko yang ada di belakang nya.


“Ada apa Toshi san…?”


“Kamu tidak akan percaya…sini mendekat di samping ku.”


Kyoko pun maju mendekat di sebelah Toshio. Kyoko pun langsung kaget dan menutup mulut nya agar tidak berteriak. Ternyata yang berada di depan mereka dan sedang berbicara adalah pria botak yang sudah 2 kali mati di bunuh oleh nya, pertama di hisap darah nya sampai kering oleh Kyoko dan kedua di Kyushu, di kuil Suzu chan dengan kepalanya yang di cabut dari badan nya.


“Tidak mungkin……kenapa ? apa dia benar benar abadi ?”


“Aku tidak tahu….yang jelas dia berperan penting di semua insiden ini…..”


“Boleh aku keluar ?”


“Jangan….kita diam dulu….aku mengerti perasaan mu, sebab perasaan ku juga sama, dia salah satu pembunuh orang tua ku.”


“…..Aku mengerti….dia salah satu yang membunuh nenek juga…..”


“Dia mungkin dalang di balik semua ini, dia muncul di semua keluarga….”


“…..iya.”


Kyoko tidak bisa bicara apa apa lagi, badannya gemetar dan mengigil, perasaan kesal, marah, ragu, dan lainnya semua bercampur di dalam batin nya. Dia meremas tangannya sendiri sampai mengeluarkan darah dan matanya meneteskan air mata saking menahan amarah. Toshio langsung mendekap nya dan membawa Kyoko mundur sebentar.


“Kyoko tenang, sekarang kita mundur dulu…..ayo….”


“Tapi..dia di depan mata…..”


“Ingat, dia sudah 2x kamu bunuh….”


Kyoko pun terdiam dia mengerti maksud dari Toshio.


“Kita selidiki dulu siapa ossan itu sebenarnya….”


“Iya Toshi san…maaf aku jadi seperti ini.”


Toshio langsung mencium Kyoko yang sedang bingung dan bimbang. Kyoko pun memejamkan matanya, akhirnya dia memeluk Toshio sambil menitikkan ait mata.


“Kyoko, kalau di kehidupan ini aku kehilangan dirimu lagi…aku tidak tau apa yang akan aku lakukan.”


“Iya aku mengerti, aku pun sama….”


“Kita dengarkan mereka bicara apa….”


Mereka pun kembali maju dan mendengarkan pembicaraan mereka kembali. Setelah melihat pria botak itu, mereka berusaha untuk mengetahui siapa lawan bicara nya. Karena dari suaranya mereka mengenali nya juga.


“Tapi kita masih ada penghalang….putra kedua Gonzo dan anak tunggal Matsuoka hilang dan tidak terdeteksi. Untuk Asakura dan Yamashita sudah beres, kita harus berterima kasih kepada kedua makhluk itu hehe.”


“Jangan lengah…kita tetap harus bergerak, kemarin aku menaruh hasil percobaan kita di kediaman Matsuoka, percobaan itu hilang tanpa jejak entah kemana dan rumah itu sudah hancur dan dua makhluk itu muncul sewaktu aku sedang menikmati daging putri duyung.”


“Mungkin tidak anak anak kecil itu yang menghancurkan nya…?”


“Tidak mungkin….kekuatan milik kelinci percobaan kita jauh lebih besar dari siapapun. Pasti dia hancur sendiri karena belum sempurna.” Ujar si pria botak.


Toshio dan Kyoko pun menjadi geram,  sedih, kesal, marah dan lainnya karena mendengar percakapan itu, tapi mereka tetap menahan diri sampai mereka tau yang sebenarnya dan siapa sebenarnya si pria botak itu.

__ADS_1


Kemudian mereka terlihat bersalaman, lawan bicara pria botak itu akhirnya maju dan wajah nya langsung terlihat karena cahaya lampu. Toshio dan Kyoko makin geram ketika melihat orang itu yang ternyata adalah Jouji. Setelah bersalaman mereka semua langsung keluar dari torii yang sudah hancur dan menuruni bukit.


