
Toshio dan Kyoko pun kembali ke Jepang, setelah kembali, mereka langsung menuju kantor. Mereka langsung masuk ke ruangan kerja mereka yang sama dengan Sho dan Suzu. Begitu Toshio masuk, Sho langsung menghampiri nya.
“Toshi…..baca ini…..” Sho memberikan surat yang kemarin dia terima.
Toshio dan Kyoko langsung membacanya, selesai membaca, Toshio langsung meremas surat nya dan tersenyum lebar.
“Akhirnya…..keluar juga dia, sudah di jawab Sho ?”
“Belum, 2 jam lagi kita akan meeting besar……untuk mempersiapkan segalanya.”
“Wow…hebat Sho san, sudah siap semua ?” Kyoko bertepuk tangan kecil.
“Jelas dong, Sho san gitu loh……” Suzu merasa bangga.
“Kok kamu yang bangga Suzu chan hahaha…..”
Toshio dan Sho langsung duduk di meja Sho, mereka mengeluarkan rokok dan langsung merokok.
“Tinggal anggota yang di Nagasaki belum datang, semua sudah standby, kalau di baca surat nya berarti aniki mu sudah putus asa nih, beberapa bisnis nya kita jegal, dan sekarang kita sudah masuk ke Yokohama.”
“Ya, tinggal kita jawab tantangan nya.”
“Lalu, di sebelah sana bagaimana ? sudah siap semua ?”
“Hmm….pokok nya kekuatan militer di sana sudah bagus, ada gundam di sana tenang saja.”
“Gundam ? Mobile suit ? Mecha ? Robot ? Bercanda ?”
“Serius…nih fotonya lihat……”
Toshio pun memberikan foto yang dia ambil ketika di istana benua hitam. Golem tempur yang di perkenalkan oleh Irene dia foto.
“Wahahahahaha….ide siapa nih…..keren keren…..”
Toshio tidak menjawab, dia hanya menunjuk ke belakang dengan jempol tangan nya.
“Kok bisa ya….hebat anak mu….”
“Bisa saja, kadang cerita di manga itu kan ada benarnya kalau memang bisa menggunakan magic….makanya di dunia kita tidak bisa karena ga ada magic.”
“Hmm benar juga….tapi kok anak mu di sana bisa baca manga ?”
“Tanya mama nya….setiap dia kesana pasti bawa bungkusan, awalnya kupikir makanan….ternyata….”
Tiba tiba Sho menengok dan melihat Kyoko yang sedang berbicara dengan Suzu. Sho langsung mengacungkan jempol nya dan berkedip begitu Kyoko menengok.
“Berarti fokus yang disini…..” Wajah Sho kembali menjadi serius.
“Ya, walau kemarin di dunia sana ada pergerakan tapi aku yakin dengan kekuatan di sana.”
“Benar, semua musuh ada di sini……”
Mereka pun terdiam dan berpikir, musuh yang mereka hadapi bukan sembarang musuh. Salah langkah sekali saja semua hancur berantakan. Sementara di belakang mereka,
“Seperti nya mereka berdua tegang Suzu chan…..”
“Pasti Kyoko chan, yang mereka tunggu tunggu akhirnya muncul….aku sendiri ingin cepat selesai masalah ini.”
“Sama, aku juga, aku cuma ingin tenang…..”
“Lalu, kamu di sana ngapain saja ?”
“Biasa, jalan jalan meninjau proyek dan membangun pasukan, tapi anak ku hebat, ternyata dia bisa membuat character manga menjadi nyata hahaha…..”
“Dasar, pasti ide mu kan ?”
“Tentu saja, Toshi san tidak mungkin punya ide seperti itu….”
Mereka berdua pun tertawa kecil sambil melihat kedua suami mereka yang sedang pusing. 2 jam pun berlalu, meeting besar pun di mulai. Toshio dan Sho di dampingi Kyoko dan Suzu masuk ke dalam ruangan meeting dan langsung duduk di paling depan. Di depan mereka ada perwakilan dari Saga, Miyazaki, Nagasaki dan semua kota di pulau Kyushu. Toshio dan Sho langsung menyampaikan perihal surat tantangan dari tokyo dan meminta persetujuan dari para pihak. Bagi yang tidak mau terlibat tidak masalah tapi harus berkontribusi dalam logistik. Semua prefektur dan kota besar pun setuju, karena mereka juga sebenarnya kecewa dan marah terhadap Akito dan geng nya.
