
Pulang sekolah, mereka berdua langsung pulang ke apartemen. Mereka langsung naik lift dan berjalan menuju apartemen mereka. Begitu sampai di depan pintu apartemen mereka, dari apartemen sebelah terdengar suara orang berbicara. Toshio dan Kyoko saling menoleh karena apartemen sebelah mereka seharus nya kosong.
“Wah sepertinya ada penghuni baru ya.”
“Iya benar…berarti kita tidak bisa sembarangan lagi nih Toshio san.”
“Iya benar….”
Mereka pun masuk ke dalam apartemen mereka sendiri. Beberapa jam kemudian, ketika Toshio dan Kyoko baru selesai makan, pintu apartemen mereka di ketuk.
“Knock….knock….”
“Sebentar…..”
Kyoko langsung berlari ke pintu dan langsung membuka nya.Tiba tiba,
“Haaaaaah……”
Suara teriakan Kyoko yang kencang pun terdengar. Toshio yang baru saja mau duduk di sofa langsung keluar menghampiri Kyoko.
“Ada apa Kyoko chan…..ah….”
“Hahaha ternyata kalian tinggal bareng ya…pantas bajunya bisa tertukar.”
Ternyata yang ada di luar kamar mereka adalah Haruka dan Yuuta yang sedang membawa bingkisan untuk di bagikan ke tetangga sebagai tanda perkenalan.
“Halo senpai apa kabar….”
“Halo Yuu kun…..baik….”
Suasana pun menjadi canggung, karena sudah terbongkar kalau mereka tinggal bersama.
“Haru chan, Yuu kun…masuk dulu yu….”
Toshio mempersilahkan mereka masuk. Haruka dan Yuuta pun langsung masuk ke dalam bersama sama dengan Kyoko yang membawa bingkisan.
Kyoko langsung ke dapur menyiapkan minuman dan membuka bingkisan nya, kemudian dia menghidangkan nya bersama dengan teh yang sedang dia buat. Diruang tengah, Haruka dan Yuuta duduk di sofa sedangkan Toshio duduk di lantai di sebrang mereka.
“Ternyata kalian pindah ke sini juga ya…..”
“Iya, karena kita sudah tidak nyaman sekolah di sana…semenjak kejadian itu.”
“Yuuta, jangan di ungkit lagi…aku malas mendengar nya.”
“Maaf Haru ne…..aku diam saja.”
“Hanya karena alasan itu kalian pindah ?”
“Alasan yang terbesar memang hanya itu sih…aku ga bisa ke sekolah karena masih teringat Sho, sebelum pindah aku tidak pernah masuk sekolah lagi.”
“Iya, Haru ne selalu di rumah dan tidak mau keluar kamar.”
“Bagitu ya…….aku tidak mau bahas lagi.”
Mereka pun terdiam. Kemudian Kyoko keluar dan menghidangkan teh bersama kue dari bingkisan yang di berikan oleh Haruka dan Yuuta.
“Ayo silahkan di nikmati…..”
Sesudah menaruh semuanya di meja, Kyoko langsung duduk di sebelah Toshio. Haruka dan Yuuta tersenyum melihat mereka. Mereka diam diam bersyukur karena semenjak kejadian itu, Toshio jarang tersenyum dan menutup diri sampai akhirnya dia masuk penjara.
“Kalian cocok ya……” Gumam Haruka sambil melihat mereka.
Wajah Toshio dan Kyoko pun langsung menjadi merah. Sementara Haruka dan Yuuta tersenyum lebar melihat mereka.
“Sudah berapa lama tinggal bersama senpai ?”
“Baru beberapa minggu saja….”
“Wah masih pengantin baru hahahaha….”
“Jangan begitu Haru ne….hehehe..”
“Ahhh kalian jangan meledek terus dong…..lihat tuh wajah Kyoko chan sudah matang.”
“Apaan sih……..memang kamu ga ?”
“…..Sama…..”
“Tuh kan merah dua dua nya hahaha….”
Haruka dan Yuuta terus meledek mereka, dengan begitu suasana menjadi lebih hidup dari sebelum nya. Tiba tiba terdengar bunyi keras di apartemen sebelah tempat Haruka dan Yuuta. Toshio dan Kyoko langsung menoleh melihat Haruka dan Yuuta, keduanya langsung pucat dan diam.