Toshio dan Kyoko pun keluar dari semak semak dan duduk di belakang kuil yang sudah hancur.


“Toshi san, sepertinya semua ini lebih besar daripada yang kita kira sebelum nya….”


“Iya, jadi percobaan yang dimaksud si botak itu adalah Sho……”


Wajah Toshio pun langsung berubah menjadi marah, Kyoko yang berada disebelah nya langsung memeluk nya.


“Toshi san…jangan emosi…aku tau…aku juga merasakan nya….”


“Aku mengerti……”


Mereka pun langsung terdiam dan termenung. Mereka coba mengulang kembali apa yang pria botak dan Jouji katakana barusan.


“Kalau Gonzo sudah habis….sisa aku ? Aniki…..”


“Dan kalau Asakura juga habis….oh tidak…Suzu chan….”


Toshio pun berdiri dan mengambil hp nya. Dia mencoba menelpon Akito.


“Tut….tut….cklek…”


Telepon nya tidak di angkat, kemudian dia mencoba sekali lagi dan hasil nya sama. Kyoko mencoba menghubungi Suzu dan hasil nya pun sama. Toshio dan Kyoko pun melihat satu sama lain, wajah mereka berdua sangat cemas. Mereka terus mencoba menghubungi Akito dan Suzu.


Setelah berkali kali mencoba dan tetap tidak tersambung, mereka berdua pun terduduk dan saling merangkul.


“Ini gawat…sangat gawat…..selain nasib aniki dan Suzu chan…ada satu lagi yang aku khawatirkan….”


“Iya…tentang Sho kan ?”


“Benar, kalau yang kemarin itu percobaan yang belum sempurna, berarti kalau sempurna……..


“Aku…tidak bisa membayangkan nya……”


Mereka berdua pun terdiam dan saling merangkul. Badan mereka berdua menjadi menggigil dan gemetar, karena mereka tau sekarang kalau musuh mereka adalah sebuah organisasi besar yang bergerak di belakang layar. Tapi niat mereka untuk membalas semuanya belum padam.


“Apa yang sekarang harus kita lakukan sekarang Toshi san ?”


“Pertama kita kembali ke Okinawa, kemudian kita pulang ke Tokyo….setelah memastikan semua, kita bisa mulai selidiki ossan botak dan Tenjo.”


“Aku setuju….kita akan pastikan semuanya. Aku menyesal tidak menghabisi nya sewaktu di ballroom itu.”


Toshio menengadah ke atas.


“Aniki….semoga dia baik baik saja….” Pikir Toshio dalam batin nya.


Semua kejadian dari awal pun berputar di kepala mereka, walau begitu musuh mereka yang sebenarnya belum ketahuan. Mereka pun tertidur di belakang kuil. Kyoko tertidur sambil menggigit lengan Toshio dan menghisap darah nya.


Keesokan harinya,  mereka langsung pergi ke bandara dan membeli tiket untuk kembali ke Okinawa. Mereka masuk ke dalam bandara dan menunggu jadwal keberangkatan.


“Semoga Suzu chan tidak apa apa ya….”


“Iya, kita doakan saja tidak ada masalah.”


“Kalau aku urutkan kejadian demi kejadian, sepertinya kita di dorong untuk mencurigai Akito san.”


“Kamu benar….tapi perkataan ossan botak dan Jouji kemarin lain….”


“Aku bingung…sekarang aku harus percaya siapa ?”


“Tidak ada, kita harus percaya dengan diri kita sendiri dan aku percaya kamu.”


“Aku juga Toshi san…aku juga….”


Setelah pesawat tiba, mereka langsung masuk ke dalam dan duduk di tempat duduk yang sudah di tentukan. Tiba tiba hp Toshio berbunyi, dia langsung mengambil hp nya dari kantung celana nya, dia melihat display nya dan tertulis nama Haruka. Toshio langsung mengangkat nya.


