Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Prelude to apocalypse


__ADS_3

Hari sudah malam, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu berkumpul di ruang keluarga rumah mereka. Mereka semua diam saja dan merenungkan kejadian yang mereka alami hari ini.


“Hari ini kita sudah tau kekuatan robot itu dan kalau menurutku kekuatan nya mengerikan.”


“Robot robot itu, mereka datang dari mana ? terus terang aku penasaran.” Tanya Sho.


“Izumi chan dan Hide kun hari ini juga tidak masuk….apa kita cek saja ke fasilitas mereka ?” Ajak Kyoko.


“Sekarang ? aku setuju saja…..aku juga penasaran dari mana robot robot itu datang.” Suzu setuju.


Mereka pun terdiam, Tiba tiba Kyoko berdiri dan mengambil hp nya yang dia letakkan di lemari. Kemudian dia kembali sambil menekan hp nya.


“Aku coba telepon Izumi chan.”


Kyoko langsung menghubungi hp Izumi. “Tuut….tuut…tuut…..cklak.” Telepon di matikan oleh penerima. Kyoko mencoba sekali lagi dan kali ini tidak di angkat. Karena penasaran, dia mencoba sekali lagi dan hp sedang di matikan.


“Aneh…..pertama di matikan, kedua tidak di angkat dan terakhir hp nya di matikan.” Gumam Kyoko.


“Sepertinya kita harus kesana, gimana Toshi ? kesana sekarang ?” Tanya Sho.


“Ya, sekarang juga kita berangkat.” Jawab Toshio.


Mereka semua pun langsung berdiri. Tiba tiba hp Kyoko berbunyi. Kyoko langsung melihat layar hp nya, ternyata yang menelpon adalah Izumi. Kyoko langsung mengangkat nya.


“Halo, Izumi chan……”


“Kyoko chan….tolong…kami berdua sedang melarikan diri dari kantor pusat….mereka mau membu….tut..tut..tut….” Telepon terputus.


“Izumi chan….Izumi chan…halo……terputus…” Kyoko mematikan hp nya.


“Dia bicara apa Kyoko chan ?” Tanya Suzu.


“Dia minta tolong, mereka sedang melarikan diri dari kantor pusat, yang terakhir tidak sempat dan langsung putus.” Jawab Kyoko.


“Melarikan diri dari kantor pusat ? hmmmm ?” Gumam Sho.


“Baiklah begini saja, kita bagi tugas, Sho, Suzu chan tolong langsung ke fasilitas dan cek keadaan di sana. Aku dan Kyoko mencoba mencari Hide kun dan Izumi chan. Kyoko punya nomor Izumi chan.”


“Ok, ayo Suzu chan, kita jalan jalan malam hehe….”


“Hihi bisa saja Sho san…..”


“Sho..ini serius…..” Tegur Toshio.


“Aku tau……hanya sedikit meringankan suasana. Jangan tegang Toshi.” Jawab Sho dengan wajah serius.


“Aku tau…..”


Kemudian mereka semua langsung keluar ruangan dan keluar rumah dari belakang tanpa sepengetahuan penjaga. Mereka langsung berubah dan terbang berpencar ke tujuan mereka masing masing.


Toshio dan Kyoko mencari lokasi kantor pusat Tatsumoto group. Kyoko mencoba mencari lokasinya menggunakan map. Ketika sudah ketemu alamat dan titik koordinat nya, mereka langsung melesat menuju lokasi. Di perjalanan, sebelum sampai ke gedung yang mereka tuju, mereka melewati taman besar, mereka melihat kebawah banyak sekali orang memakai baju jas biru dan merah membawa senjata dan ht.


Diantara orang orang itu banyak sekali robot berbentuk laba laba dengan senapan di atasnya. Robot robot itu berjalan sangat cepat memutari seluruh taman seperti sedang mencari sesuatu. Toshio dan Kyoko yang terbang di atas nya merasa ada yang tidak beres. Mereka langsung terbang mengitari taman. Tiba tiba Toshio melihat sepasang kaki berada di balik sebuah bengunan yang sudah tidak terpakai, di dekat tampat para tunawisma mendirikan tenda. Toshio langsung mengajak Kyoko menghampirinya. Ternyata yang berada di balik bangunan itu adalah Hide yang sedang memangku Izumi yang kakinya tertembak. Hide sendiri terlihat seperti orang kelelahan.Toshio dan Kyoko langsung turun menghampiri mereka.


