Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
The Tatsumoto's problems


__ADS_3

Melech mengajak Toshio, Kyoko, Sho, Suzu untuk masuk ke ruang pertemuan. Hide dan Izumi ikut bersama mereka. Di dalam mereka semua langsung duduk di sebuah meja bundar.


“Ok, sekarang bisa ceritakan apa yang terjadi di sini ?” Tanya Toshio.


Melech pun melihat kepada Hide, kemudian Hide pun berdiri dan menunduk kepada Toshio dan lainnya. Melihat Hide menunduk, Izumi langsung berdiri dan menunduk bersama dengan Hide.


“Maafkan aku, sebenarnya aku ingin minta tolong kalian, tapi aku harus yakin dulu dengan kekuatan kalian. Sekarang aku sudah percaya apa yang di katakan Melech san. Sekali lagi aku mohon maafkan aku.”


“Sudah sudah, sekarang katakan semuanya, kami tidak mengerti sebenarnya ada apa di sini. Kenapa kita tidak bisa ke dunia demon ? dan kenapa ada kota secanggih itu dan hanya di huni oleh robot ?” Tanya Toshio.


“Aku ceritakan semuanya.” Hide menjelaskan semuanya apa yang sudah terjadi.


Hide dan Izumi ternyata sudah dua bulan memecahkan diri dari Tatsumoto group, alasannya adalah ayah Hide sedang mengerjakan sebuah proyek yang sangat ambisius, yaitu menciptakan artificial intelligence untuk mengatur seluruh dunia dan menguasai semua hal, seperti pasar saham, siaran televisi bahkan sampai mengatur lalu lintas, Hide menentang proyek itu karena sangat berbahaya, beresiko tinggi dan menghabiskan semua sumber daya milik keluarga. Tatsumoto group bergerak di bidang teknologi dan pengembangan sistem. Semenjak perang berakhir, mereka tidak mempunyai saingan dan produk mereka menjadi nomer satu di jepang. Selain itu, mereka juga membuat robot dan android untuk menggantikan tugas manusia sehari hari yang sudah di akui dunia.


Dua bulan lalu, seorang pria datang menemui ayah Hide, dialah yang mengusulkan proyek itu kepada ayah Hide yang bernama Tatsumoto Genai. Alasan pria itu semua demi kesejahteraan dan masa depan manusia bersama demon. Pria itu juga akan memberikan imbalan yang besar dan kuasa untuk mengatur sistem di dunia, seperti seorang dewa yang mengatur segalanya. Karena memiliki ambisi yang tinggi, Genai termakan oleh bujuk rayu pria itu. Dia langsung setuju melakukan nya dan semenjak itu dia menjadi tertutup dari dunia karena fokus mengerjakan proyek baru itu. Pria itu juga membawa sistem artificial intelligence, yang di kembangkan oleh perusahaan sebelum meminta perusahaan Genai menangani nya.


Pria itu meminta Genai untuk menggunakan ai milik nya dan mengembangkan nya. Tentu saja Genai menyetujui nya dan dengan bangga nya dia memperlihatkan kepada Hide. Ketika melihat dua AI yang di bawa oleh Genai pulang, bulu kuduk Hide langsung berdiri dan badan nya gemetar, karena melihat kedua AI itu hidup dan mempunyai pikiran sendiri. Mereka berencana membuat manusia dan demon menjadi android yang bisa hidup abadi dan tidak perlu mempunyai keturunan. Caranya dengan memindahkan otak manusia atau demon ke tubuh mesin buatan. Kemudian Hide mencoba membujuk ayah nya supaya menghentikan proyek ini, tapi ayah nya malah marah dan mengusir nya.


Sejak itulah dia pergi dari rumah dan tinggal di salah satu rumah milik nya di Sapporo. Di keluarga Tatsumoto, Hide cukup berpengaruh, sehingga banyak anak buah yang bersedia ikut dengan nya, salah satunya adalah Izumi yang juga teman masa kecil nya. Kemudian dia menemukan pintu di gunung ini dan mendirikan fasilitas dengan menggunakan semua uang nya. Setelah itu dia ke Kyushu dan bertemu Kureha, bekas anak buah ayah nya yang memecahkan diri dan bergabung ke Yokomaru group. Masalah Hide waktu itu adalah kurang nya pekerja yang mau bekerja untuk nya. Kureha membantunya dengan mengenalkan Hide kepada Melech yang akhirnya mau bekerja sama.


Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu sudah bisa menduga siapa pria yang menawarkan dan membujuk ayah nya. Mereka menjadi yakin ketika Hide memberikan sebuah foto profil dari pria yang memberikan proyek itu.


“Sudah ku duga, ulah si botak lagi……” Gumam Toshio ketika melihat foto nya.


“Uhhhh dia lagi….kapan matinya sih si botak itu.” Kyoko langsung mengepalkan tangannya karena geram.


“Toshi, sepertinya ini tidak main main, si botak ini tidak punya kemampuan mengembangkan ai, pasti ada orang lain lagi di belakang nya. Mungkin bukan cuma orang, melainkan organisasi.” Ujar Sho.


“Benar Sho san, aku malah penasaran dengan ai yang di bawa nya itu….” Tambah Suzu.


“Kalau begitu, Toshio san dan lainnya mengenal pria ini ?” Tanya Hide.


“Namanya Goro, salah satu pencetus perang waktu itu dan membuat kacau dunia….” Jawab Sho.


Hide pun terdiam, dia sudah menduga ada yang tidak beres dengan pria itu sebelum nya, tapi dia baru mendengar dari mulut Toshio dan lainnya yang terlibat perang, kalau pria itu adalah pencetus perang yang mengerikan itu.


“Lalu, kenapa kita tidak bisa masuk ke dunia demon ?” Tanya Kyoko.


“Aku sendiri tidak mengerti, waktu aku menemukan pintu itu 2 bulan yang lalu, aku masih bisa masuk ke dalam dan melihat tidak ada apa apa di dalam, hanya ada tanah gersang. Setelah fasilitas sederhana ini di buat di bulan berikut nya, aku sudah tidak bisa masuk lagi ke sana. Kemudian aku mencari akal untuk bisa melihat kesana dan membuat jendela di sebelah nya. Aku sangat kaget melihat ke sana ketika jendela sudah jadi, di sana sudah ada kota besar yang sangat canggih seperti yang kalian lihat barusan.”


“Kalau begitu, Goro kesana setelah Hide san menemukan gua ini.” Gumam Suzu.


“Berarti 1 bulan dia di sana, dan mengembangkan kota itu. 100 tahun waktu yang cukup kalau sudah ada teknologinya.” Tambah Sho.


“Pokok nya kita harus siap, saat ini kita belum tahu apa yang di rencanakan nya dan siapa di balik ini semua.” Kyoko menegaskan.


“Hide kun, mengenai AI yang kamu bilang tadi, aku masih kurang paham kenapa kamu bergidik begitu melihat nya ?” Tanya Toshio.

__ADS_1


Hide pun diam sejenak, kemudian Izumi memegang tangan Hide yang di taruh di atas meja. Izumi langsung menoleh kepada Toshio.


“Yoshioka san, AI yang kami temui waktu itu benar benar bukan teknologi jaman sekarang, mereka bisa berdiskusi sendiri dan berencana di depan kita. Mereka benar benar seperti manusia yang bisa tertawa, menangis, marah dan lainnya.”


“Mereka ? memang ada berapa ai nya ?” Tanya Toshio lagi.


“Ada 2 unit, satu laki laki dan satu perempuan. Aku dan Hideaki sama melihat mereka secara langsung.” Jawab Izumi dengan suara gemetar.


Toshio dan lainnya pun terdiam, mereka sama sekali tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya di ceritakan Hide dan Izumi. Mereka terlihat takut dan gemetar begitu bercerita mengenai AI itu. Saat ini, mereka hanya tahu kalau Goro merencanakan sesuatu yang akan mencelakakan dunia.


“Toshio sama, Kyoko sama, Sho sama, Suzu sama, kami di sini memantau pergerakan mereka. Kalau mereka bergerak dan berbuat sesuatu yang menurut kami tidak wajar, kami akan langsung melaporkan nya ke kantor di Tokyo dan Kyushu.” Melech menegaskan kepada Toshio dan lainnya.


“Baiklah, saat ini kita belum bisa berbuat apa apa juga. Tapi kita akan cari cara untuk membuka gerbang dan masuk kembali ke dunia demon.”


Kemudian Toshio, Kyoko, Sho, Suzu menoleh kepada Hide dan Izumi. Wajah mereka semua serius.


“Hide kun, Izumi chan, kalian tau di mana orang ini sekarang ?” Tanya Toshio sambil mengangkat foto Goro.