“Hallo, Haru chan…ada apa ?”


“Toshio kun, kamu dimana sekarang ?”


“Aku sedang di bandara kenapa ?”


“Sekarang apartemen mu sedang di masuki orang, aku tidak tau apa yang mereka cari tapi sepertinya mereka bukan orang biasa, Yuuta akan mengirimkan foto orang yang sedang menunggu di luar dari kamar.”


“Apa….kamu hati hati Haru chan….jangan keluar apartemen, tolong kasih tau Yuu kun…”


“Iya…aku mengerti…tenang saja..aku dan Yuuta am…tut tut tut….”


Telepon pun terputus, kemudian hp Toshio bergetar menerima pesan line, dia langsung membuka pesan nya. Ternyata pengirim nya Yuuta dan dia mengirimkan sebuah foto. Toshio membuka foto itu dan di sangat terkejut. Toshio juga memperlihat kan foto nya kepada Kyoko dan mereka melihat bersama sama.

__ADS_1


“Astaga….apa…ini…..Haru chan….Yuu kun….”


“Oh tidak…..mereka……”


Di foto ternyata, terlihat Haruka yang sudah terkapar berlumuran darah dan Yuuta yang terduduk menempel tembok berlumuran darah, kemudian pria botak itu ada di antara mereka dan memegang pistol sambil bergaya ketika di foto. Darah Toshio dan Kyoko pun mendidih, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena pesawat langsung lepas landas begitu telepon terputus.


Dalam penerbangan ke Okinawa, mereka hanya terdiam, tangan mereka tetap berpegangan satu sama lain, mereka benar benar marah. Mereka terus seperti itu sampai mereka sampai di bandara Okinawa. Begitu pesawat mendarat dan pramugari mempersilahkan penumpang keluar, mereka berdua langsung menerobos barisan dan keluar dari pesawat.


Mereka langsung memanggil taksi dan pergi ke hotel  tempat mereka menginap sewaktu sedang di sana. Dalam perjalanan menuju hotel tangan mereka pun mengepal saking emosi dan marah nya. Setelah 20 menit perjalanan mereka pun sampai, begitu turun mereka langsung masuk dan naik lift menuju basement. Mereka langsung berlari menuju kantor Ryota kemarin dan menerobos masuk.


Di dalam Ryota sudah menunggu di meja nya.


“Selamat datang Gonzo san, Matsuoka san…aku sudah menunggu kalian.”


“Ada apa ini sebenarnya ? Mana Suzu chan ?”


“Oh Suzuno ? dia di sini…..”


Ryota menunduk dan mengambil sebuah tabung yang di tutup oleh tirai. Kemudian setelah menaruh nya di meja, dia membuka tirainya. Toshio dan Kyoko langsung naik pitam karena di dalam tabung itu adalah kepala Suzu yang masih hidup dan berusaha menumbuhkan kembali badan nya, selaput dan lendir menempel pada sisi sisi tabung. Kondisi Suzu dalam keadaan mengerikan dan menjijikkan.


“Hebat, kalian tidak muntah melihat nya hahaha…..”


“Apa maksudnya ini Ryota……” Teriak Toshio.


“Suzuno memberikan tubuh nya pada ku untuk ku makan, sekarang dia sedang menumbuhkan kembali badannya. Kira kira sudah paham ya…”


“Keterlaluan…..padahal dia sangat ingin bertemu oni san nya…..kurang ajar kamu Ryota, memperlakukan teman ku seperti itu…awas kamu…”


“Hahaha kalian bisa apa ? Masih siang hari dan kalian sudah kesini…tidak sangka kan aku yang mengatur semua nya kemarin dari memberi kalian undangan sampai pembantaian di ballroom hahaha…..”


“Keterlaluan……..kamu anggap apa nyawa manusia itu……”


“Loh kalian sendiri juga tidak perduli kan dengan nyawa manusia…..apa aku salah ?”


