Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Battle at Tokyo ruins and Survivors in mount Fuji


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, Toshio dan Kyoko sampai kembali ke Tokyo, mereka melihat kota Tokyo yang sudah tidak berbekas, hanya beberapa bangunan tinggi yang masih menonjol di atas permukaan tanah dan di tutupi debu yang sangat tebal. Walau siang hari, langit terlihat gelap karean banyak nya debu yang berterbangan. Toshio memeluk Kyoko yang menangis melihat kondisi kota Tokyo.


Grup penyintas yang datang bersama Toshio langsung menyebar memeriksa gedung gedung bertingkat yang masih menonjol di atas permukaan. Mereka masuk ke dalam gedung dan melihat kondisi di dalam. Toshio dan Kyoko berada di luar mengawasi para penyintas yang masuk ke dalam gedung. Mereka juga bersiaga kalau musuh mengetahui keberadaan mereka.


Toshio dan Kyoko berjalan jalan di kota Tokyo yang sudah hancur, mereka menuju Tokyo tower yang hanya terlihat ujung nya yang menonjol dari atas tanah. Mereka masuk dan duduk di sana.


“Waktu aku baru sadar dari koma, aku duduk di sini sambil mengenang masa lalu hahaha lucu, sekarang aku duduk di sini lagi…..”


“Waktu itu ga ada aku kan, sekarang ada aku hehehe…..’


“Iya benar, waktu itu belum ketemu kamu, tapi malam itu kamu jatuh dari langit di taman.”


“Hehe iya…taman, semua bermula dari taman, baik dulu atau sekarang….”


Selagi mereka duduk bernostalgia, sebuah pesan masuk dari Sano. Pesan itu berisikan pasukan robot mulai bergerak ke arah kota kota besar di dunia, termasuk Tokyo. Toshio langsung melihat tanggal terkirim nya pesan, ternyata sudah satu minggu lalu. Melihat pesan itu, Toshio langsung menarik tangan Kyoko dan berniat memperingati penyintas yang menyebar di dalam kota.


Tiba tiba di depan mereka berdua, sebuah drone dengan empat baling baling terbang di depan mereka dengan lensa kamera berwarna merah bergerak gerak seakan akan sedang memindai mereka berdua. Toshio langsung lompat dan berubah. Dia langsung menghancurkan drone itu. Ketika dia turun ternyata di atas nya masih ada dua drone lagi. Kyoko langusng berubah dan melompat menghancurkan keduanya. Setelah itu mereka langsung lari untuk mengumpulkan para penyintas yang datang bersama mereka.


Ketika sampai di tempat para penyintas, mereka melihat para penyintas sedang berperang dengan pasukan robot yang berbentuk seperti tengkorak demon dengan mata berwarna merah. Mereka menembaki para penyintas yang balas menembak di belakang barikade. Tanpa di pikir lagi, Toshio dan Kyoko langsung terbang menuju pasukan musuh dan membunuh semua pasukan robot di depan nya.


Ternyata pasukan robot itu sangat banyak dan tidak habis habis, Toshio dan Kyoko terdesak mundur. Karena melindungi para penyintas, Toshio dan Kyoko langsung mengluarkan sebuah jurus mereka.


“Blood demon blast…….”


Sebua sinar merah darah bercampur hitam keluar dari antara tanduk di kening mereka dan bergulung menembus barisan robot robot yang sangat banyak itu. Toshio dan Kyoko menggerakkan nya dan menyapu bagian depan pasukan robot itu. Robot yang terkena sinar meleleh menjadi air raksa. Tiba tiba pasukan robot berhenti bergerak dan diam di tempat. Air raksa yang berserakan mulai berjalan dan menyatu di tengah tengah.


Cairan itu membentuk robot raksasa setinggi 8m, berbentuk manusia yang tidak memiliki otot dan lekukan di badannya, hanya ada tangan, kaki dan kepala berwarna silver dengan sebuah mata menyala berwarna merah di tengah kepalanya. Toshio dan Kyoko langsung memerintahkan semua penyintas mundur dan meninggalkan Tokyo karena mereka tidak akan menang melawan nya. Mungkin bagi Toshio an Kyoko, mereka berdua bisa melawan, tapi para penyintas akan di bantai habis oleh mereka.