“Ada apa Haruka san ?”
“Iya Haru chan….kenapa wajah mu berubah…”
“Yuuta, mereka ke sini….”
“Iya Haru ne….padahal kita sudah pindah…kenapa mereka bisa tau.”
Toshio dan Kyoko pun saling melihat satu sama lainnya.
“Siapa mereka Haru chan…..”
“Jangan….aku tidak mau melibatkan kalian….Toshio kun, kamu sekarang sudah senang, jangan terlibat lagi urusan yang aneh aneh.”
“Coba cerita Yuu kun…..”
“Jangan Yuuta….jangan cerita apa apa.”
“Tapi Haru ne….”
Kyoko pun berdiri dan melangkah menuju pintu keluar apartemen. Toshio pun berdiri menyusul Kyoko. Mereka langsung membuka pintu dan melihat beberapa orang berpakaian gangster sedang masuk ke dalam apartemen di sebelah mereka.
“Sayang kita tidak bisa bertindak Kyoko chan….”
“Iya benar….tapi lawan mereka sih tidak perlu berubah…”
Mereka pun keluar pintu, secara perlahan mereka mendekati pintu apartemen sebelah yang terbuka. Mereka berdua mengintip dan melihat lima orang pria sedang duduk di ruang tengah karena pintu pembatas nya terbuka. Orang orang itu terlihat sedang duduk santai seperti nya sedang menunggu Haruka dan Yuuta pulang.
__ADS_1
Toshio dan Kyoko pun kembali ke apartemen nya dan masuk ke dalam. Mereka langsung menemui Haruka dan Yuuta yang duduk di dalam dengan wajah pucat.
“Coba ceritakan ada apa sebenarnya, siapa mereka ? kenapa mereka main masuk saja ke dalam ?”
Haruka dan Yuuta pun diam ketika di tanya Toshio. Yuuta tiba tiba melepaskan pegangan Haruka.
“Aku ceritakan, maaf Haru ne…..”
“Jangan Yuuta…..”
“Jadi begini senpai….yang masuk ke dalam itu adalah pacar Haru ne, selain karena kami tidak mau sekolah di sekolah yang lama, alasan kami pindah karena orang itu. Dia terus menekan Haru ne, entah untuk ***, untuk uang dan lainnya. Terus terang senpai, aku sendiri geram melihat nya, dia suka seenak nya datang kerumah walaupun orang tua kami ada di rumah.”
“Yuuta……”
“Kenapa bisa sampai seperti itu ?”
“Waktu Haru ne kehilangan Sho ni, dia sangat terpukul….”
Belum selesai Yuuta berbicara mulut nya di tutup oleh Haruka.
“Haruka san…..tidak apa apa, cerita saja….”
“Memalukan Kyoko chan…….”
“Lepas Haru ne, biar aku ceritakan sama senpai……jangan larang aku.”
“Yuuta…tolong jangan…..”
Haruka pun menunduk dan menangis tersedu sedu. Kyoko langsung menghampiri Haruka dan memeluk nya. Kemudian Kyoko memberi kode kepada Toshio supaya menjauh dulu dan mengajak Yuuta.
“Yuu kun…kita ke kamar….”
“Ok senpai….”
Kemudian Toshio dan Yuuta masuk ke dalam kamar Toshio.
“Sekarang lanjutkan….”
“Waktu dia kehilangan Sho ni, Haru ne jadi kacau dan akhirnya dia tidak pernah sekolah lagi, di masa masa itu pergaulan nya menjadi beantakan, dia mulai sering jarang pulang ke rumah, kadang pulang dalam keadaan mabuk dan sebagainya. Waktu itu papa dan mama marah kepadanya, Haru ne menentang nya dan akhirnya dia sempat kabur selama satu bulan dan tinggal bersama orang itu. Aku tau karena waktu itu aku mencari nya dan aku melihat langsung keadaan Haru ne saat itu. Orang itu memberikan narkoba kepada Haru ne dan membuat nya ketergantungan. Melihat itu aku langsung menarik Haru ne pulang dan kemudian papa memasukkan Haru ne ke pusat rehabilitasi. Haru ne sembuh dan kita hidup seperti biasa lagi, tapi beberapa bulan terakhir, orang itu mulai muncul dan datang kerumah dengan seenak nya, dia juga mengancam akan menyebarkan foto dan video Haru ne kepada orang tua kami. Dia kadang minta uang dan membawa Haru ne ke atas.”