“Hideaki kun, Izumi chan, kalian tidak apa apa ?” Tegur Toshio.


“Eh Toshio san, aku tidak apa apa, tapi Izumi terluka, tolong bawa dia dulu menuju tempat aman.”


“Tidak….aku tidak akan pergi meninggalkan Hideaki sama…jangan paksa aku untuk pergi.”


“Toshio san, Kyoko san, tolong bawa Izumi pergi, yang mereka cari adalah aku. Lagipula percuma kalian membawaku…..” Hide menunjukkan monitor di lengan nya.


Angka di monitor nya tertulis angka 1. Toshio dan Kyoko yang melihat nya langsung bertanya.

__ADS_1


“Bukankah kemarin hitungan nya masih 10 ?” Tanya Kyoko.


“Benar, tadi pagi aku di panggil datang ke kantor pusat. Kemudian papa ku menyambut ku dan langsung mendudukkan aku di tempat pengisian energy. Tapi, tempat pengisian energy itu sudah di rubah, energy nya bukan nya bertambah melainkan berkurang dan di biarkan menjadi 1. Papa minta aku mengatakan di mana fasilitas di gunung moiwa. Kalau aku mengatakan nya energy jantung ku akan di isi kembali, kalau tidak akan di biarkan seperti ini. Lalu aku di kurung dan Izumi menolong ku keluar. Pada saat kita lari, dia tertembak  di kaki nya dan dari sore hari kita sudah di sini.” Hide mengelus kepala Izumi yang menangis tersedu sedu.


Mendengar cerita Hide, Toshio dan Kyoko pun geram. Tangan mereka mulai mengepal.


“Kyoko, bawa mereka ke tempat aman. Aku punya urusan sebentar di gedung itu.” Toshio menunjuk kantor pusat Tatsumoto.


“Baik Toshi san, setelah mengantar mereka ke tempat aman aku akan menyusul….”


“Ya….”


Kyoko langsung membawa Hide dan Izumi terbang menjauh. Toshio berjalan keluar dari balik gedung. Sayap nya mengembang dan api nya membesar, membuat semua robot laba laba yang bisa mendeteksi panas datang kepadanya. Semua robot laba laba pun datang dan 20 orang bersenjata di belakang laba laba, mereka semua mengepung Toshio.


“Hehehe sudah semua ? Bagus……Demon blast.”


Toshio langsung menaikkan telapak nya dan merentangkan tangannya. Dari kedua telapak nya keluar sinar besar berwarna hitam. Kemudian Toshio berputar di tempat dan semua orang orang, robot laba laba yang mengepung nya hancur tidak tersisa apapun. Setelah memastikan semua habis, Toshio langsung terbang dengan kecepatan tinggi menuju gedung pusat Tatsumoto. Toshio langsung masuk kedalam gedung lantai 10 dengan menerobos jendela.


Toshio langsung berdiri di depan Tatsumoto Genai, ayah dari Hide yang sedang duduk di kursinya menghadap lukisan di belakang nya.


“Halo apa kabar…..CEO Yokomaru group.” Sapa Genai dengan suara yang sangat mengerikan.


Toshi yang mendengar nya kaget. Kemudian dia maju ke meja Genai. Di tengah tengah ruangan ada sebuah jam digital yang tergantung di langit langit bertuliskan “167:59.30.00” dan berjalan menghitung mundur.


“Siapa kamu……Tatsumoto Genai ?” Tanya Toshio.


“Hehehe…..”


Kemudian Genai pun memutar kursinya dan langsung berhadapan dengan Toshio. Keadaan Genai sangat mengerikan, sebagian tubuh nya sudah menjadi robot, di sisa sisa daging nya mengeluarkan serat serat besi. Wujud nya mirip dengan wujud anak buah nya yang di masuki air raksa sore tadi.


“Apa yang sebenarnya kamu rencanakan ? Kenapa melakukan hal semacam ini ? Kenapa membuang anak mu sendiri ?” Tanya Toshio.


Genai pun berdiri, dia langsung berjalan ke depan Toshio.


Toshio langsung mundur, dia melihat mulut Genai yang tidak bergerak ketika berbicara dan matanya mendelik ke atas.  Kemudian Toshio langsung bertanya, karena dia tau kalau Genai sebenar nya sudah mati.


“Siapa kamu sebenarnya ?”


