Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Suddenly get engaged


__ADS_3

Malam itu, mereka berdua akhirnya berpikir untuk memulai penyelidikan soal kematian keluarga mereka. Toshio berdoa di altar orang tua nya yang sudah di pindahkan ke apartemen baru nya. Dia mengingat orang tua nya yang meninggal pada saat dia kelas 2 smp (middle school).


Keluarga Gonzo adalah keluarga Yakuza yang cukup terpandang di daerah Tokyo. Bisnis keluarga itu meliputi banyak sektor dari persh kontraktor sampai bisnis hiburan malam. Mereka memiliki banyak anggota yang tersebar ke segala penjuru Tokyo.


Toshio yang saat itu masih kelas 2 smp tetap bersekolah seperti biasanya sedangkan Akito sudah menjadi mahasiswa dan kuliah di Kyoto u. Keseharian Toshio normal seperti biasanya, dia masuk sekolah, mengikuti kegiatan club karate, pulang ke rumah dan keesokan nya sekolah lagi, seperti anak sekolah pada umum nya tanpa terpengaruh status dan pekerjaan keluarga nya. Namun suatu hari, sewaktu orang tua nya pergi menghadiri pembukaan cabang ke lima bisnis keluarga, Toshio yang sudah selesai mengikuti kegiatan club karate nya pun pulang ke rumah. Dia melihat kondisi rumah nya sepi yang biasanya sangat ramai karena banyak nya anak buah ayah nya yang berjaga dan berkumpul.


Dia pulang seperti biasanya dan langsung masuk ke dalam rumah. Begitu membuka pagar dia kaget karena melihat banyak orang yang mati bergelimpangan di halaman depan rumah nya. Dia pun langsung lari ke dalam rumah dan melihat pemandangan yang mengerikan. Di ruang tengah dia melihat inang pengasuh nya mati dalam keadaan terbelah dua di bagian pinggang, kemudian banyak potongan tubuh tersebar di sekeliling nya. Toshio yang baru pernah melihat pemandangan itu pun langsung lari keluar dan muntah. Dia langsung coba menghubungi Akito yang saat itu berada di Kyoto.


“Aniki….tolong jawab telepon nya….”


Toshio menjadi panik karena Akito tidak menjawab telepon nya, kemudian dia mencoba menelpon ayah nya.


“Papa….aduh kenapa tidak di angkat juga….”


Dia tidak berhasil menghubungi ayah nya. Ketika sedang dalam keadaan kebingungan dia melihat seorang yang terkapar dekat kolam rumah nya. Orang itu adalah tukang kebun keluarganya yang sudah ikut dengan keluarga nya sejak dia masih kecil. Toshio langsung menghampiri nya, karena dia melihat orang itu masih bergerak walau kakinya terputus. Toshio membalikkan nya dan memangku kepala nya di paha nya.


“Ossan….ossan….”


“Bocan….”


“Ossan ada apa ini, kenapa semua orang mati di rumah ini, gimana keadaaan ossan…ayo kita kerumah sakit ossan.”


“Tidak usah bocan…monster….yang melakukan ini semua adalah monster….”


“Monster ? Monster seperti apa ossan…kita harus cepat kerumah sakit ossan….”


“Uhuk…uhuk….tidak apa apa bocan….lari lah….hati hati monster wanita….”


Tukang kebun itu pun meninggal di tangan Toshio. Dia langsung meletakkan kepala tukang kebun itu di tanah dan melipat kedua tangan nya. Kemudian dia mengatupkan tangan nya dan memberi hormat. Kemudian dia langsung masuk kembali ke dalam dan mencari orang yang selamat. Hari sudah sore, Toshio akhirnya masuk ke kamarnya, dia terus mencoba menghubungi Akito dan orang tuanya. Setelah itu dia langsung lari keluar rumah dan pergi ke kantor polisi. Karena saat itu dia tidak mengerti bisnis ayah nya dan karena ketakutan di tambah panik, dia melaporkan semuanya kepada polisi apa yang di lihat nya di rumah. Beberapa polisi akhirnya ikut bersama Toshio kembali ke rumah nya. Saat itu rumah dalam keadaan gelap.