“Maaf, kami tidak tahu, tapi aku punya permintaan untuk kalian, mohon tolong papa ku sebab dia terus mengurung diri di kantor nya. Anak buah nya tidak mengijinkan aku masuk ke kantornya.” Hide menunduk.


“Bukan itu Hide kun….apa yang kamu sembunyikan dari kami ?” Tanya Sho.


Hide langsung terdiam dan menunduk. Kemudian Izumi langsung berdiri dan menoleh kepada Hide dengan wajah cemas dan marah. Hide pun melihat wajah Izumi. Kemudian Izumi langsung menunduk dan menempelkan kepala nya di meja kepada Toshio dan lainnya.


“Mohon selamatkan Hideaki sama sebelum terlambat. Bukan tolong Genai san, aku tidak perduli dengan orang tua itu, tolong bawa Hideaki sama ke kantor Tatsumoto pusat, dia harus masuk ke kantor itu…tolong, sudah tidak ada waktu lagi.” Izumi memohon sambil menangis.


Mendengar itu, Toshio dan lainnya berdiri. Mereka melihat satu sama lain. Kemudian Toshio dan lainnya menghampiri Hide dan Izumi. Sho langsung menjenggut baju Hide. Dia mendekatkan wajah nya ke wajah Hide.


Hide memandang wajah Sho yang dekat dengan wajah nya, kemudian dia melihat Toshio, Kyoko dan Suzu yang memasang wajah marah di belakang Sho. Hide langsung menghela nafas.


“Baiklah….aku tunjukkan……” Hide langsung berdiri.


Dia langsung membuka blazer nya, membuka sweater nya, dan membuka kemejanya untuk memperlihatkan dada nya. Semua yang melihat nya kaget. Hide tidak memiliki jantung, di dada nya tertanam sebuah alat berbentuk segitiga yang menyala dan berdetak. Alat itu terhubung dengan semua organ di dalam tubuh nya dan mengatur sirkulasi darah nya menggantikan jantung. Di sekitar alat itu terlihat banyak urat urat nya keluar dan menggembung.


Kemudian dia juga menggulung kemejanya dan memperlihatkan sebuah monitor panjang dan kecil di bagian bawah lengan nya. Di dalam monitor itu terlihat angka digital seperti stopwatch yang menghitung mundur. Monitor itu sekarang menunjukkan angka 10.


Izumi pun menoleh dan langsung menangis melihat kondisi Hide. Dia juga melihat wajah Hide yang menunduk. Hide melihat padanya dan tangannya langsung mengelus kepala Izumi sambil tersenyum. Kemudian dia menghadap Toshio dan lainnya.


“Seperti yang kalian lihat, aku tidak sepenuh nya manusia, aku separuh robot. Dulu aku terlahir dengan jantung yang lemah dan sudah di vonis oleh dokter, tidak bisa hidup lebih dari umur 15 tahun. Papa kemudian merubah ku menjadi seperti ini.”


“Tapi kenapa kamu harus ke kantor papa mu ?” Tanya Kyoko.


Hide mengangkat tangannya dan memperlihat kan monitor yang menunjukkan angka 10.


“Ini adalah indicator sisa energy untuk alat di dada ku ini. Untuk bisa terus hidup, aku harus ke kantor papa satu kali dalam sebulan untuk menambah energy dan mengisi energy alat ini.”


“Apa artinya angka 10 itu ?” Tanya Suzu.

__ADS_1


“Artinya aku bisa hidup sampai 10 hari lagi, selama dua bulan terakhir ini aku tidak pernah menginjakkan kaki di kantor papa lagi. Sebenarnya aku membuat fasilitas ini, selain untuk meneliti dan mengawasi dunia demon, aku juga mencari solusi untuk masalah ku ini.”


Toshio dan lainnya pun terdiam, mereka tidak bisa berkata apa apa melihat kondisi Hide. Izumi terus menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu sedu. Hide pun memeluk nya. Melech pun menundukkan kepalanya dan tidak berkata apa apa. Toshio mengambil hp nya dari kantong celana nya. Kemudian dia menelpon Haga.


“Haga san, aku mau tanya, untuk membuat salinan tubuh perlu waktu berapa lama ?” Toshio menghidupkan speaker nya sehingga semua bisa mendengar percakapan mereka.


“Untuk tubuh seperti Mio dan Ryuji, membutuhkan waktu 2 sampai 3 tahun, kenapa Toshio san ?”


