
Setelah semua polisi pergi dan hanya ada penjaga di depan torii di bawah, mereka pun keluar dan masuk ke dalam rumah. Suzu yang sudah kembali sehabis memberi keterangan pun ada di dalam. Mereka berkumpul di ruang tengah.
“Terima kasih Suzu chan…..”
“Iya terima kasih Suzu chan….”
“Aku yang harus nya terima kasih pada kalian berdua Kyoko chan, Yamishiki san…”
“Yah sekalian lewat….”
“Hus jangan hiraukan dia Suzu chan, kita senang kok bisa membantu, iya kan Toshi san.”
“Iya iya…..bebas saja.”
“Hihihi kalian lucu….lalu kalian mau kemana habis ini ?”
“Okinaw….”
Belum selesai bicara, mulut Kyoko langsung di tutup oleh Toshio.
“Kami hanya berlibur saja…..”
“Oh begitu ya….”
Kyoko langsung berbalik dan mendekatkan mulut nya ke telinga Toshio.
“Hei Toshi san…kenapa ga bilang saja kita mau ke Okinawa ?”
“Ingat, kita kesana mau ngapain, jangan melibatkan orang yang tidak terlibat urusan kita.”
“Siapa bilang dia tidak terlibat, si botak tadi tamu nya kan, dan dia yang mengantar orang tua mu untuk di bunuh, si botak itu makan sashimi dari badannya kan ?”
“Trus ? hubungan nya apa ?”
“Aaaah…payah kamu Toshi san…”
Kemudian Kyoko langsung mendekat kepada Suzu.
“Suzu chan, pria botak tadi sering kesini ya ?”
“Um…kayak nya sudah berkali kali sih….terakhir ke sini dia sekarat.”
“Kapan itu ?”
“Aku lupa tapi beberapa bulan lalu…..wajah nya pucat dan biru.”
“Hmm ok…aku mengerti…dengar kan Toshi san ?”
Kyoko menoleh kepada Toshio sambil menjulurkan lidah nya.
“Iya iya….”
Toshio pun pasrah karena Kyoko yang keras kepala, akhirnya mereka bilang pada Suzu kalau mereka mau ke Okinawa, tapi mereka tidak bilang apa tujuan mereka kesana.
“Okinawa ya…..boleh aku ikut ?”
“Hah….” Teriak Toshio dan Kyoko.
“Kenapa kamu mau ke Okinawa Suzu chan ?”
“Sebenarnya aku mau mencari oni chan……dia oni chan ku di panti waktu itu, kebetulan dia di bawa ke Okinawa…makanya aku mau ikut sekalian mencari nya.”
“Hmm ada petunjuk nya ?”
“Wah Toshi san mulai tertarik…”
“Bukan begitu, kali saja tujuan nya sama dengan kita.”
“Iya juga…gimana Suzu chan ? ada petunjuk ?”
“Sebelum nya maaf, kalau Kyoko chan aku tau dia berasal dari keluarga Yakuza, kalau Yamishiki san gimana ?”
“Dia sama kok sama aku dan papa nya adalah saudara angkat papa ku, jadi kita bertuna…..”
Belum selesai Kyoko bicara mulut nya sudah di tutup lagi oleh Toshio.
“Kamu kenapa senang sekali pengumuman sih Kyoko……”
“Puah….ah kenapa sih memang nya, kan memang benar…..”
Suzu tertawa melihat mereka berdua. Kemudian Kyoko langsung mendekat kepada Toshio, dia langsung duduk di pangkuan Toshio dan mengambil lengan nya.
“Itadakimasu….haup.”
“Loh loh…ini di depan Suzu chan kan…ga bisa tahan apa ?”
“Biarin…aku lapar…..mwah enak….”
“Um Yamishiki san, jujur saja ya, yang datang ke sini kebanyakan keluarga Yakuza dari segala penjuru jepang, tapi aku belum pernah dengar nama Yamishiki.”
“Nama dia Gonzo……” celetuk Kyoko sambil menghisap darah di lengan Toshio yang ada melingkar di depan nya.
“Kyoko…..kamu ini……”
“Gonzo ? benarkah itu ?……”
__ADS_1
“Eh….” Gumam keduanya sambil heran melihat Suzu..