Rencana mereka yang pertama adalah Okinawa, mereka akan menghancurkan keluarga Asakura dan mengambil alih bisnis mereka. Keluarga Asakura di pimpin oleh Ryota dan bergabung dengan Akito. Baru setelah itu mereka akan menjawab tantangan dari Akito.
Semua pasukan di kumpulkan di pusat, yaitu kota Fukuoka dan untuk yang pergi ke Okinawa adalah Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu. Awalnya semua tidak setuju, tapi karena bagi Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu masalah ini adalah masalah pribadi, mereka tidak ada yang berani membantah. Setelah mengatur penempatan, jumlah personel yang tergabung dalam perang, mengatur logistic dan persenjataan, rapat pun akhirnya selesai.
Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung terbang ke Okinawa menggunakan pesawat pribadi mereka. Di dalam pesawat,
“Kalau aku, Kyoko dan Suzu wajar dendam dengan Ryota, kok kamu juga Sho ?”
“Jelas dong, dia makan daging istri ku sampai hanya tersisa kepala….bayangkan…..pokok nya serahkan dia padaku.”
“Sho san…..” Suzu langsung merebahkan kepalanya di pundak Sho.
“Ngomong ngomong kalian level berapa sekarang ?” Tanya Kyoko kepada Shod an Suzu.
Keduanya langsung membuka window status mereka, level Suzu dan Sho sudah mencapai 770. Kemudian Toshio dan Kyoko pun membuka window status mereka, Toshio dan Kyoko sudah mencapai 820. Mereka ber empat pun sudah siap tempur.
“Hebat kamu Toshi…..kuat sekali ya…..”
“Grrr maksud mu apa Sho…..”
__ADS_1
“Hahaha….sebenarnya dua dua nya hebat, Kyoko chan juga hebat……”
“Terima kasih Sho san….tapi tolong jangan meledek. Lagipula kamu dan Suzu chan juga hebat kok…..Suzu chan kuat juga ya hehe.” Balas Kyoko.
“Wah….aku sih tinggal terima saja……hehe.”
“Benarkah itu Suzu chan….wah kalau aku harus berusaha.” Kyoko melirik Toshio sambil cemeberut, sementara itu, Toshio membuah wajah nya melihat keluar jendela karena malu.
“Hahaha benarkah itu Toshi…..”
Kemudian Sho langsung merangkul Toshio.
“Nanti aku ajarkan ya hehe….”
“Ah diam kamu….konsentrasi, kita sudah dekat.”
Beberapa menit kemudian pesawat pun mendarat di bandara, begitu keluar mereka semua langsung berubah dan terbang. Tujuan mereka langsung ke hotel tempat mereka pernah menginap. Begitu sampai mereka langsung turun dan masuk ke lobby dengan wujud demon mereka.
Semua pengunjung, pegawai dan orang yang di sana, langsung melarikan diri melihat mereka masuk. Mereka langsung menuju basement tempat kantor Ryota, begitu sampai di depan pintu, Sho langsung menendang pntunya, Ryota yang sedang di dalam pun kaget.
“Halo apa kabar…….cepat berubah dan lawan aku….” Teriak Sho sambil menendang pintu.
“Siapa kamu….pengawal…bunuh dia….” Teriak Ryota.
Pengwal pengawal yang berjumlah delapan orang pun langsung masuk ke dalam, mereka langsung menembaki Sho. Dan juga menembaki Toshio, Kyoko dan Suzu yang baru muncul di belakang Sho.
“Suzuno ? kamu masih hidup….Suzuno ku aku kangen padamu….” Ryota langsung berjalan menuju Suzu.
Ketika dia berpapasan dengan Sho, langsung saja Sho menangkap pundak nya.
“Yo…mau kemana ? Suzu chan istri ku….jangan dekat dekat dia….”
Sho langsung mendorong pundak Ryota dengan kencang dan membuat nya terlempar jauh ke belakang membentur dinding, lukisan di belakang nya pun jatuh karena kencang nya benturan Ryota menghantam dinding.
Sho langsung berjalan mendekati Ryota yang menyender di dinding dan menginjak dinding di sebelah kepala Ryota. Dia pun menunduk sambil menatap Ryota.
“Yo…cepat berubah…..”
“Grrrr awas kamu…..kembalikan Suzuno……..” Ryota pun langsung berubah seiring teriakan nya.