“Grrrrrr….yang kami makan hanya orang seperti kamu.” Toshio dan Kyoko pun geram dan sangat geram, tapi saat ini mereka tidak bisa berbuat apa apa.


“Whoah…sabar sabar, kalau mau marah tunggu malam saja, nanti aku layani hahahaha…..”


Ryota pun mejentikkan jarinya, para pengawal nya masuk, kemudian langsung membekuk Toshio dan Kyoko. Para pengawal itu merebahkan keduanya di lantai dengan posisi tengkurap. Ryota berdiri dan berjalan mendekati mereka berdua.


“Hahaha…enak kan rasanya kalau tidak berdaya……bawa mereka ke ruang bawah.”


“Baik bos…”


“Nanti malam beri pertunjukan yang menarik ya…..hahaha.”


“Ryotaaaaa awas kamuuuu……”


Para pengawal membangun kan Toshio dan Kyoko kemudian  membawa mereka ke sebuah ruang yang berada di bawah tanah. Langsung saja para pengawal melempar mereka berdua ke dalam penjara di bawah hotel.


“Kyoko kamu tidak apa apa ?”


“Tidak apa apa….tapi Suzu chan……”


“Kurang ajar…kurang ajar…..benar benar kurang ajar……”


Toshio pun berteriak sambil berontak melepaskan tangan nya yang di ikat di belakang. Ketika mereka dalam keadaan geram, tiba tiba window status mereka terbuka. Skill mereka yang bernama Blessing of the Demon God, berubah menjadi Blessing of the Gods, deskripsi pun betambah panjang ke bawah. Mereka berdua langsung membacanya dan saling melihat satu sama lain.


Kemudian, beberapa orang pengawal membuka sel mereka dan menarik mereka berdua keluar. Mereka di bawa melalui lorong untuk menuju satu tempat. Begitu keluar ternyata mereka ada di sebuah arena besar yang berbentuk seperti colloseoum di roma. Pintu penjara di depan mereka pun di buka dan terdengar raungan keras. Mereka menengok ke atas dan melihat Ryota sedang menonton dan membawa tabung berisi kepala Suzu.


Dari dalam sel di depan mereka pun keluar seekor banteng yang berdiri seperti manusia dengan tubuh yang kekar, banteng itu membawa kapak dan gada di tangan kanan dan kiri nya. Setelah makhluk itu keluar, Ryota pun berdiri.


“Saksikan  penemuan terbaru, gen manusia di campur dengan banteng dan jadilah seekor makhluk mitologi bernama Minotaur. beri tepuk tangan dan mangsa peratama nya adalah mereka.”


Penonton pun bersorak sorai mendengar perkataan Ryota.


“Turun Ryota, hadapi aku….. “ Teriak Toshio penuh emosi.


“Hadapi aku juga….Turun kamu...” Teriak Kyoko penuh emosi.


“Ck ck ck…nanti malam aku hadapi kalian, kalau kalian selamat……”


Mereka berdua pun terdiam dengan tangan terikat dan minotaur berada tepat di depan mereka. Situasi pun menjadi genting.


“Hahaha….kalian tidak bisa berubah kan, lihatlah musuh kalian di depan kalian dan kalian akan di cincang oleh nya, kalian hanya orang biasa di siang hari hahahaha."


Penonton pun menyoraki Toshio dan Kyoko dari atas. Para penonton bertaruh dan taruhan nya di tampilkan di layar yang berada mereka, hampir semua penonton bertaruh pada minotaur.


Toshio dan Kyoko saling melihat satu sama lain, kemudian mereka berdiri tegak  dan menghadap ke minotaur. Kemudian mereka memejamkan mata. Mereka menenangkan diri.


“Wah cari mati ya……serang mereka….” Perintah Ryota.

__ADS_1


Minotaur langsung berlari maju menyerang mereka. Toshio dan Kyoko yang terpejam pun membuka mata dan wajah mereka mendadak ceria dengan senyum yang lebar sampai gigi mereka kelihatan.


__ADS_2