Yuuta pun menangis dan berusaha menghapus air matanya.
“Aku mengerti…tapi kenapa dia bisa tau kalau kalian berdua pindah ke sini ?”
“Pasti dia sebelum nya kerumah dan menekan papa mama……aku tau itu.”
“Ok aku mengerti, sekarang kamu kembali keruang tengah ya dan tolong panggil Kyoko chan ke sini.”
“Baik senpai….maaf senpai….”
“Sudah tidak apa apa…cepat panggil Kyoko chan ya.”
Yuuta pun keluar dari kamar dan langung ke ruang tengah. Tak lama kemudian Kyoko datang dan masuk ke kamar.
“Kyoko chan, aku akan ke sebelah, bisa minta tolong bawakan aku baju ke sebelah nanti ?”
“Eh…kamu mau berubah Toshio san ? kalau ketahuan gimana ?”
“Uh….ya sudah…jangan memaksakan diri…ingat loh kalau sampai ketahuan kita harus membunuh mereka.”
“Iya aku paham……tolong ya…”
Kemudian Toshio langsung keluar kamar dan pergi ke apartemen sebelah. Kyoko mengambil baju di lemari Toshio dan menyiapkan nya. Kemudian dia keluar dan langsung ke ruang tengah menemui Haruka dan Yuuta.
“Loh senpai kemana Mastuoka san ?”
“Dia mau beli rokok katanya di convini hahaha….”
“Maaf merepotkan Kyoko chan…maaf……”
“Tidak apa apa Haruka san…santai saja di sini dulu…untung pindah nya ke sebelah kita hehe.”
Sementara di apartemen sebelah, Toshio langsung masuk ke dalam dan bertemu ke lima orang itu.
“Yo…kalian siapa ? kenapa bisa masuk ke sni ?”
“Kamu sendiri siapa…berani nya datang ke sini…mau apa kamu…”
“Aku saudara sepupu Haruka…ini apartemen nya kan ? siapa kalian ?
Para anggota geng itu langsung menoleh ke pemimpin nya, dia langsung berdiri menghampiri Toshio.
“Aku pacar nya…dia tidak akan bisa jauh dari ku.”
“Hmm benarkah ? tapi aku dengar dari orang tuanya dia tidak punya pacar tuh dan aku kenal dia kok, dia tidak akan mau dengan orang seperti mu.”
“Hah….tidak mau ? lihat ini…”
Orang itu mengeluarkan hp nya dan memperlihatkan foto foto Haruka yang sedang di setubuhi oleh nya.
“Hmm kamu paksa dia ya ?”
“Dia mau sama aku…dia milik ku…..hei kalian bawa orang ini ke belakang….kita kasih pelajaran dia….”
“Siap bos….”
Ke empat orang lainnya langsung menarik Toshio keluar dan pemimpin geng itu mengikuti dari belakang. Begitu melihat mereka keluar, Kyoko langsung masuk ke dalam apartemen Haruka dan menaruh baju ganti Toshio di situ.
Sementara itu, Toshio di bawa mereka ke belakang gedung apartemen yang kebetulan tanah kosong tempat biasa Toshio dan Kyoko mendarat.
“Aku mau tanya…foto foto dan video tadi…cuma ada di hp mu atau ada di tempat lain ?
“Hahaha mana mungkin aku simpan di satu tempat….”
“Baiklah…..ayo mulai….”
Toshio langsung berubah dan mencengkram kedua anggota geng di samping nya tanpa basa basi. Keduanya langsung meninggal karena kepala nya di remas oleh Toshio. Lalu dengan cepat dia menghampiri dua orang lainnya yang sedang ketakutan dan membunuh nya. Secara perlahan dia mendekati pemimpin geng itu sambil menjilati tangan nya yang berlumuran darah.