Toshio langsung membuka gerbang rumah nya dan mempersilahkan polisi masuk ke dalam. Begitu dia masuk, dia pun kaget, di dalam rumah nya tidak ada satu pun mayat yang tergeletak. Dia langsung lari ke ruang tengah bersama polisi, ruang dia melihat banyak nya potongan tubuh berserakan. Begitu membuka pintu, dia kaget karena ruangan itu bersih seperti tidak terjadi apa apa sebelum nya. Setelah itu dia langsung ke kolam di belakang rumah nya dan jasad ossan sudah tidak ada di sana.


Polisi pun akhirnya menjadi marah dan menganggap Toshio berbohong dan membuat laporan palsu. Tapi karena Toshio saat itu masih kelas 2 smp, polisi melepaskan nya dan menasihati nya panjang lebar. Bingung, kesal, sedih dan takut membuat Toshio lari dari kantor polisi dan pulang ke rumah nya. Dia langsung mengumpulkan keberanian dan masuk ke dalam pagar. Rumah nya dalam keadaan bersih tidak ada mayat atau jasad yang tergeletak tapi gelap. Dia langsung masuk ke dalam dan masuk ke kamarnya.


Toshio duduk termenung di ranjang nya memikirkan apa yang terjadi barusan sekaligus menenangkan diri. Tiba tiba telepon rumah nya berbunyi. Toshio langsung keluar dan berlari menuju telepon. Dia langsung mengangkat nya.


“Halo...siapa ini ?”


“…….”


“Halo ? siapa ini…..papa ? mama ? aniki ?”


“…….tuut tuuut.”


Telepon pun di putus.Toshio langsung menutup nya. Karena merasa takut dan sendirian dia memutuskan untuk pergi ke rumah sahabat nya yang bernama Sho.


Selama beberapa hari Toshio menginap di rumah sahabat nya. Beberapa hari kemudian, guru pembimbing memanggil Toshio ke kantor staff pengajar dan memberitahunya kalau orang tua nya sudah meninggal pada hari yang sama dia menyaksikan semuanya. Setelah itu dia menghadiri pemakaman orang tuanya bersama Akito.


Kembali ke masa sekarang, Toshio menoleh dan melihat Kyoko yang sedang tiduran di sofa sambil memainkan hp nya dengan ceria.


“Monster…..wanita….”


“Aku harus mulai menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi…”


Toshio langsung berdiri dan pamit kepada Kyoko. Kemudian dia merokok di luar.


Melihat Toshio keluar, Kyoko langsung merogoh celana nya dan mengambil surat yang di titipkan kepada nenek nya. Dia membacanya sekali lagi. Kalimat terakhir di surat itu terus berputar di kepalanya.


“Yang bisa membunuh mama…..mungkinkah….”


“Aku harus mulai menyelidiki persoalan ini…..siapa sebenarnya Yamishiki Toshio.”


Dia melihat pintu keluar apartemen. Malam itu, selain berjanji untuk bekerja sama, mereka juga meragukan satu sama lain.


Keesokan harinya, sepulang sekolah, seperti biasa mereka berdua pulang bersama. Tiba tiba ada sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti di samping mereka.


“Toshio, Kyoko chan….ayo naik…aku antar.”


“Aniki, kapan pulang dari Kyushu ?”


“Aku sudah pulang dari tiga hari yang lalu….”


“Wah kok tidak kabari aku, aku mau main ke kantor padahal…..”


Tujuan Toshio sebenarnya mau menyelidiki apa yang terjadi waktu itu.


“Hahaha maaf, aku lupa….Kyoko chan apa kabar ?”


“Baik Akito san, terima kasih sudah datang ke pemakaman papa ya.”


“Iya, sekalian aku ada urusan juga di Kyushu makanya baru pulang 3 hari lalu.”

__ADS_1


“Gimana ? tinggal sama Toshio menyenangkan ga ?”


“Um…gimana ya ? hehe.”


“Kalian berdua, ayo cepat naik, kita makan dulu.”


“Baik aniki…”


“Ok Akito san….”