“Ayo semuanya, pergi dari sini…..berkumpul di bukit di luar kota…….” Teriak Toshio.


Semua penyintas langsung pergi meninggalkan barikade yang mereka buat, mereka mundur sementara karena kalah pasukan dan senjata untuk melawan. Mereka menjatuhkan drone drone yang berterbangan di atas mereka selagi mundur agar musuh tidak mengetahui keberadaan mereka. Pasukan robot langsung maju menembus barikade dan menyebar di dalam kota Tokyo yang sudah hancur setelah Toshio, Kyoko dan para penyintas pergi.


Toshio dan Kyoko yang keluar dari kota, mengarah ke kaki gunung fuji tempat fasilitas yang berhubungan dengan dunia demon. Mereka berharap masih ada yang  selamat di sana.


“Toshi san, sudah dekat……”


“Iya, kita sudah dekat, semoga masih ada yang selamat dan masih bisa di pakai untuk berlindung.”


“Mereka banyak sekali, sebenar nya kita bisa menghabisi mereka dengan menggunakan kemampuan Lucifer dan Lilith, tapi…….”


“Tidak bisa, kalaupun sekarang kita bisa habisi, markas mereka akan mengirim kan lagi, sedangkan kita akan semakin terdesak. Di Tokyo sudah tidak ada yang selamat, jadi kita tidak perlu mempertahankan nya.”


“Harapan terakhir di sini berarti fasilitas yang ada di gunung fuji.”


“Ya….mereka benar benar berhasil kali ini…..Haruka….Yuuta….”


“Sudah Toshi san, tidak usah di bicarakan lagi….”


Kyoko menggandeng lengan Toshio dan merebahkan kepalanya di pundak nya, mereka terus berjalan menuju fasilitas. Dua hari kemudian, mereka sudah melihat sisa sisa hutan aoki gahara setelah melewati medan yang cukup berat dan menghabiskan tenaga. Pintu masuk ke dalam fasilitas ternyata masih utuh, mereka langsung menuju kesana.


Begitu sampai, ketika Toshio dan Kyoko ingin melangkah masuk, ada tembakan mengarah di depan kaki nya yang membuat Toshio dan Kyoko berhenti, mereka langsung menengok ke atas. Di atas bukit, ternyata masih ada beberapa orang manusia dan demon yang menjaga pintu masuk. Toshio dan Kyoko langsung mengangkat tangannya tanda menyerah.


“Siapa kalian ?” Teriak seorang pemuda yang melihat Toshio, Kyoko dan para penyintas datang ke pintu fasilitas.

__ADS_1


“Kami datang dari Sapporo, kami sedang mencari orang orang yang selamat untuk di bawa kembali ke Sapporo, kalian siapa ?” Teriak Toshio.


“Suara ini…..Toshio sama, Kyoko sama…..” Seorang demon wanita berdiri di atas bukit.


Karena silau, Toshio dan Kyoko menutup kening mereka pakai tangan sambil melihat keatas. Wanita itu langsung melompat turun dan berdiri di depan Toshio dan Kyoko.


“Apa kabar Toshio sama, Kyoko sama, masih ingat aku ?” Tanya wanita itu.


Toshio dan Kyoko maju sedikit untuk melihat wajah nya yang memakai kerudung itu. Wanita itu membuka kerudung nya.


“Ciel….kamu Ciel kan ?” Tanya Kyoko.


“Iya benar Kyoko sama, aku Ciel, anak dari Raja Aries.”


“Apa Raja Aries dan istrinya ada di sini ?” Tanya Kyoko.


“Papa dan mama ada di Kyushu, mereka masih hidup. Aku ada di tokyo karena waktu itu aku sedang bersekolah di sini. Ayo masuk, Toshio sama, Kyoko sama dan semuanya.”


Ciel langsung berbalik dan mengangkat tangannya ke atas. Semua yang di atas langsung berhenti menodongkan senjata ke bawah dan melompat turun. Kemudian seorang pria mendekati Ciel.


