
Pertarungan Toshio dan Nephilim sudah memasuki hari kedelapan. Toshio pun mulai kelelahan dan nafasnya memburu, sedangkan Nephilim masih segar dan tidak terpengaruh apa apa. Setelah lama beradu, mereka pun mundur menjauh.
“Haah…haah….Kalau begini terus aku bisa kalah……..” Pikirnya.
Kemudian Toshio melihat ke atas dan meteor sudah dekat karena sudah terlihat sangat besar.
“Aku harus cepat kalahkan dia……lalu kembali.” Pikirnya lagi.
Toshio mengangkat kedua telapak nya di dada, tanduk di kening nya pun menyala terang, sinar berwarna hitam pun mulai terkumpul di kedua telapak nya. Ketika sinar hitam sudah sangat terang,
“Demon blast…” Cahaya hitam besar langsung menembak ke arah Nephilim.
“Prism Beam….”
Nephilim langsung menembakkan cahaya berwarna warni berbentuk diamond dan beradu dengan sinar hitam milik Toshio. Kedua sinar saling mendorong satu sama lain dan masih seimbang. Karena Toshio sudah kelelahan, dia jatuh berlutut dengan satu kaki sambil terus menahan dorongan sinar milik Nephilim. Sinar Toshio pun terdorong perlahan oleh sinar Nephilim. Terlihat senyuman lebar di wajah Nephilim yang melihat Toshio terdesak.
Ketika Toshio sudah hampir kalah, tiba tiba terdengar teriakan seorang wanita.
“Lilith Morningstar……”
Diantara keduanya muncul sesosok wanita yang besarnya sama dengan Toshio dan Nephilim, memakai gaun berwarna silver dengan rok sampai ke paha, di balik gaun itu dia memakai spandek yang menyambung dengan boots high heels berwarna silver. Sayap di punggung nya adalah sayap malaikat berjumlah 8 dan berwarna hitam. Di pundak, dada, punggung, perut, lengan dan kaki nya memakai armor berwarna emas dan berukiran indah. Rambutnya pirang emas dan di kepalanya ada sebuah lingkaran yang mengambang. Dari kedua punggung lengan nya keluar pedang katana berwarna emas.
“Blood blast…..”
Dia langsung menembakkan sinar berwarna merah darah terang ke arah pertemuan sinar hitam dan warna warni. Akhirnya terjadi ledakan besar yang menghancurkan sekeliling nya. Semua sinar pun menghilang. Nephilim pun terpental jauh karena terkena ledakan.
Toshio langsung melihat sosok wanita yang datang itu.
“Kyoko…….?”
“Toshi saaaan…….” Kyoko berlari menghampiri Toshio.
Kyoko langsung membantu Toshio berdiri dan memapah nya.
“Kyoko, kamu kenapa kesini…..”
Kyoko langsung memeluk erat Toshio sambil menangis. Kemudian dia melepas pelukan nya dan langsung menampar Toshio. “Plak….”
“Toshi san….jangan pernah berbuat seperti ini lagi, aku benar benar marah dan tidak akan memaafkan kamu…mengerti tidak Toshi san…..” Wajah Kyoko terlihat marah.
“Maaf…..aku tidak tau kalau kamu bisa berubah seperti ini juga….” Toshio megusap pipinya yang di tampar Kyoko.
“Hei, dari awal kita selalu berdua….jangan pernah lupa itu….”
“Iya istriku…maaf….” Toshio pun menunduk di depan Kyoko.
“Sudahlah….dia datang…..”
Nephilim pun langsung maju menyerang mereka dengan terbang mengeluarkan kedua cakarnya, wajah nya terlihat garang. Toshio langsung mengangkat kedua tangannya menyilang di depan wajah nya dan menahan cakar Nephilim. Kyoko langsung menusukkan pedang nya ke tubuh Nephilim berkali kali dengan kecepatan tinggi. Kemudian mereka pun menjauh dan mereka melihat Nephilim terluka akibat serangan Kyoko.