Ryota langsung menyerang, menyabetkan cakar nya ke tubuh Sho. Karena Sho sigap dia pun langsung mundur dan cakar Ryota menggores jaket hitam nya sampai koyak.
“Wah wah lumayan juga…..”
“Hahahaha, jangan mimpi kalian bisa melawan aku, sekarang aku sudah level 500, kalian tidak akan menang…..”
Belum selesai Ryota berbicara, kepalan Sho sudah menghantam wajah nya. Dan di teruskan,
Tiba tiba Suzu maju mendekati Sho,
“Sho san, ijin kan aku……”
“Baik Suzu chan, sekarang giliran mu….”
Suzu pun langsung jongkok di hadapan Ryota yang babak belur, dia memegang pipi Ryota.
“Suzuno, aku tau kamu tidak akan membunuh ku…….”
“Tenang saja oni san, aku tidak akan membiarkan siapapun, termasuk suami ku untuk membunuh mu…..kecuali aku….” Suzu pun langsung tersenyum lebar.
Tanpa basa basi lagi, Suzu langsung sekuat tenaga mendorong tangan yang sedang di pipi Ryota dan memutar kepala Ryota kebelakang sehingga wajah Ryota berada di punggung nya.
“Gah….Suzuno….kenapa…..”
“Hah…kenapa ? masih tanya kenapa ? kamu tau apa yang kamu perbuat oni san ?”
Trident di kedua tangan Suzu pun keluar dan dia langsung mencincang badan Ryota. Dia tau kalau Ryota bisa pulih jadi dia benar benar menghancurkan badan Ryota dan menyisakan kepala nya yang berbentuk serigala itu. Kemudian Suzu mengambil kepalanya dan menghadapkan nya ke wajah nya yang penuh darah.
“Nah silahkan pulih…aku tunggu……”
Kemudian Suzu membawa kepala Ryota keluar dari pintu samping di ikuti oleh Sho, Toshio dan Kyoko di belakang nya. Mereka langsung naik lift menuju arena di bawah hotel. Setiap penjaga yang menghadang di bunuh oleh Toshio, Kyoko dan Sho di belakang Suzu. Ketika sampai, mereka langsung melompat ke tengah arena yang sudah hancur. Suzu meletakkan kepala Ryota di tengah tengah arena.
“Silahkan memulihkan diri, kami tunggu….” Ujar Suzu dengan suara mengerikan.
“Suzuno….kamu tega sekali….”
“Hehe iya oni san, kamu memakan kaki ku lebih dulu lalu membiarkan nya tumbuh, setelah itu kamu memakan kaki ku lagi sampai ke pinggang ku dan membiarkan nya tumbuh lagi dan terakhir kamu memakan semuanya sampai tersisa hanya kepala ku…..tenang saja….aku akan lebih tega dari kamu.”
Tiba tiba banyak orang masuk dari balkon arena dan menyebar mengelilingi arena. Mereka semua membawa senjata api dan jumlah nya kira kira 50 orang. Kemudian pintu penjara terbuka dan 3 ekor minotaur masuk ke arena.
“Akhirnya ada hiburan, Kyoko, kamu bisa kan menghabisi 50 orang di atas itu….?”
“Dengan senang hati suami ku…..” Kyoko langsung melompat dan mengamuk di atas.
Sho dan Toshio langsung menghadapi minotaur yang berlari ke arah mereka untuk menyerang.
“Aku dua Sho…kamu satu saja….”
“Tidak, aku dua dan kamu satu Toshi….”
__ADS_1
“Ah masa bodoh lah….ayo maju Sho.”
“Oss….”
“Oraaaaaaaaaaa….” Keduanya berteriak dan langsung menyerang minotaur.
Sementara itu, Ryota mulai berhasil menumbuhkan separuh badan atas nya, Suzu masih menunggu di depan nya dengan sabar.
“Sudah oni san ?”
“Suzuno, kamu pikir kamu bisa melawan aku ?”
“Mudah…..”
“Kamu….kamu…..awas kamu sampai aku pulih….”
Tangan Ryota pun langsung menyabet kaki Suzu dengan cakar. Suzu langsung menendang tangannya dan kemudian menginjak nya. Dia langsung menusukkan trident nya ke tangan Ryota, kemudian memutuskan nya.
“Wah wah…aku bilan kan pulihkan dulu…oni san….” Suzu mengejek Ryota sambil tersenyum lebar.