“Siapa mereka Ciel ?” Tanya pria itu.


“Oh ya kenalkan, ini Hiroshi san, kekasih ku….kenalkan ini Toshio sama dan Kyoko sama.”


Ciel memperkenalkan mereka semua. Hiroshi adalah pemimpin untuk pasukan pertahanan di fasilitas. Seorang pria yang kira kira berumur 20 tahun.


“Aku sudah banyak mendengar cerita tentang kalian dari Ciel, selamat datang di bunker kami, ayo kita masuk ke dalam dan berbicara di dalam sambil beristirahat.”


Kemudian Hiroshi dan Ciel memimpin semuanya masuk. Toshio dan Kyoko bersama dengan para penyintas, mengikuti mereka masuk ke dalam bangunan fasilitas. Sesampai nya di dalam, Toshio dan Kyoko melihat tidak ada orang lain selain Hiroshi, Ciel dan pasukan nya. Kaena penasaran Toshio bertanya.


Hiroshi dan Ciel menoleh, mereka langsung menunjuk ke tempat gelap yang tadinya merupakan dunia demon.


“Di sana Toshio sama, kita turun ke bawah.” Jawab Ciel.


“Ke bawah ? memang ada bangunan di bawah ?” Tanya Kyoko yang mengenal tempat itu.


“Baiklah, ikuti kami.” Ajak Hiroshi.


Kemudian mereka berjalan menuju tempat gelap di depan mereka. Ternyata ada tangga menuju ke bawah di batas nya. Mereka langsung turun menuruni tangga. Setelah itu mereka sampai di sebuah pintu yang terbuat dari besi yang sangat kokoh dengan putaran berbentuk stir kapal di depan nya. Hiroshi dan beberapa orang penjaga memutar stir itu. “Cklek…..” Setelah terdengar bunyi terbuka, mereka mendorong pintu itu.


Setelah itu, Hiroshi mengajak semua masuk ke dalam. Mereka berjalan melalui lorong yang di terangi lampu merah di dindingya. Di ujung lorong mereka melihat pintu yang sama dengan pintu sebelum nya. Hiroshi dan beberapa orang memutar stir nya sampai berbunyi dan mendorong nya. Kemudian mereka semua masuk ke dalam. Toshio dan Kyoko merasa bersyukur, karena di dalam adalah sebuah bunker raksasa yang berisi banyak orang dari ras manusia maupun demon. Mereka mendirikan rumah rumah mereka di dalam bunker.


Ada satu rumah kaca di dalam bunker dan di dalam nya terdapat pertanian biopori yang tergantung. Selain rumah, di dalam juga ada fasilitas kesehatan, tenda makanan, gudang persenjataan dan gudang penyimpanan. Hiroshi dan Ciel mengajak Toshio dan Kyoko menuju sebuah gedung tempat pemimpin mereka.


“Toshi san, ternyata masih banyak sekali yang selamat, aku bersyukur….” Kyoko tersenyum sambil menggandeng tangan Toshio.


“Iya Kyoko, aku juga bersyukur, tidak semuanya musnah….” Balas Toshio.


Setelah sampai di dalam gedung taktis, Toshio dan Kyoko langsung di pertemukan dengan pemimpin bunker itu. Dia adalah pria berkebangsaan amerika yang berusia sekitar 60 tahun, bernama Mike Rodhes. Dia adalah seorang purnawirawan dari angkatan laut amerika yang menetap di jepang sehabis berperang di benua hitam waktu itu.


“Perkenalkan aku Mike, silahkan duduk.”


Toshio dan Kyoko langsung duduk di depan Mike. Hiroshi dan Ciel berdiri di kanan dan kiri Mike.

__ADS_1


“Kalian juga duduk, kita berbincan bincang santai saja.”


“Baik pak….” Jawab Hiroshi dan Ciel.


Kemudian mereka duduk bersebelahan dengan Mike. Kemudian Mike berdiri dan menunduk di depan Toshio dan Kyoko. Meliht itu, Toshio dan Kyoko menjadi bingung, mereka langsung bertanya kepada Mike.