Toshio dan Kyoko pun saling memandang dengan Nephilim. Awan pun mulai menggumpal di atas mereka dan meteor mulai masuk ke dalam atmosfer. Toshio menengok melihat Kyoko dan kemudian mereka mengangguk. Keduanya langsung maju menyerang bersamaan. Toshio langsung menyerang wajah Nephilim yang sedang memegangi pinggang nya dengan satu tangannya. Serangan Toshio berhasil di tangkis oleh Nephilim dengan menangkap tangannya. Kyoko langsung menyabetkan pedang nya ke badan samping Nephilim yang sudah terluka dan menyayat nya. Toshio yang tangannya di tangkap langsung menedang perut Nephilim dengan kaki nya dan membuat Nephilim mundur.
Tanpa jeda, Toshio dan Kyoko langsung maju mengejar dan menyerang. Pukulan dan tendangan Toshio mulai masuk dengan telak ke tubuh Nephilim. Tusukan dan sayatan Kyoko pun terus mengenai Nephilim. Setelah beberapa menit adu pukulan dan tendangan, mereka pun kembali menjaga jarak.
“Maksimum Seraph.” Nephilim berteriak.
Tubuh nya nya pun berubah, sisik sisik emas di tubuhnya bermekaran dan menjadi tajam. Pundak, siku, dan lutut nya keluar tanduk lurus yang tajam. Badannya mengembang, ke empat tangannya menjadi besar, badannya yang separuh laki laki dan separuh perempuan pun membesar. Tanduk di kepalanya menyala berwarna putih terang. Jari jarinya menjadi seperti pisau yang tajam dan tangannya membesar.
Melihat perubahan Nephilim, Toshio dan Kyoko tidak berani mengambil resiko.
“Wrath.” “Blood Feast.” Toshio dan Kyoko pun berteriak bersamaan.
Badan mereka pun berubah sama seperti sebelum nya hanya sekarang ada penambahan armor di pundak, dada, punggung, lengan, kaki dan pinggang (khusus Kyoko).
Nephilim pun menunduk, dia tidak bergerak sama sekali, ke empat tangannya gontai. Toshio dan Kyoko berjaga memasang kuda kuda mereka. Tiba tiba, Nephilim menghilang dan muncul di belakang Kyoko. Dia langsung memukul Kyoko dengan empat tangannya. Kali ini, sebelum pukulan nya mencapai Kyoko, Toshio langsung berada di depan pukulan itu, kemudian dia langsung menangkap dan mengapit ke empat tangannya dengan lengan nya. Kyoko pun langsung memanjat tubuh Toshio dan bersalto ke depan sambil menyabetkan pedang nya ke arah ke empat lengan Nephilim. 3 lengan Nephilim pun terputus, menyisakan satu yang langsung di tarik oleh Toshio sehingga badan Nephilim pun menjadi maju ke arah nya. Kemudian Toshio menunduk dan memukul Nephilim dari bawah ke atas mengenai dagunya. Nephilim terpental ke atas.
Nephilim yang terpental pun langsung di sambut Kyoko di udara dan di tendang meluncur jatuh ke tanah. Kemudian Kyoko mendarat di pundak Toshio dan di turunkan oleh Toshio. Mereka kemudian mendekati Nephilim yang sudah terlungkup.
__ADS_1
“Yuuta…Haruka…bagaimana cara menghentikan meteor itu….?” Tanya Toshio sambil menunjuk ke atas.
“…………..” Nephilim pun diam saja tidak menjawab.
Toshio dan Kyoko pun langsung mengecek kondisi Nephilim, karena tidak menjawab mereka berpikir Nephilim sudah mati. Mereka pun berbalik dan melihat ke atas.