Wajah Suzu pun berubah ketika mendengar nama Gonzo. Dia langsung berdiri dan terlihat seperti marah.
“Eh kenapa Suzu chan ?” Tanya Kyoko.
“Gonzo…..keluarga itu yang membeli tanah panti ku dan menjadikan nya tanah kosong di Kyushu, karena keluarga itu aku jadi ke kuil ini dan berpisah dari oni san ku.”
“Pekerjaan aniki…..” Pikir Toshio dalam hati.
Suzu terlihat sangat marah karena awal dari semua masalah nya adalah keluarga Toshio. Kyoko langsung melepas lengan Toshio dan berdiri mendekati Suzu.
“Tenang dulu Suzu chan, dia tidak sama seperti keluarganya, dia tidak tahu menahu soal keluarganya…..”
“Coba Kyoko chan, bisa kamu rasakan kalau hampir setiap hari bagian tubuh mu di jadikan sashimi oleh orang orang rakus yang percaya keabadian, aku mau lihat, sanggup tidak kamu merasakan itu….semua itu akibat ulah keluarga itu pada awal nya.”
“Tapi…kamu tadi melindungi pendeta itu kan Suzu chan ?”
“Aku tidak punya pilihan, aku tidak memiliki tempat dimana pun, aku hanya ingin hidup tenang dan damai, kamu tentunya tidak mengerti Kyoko chan, kamu punya segala nya…..”
“Aku mengerti kok Suzu chan…sungguh aku mengerti….”
“Mana mungkin, kamu ojo sama di sebuah rumah besar dan setiap hari makan enak, bukan seperti aku yang setiap hari di sajikan sebagai makanan enak.”
“Suzu chan…kata kata mu…..” Toshio menegur Suzu karena menyinggung soal keluarga Kyoko.
“Diam Gonzo san….semua gara gara kamu….”
Toshio dan Kyoko pun terdiam mendengar perkataan Suzu. Toshio pun langsung berdiri dan berjalan keluar pintu.
“Ayo Kyoko….kita pergi….”
“Toshi san….sabar….kita bicarakan dulu…”
“Tidak ada yang perlu di bicarakan…”
Kemudian Toshio berbalik dan berjalan ke arah Suzu, dia langsung menunduk di depan Suzu.
“Suzu chan, aku mewakili keluarga ku untuk minta maaf pada mu……maafkan aku.”
Kemudian dia berbalik lagi dan berjalan menuju pintu. Setelah membuka pintu, dia menoleh.
“Ayo Kyoko….atau kamu mau di sini ?”
“Tunggu…aku ikut….maaf ya Suzu chan…kami pergi.”
Kyoko langsung memeluk Suzu dan berbalik berlari keluar bersama Toshio. Suzu di dalam pun terduduk dan menangis.
Toshio dan Kyoko mengeluarkan sayap mereka dan terbang menghindari polisi yang berjaga di torii di bawah. Setelah mendarat mereka langsung berjalan. Hari sudah tengah malam, Toshio berjalan di depan dengan Kyoko yang mengikuti nya dari belakang. Mereka berjalan menelusuri taman.
“Toshi san…maaf, semua gara gara aku….”
“Tidak apa apa, bukan salah mu….sudah jangan nangis.”
Toshio memegang kepala Kyoko dan tersenyum. Kyoko yang sedang mengusap matanya melihat ke wajah Toshio yang tersenyum dan langsung memeluk Toshio.
“Maafkan aku…aku tidak tahu…..maafkan aku…..”
Kyoko menangis tersedu sedu di pelukan Toshio.
“Iya iya…aku mengerti kok…memang keluarga ku itu seperti itu, makanya aku tidak suka sebenarnya menjalan kan bisnis keluarga ku, aku sudah sampaikan juga ke aniki kan waktu kita makan di restoran itu ? kamu kan dengar sendiri.”
“Aku dengar….sebenarnya aku juga tidak perduli sama sekali dengan bisnis papa, sama seperti kamu Toshi san, tapi apa boleh buat, kita lahir di keluarga yang bisnis nya seperti itu.”
“Nah makanya, jangan nangis lagi, karena mau bagaimana pun menangis tidak membawa penyelesaian, sudah ya, jangan menangis lagi.”