“Kenapa anda menunduk ?” Tanya Toshio.


“Maaf tapi sejak itu aku belum mengucapkan terima kasih kepada kalian, dan sekarang kalian datang menolong kami, aku ucapkan terima kasih.”


“Waktu itu ?” Tanya Kyoko.


“Waktu kita berperang di benua hitam di pasifik, ada kapal induk yang terdampar kan ? akulah kapten kapal itu, kalau waktu itu tidak ada kalian, anak buah ku semuanya sudah mati. Apa kalian ingat ?” Tanya Mike.


Tohsio dan Kyoko menjadi bingung, kemudian Mike berdiri dan membuka pintu di belakang tempat duduk nya.


“Mungkin kalau dia kalian kenal…..”


Seorang pria berkebangsaan amerika masuk ke dalam dan duduk di sebelah Hiroshi.


“Apa kabar, terakhir kita bertemu, kita sedang berperang di benua baru ya….”


Melihat orang itu Toshio dan Kyoko bisa mengingat nya, tapi mereka lupa nama nya.


“Kalau ga salah, yang waktu kapal induk nya terdampar di atas pulau dan mengerahkan pasukan.” Toshio berusaha mengingat.


“Betul, nama ku Thomas Brown, waktu itu pangkat ku Sgt.”


“Oh iya benar, aku ingat, yang menyerang pasukan tengkorak bersama kita pertama kali, ingat kan Toshi san….” Kyoko menoleh ke Toshio.


“Oh iya, aku ingat sekarang…..maaf, aku lama mengingat nya.”


“Tidak apa apa, dan Kapten Mike adalah Nahkoda kapal induk yang terdampar itu.” Thomas menjelaskan kepada Toshio dan Kyoko.


“Ternyata begitu, bagus dan syukurlah kalian semua selamat.” Toshio langsung berdiri dan menjulurkan lengan nya kepada Mike.


Mike berdiri dan menjabat tangan Toshio. Kemudian mereka kembali duduk. Mike dan Thomas langsung menceritakan keadaan mereka semenjak bulan menabrak bumi dan ada bunker besar di bawah fasilitas. Mike juga memberitahu Toshio dan Kyoko, jumlah penyintas yang berada di dalam bunker, temasuk anak anak dan orang tua. Mereka semua juga bercerita kepada Toshio dan Kyoko kalau mereka melihat jelas sewaktu dunia demon menjadi retak dan pecah seperti cermin yang terkena lemparan batu.


Toshio dan Kyoko menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke sana, mereka mengajak Mike dan penyintas di sana yang berjumlah sekitar 1000 orang bergabung dengan Toshio dan Kyoko di Sapporo. Mereka juga menceritakan ada musuh yang sangat berbahaya dan bisa menyerang kapan saja. Mendengar usulan Toshio, Mike merasa khawatir dengan banyak nya orang tua dan anak anak di dalam bunker, tapi dia juga mengerti resiko nya kalau berdiam diri di sana.


Selagi mereka berpikir dan berdiskusi bagaimana cara menangani masalah ini, seorang anak buah Hiroshi masuk ke dalam ruangan.


“Maaf, ada gerakan dari arah kota Tokyo menuju ke sini.”


Toshio dan Kyoko langsung berdiri, lalu bersama dengan Hiroshi dan Ciel, mereka langsung lari keluar bunker dan naik ke atas bukit tempat mereka mengintai sebelum nya. Anak buah itu meminjam kan teropong kepada Toshio yang langsung melihat nya. Di kejauhan terlihat pasukan robot mulai berbaris dan menghadap ke arah mereka.


“Oh tidak……” Gumam Toshio.


Kyoko langsung mengambil teropong Toshio dan melihat ke arah yang sama menggunakan teropong.


“Ini gawat Toshi san, kalau mereka menyerang, semua yang ada di sini tidak bisa bertahan,


“Benar, mereka sepertinya belum tau lokasi kita, aku rasa mereka masih mencari, kita harus cepat bergerak, ayo kembali ke dalam.”

__ADS_1


Mereka langsung masuk kembali ke dalam dan bertemu Mike dan Thomas.


__ADS_2