Mereka mencoba menembakkan jurus mereka beberapa kali ke meteor di atas mereka untuk mencoba mengahancurkan nya. Sinar mereka tidak bisa membuat kerusakan yang bisa menghancurkan meteor itu. Mereka pun akhirnya kelelahan karena menembakkan jurus mereka berkali kali. Kemudian, mereka pun mencoba terbang mendekati nya. Hawa panas mulai muncul karena meteor yang masuk menggesek atmosfer. Toshio dan Kyoko mencoba mendorong nya dan menghiraukan hawa panas nya, tapi tetap tidak bisa, meteor tidak berhenti. Kemudian mereka pun turun menjauh.
“Apa yang harus kita perbuat Toshi san…..” Kyoko melihat ke atas sambil merangkul lengan Toshio.
“Aku tidak tahu, tapi tidak mungkin aku membiarkan dunia ini hancur…..” Toshio pun merangkul Kyoko yang memeluk pinggang nya karena lengan Toshio merangkul dirinya.
“Kita bisa menciptakan lagi dunia yang baru ?” Toshio berusaha menghibur Kyoko yang bingung.
“Tapi kan membutuh kan waktu lama…..” Kyoko menunduk dan merebahkan kepalanya di dada Toshio.
Mereka bepelukan melihat meteor yang semakin mendekati mereka. Tiba tiba Nephilim berada di belakang Toshio dan memeluk Toshio dengan satu tangannya yang tersisa sehingga pelukan Kyoko terlepas. Kemudian Nephilim membawa Toshio terbang menuju meteor seakan akan mau menabrak kan diri bersama dengan Toshio.
“Toshi san……” Kyoko dengan kecepatan tinggi langsung mengejarnya.
“Jangan kesini Kyoko…..” Teriak Toshio.
Teriakan Toshio terlambat, Kyoko sudah di belakang Nephilim dan memeluk nya. Semua duri di badannya menancap di punggung Nephilim.
“Toshi san……ada satu cara…..seperti yang kita lakukan di taman…..ingat ?” Kyoko memegang tangan Toshio yang memeluk semuanya.
“Tapi kamu……”
“Hehe selama kita bersama sama tidak apa apa kan ?” Kyoko pun tesenyum walau sambil menangis.
Toshio pun tersenyum dan memeluk Kyoko erat erat. Nephilim yang berada di tengah mereka pun muntah darah karena terhimpit sisik dan duri.
“Ayo Kyoko……kita sama sama menuju tempat akhir kita…aku mencintai mu…”
“Iya Toshi san…..aku juga mencintai mu.”
Mereka pun menambah laju kecepatan mereka menuju ke meteor. Kyoko menaikkan satu tangannya dan Toshio menaikkan satu tinju nya. Mereka langsung menghantam meteor itu dengan kekuatan badan mereka. Kemudian mereka masuk dan berada di dalam meteor.
“Hiyaaaaaaaaah……” Toshio dan Kyoko meledakkan tenaga nya di dalam meteor.
“Demon blast….demon blast….demon blast….demon blast…….” Teriak keduanya.
Mereka menembakkan sinar mereka dan gabungan sinar mereka di dalam meteor dengan sekuat tenaga dan berkali kali. Tubuh Nephilim yang berada di tengah mereka pun hancur mengabu karena terkena tembakan sinar mereka. Setelah menembak berkali kali, salah satu tembakan mereka akhirnya mengenai inti meteor yang langsung membuat meteor retak. Toshio dan pun saling merangkul di dalam meteor, sebab mereka sudah terlalu lelah untuk keluar, kemudian mereka saling menatap satu sama lain. Wajah mereka terlihat tenang dan damai.
“Terima kasih Kyoko…sudah bersama ku selama ini….aku cinta kamu…”
“Aku juga cinta kamu Toshi san……aku senang…di akhir pun kita masih bersama….”
Mereka langsung berpelukan, badan mereka sudah hancur karena menembakkan sinar berkali kali dan terkena pecahan batu di dalam meteor. Tanduk Toshio dan Kyoko yang ada di kening mereka patah. Tanduk di kepala Toshio patah sebelah dan pedang di tangan Kyoko juga patah sebelah.