Tiba tiba Kyoko yang sudah selesai menghabisi 50 orang di atas langsung turun ke sebelah Suzu.
“Suzu chan, boleh tangan sebelah nya buat aku ?”
“Silahkan Kyoko chan…….nanti juga tumbuh lagi.”
Kyoko langsung jongkok dan dengan mudah nya dia mencabut lengan Ryota yang sebelah lagi.
“Aaargghhhh…umppph.”
Ryota yang sedang berteriak kesakitan langsung berhenti berteriak karena tangannya yang di cabut Kyoko langsung dimasukkan ke mulut nya.
“Nah…sekarang kamu makan dirimu sendiri….doyan kan….hehe…”
Kyoko langsung toss dengan Suzu.
“Hehe bagus Kyoko chan….”
Toshio dan Sho pun mendekati Kyoko dan Suzu sambil membawa kepala minotaur.
Toshio mencengkram dua kepala minotaur dan Sho memutar satu kepala minotaur di jarinya seperti memutar bola basket.
Mereka langsung berdiri di depan Ryota dan melemparkan kepala kepala minotaur ke arah nya.
“Ku..kurang ajar….tidak apa apa…kalau aku mati di sini…badanku masih aman di dalam tabung hehe…aku akan balas kalian…..”
Sho pun jongkok di depan Ryota dan memperlihat kan tabung tabung yang hancur yang dia foto sewaktu Toshio dan Kyoko mengamuk di sana.
“Maksud mu, tabung tabung di sini ?”
Ryota yang melihat nya pun kaget, karena tubuh nya pasti ada di antara tabung tabung itu.
“A..apa…tidak mungkin….aku sudah mati ?”
“Yap..dan ini yang terakhir….gimana ?” Tanya Sho.
Ryota langsung menoleh ke Suzu dengan wajah yang sedih.
“Suzuno, tolong aku, aku minta maaf, aku berbuat kesalahan pada mu, mohon tolong aku…..” Teriak Ryota panik.
“Hmm suami ku, sebaik nya kita tolong dia…..” Suzu langsung memegang pundak Sho.
“Bagaimana caranya istri ku…?” Tanya Sho.
“Begini…..”
Suzu langsung mencabut kepala Ryota yang baru berhasil lagi menumbuhkan separuh badannya.
“Yuk ikut aku…..” Suzu pun langsung terbang menerobos lift dan naik ke atas.
Toshio, Kyoko dan Sho mengikuti nya dari belakang, begitu mereka keluar dari lift dan sudah sampai di lobby, mereka langsung keluar dari hotel. Mereka terus mengikuti Suzu yang membawa kepala Ryota ke tengah laut.
“Apa..apa maksudnya ini Suzuno ?”
“Maksudnya adalah membuang mu ke laut oni san……..”
Suzu langsung melepaskan kepala Ryota dari tangannya.
“Tidaaaaaaak….tolong Suzuno….tidaaaaaak…..”
Kepala Ryota pun menghantam laut dan langsung tenggelam. Untuk memastikan Ryota mati, Suzu langsung menyelam dan melihat kepala Ryota di makan ikan besar. Kemudian dia naik ke atas dan langsung memeluk Sho sambil menangis tersedu sedu. Sho pun memeluk nya dengan erat. Kyoko memeluk Suzu dari belakang dan Toshio merangkul Kyoko dan Sho dengan Suzu di tengah. Setelah semua nya tenang, mereka pun kembali ke hotel dan membersihkan badan mereka, kemudian mereka mulai merekrut bisnis bisnis di Okinawa.
Sementara itu di tokyo, berita kematian Ryota sudah sampai pada Akito karena ada bawahan Ryota yang menelpon nya. Akito pun bertepuk tangan kecil.
“Bagus bagus, Toshi, bukannya menjawab tantangan ku, kamu malah main main di Okinawa. Bagus sekali…..aku akan hancurkan kamu sampai kamu memohon padaku untuk sekedar hidup….” Akito tanpa sadar berubah dan meremas hp nya karena kesal.
Sharon yang berada di sebelah nya langsung memeluk Akito yang masih berwujud demon nya.
“Sabar suami ku….kita pun sudah siap, dan rencana sudah berjalan…mereka tidak akan menduganya hehe…..”
__ADS_1
“Hahaha bagus istrik ku….lihat saja nanti Toshi…lihat saja nanti….” Akito pun tersenyum bengis.