
Di sebuah kedai ramen di dekat taman dimana Toshio dan Kyoko muncul kembali.
“Jadi sekarang kita mau bagaimana Toshi san ?” Tanya Kyoko.
“Kamu mau nya bagaimana ? aku ikut kamu saja.” Jawab Toshio.
“Umm kalau boleh jujur Toshi san, aku sebenarnya lelah, paling tidak aku mau istirahat dulu sementara.”
“Hmm aku pun sama, aku rasa mereka juga tidak akan keberatan ya….”
“Kalau bisa mereka malah tidak usah tau dulu, dengan kejadian kemarin, aku saja heran kok, aku masih hidup.”
“Sama. Aku sendiri tidak tahu apa sebab nya……begini saja, gimana kalau kita tinggal sementara di kabin papa mu waktu itu ?”
“Wah boleh juga…..tempat itu hanya kita berdua yang tau…..aku setuju Toshi san.”
“Ok habis makan kita berangkat ya…..”
“Ok suami ku hehe…..” Kyoko yang senang langsung merangkul tangan Toshio.
Kemudian mereka pun menghabiskan makanan mereka dan langsung keluar dari kedai ramen. Toshio mengajak Kyoko pulang sebentar ke apartemen mereka yang berada di dekat sekolah untuk mengambil beberapa pakaian ganti dan uang mereka yang masih ada di sana. Setelah itu mereka langsung berubah dan terbang menuju Kyushu dengan kecepatan tinggi dengan bergandengan tangan.
Sebulan kemudian, pbb mengadakan pertemuan bersama Raja Aries dan Ratu Irene dari dua kerajaan demon. Hasil pertemuan itu, rakyat demon yang saat ini tidak bisa kembali ke dunianya yang hancur di ijinkan tinggal di benua baru yang muncul di samudra pasifik, mereka juga boleh tinggal di tengah masyarakat negara negara yang tergabung di pbb untuk pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan. Pakta perjanjian pun di tanda tangani oleh kedua belah pihak dan di umumkan ke seluruh dunia.
Lima bulan setelah pakta di tanda tangani, Masyarakat jepang di setiap kota menerima dengan antusias keputusan yang di cetuskan oleh pbb melalui pemerintah jepang. Di Tokyo mulai terlihat demon yang berjalan jalan di kota, khususnya daerah kabukicho, shibuya dan akihabara. Mereka berbaur dengan manusia dan menjadi masyarakat teladan.
Irene sekarang aktif membantu Sho dan Suzu di kantor mereka. Mio dan Haga juga bekerja untuk Yokomaru group. Sisa sisa keluarga Asakura yang masih ada, bergabung dengan Yokomaru group. Mereka membangun kembali kota mereka yang sempat hancur karena perang kemarin.
Kuil tempat pintu masuk ke dalam dunia demon pun di tutup untuk umum dan hanya di khususkan bagi anggota Yokomaru. Kehidupan pun berubah drastis, karena banyak nya korban jiwa di perang kemarin, penduduk jepang pun tinggal sedikit. Tugu peringatan bertuliskan nama nama orang yang meninggal dan hilang didirikan di setiap kota besar untuk mengenang kejadian itu. Selalu terlihat banyak karangan bunga di sekitar tugu itu.
Sho, Suzu dan Irene selalu berada di kantor pusat di Kyushu, sedangkan kantor di tokyo di pegang oleh Haga sebagai perwakilan. Irene tinggal di pent house papa dan mama nya di atas gedung tersebut. Sebenarnya Irene di berikan fasilitas oleh pemerintah sebagai representatif kerajaan demon dan sebagai ratu, tapi Irene menolak nya, karena selain dia ingin tinggal di tempat papa dan mamanya, dia juga mengawasi perkembangan pembangunan di benua baru. Sho mengerahkan anak buah nya untuk membantu pembangunan kota di benua baru yang berada di samudra pasifik bersama dengan negara negara lain.
Setelah itu, Sho, Suzu, Irene, Mio, Ryuji dan Haga berkumpul di kuil mereka dan membawa karangan bunga. Mereka bersiap pergi ke makan Toshio dan Kyoko yang mereka buat di timur dunia demon. Patahan tanduk dan pedang mereka makam kan di sana.
“Sudah siap semua ?” Tanya Sho.
“Sudah siap Sho san…..aku jadi ingat waktu pertama bertemu mereka di sini haha…” Suzu mulai menitikkan air mata.
Sho langsung memeluk nya, dia sendiri juga merasa sangat sedih.
“Aku dan Ryuji sudah siap Sho ni ni……” Mio mengangkat tangannya.
“Aku juga sudah siap….” Tambah Haga.
Irene pun menoleh ke rumah kecil milik Suzu dan dia berjalan menuju rumah itu. Dia membuka pintunya dan masuk kedalam. Tak lama kemudian dia keluar dan bergabung lagi dengan yang lain. Dia membawa sebuah buku di tangannya.