“Kamu menyesal Kyoko ? Kalau bisa, aku mau kembali lagi ke taman itu dan makan ramen di sana hahaha.” Toshio tersenyum melihat wajah Kyoko.
“Sama sekali tidak menyesal Toshio san….dan sama aku pun mau kembali lagi ke taman itu.” Jawab Kyoko sambil tersenyum dan menangis bahagia.
Toshio menghapus air mata Kyoko dengan tangannya sambil tersenyum. Kemudian mereka pun berciuman. Inti meteor pun meledak dari dalam. Ledakan pun merembet keluar dan menelan bagian dalam meteor. Cahaya ledakan pun merambat keluar dari retakkan di permukaan meteor. Akhirnya meteor meledak menimbulkan ledakan yang sangat dashyat dan terlihat dari dua dunia.
Di Kyushu, Sho, Suzu, Mio, Ryuji, Irene dan Haga melihat ke langit yang berwarna orange karena dampak ledakan itu. Pulau terbang pun mulai melayang turun dan jatuh di samudra pasifik. Sedangkan benua besar itu tetap berada di atas lautan. Para pasukan tentara dunia yang masih di sana pun melihat kelangit yang berubah menjadi warna orange karena ledakan meteor.
Karena Toshio dan Kyoko belum kembali, Sho, Suzu, Mio, Ryuji dan Irene pergi ke dunia demon melalui kuil. Setelah sampai mereka melihat keadaan dunia demon berantakan. Hutan di depan mereka menjadi gersang. Kemudian mereka melihat pusat ledakan di sebelah timur dan langsung terbang kesana.
Ketika sampai di timur, mereka melihat tanah yang hancur dan gersang, seperti sisa pertarungan. Mereka juga melihat komet komet kecil memasuki atmosfer yang merupakan pecahan meteor yang meledak. Sho dan lainnya langsung mencari Toshio dan Kyoko. Setelah berputar putar sambil meneriakkan nama Toshio dan Kyoko, mereka berkumpul di tengah tengah padang gersang yang luas. Sho, Suzu, Mio dan Ryuji, melihat Irene yang terduduk tidak jauh dari mereka sambil menangis tersedu sedu. Dia memegang sesuatu di kedua tangannya.
Sho, Suzu, Mio dan Ryuji langsung menghampiri Irene.
“Ada apa Irene chan ?” Tanya Sho cemas.
Irene pun menengok sambil menangis tersedu sedu dan menunjukkan dua benda yang ada di tangannya.
__ADS_1
“Ini…..” Katanya.
Sho, Suzu, Mio dan Ryuji pun kaget melihat dua benda yang di pegang Irene. Di tangan kiri Irene dia memegang patahan tanduk Toshio dan di kanan dia memegang patahan pedang milik Kyoko. Melihat itu, Sho langsung berlutut dan bersujud, dia menangis tersedu sedu sambil memukul mukul tanah. Suzu pun sama dia memeluk Sho dari belakang dan menangis tersedu sedu.
“Toshiiiiiiiii…………” Teriak Sho sambil menengadah ke atas.
“Kyokooo chaaaaaan…….” Teriak Suzu di sambil memeluk Sho dan menengadah ke atas.
Mio menangis tersedu sedu sambil berpegangan tangan dengan Ryuji. Irene pun berdiri dan melihat sisa cahaya ledakan di atas.
“Papa….mama terima kasih sudah menyelamatkan kami…..tapi papa dan mama ingkar janji kepadaku…….kenapa tidak mengajak aku……” Irene pun berlutut dan menangis tersedu sedu. Mio dan Ryuji menghampiri Irene dan memeluk nya. Mereka semua sangat sedih karena kehilangan sahabat dan orang tua mereka.
Sementara itu, di sebuah dunia lain yang tidak di ketahui dimana, Toshio merasakan dirinya mengambang dan melayang jatuh di kegelapan. Dia sudah berubah menjadi wujud manusianya kembali.