Toshio dan Kyoko langsung naik ke dalam mobil. Begitu membuka pintu belakang mereka kaget ternyata di belakang ada seorang wanita berkebangsaan asing. Dia berambut pirang dan bermata hijau.


“Oh iya kenalkan…ini calon istri ku, Sharon.”


“Hah..calon istri aniki ?”


“Iya calon istri, kenapa memang nya ? oh dia bisa bahasa jepang loh, dia kan sama dengan ku di Kyoto u.”


“Salam kenal, Toshio kun, namaku Sharon, aku calon istri oni chan mu.”


“Eh ah…salam kenal Sharon san.”


“Yang satunya pacarnya ya….”


“Hah…oh dia….ini….”


Belum selesai Toshio berbicara, Kyoko langsung maju.


“Aku calon istrinya juga…..perkenalkan namaku Matsuoka Kyoko.”


“Matsuoka ? Akito kun, jangan jangan….”


“Iya benar….dia pewaris tunggal Matsuoka group.”


“Wah hebat Toshio kun…..selamat ya….”


“Eh….apany….”


Kyoko langsung menyikut Toshio dan menyuruh nya diam.


“Terima kasih Sharon san……”


Kyoko pun tersenyum lebar di hadapan Sharon dan langsung duduk di antara Sharon dan Toshio. Karena risih, Toshio akhirnya memutuskan duduk di depan bersama Akito. Setelah Toshio dan Kyoko masuk ke dalam mobil, Akito langsung jalan. Mereka menuju ke sebuah restoran yang cukup mewah. Akito langsung memberhentikan mobil nya di depan dan di ambil alih oleh jasa valet parking.


Makanan pun langsung keluar karena sudah di booking sebelum nya. Mereka pun bersulang dan langsung menikmati makanan nya. Setelah selesai makan,


“Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan kepada kalian berdua.”


Toshio dan Kyoko saling pandang karena bingung melihat wajah Akito yang tiba tiba menjadi serius.


“Apa yang mau di bicarakan aniki ?”


“Begini, papa kan sudah mengangkat saudara dengan ayah dari Kyoko chan, yaitu Matsuoka Isami. Papa pernah berpesan padaku kalau sampai terjadi apa apa dengan keluarga Matsuoka aku harus bantu. Jadi aku bermaksud menggabungkan kedua bisnis dan keluaga kita.”


“Hmm ya sudah Akito san, aku sih setuju setuju saja karena aku tidak mau ikut campur urusan papa.”


“Bukan begitu juga Kyoko chan, maksud ku di sini adalah menjadi satu keluarga, mengerti kan ?”


“Maksud Akito san ? aku kurang paham.”


“Kan di mobil tadi kamu sudah bilang ? iya kan Akito san.”


“Hah yang di mobil Sharon san ? oh mengenai itu ya…….”


Wajah Kyoko langsung merah padam. Di mobil dia mengatakan itu karena dia sebenarnya waspada terhadap Sharon. Jadi hal ini membuat nya malu.


“Haha akhirnya mengerti, kalau begini jadi mudah,  Toshio mulai sekarang Kyoko chan adalah tunangan mu ya….”


“Hah….aniki bercanda ?”


“Aku serius, suatu saat kamu juga harus meneruskan bisnis keluaga….kalau Kyoko chan ada di samping mu bagus kan.”


Toshio pun terdiam dengan wajah yang merah, dia kemudian melirik Kyoko yang wajah nya sudah sangat merah.


“Aniki, kamu kan tau, aku tidak berminat meneruskan bisnis keluaga….”


“Hahaha iya aku tau kamu kok…kan aku bilang nanti, pikirkan saja, atau kamu masih berprinsip soal keadilan dan sejenis nya sehingga kamu menentang bisnis keluarga ?”


“Bukan begitu aniki….”


“Berarti ga ada masalah kan ?”

__ADS_1


Toshio dan Kyoko pun terdiam. Mereka tidak bisa berkata apa apa.


“Ga salah kan kita atur mereka hidup berdua, iya kan Sharon.”


“Haha iya Akito san.”


Wajah Toshio dan Kyoko pun semakin merah, Toshio melirik dan akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Kyoko.


“Kamu….mau Kyoko chan….”