“Aku sudah siap juga…..”
“Kenapa kamu masuk ke rumah Irene chan ?” Tanya Suzu.
“Oh aku mengambil buku mama, dia membawakan buku ini sewaktu aku di dunia demon, aku mau kembalikan ke makam nya……” Irene pun menangis sambil memegang buku itu.
Suzu dan Mio langsung merangkul Irene dan menghiburnya. Kemudian mereka berjalan bersama sama menuju gua di belakang kuil. Gua yang di runtuhkan Kyoko waktu itu sudah di buka kembali oleh Sho, dia juga membuatkan sebuah rumah dari kayu seperti gubuk di depan gua itu untuk menyamarkan guanya. Mereka pun masuk ke dalam.
Diam diam di belakang mereka semua ada dua orang yang memakai kerudung dari kepala sampai kaki mengikuti mereka. Kedua orang itu pun masuk ke dalam gua secara diam diam.
__ADS_1
Setelah sampai, Sho, Suzu, Irene, Mio dan Ryuji langsung berubah. Mereka langsung terbang menuju ke arah timur dunia itu, tempat pertarungan terakhir dan ledakan meteor terjadi. Ryuji berubah menjadi naga dan membawa Haga naik ke punggung nya.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai. Di tempat Irene menemukan tanduk dan pedang, di dirikan sebuah makam dengan nisan yang besar bertuliskan nama Toshio dan Kyoko. Selain makam, di sana juga di buatkan sebuah sumur untuk mengambil air. Suzu, Irene dan Mio mengambil sebuah ember untuk menyirami makam, sedangkan Sho, Haga dan Ryuji mengambil sapu dan mulai membersihkan makam yang berada di tengah tengah padang tandus itu.
Setelah menyirami makam dan membersihkan nya, mereka semua berlutut di depan makam dan mengatup kan tangan mereka di dada sambil memejamkan mata. Mereka berdoa di depan makan itu, tanpa menyadari ada tambahan dua orang berkerudung di belakang mereka.
“Papa…mama….sekarang demon dan manusia bisa berbaur dan hidup bersama, seperti yang pernah papa dan mama upayakan 10.000 tahun yang lalu. Terima kasih papa mama, sudah mewujudkan nya.” Irene pun mulai menitikkan airmata.
Dua orang berkerudung di belakang pun bereaksi dan menangis mendengar ucapan Irene. Tapi mereka berdua saling menutup mulut mereka satu sama lain. Karena jarak nya tidak terlalu dekat dan terlalu khusyuk, jadi tidak ada yang menyadari kehadiran dua orang itu.
“Kyoko chan…..kita semua sekarang baik baik saja, mulai tahun depan, aku dan Sho shan berencana untuk sekolah lagi paling tidak menyelesaikan bangku sma, sebab sebagai bos dan berurusan dengan beberapa bisnis, agak sulit juga kalau tidak punya sertifikat lulus. Doakan kami ya Kyoko chan, Toshio san….”
“Siap Suzu chan di doaka……” Belum selesai orang berkerudung itu bicara mulut nya sudah di tutup oleh orang berkerudung di sebelah nya. Kemudian orang berkerudung di sebelah nya menaikkan jari telunjuk nya ke mulut memberi kode supaya diam. Orang berkerudung yang hampir bicara itu langsung menutup mulut nya dengan kedua tangannya. Tidak ada yang mendengar dan menyadari nya karena terlalu khusyuk berdoa.
“Seperti yang Suzu bilang Toshi, minimal salah satu dari aku dan Suzu harus ada yang di perguruan tinggi supaya mudah mengurus bisnis kita kedepan nya. Sekarang bisnis masih lancar walau banyak customer kita yang terkena kejadian itu, bahkan sekarang kita jadi pelopor pembangunan di benua hitam yang berada di samudra pasifik dan mendapat dukungan pemerintah. Semua aman Toshi, kamu nonton saja dari sana ya….”
“Bagus bagus Sho, kita duku……” Belum selesai orang yang tadi menutup mulut sebelah nya bicara, mulutnya sudah di tutup oleh orang yang sebelum nya berbicara.
Karena merasa paling akhir bicara dan terdengar suara di belakang Sho pun langsung menoleh dan melihat ada dua orang di belakang mereka yang sedang berlutut mengenakan kerudung sehingga wajah nya tertutup rapat.
“Siapa…..?” Sho langsung melompat ke belakang dan menghalangi semuanya.
Dia langsung memasang kuda kudanya. Melihat Sho yang bersiaga, Suzu dan Mio langsung menghampiri Sho dan bersiaga. Ryuji langsung menutupi Haga dan Irene di belakang dan menjaga mereka.