Kyoko datang menerobos kaca jendela dan langsung berdiri di samping Toshio. Tiba tiba, bersamaan dengan Kyoko yang datang, pintu ruangan terbuka dan Goro pun masuk ke dalam dengan santai. Genai langsung membuka kemejanya dan memperlihat kan dada nya. Di dada nya tertancap dua buah monitor kecil. Dua monitor itu langsung menyala, menampilkan wajah seorang pria dan seorang wanita. Toshio dan Kyoko langsung tersentak kaget melihat nya.


“Susah membohongi senpai….benar tidak ne san hahahaha.”


“Benar outoto ku…..Toshio kun benar benar pintar…apa kabar Kyoko chan ?”


Toshio dan Kyoko yang melihat nya langsung geram. Mereka meluhat nya dengan tidak percaya.


“Yuuutaaaaa……” Teriak Toshio.


“Harukaaaaa……” Teriak Kyoko.


Mereka langsung bersiap untuk maju menyerang dengan memasang kuda kuda mereka.


“Whoops jangan gegabah, kalian tidak bisa membunuh kami, yang berada di tubuh ini hanyalah salinan kami, badan asli kami tidak di sini.” Haruka menjelaskan.


“Mau apa lagi kalian, kalian sudah kalah, buat apa meneruskan sesuatu yang tidak bermakna seperti ini….” Teriak Toshio.


“Hahaha tujuan kami dari awal masih sama, mereset dunia dan mengambil apa yang menjadi hak kami. Kalian lihat jam digital di atas, rencana kami sudah berjalan, tinggal menunggu waktu habis dan boooom selesai hahahaha.” Yuuta menjelaskan.


“Apa maksud nya, bicara yang jelas…” Bentak Kyoko.


“Ah payah Kyoko chan, maksudnya dunia akan boom ketika hitungan di jam ini habis….oh ya, silahkan kalian hancurkan jam nya, tidak berpengaruh apa apa. Hahaha…..” Balas Haruka.


“Apa ? kalian benar benar gila…..jadi kalau hitungan sampai nol seluruh dunia hancur ?” Tanya Toshio.

__ADS_1


“Hebat senpai, tidak percuma dulu pernah jadi honor student…dunia akan booom dan kalian tidak bisa mencegah nya hahaha…..”


“Selamat menikmati waktu yang tersisa hahahaha….Baiklah Goro, kita pergi dari sini, kita menunggu di panggung yang sudah di siapkan saja.” Ajak Haruka.


Goro langsung keluar ruangan dan pergi.


“Bye bye senpai, Kyoko chan….” Yuuta pamit, mengejek Toshio dan Kyoko.


"Hei tunggu........" Teriak Toshio tapi terlambat.


Monitor di dada Genai sudah mati dan tubuh Genai langsung jatuh. Toshio dan Kyoko melihat jam digital di atas mereka. Jam terus menghitung mundur.


“Toshi san, apa yang terjadi kalau hitungan nya menjadi 0 ?”


“Aku tidak tahu…..”


Ketika mereka sedang melihat jam digital di atas dengan cemas, tiba tiba hp Toshio berbunyi. Toshio langsung mengambil hp nya dan melihat layar nya. Kemudian dia mengangkat nya. Toshio menyalakan speakernya supaya Kyoko ikut mendengar.


“Toshi, Hide kun dimana ? Haga san datang ke fasilitas di sini membawa jantung buatan, kita bisa menyelamatkan Hide kun.”


“Aku bawa mereka ke rumah kita tadi…..” Jawab Kyoko.


“Sho, ada masalah yang sangat besar di sini. Cepat segera kesini, aku kirimkan koordinat nya. Hide kun dan Izumi chan di rumah, minta anak buah mengantar ke fasilitas……nanti aku ceritakan semuanya di sini.”


“Ok Toshi, aku dan Suzu kesana.”


Telepon pun di tutup. Toshio dan Kyoko tetap diam di gedung itu sambil menunggu Sho dan Suzu datang. Mereka berubah ke wujud aslinya, wajah mereka benar benar pucat.


Tak lama kemudian, Sho dan Suzu datang menerobos jendela. Mereka langsung berubah. Toshio langsung menceritakan semuanya, dari pertemuannya kembali dengan Yuuta dan Haruka, juga tentang hitungan mundur jam digital di atas mereka. Sho dan Suzu pun kaget.


“Mereka berdua masih hidup ?” Tanya Sho.