“Um….apa boleh buat kan…aku sudah tidak punya saudara dan keluarga….”


Kedua nya pun terdiam dan menunduk dengan wajah merah nya. Perasaan mereka berkecamuk, karena selain mereka suka satu sama lain, mereka juga curiga satu sama lain setelah mengetahui kekuatan masing masing.


“Nah kalau begitu, silahkan kalian berdua tanda tangan di surat ini.”


Akito langsung menyodorkan perjanjian menjadi tunangan di hadapan mereka. Karena tidak punya pilihan lain dan karena Toshio juga tidak mau mengecewakan aniki nya dan Kyoko sudah tidak ada pilihan lain, mereka berdua langsung tanda tangan dan mengembalikan surat nya kepada Akito.


“Baiklah, sudah beres, kalian mau pulang sendiri atau aku antar ?”


Toshio dan Kyoko pun tidak menjawab.


“Halo halo…Toshio kun….Kyoko chan ?


“Oh kami sendiri saja Akito san, Sharon san….”


“Baiklah kalau begitu, kami duluan ya….”


“Dadah…sampai berjumpa lagi…”


Akito dan Sharon langsung berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Toshio dan Kyoko yang masih terpaku duduk di meja nya. Mereka tidak bergerak sama sekali. Sampai seorang pelayan menghampiri mereka.


“Malam tuan dan nyonya…apa piring kosong nya boleh saya angkat ?”


Mereka berdua langsung menengok kepada pelayan itu.


“Ah…silahkan.” Jawab keduanya serentak.


Mereka pun melihat satu sama lain.


“Pulang yuk Kyoko chan…..”


“Yuk Toshio san….”


Mereka berdua langsung berdiri dan berjalan keluar dari restoran. Di jalan, mereka berjalan berdampingan tapi tidak ada yang berbicara satu patah kata pun. Tiba tiba tiga buah mobil van hitam mengepung mereka. Dari dalam mobil keluar banyak orang yang membawa rantai, pedang, pemukul baseball dan lainnya.


“Bisa tidak jangan menganggu…..”


Mereka berdua berteriak bersamaan. Kemudian mereka saling menoleh dan tersenyum.


“Toshio san, bantai ?”


“Bantai….”


Mereka langsung berubah wujud dan mengamuk menghabisi semua sampai tidak ada yang tersisa. Karena para orang itu melihat mereka berubah, jadi mereka membunuh semuanya tanpa ada yang tersisa. Setelah itu mereka langsung terbang menuju apartemen mereka.


Bagitu mereka sampai, mereka langsung berubah kembali.


“Hmm kita harus atasi masalah ini…….”


“Benar Toshio san, repot juga, kalau begini kita harus segera pulang habis berubah…..”


Mereka berdua berada di sudut masing masing sambil menutup tubuh nya yang telanjang.


Kemudian, di pikiran mereka.


“Kenapa aniki kok tenang tenang saja……dan sepertinya dia senang meneruskan bisnis keluarga ?”


Toshio berpikir keras karena dia melihat aniki nya tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi di keluarga nya pada saat dia kelas 2 smp (middle school)


“Sharon san…..siapa dia sebenarnya….aku merasakan dia berbahaya….”


Kyoko berpikir keras juga setelah bertemu dengan Sharon, dia merasakan kalau Sharon bukan orang biasa.


Mereka berdua akhirnya tenggelam dalam pikiran nya masing. Tapi mereka bersyukur karena mereka sekarang bertunangan.


“Sekarang aku bisa leluasa mengawasi monster wanita (Kyoko) itu…..”


“Sekarang aku bisa leluasa mengawasi iblis merah (Toshio) itu….”


Begitulah isi pikiran mereka, karena Toshio curiga Kyoko yang membunuh teman dan keluarga nya. Di lain sisi Kyoko juga curiga kalau Toshio lah yang membunuh ibu nya. Mereka berdua langsung masuk kamar dan berpakaian.

__ADS_1


Selesai berpakaian mereka duduk di sofa dan menonton tv seperti yang biasa mereka lakukan. Kyoko juga langsung menghisap darah Toshio seperti biasa sampai dia kenyang.


__ADS_2