“Hehehe…” Toshio tersenyum dan tertawa dengan suara mengerikan.
__ADS_1
“To…tolong………”
“Sekarang ikut aku dan katakan dimana kamu menyimpan foto dan video itu…”
Toshio langsung mengeluarkan sayap api nya dan melayang sambil mencengkram leher pemimpin itu. Toshio mengangkat tangan sebelahnya dan membakar semua mayat anggota geng yang sudah dia bunuh. Kemudian dengan secepat kilat dia langsung terbang mengangkasa membawa pemimpin geng itu.
Pemimpin geng itu langsung menunjukkan rumah nya karena di minta oleh Toshio. Ternyata dia tinggal di dekat pelabuhan Tokyo di sebuah rumah yang cukup besar. Dia tinggal bersama orang tuanya. Kemudian dia membawa Toshio ke kamarnya dan menunjukkan semua foto dan video di laptop dan computer nya.
“Sudah ? benar hanya ini ya…” Tanya Toshio dengan suara mengerikan.
“Be..benar….maafkan aku….”
“Ok aku maafkan hehe……”
“Terima kasih…terima kasih….sekarang sudah boleh lepaskan aku ?”
“Hah…siapa yang bilang melepaskan kamu ? kan kamu minta maaf ya ku maafkan tapi soal melepaskan kamu dan membiarkan kamu hidup aku tidak bilang apa apa….hahahaha…”
Kemudian Toshio langsung terbang menerobos jendela rumah nya dan melayang di atas teluk Tokyo. Kemudian dia menaikkan tangannya yang sedang mencengkram leher pemimpin geng itu.
“Maafkan…aku….To..tolong…jangan bunuh…aku…..”
“Hah….seperti yang kubilang…..aku memaafkan kamu….selamat tinggal hahaha….”
Kemudian tangan sebelah nya menarik kaki pemimpin geng itu dan akhirnya tubuh pemimpin geng itu terpisah menjadi 3 bagian, kepala, badan dan badan bagian bawah. Toshio langsung melemparkan nya ke laut dan dia langsung terbang pulang menuju apartemen nya.
Setelah beberapa menit terbang, akhirnya dia sampai ke apartemen milik Haruka dan dia langsung berubah. Toshio langsung lari ke dalam dan memakai pakaian nya yang sudah di siapkan Kyoko. Dia langsung keluar dari apartemen dan mengeluarkan bungkus rokok dari kantung nya. Kemudian dia masuk ke apartemen nya sendiri dan langsung ke ruang tengah, tempat Kyoko, Haruka dan Yuuta berkumpul.
“Hei tadi aku kembali di sebelah sudah kosong tuh…seperti nya mereka sudah pergi.”
“Benarkah senpai…”
“Iya benar….ini aku baru habis merokok sebatang di luar melihat keadaan.”
“Syukurlah Haru ne….sekarang ayo kita pulang Haru ne.”
“Iya Yuuta…terima kasih Toshio kun, maafkan aku…..”
Kemudian mereka mengantar Haruka dan Yuuta keluar dari apartemen mereka. Kyoko ternsenyum dan menyikut Toshio.
Setelah mengantar Haruka dan Yuuta keluar, Toshio langsung masuk ke kamar mandi dan mandi untuk membersihkan tubuh nya. Kyoko pun langsung duduk di sofa. Dia membuka window status nya untuk mempelajari kemampuan nya sendiri sambil makan coklat di dalam bingkisan. Selagi dia melihat status nya, tanpa sengaja dia melihat level nya, ternyata sekarang dia sudah naik level menjadi 100 dan sama seperti Toshio. Kyoko langsung berdiri dan lari ke kamar mandi, dia langsung masuk ke dalam menghampiri Toshio yang sedang berendam.
“Toshio san…Toshio san….lihat deh aku sekarang level 100, berarti sama dong sama kamu hehe.”
“Kyoko chan…..kenapa masuk ke sini…aku lagi berendam…..”
Wajah Toshio pun merah melihat Kyoko main masuk saja tanpa ada basa basi. Kemudian dia melihat status Kyoko supaya cepat selesai dan Kyoko keluar.
“Iya benar…kamu sekarang level 100…sudah ya…aku masih berendam.”