“Sepertinya aku sudah mati…hahaha…” Pikirnya.
Dia membuka matanya dan hanya melihat kegelapan yang kosong tidak ada apa apa. Dia menengok ke kanan dan kiri. Dia menyadari kalau dia sendirian dan tidak ada Kyoko di samping nya.
“Kyoko dimana ?” Pikirnya.
Dia terus melihat sekeliling nya mencari Kyoko. Tiba tiba sebuah cahaya terang menyoroti nya. Karena terlalu silau, dia menutup matanya kembali. Kemudian dia merasakan badannya sudah sampai di bawah. Dia pun mencoba duduk dan perlahan membuka mata. Ternyata di bawah nya ada sebuah telapak tangan besar yang menadah tubuh nya supaya berhenti dari jatuhnya. Dia langsung melihat ke arah cahaya di atas kepalanya. Setelah itu dia merasakan telapak tangan di bawah nya naik menuju cahaya terang itu. Dia pun menutup mata karena terlalu silau. Kemudian dia mendengar suara di kepalanya.
“Belum saatnya kamu mati, masih banyak yang harus kamu kerjakan di dunia…..”
Tiba tiba dia merasakan dirinya jatuh lagi. Langsung dia membuka mata dan melihat rumput di bawah nya. Dia pun langsung panik tapi tidak bisa berbuat apa apa. Toshio pun jatuh menghantam tanah berumput di sebuah taman.
“Adu duh…..ini di mana ? Eh…aku masih hidup ? Tadi itu suara siapa ?” Pikirnya sambil melihat tangannya.
Dia pun berdiri dan melihat sekeliling nya. Dia langsung ingat kalau ini lah taman pertama kali dia bertemu Kyoko. Wajah nya pun menjadi sedih karena teringat dan Kyoko tidak ada di samping nya.
“Kyoko, kamu dimana ? apa kamu masih hidup ?” pikirnya sambil menunduk.
Toshio pun terdiam dan merenung, air mata mulai menetes dari sisi matanya. Tapi dia sadar, kalau dia masih hidup, pasti masih ada harapan. Toshio langsung berdiri dan membersihkan bajunya.
“Aku harus mencari Kyoko……”
Baru dia mau melangkah keluar taman, tiba tiba dari atas nya terdengar teriakan seorang wanita yang jatuh.
“Kyaaaaaaaaaaa tolooooooong…..”
Toshio yang melihat ke atas langsung tersenyum dan melompat. Dia langsung menangkap Kyoko yang jatuh dari atas.
“Fiuuuuh……terima kasih…….eh….Toshi san ? ini dimana?” Tanya Kyoko yang di gendong ala princess itu.
Toshio tidak menjawab, dia langsung memeluk Kyoko yang di gendong nya dan berputar putar sambil tertawa lebar. Kyoko pun langsung balas memeluk leher Toshio dengan erat. Wajah mereka berdua terlihat sangat senang dan bahagia. Setelah itu, Toshio menurunkan Kyoko.
“Ini kita dimana Toshi san ?” Tanya Kyoko yang memang masih belum tahu.
“Dimana coba……yang pasti di Tokyo…..” Jawab Toshio riang.
“Eh…ini…..taman tempat pertama kali kita bertemu ?” Tanya Kyoko untuk memastikan.
“Hehe benar….semua di mulai dari taman ini…” Toshio langsung merangkul Kyoko.
“Hehe iya ya….pertemuan pertama yang lucu…….” Kyoko merebahkan kepalanya ke dada Toshio.
Mereka pun termenung dan melihat sekeliling taman sambil mengenang semuanya.
“Kita sudah melewati banyak kejadian ya…..”
“Iya Toshi san…..dan kita selalu berdua…..”
“Groooowl….” Perut mereka berdua berbunyi.
Toshio dan Kyoko pun saling pandang satu sama lain, kemudian mereka berdua tertawa.
“Makan yuk….” Ajak Toshio.
__ADS_1
“Yuk……” Jawab Kyoko