Kedua orang berkerudung yang sudah ketahuan itu pun berdiri. Mereka saling sikut dan tidak berbicara apa apa.
“Siapa kalian ? Kenapa kalian ada di sini ? Mau apa kalian ?” Tanya Sho dengan galak.
“Iya, siapa kalian, hati hati Sho san….mereka berbahaya.” Tambah Suzu.
“Papa….mama……..selamat datang kembali…..” Teriak Irene sambil menangis tersedu sedu.
Sho, Suzu dan Mio pun menjadi bingung.
“Eh…papa…mama…..berarti….” Sho melepas kuda kuda nya.
“Toshio san…..Kyoko chan ?” Suzu juga melepas kuda kuda nya.
Kedua orang itu melepaskan pelukan Irene sebentar dan membuka kerudung mereka.
“Hehe ini kami…..apa kabar Sho san, Suzu chan, Mio chan, Ryuji kun, Haga san…” Sapa Kyoko setelah membuka kerudung nya.
“Kami pulang…….” Toshio memberi salam kepada semuanya.
“Toshi…kamu masih hidup ?”
Sho pun mulai menangis, air matanya deras keluar ketika melihat wajah Toshio dan Kyoko.
“Oi oi Sho, tolong jangan menangis, wajah mu mengerikan kalau menangis hahaha….” Toshio meledek dan langsung lari.
Sho langsung menghapus air matanya dan tertawa lebar.
“Awas kamu Toshi……sini……” Sho langsung mengejar Toshio yang melarikan diri.
Suzu mulai mendekati Kyoko, air mata nya deras mengalir, dia masih tidak percaya teman satu satunya masih hidup.
__ADS_1
“Ini benar Kyoko chan kan….?” Tanya nya.
“Hehe…sini ku buktikan….ey…..” Kyoko mencubit pipi Suzu.
“Kyokooo chaaaaan……” Suzu langsung memeluk Kyoko yang balas memeluk nya.
Mio pun tersenyum lebar melihat Kyoko yang sedang di peluk Suzu dan Toshio yang sedang lari di kejar Sho. Kyoko melihat ke arah Mio, kemudian dia melambaikan tangannya supaya Mio mendekat. Mio yang menahan tangis nya langsung berlari dan bertiga dengan Irene, dia juga memeluk Kyoko. Haga pun langsung memegang pundak Ryuji yang diam saja melihat semuanya.
Setelah pertemuan yang tidak di duga, mereka semua kembali ke kantor mereka di kota. Toshio dan Kyoko menceritakan semua yang mereka alami dari awal pertarungan sampai meledak nya meteor. Tapi mereka tidak bercerita tentang mereka muncul di taman kota Tokyo dan memutuskan untuk istirahat selama enam bulan. Sho dan yang lainnya menganggap Toshio dan Kyoko baru kembali.
Sho juga menceritakan semua yang terjadi selama enam bulan ini, dari pertemuan dengan pbb sampai berbaurnya demon dengan manusia. Sho juga mengatakan rencana dia dan Suzu yang mau kembali ke sekolah demi kelancaran bisnis mereka. Karena mereka belum ada yang lulus sma, banyak pelaku bisnis yang tersisa meragukan mereka dan mereka tidak bisa bergerak walau mereka adalah yakuza. Mendengar rencana Sho, Toshio dan Kyoko pun mau ikut untuk sekolah lagi, karena mereka adalah kepala keluarga sekarang.
Kemudian mereka juga mengajak Mio, Irene dan Ryuji untuk bersekolah, semua demi kelancaran bisnis mereka. Kalau untuk Irene, supaya dia tau budaya manusia jaman sekarang dan tingkat pendidikan di dunia manusia. Toshio dan Kyoko ingin memajukan pendidikan para demon menjadi setara dengan manusia, sebab selama ini tingkat pendidikan demon masih berada jauh di bawah manusia. Irene pun setuju, tapi dia tidak mau satu sekolah dengan papa dan mama nya, jadi dia minta bersekolah bersama Mio dan Ryuji saja di Tokyo. Karena wajah dan badan Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu tidak berubah sama sekali dan sama selagi masih sekolah, mereka hanya tinggal meneruskan saja, Haga yang akan mengurus semuanya dari berkas sampai menjamin mereka.
Sho langsung mengupdate Toshio mengenai bisnis bisnis baru mereka, juga mengenai bergabung nya sisa sisa keluarga Asakura yang masih setia. Karena hari sudah menjelang malam, mereka semua pun keluar dari kantor dan pergi ke restoran untuk makan bersama, merayakan kembalinya Toshio dan Kyoko. Malam itu mereka semua bersulang dan bersenang senang.