Bukan nya keluar, Kyoko malah membuka baju nya dan langsung masuk ke dalam bak.
“Kyokoooo chaaaan…apa apan sih…kenapa kamu malah masuk ke bak ?”
Toshio menutup wajah nya dan langsung berbalik. Kyoko terus mengamati status nya sambil berendam, dia tidak menghiraukan Toshio yang malu. Karena risih, Toshio langsung mengambil handuk dan berdiri, kemudian dia keluar dari kamar mandi. Melihat Toshio keluar, Kyoko juga langsung berdiri dan ikut keluar. Kyoko terus mengikuti Toshio sampai ke kamar dan selesai ganti baju.
“Kyoko chan, kamu kenapa sih, kok mengikuti aku terus…”
Toshio agak risih dan sedikit geram melihat Kyoko. Tapi walau begitu dia tetap membiarkan Kyoko.
“Tidak apa apa kan hehe….kita kan sudah tunangan……”
Wajah Kyoko sedikit merah. Toshio merasa ada yang tidak beres dengan Kyoko. Kemudian dia masuk ke ruang tengah. Ternyata di meja dia melihat dua buah bungkus coklat yang sudah di makan tergeletak. Bingkisan yang di berika oleh Haruka dan Yuuta ada di meja, begitu Toshio mengecek nya ternyata Haruka dan Yuuta juga memberikan sekotak coklat di bingkisan nya. Toshio langsung mengambil bungkus coklat yang sudah di makan dan mencium nya.
“Kyoko chan…kamu makan coklat ini ya……”
“Iya kenapa….hehe….enak kok…”
Kyoko langsung duduk di sebelah nya hanya menggunakan handuk.
“Duh dia mabuk, coklat ini berisi rum beralkohol.” Pikir Toshio.
Akhirnya Toshio mengambil baju dan langsung memakaikan Kyoko baju nya. Kyoko terus menempel padanya.
“Lihat Toshio san…aku level 100…..”
Kyoko terus membuka window status nya. Toshio yang sudah tau penyebab nya pun diam saja dan ikut melihat status Kyoko. Kemudian dia juga membuka window status milik nya sendiri dan melihat kalau sekarang dia level 101.
“Wah….Toshio san juga naik…curaaaaang…..hik….”
“Kyoko chan…kamu mabuk….kamu lebih baik tidur dulu…..”
“Tidak mau…..”
“Duh….paling tidak tutup window status mu….kalau ada yang lihat bagaimana….”
“Ah tidak masalah kok, aku suka buka di kelas dan tidak ada yang melihat nya hehe….”
“Benarkah…?”
“Iya benar kok….coba saja buka di kelas, ada yang negur ga….selama ini sih aku ga ada yang negur.”
“Hmmm….berarti cuma kita berdua yang bisa lihat ya……besok aku coba.”
“Iya coba saja Toshio san……tolong tangan nya ke sini…aku lapar….hehe…”
Toshio pun langsung menjulurkan tangan nya ke mulut Kyoko
“Itadakimasu…haup.”
Tanpa menunda, Kyoko langsung menggigit tangan Toshio. Window status Kyoko masih terbuka saat dia menghisap darah Toshio. Tiba tiba level Kyoko naik satu sehingga dia menjadi sama seperti Toshio.
“Huh….dia naik level karena menghisap darah ku ?” Pikirnya.
Kyoko pun berhenti menghisap, tapi mulut nya masih menempel pada tangan nya. Kyoko tertidur pulas di sebelah nya sambil menyender padanya. Toshio tidak tega untuk menarik tangannya yang masih menempel di mulut Kyoko.
“Duh dia tidur…bagaimana ini….aku tidak tega…..”
Kemudian dia mengambil bantal. Dia meletakkan bantal nya di paha nya dan merebahkan badan Kyoko dan meletakkan kepalanya dengan giginya yang masih menancap di lengan nya di bantal. Toshio pun tidak bisa bergerak.
__ADS_1
“Ini tunangan ku ?” Pikir nya sambil terus melihat wajah Kyoko yang masih menggigit nya.
Toshio pun akhirnya ikut tertidur. Window status mereka terus menyala sampai mereka bangun terkaget kaget di pagi hari.