“Ya, menjadi AI…..merekalah yang kemarin di maksud oleh Hide kun dan Izumi chan, yang  membuat keduanya gemetar.”


“Benar benar keterlaluan, mereka merencakan semua ini dengan matang.” Gumam Suzu.


“Sisa waktu kita hanya di jam digital ini dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika jam ini menjadi 0.” Kyoko menjelaskan.


“Kita harus tahu cara menghentikan nya…….” Gumam Toshio.


Mereka mulai mencari petunjuk di ruangan kerja Genai. Semua berkas, buku buku, file file di laptop, mereka keluarkan semua. Karena ada beberapa file yang di password, mereka langsung membuat backup nya dan membawa laptopnya. Setelah itu, anak buah Toshio mengabarkan kalau mereka sedang mengantar Hide dan Izumi menuju fasilitas.


Karena di dalam ruangan tidak menemukan apa apa, mereka semua menyebar berkeliling di dalam gedung mencari petunjuk. Kyoko yang pergi mengecek basement langsung menghubungi semuanya untuk ke tempat nya di basement. Tak lama kemudian, Toshio, Sho, Suzu datang ke basement dan melihat Kyoko yang sedang tertegun melihat ke dalam sebuah ruangan. Mereka langsung melihat ke dalam ruangan itu. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu menjadi sangat kaget, karena di dalam ruangan itu mereka melihat pabrik dengan mesin mesin besar yang memproduksi robot seperti robot robot yang menyerang mereka hari ini.


Tapi yang membuat mereka tercengang adalah ada banyak tabung berisikan tubuh Hide yang sedang tidur dengan jantung yang bolong. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu langsung masuk ke dalam dan mengamati semuanya. Mereka langsung menghancurkan sebuah pintu besi di paling belakang yang membutuhkan akses untuk masuk. Di dalam mereka melihat sebuah kapsul untuk pengisian energy yang di gunakan Hide.


“Jadi ruangan ini yang di pakai Hide kun untuk mengisi energy nya…..” Gumam Toshio.


“Dan di depan nya pabrik untuk memproduksi robot robot yang menyerang sekolah…” Tambah Kyoko.


“Toshi, Kyoko chan, sini….kalian harus lihat ini….” Panggil Sho.


Toshio dan Kyoko langsung masuk lebih dalam menghampiri Sho dan Suzu. Mereka melihat sebuah tabung seperti pada fasilitas di gunung fuji. Di dalam nya ada sebuah tubuh demon yang wujudnya seperti oni (ogre) memiliki tanduk kecil di kanan dan kiri kening nya.Tubuh nya kekar dan sebagian robot, seperti memakai armor mecha di bagian punggung, dada, perut, seluruh lengan dari pundak sampai tangan bagian atas, seluruh kaki dari pangkal paha sampai kaki bagian atas. Di bagian dada nya ada sebuah lubang yang bentuk nya seperti jantung Hide. Wajahnya mirip dengan Hide dengan rambut berwarna silver memakai helm dan penutup wajah yang sedang terbuka.


“Whoaaah….keren…seperti tokutatsu…” Teriak Kyoko dengan mata berbinar.


“Nah kesukaan nya dia nih……” Ujar Toshio yang melihat Kyoko senang.


“Bagaimana kalau kita bawa tabung ini dan kapsul di depan itu ke fasilitas ?” Tanya Sho.


“Mungkin tabung ini bisa menolong Hide kun…..” Tambah Suzu.


“Baiklah, sekarang kita ambil kedua benda ini dan membawa ke fasilitas. Sho tolong panggil beberapa anak buah ke sini, setelah semua beres kita hancurkan gedung ini.”

__ADS_1


Kemudian Sho langsung menelpon anak buah nya dan menyuruh nya datang dengan membawa container. Gedung sudah sepi karena semua pegawai sudah pulang. Toshio dan lainnya menemui bagian security di lantai 1  untuk segera mengevakuasi gedung. Setelah anak buah datang dan mengangkut semuanya dan memastikan tidak ada orang di gedung, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu berdiri di depan tiang tiang utama di basement. Dalam hitungan ke 3 mereka serempak menghancurkan tiang sampai berkeping keping. Gedung bertingkat 30 lantai itu langsung roboh ke bawah. Setelah itu Toshio, Kyoko, Sho, Suzu langsung terbang kembali ke fasilitas. Wajah mereka semua tegang dan penuh kecemasan.


__ADS_2