“Hmm waktunya tidak cukup. Apa masih ada tubuh cadangan di fasilitas gunung fuji ?”


“Wah maaf Toshio san, semua sudah hancur. Ada apa sebenarnya Toshio san ?”


Kemudian Toshio menceritakan kondisi Hide kepada Haga di telepon. Sho membantu dengan mengirimkan foto alat yang ada di dada Hide dan monitor dengan angka yang menghitung mundur di bawah lengannya kepada Haga. Setelah Haga melihat foto yang di kirim Sho dan di jelaskan oleh Toshio, dia langsung mengerti kondisinya.


“Hmm aku mengerti, tapi sayang kalau membuat tubuh baru perlu waktu 2 sampai 3 tahun, beri aku waktu 2 hari, aku akan coba cari solusinya.”


“Baik Haga san, tolong kabari kami segera…”


“Baik Toshio san, saya pamit dulu…..”


Telepon pun di tutup. Kemudian Toshio langsung mendekati Hide.


“Kita tunggu 2 hari, kalau dalam 2 hari tidak ada solusi, kita akan terobos kantor pusat Tatsumoto, maaf kami tidak berani bertindak gegabah.”


“Terima kasih Toshio san, aku mengerti, menerobos melanggar kode etik keluarga kita. Aku hatgai bantuan Toshio san, Sho san, Kyoko san, Suzu san.” Hide menunduk berterima kasih.


“Hei hei…kalau kamu mati, siapa dong yang bisa jadi pahlawan di kelas kita, kalau kami kan penjahat hehe….” Celetuk Kyoko sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.


“Aduh Kyoko, kamu masih marah soal itu, kan sudah lewat……” Tegur Toshio.


“Aku kan meledek, daripada kita tegang terus, benar ga Suzu chan ?”


“Benar sih, tapi sayang waktunya dan topik nya kurang pas Kyoko chan……hehe.”


“Apanya yang kurang pas, kamu saja tertawa kok Suzu chan….”


Semua akhirnya tertawa. Izumi yang menangis juga menjadi lega dan akhirnya tersenyum. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu berniat menolong Hide dan Izumi, karena mereka merasa Hide dan Izumi akan berperan penting dalam upaya mereka untuk menangkap dan menghentikan Goro.


Setelah selesai, mereka langsung keluar dari fasilitas. Mereka langsung keluar dari hutan. Toshio langsung membonceng Kyoko dan Sho langsung membonceng Suzu. Mereka pun langsung jalan pulang ke rumah mereka.


Keesokan harinya, sebelum pelajaran olah raga, Kyoko mendapat pesan singkat dari Izumi di hp nya yang mengatakan kalau Hide dan Izumi tidak masuk ke sekolah karena ada urusan mendadak. Kyoko memberitahu Toshio, Sho dan Suzu. Kemudian Kyoko dan Suzu keluar dari kelas untuk berganti pakaian di loker. Toshio dan Sho langsung membuka baju mereka. Para teman sekelas kagum melihat badan Toshio dan Sho yang kekar dengan tato naga di punggungnya. Keduanya langsung mengenakan kaos olah raga mereka dan mengganti celana mereka. Setelah itu mereka langsung berkumpul di lapangan olah raga.


Siswi siswi pun mulai keluar, termasuk Kyoko dan Suzu yang langsung menghampiri Toshio dan Sho. Beberapa saat kemudian, selagi mereka berolah raga, tiba tiba ada ledakan besar di depan gerbang. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung lari menuju gerbang.


Di gerbang terlihat 2 orang bertubuh besar dan tegap, berkepala botak dan berwajah muram tanpa ekspresi, berpakaian seperti preman, masuk kedalam halaman sekolah. Beberapa penjaga menghadang mereka. Satu penjaga maju menyerang dengan tongkat nya dan mengenai wajah salah satu orang botak itu. Kulit wajah nya mengelupas. Terlihat wajah asli nya di balik kulit yang terkelupas, wajah yang terbuat dari besi dan memiliki mata seperti lensa kamera mini bersinar merah. Orang itu menoleh dan melihat penjaga yang memukul nya, dia mengibaskan tangannya dan penjaga itu terpental jauh. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu melihat nya dengan jelas.


“Robot…….kurang ajar….” Toshio mengepalkan tangannya.

__ADS_1


“Si botak bergerak rupanya…….” Kyoko mengepalkan tangannya.


Mereka ber empat langsung bersiap siaga untuk melawan kedua orang yang datang itu.


__ADS_2