Beberapa hari kemudian, di pelabuhan Tokyo, beberapa orang berdiri di sebelah kapal yacht kecil, seperti sedang menunggu seseorang, mereka semua memakai kerudung warna hitam sehingga tidak terlihat wajah nya. Tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka. Seorang pria yang berumur sekitar 30 an, berkepala botak dan memiliki bekas luka sayatan di dagu nya, turun dari mobil dan menghampiri orang orang yang berdiri itu.
“Persiapan sudah beres bos, kita bisa berangkat sekarang…..” Seorang yang mengenakan kerudung mengabarkan pria botak itu.
“Bagus, kita berangkat sekarang juga…..alat menyelam sudah siap semua ?” Tanya pria botak itu.
“Sudah bos….” Jawab orang berkerudung itu.
“Baik, ayo berangkat, jangan buang waktu…..” Balas pria botak itu.
Kemudian mereka semua naik ke dalam yacht dan langsung berlayar. Mereka terus mengarungi lautan selama berjam jam, akhirnya mereka sampai pada sisi barat laut benua hitam yang merupakan lautan. Setelah sampai di titik yang di tuju, beberapa orang itu, termasuk si pria botak langsung mengenakan pakaian menyelam dan memakai alat alat menyelam mereka. Mereka juga membawa sebuah koper dari besi. Pria botak itu langsung terjun dan di ikuti oleh beberapa orang sambil membawa koper besi itu. Mereka terus menyelam sampai melihat sebuah gedung tinggi yang tenggelam di dasar laut. Pria botak itu langsung masuk ke salah satu jendela gedung itu dan menelusuri gedung itu sampai ke basement nya dengan berenang di dalam nya.
Begitu sampai basement, pria botak dan lainnya berhenti di sebuah gerbang besar yang terbuat dari besi. Pria botak itu langsung membuka sarung tangannya dan meletakkan telapak nya di sebuah penanda di sebelah kiri gerbang besar. Gerbang pun langsung terbuka. Pria botak itu langsung masuk ke dalam bersama orang orang yang membawa koper dari besi. Mereka berenang ke atas dan keluar dari lubang. Di balik lubang itu rupanya tidak tenggelam dan kering. Pria botak itu melepaskan alat menyelam nya dan membuka pakaian menyelam. Di balik pakaian itu dia memakai jas hitam dengan dasi hitam. Setelah merasa rapi dia berjalan menuju pintu yang ada di depan nya. Dia langsung meletakkan lagi tangannya di alat scan di sebelah kiri pintu. Pintu pun terbuka dan dia langsung berbalik.
“Sampai sini aku masuk sendiri…mana kopernya….?” Tanya Pria botak itu.
Orang orang yang membawa koper besi itu langsung maju ke depan dan memberikan kopernya kepada pria botak itu. Pria itu berbalik dan langsung masuk ke dalam. Pintu di tutup dan ruangan di dalam sangat gelap sampai tidak terlihat apa apa.
“Bos, aku datang……” Ujar pria botak itu.
Tiba tiba di depan nya ada dua monitor besar yang langsung menyala ketika mendengar suara. Di kedua monitor itu terlihat wajah perempuan dan wajah laki laki yang berbentuk matrix.
“Datang juga akhirnya kamu…..kami sudah menunggu mu Goro….” Monitor yang berwajah laki laki mengeluarkan suara pria.
“Maaf bos, perlu waktu untuk mengambil kedua barang ini.”
“Mana coba lihat ? cepat buka…” Perintah seorang wanita yang berada di monitor yang berwajah wanita itu.
Goro langsung membuka koper nya dan memperlihat kan nya di kedua monitor itu. Ternyata isi dari koper yang di bawa Goro adalah patahan tanduk Toshio dan patahan pedang Kyoko yang di kubur di makam mereka di dunia demon.
Melihat kedua benda itu, kedua monitor itu seperti tersenyum.
“Hehe ne san rencana kita masih berjalan….untung kita berhasil memindahkan kesadaran dan otak kita ke sini ya sebelum berhadapan dengan mereka.” Monitor berwajah pria itu menjadi jelas terlihat wajah nya.
“Hehe benar outoto ku……sekarang kita bisa mulai lagi….kali ini rencana kita akan berhasil.” Monitor berwajah wanita itu menjadi jelas terlihat wajah nya.
“Hahahahahahahaha……..” Haruka dan Yuuta yang berada di dalam monitor pun tertawa.
Seiring tertawa nya mereka berdua, seluruh lampu di dalam ruangan menyala. Goro langsung melihat sekeliling dan ikut tertawa dengan kencang. Ruangan itu penuh dengan server, komputer komputer besar yang banyak jumlah nya dengan lampu lampu kecil menyala, kabel kabel yang berantakan dan di paling ujung ruangan ada dua tabung seukuran manusia berisikan dua buah otak manusia yang masih hidup di dalam cairan yang memenuhi tabung.
__ADS_1
End Arc 1, begin Arc 2