Toshio mengelap air mata Kyoko dengan tangan nya sambil. Mereka pun jalan dengan bergandengan tangan. Tiba tiba ada bayangan melesat melewati mereka.
Bayangan itu berhenti di depan mereka berdua dan langsung bersujud.
“Maafkan aku….aku tidak bermaksud marah…semua hal yang menimpa ku malah ku lampiaskan kepada kalian yang sudah menolong ku….maafkan aku.”
Ternyata dia adalah Suzu dengan wujud mermaid nya. Dia menyusul Toshio dan Kyoko karena merasa tidak enak hati. Melihat itu, Kyoko langsung melepaskan pegangan tangannya dan menghampiri Suzu. Kyoko langsung menyuruh Suzu berdiri dan berubah kembali. Kyoko langsung menutupi Suzu dengan selimut yang dia ambil dari tas nya. Setelah itu mereka terbang dengan membawa Suzu kembali ke rumah nya di kuil.
“Baiklah Suzu san, kami harus pergi, masih banyak yang mau kami kerjakan selama musim panas ini….kami permisi. Maaf kalau membuat mu terlibat dengan kami.”
Toshio langsung membalikkan badannya dan berjalan. Kemudian dia mengeluarkan sayap nya dan terbang.
“Aku juga pergi, kami sudah tidak apa apa, maaf ya Suzu chan….terima kasih.”
Kyoko menunduk dan langsung berbalik, kemudian dia mengeluarkan sayap nya dan langsung terbang menghampiri Toshio yang menunggu nya di atas.
“Tunggu……” Teriak Suzu kepada mereka berdua.
Toshio dan Kyoko langsung menoleh ke bawah. Karena sudah malam maka suara Suzu menggema, keduanya langsung melihat kalau polisi yang berjaga di bawah berlarian ke atas. Dengan secepat kilat mereka turun dan menyambar Suzu terbang ke hutan di belakang rumah.
Sesudah turun di sebuah bukit di dalam hutan.
“Maaf….tapi boleh tidak aku ikut kalian ke Okinawa, sebab aku mau mencari oni san….”
Toshio pun diam saja dan berbalik, dia mengambil rokok dari kantong nya dan mulai merokok. Kyoko langsung menghampiri Suzu.
“Maaf Suzu chan, sebaiknya kamu tidak usah terlibat dengan kami.”
Suzu pun menunduk. Kemudian dia langsung melihat ke wajah Kyoko dengan mata berbinar.
__ADS_1
“Kalau dugaan ku benar, kalian mencari pembunuh keluarga kalian kan ? sebab aku sering mendengar tamu tamu bicara tentang keluarga Gonzo dan Matsuoka.”
Mendengar perkataan Suzu, Toshio langsung berbalik dan Kyoko menghampiri Suzu.
“Apa yang kamu tau Suzu chan……”
Tangan Toshio mengepal. Melihat itu, Kyoko langsung menggandeng tangan Toshio yang berada di sebelah nya dan di depan Suzu.
“Banyak….tentang pergantian kepala keluarga Gonzo dan bergabung nya keluarga Gonzo dan Matsuoka beberapa bulan lalu. Kalau dugaan ku benar, kalian juga mulai tunangan beberapa bulan lalu kan ? Banyak tamu yang membicarakan hal itu. Salah satunya keluarga Asakura di Okinawa…..keluarga yang mengadopsi oni san dan anak tertua mereka baru terbunuh beberapa bulan lalu juga.”
“Barusan kamu bilang apa Suzu chan ? anak tertuanya kenapa ?”
Wajah Kyoko pun mulai berubah menjadi wajah marah. Toshio yang berada di samping nya langsung merangkul nya.
“Yah kalau dugaan ku benar, anak tertuanya di bunuh kamu kan Kyoko chan, karena kepalanya terpisah dari badan nya sama seperti pria botak itu hari ini. Hal itu jadi gosip hangat di kalangan tamu tamu ku.”
“Sebentar…..”
Kemudian Kyoko dan Toshio berbalik berjalan agak menjauh dari Suzu.
“Dia tau banyak…”
“Benar Toshi san….gimana nih ? kalau membunuh dia aku tidak tega…”
“Aku paham, dia bilang tadi, oni san nya di adopsi oleh keluarga Asakura ?”
“Iya, aku dengar juga…lalu anak pertama mereka berarti bos yang waktu itu datang ke rumah ku dan dia bersama pria botak itu. Aku jadi tidak mengerti….”
“Sama….ossan datang ke rumah mu dan membantu anak pertama Asakura di rumah mu, setau ku Asakura adalah pesaing bisnis keluarga ku dan ossan adalah orang keluarga ku……”
“Dan Asakura juga yang menandatangani nota uang muka pembelian tanah keluarga Toshi san…….yang membuat papa berhutang pada mereka.”
“Berarti kita berada di jalan yang benar….kita harus ke Okinawa.”
“Benar Toshi san, tapi bagaimana dengan Suzu chan…..”
“Hmmm…..ajak saja..dia juga ada keperluan kan di sana.”
“Yakin…?”
“Apa boleh buat kan…atau mau kita selesaikan di sini ? buat ku sih sama saja.”
“Wah kalem Toshi san….jangan gegabah….daripada di habisi mending di manfaatkan kan ?”
“Tapi pesankan sama dia supaya jangan cerita ke siapa siapa….”
Kemudian mereka berbalik lagi dan menghampiri Suzu. Mereka langsung berdiri di depan Suzu.
“Baiklah kamu boleh ikut….”
“Terima kasih Gonz…eh Yamishiki san…”
“Sama sama….”
“Loh kok kamu yang jawab Kyoko chan…”
“Nama ku sekarang bukan Matsuoka Kyoko, tapi Yamishiki Kyoko.”
“Astaga, kamu benar benar seenak nya ya, tidak tanya dulu….”
“Hehe maaf, tapi aku lebih nyaman memakai nama itu, nama Matsuoka gimana gitu, kamu juga sama kan Toshi san.”
“Ya…terserah kamu lah.”
“Hihihi benar benar pasangan suami istri yang lucu.”
“Siapa yang suami istri…..” Teriak Toshio dan Kyoko.
Di rumah, banyak polisi yang datang karena Suzu yang tidak ada di rumah, Toshio dan Kyoko akhirnya membawa Suzu ke hotel dan menginap di sana. Toshio memesan dua kamar, satu untuk dirinya dan satu untuk Kyoko yang bersama dengan Suzu. Karena sudah lelah mereka langsung tertidur.
Ketika waktu sudah hampir pagi, pintu kamar Toshio terbuka, diam diam Kyoko masuk ke kamar dan langsung tidur di sebelah Toshio. Dia mengambil lengan Toshio yang tertidur dan menggigit nya.
“Itadakimasuu……”
Kyoko langsung menghisap darah dari lengan Toshio karena sewaktu di rumah dia belum selesai menghisapnya. Tak lama kemudian dia tertidur sambil menggigit dan memeluk lengan Toshio.
Pagi pagi sekali, Toshio yang bangun lebih dulu dari semuanya melihat Kyoko tertidur di ranjang nya. Karena melihat Kyoko menggigit lengannya dia pun diam dan menunggu Kyoko bangun, tak lama kemudian Suzu pun masuk ke kamar Toshio dan melihat Kyoko yang sedang tertidur sambil menghisap darah nya. Toshio memberi kode supaya Suzu tidak berisik dan Suzu mengangguk. Setelah Kyoko bangun, mereka langsung bersiap siap dan sesudah nya mereka naik bis menuju bandara untuk terbang ke Okinawa. Begitu sampai, mereka langsung membeli tiket dan kebetulan bisa langsung naik ke dalam pesawat. Toshio duduk terpisah di baris sebelah kanan sedangkan Kyoko bersama Suzu di sebelah kiri.
“Ngomong ngomong Suzu chan, oni san mu umur berapa ?”
“Dia beda setahun dengan ku, dia umur 17 tahun.”
“Oh berarti sama dong dengan Toshi san.”
“Eh…Yamishiki san baru umur 17 ? aku pikir sudah berumur 19.”
“Hehe dia bongsor soalnya…..”
“Umm satu hal lagi….jangan kaget kalau ketemu oni san ku ya….. “
“Kenapa….”
Kemudian Suzu mendekat ke telinga Kyoko dan membisiki nya sesuatu.
“Haaaah…..”
__ADS_1
“Ssttttt….jangan keras keras…..”
Mereka pun terbang menuju Okinawa.