Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Onward to final battle


__ADS_3

Toshio meminta Sano untuk memberikan nya peta terbaru yang sudah di rekam oleh satelit. Tabrakan dengan bulan waktu itu merubah permukaan bumi. Antartika sudah tidak lagi di kutub selatan melainkan sudah ada di sebelah timur, dengan es yang sudah sangat tipis. Separuh Afrika sekarang menjadi kutub sekarang dan benua Asia yang terbelah dua, bagian atas nya adalah kutub utara. Tapi secara keseluruhan, planet bumi sudah sebagian besar pasir dan gurun seperti mars, hanya saja planet bumi masih memiliki atmosfer sehingga langit masih terlihat agak biru.


Setelah Sano mencetak peta nya, Toshio dan lain nya mulai merencanakan penyerangan mereka ke markas musuh di antartika. Ryuji memberitahu naga yang lainnya untuk menyerang bersamaan dengan monster lainnya yang juga sedang bergerak ke antartika dan mereka semua akan ikut bersama para monster itu. Kelima naga yang berubah menjadi demon mengangguk tanda setuju walau wajah mereka tanpa ekspresi. Mereka terus mengikuti Ryuji kemana pun Ryuji pergi.


Yang melakukan penyerangan, di rencanakan hanya Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio, Ryuji, Touma dan Yukine. Tujuan mereka supaya penyintas yang selamat membangun kembali planet ini dan kalau mereka ikut malah akan menjadi beban.Perhitungan nya juga supaya kehidupan di planet ini tidak musnah.  Keberangkatan akan di sesuaikan dengan pergerakan monster monster besar lain selain para naga yang sudah hampir sampai menuju ke antartika dari segala penjuru bumi.


Haga mempersiapkan rute dan menghitung waktu kapan para monster dari segala penjuru dunia sampai ke antartika. Setelah selesai di kalkulasi, di perkirakan para monster itu akan sampai ke benua antartika dua hari lagi. Haga mengatakan kalau mereka ingin pergi, mereka harus pergi besok. Toshio dan lainnya langsung menyanggupi nya. Setelah itu mereka langsung membahas strategi dan memperkirakan kekuatan musuh. Kemudian setelah rapat selesai, Toshio dan Kyoko berkeliling di dalam bunker, mereka melihat semua penyintas yang selamat. Kemudian mereka bertemu Irene dan menceritakan rencana mereka. Irene langsung menangis dan memeluk mereka berdua. Toshio mengelus kepala Irene dan Kyoko memeluk erat Irene sambil tersenyum.


Kemudian mereka menuju gudang persediaan dan bertemu Melech di sana. Setelah menceritakan rencana mereka, Melech langsung memberi hormat. Kemudian mereka juga bertemu dengan Satsuki dan Riho. Kebetulan Sho dan Suzu juga sedang bertemu mereka. Toshio dan Kyoko berpesan kepada keduanya supaya menjaga semua yang ada di bunker. Mereka langsung menyanggupi nya dan bersedia dengan senang hati untuk melaksanakan nya. Terakhir, bersama dengan Sho dan Suzu, Toshio dan Kyoko bertemu dengan Ciel, Hiroshi dan Thomas. Mereka menugasi ketiganya untuk mengelola semuanya bersama dengan Haga dan Irene. Toshio dan lainnya bersiap siap untuk menghadapi perang terakhir yang akan menentukan segalanya.


Malam pun tiba, Toshio dan Kyoko keluar dari bunker dan terbang bergandengan tangan di udara. Tak lama kemudian, Sho dan Suzu juga menyusul di belakang mereka sambil bergandengan tangan. Mereka sadar karena belum tentu mereka bisa kembali dalam keadaan selamat dan hidup setelah penyerangan ini berakhir. Jadi mereka ingin menikmati saat ini, selagi mereka bisa. Sho dan Suzu memisahkan diri dari Toshio dan Kyoko.


Toshio dan Kyoko berhenti di atas sebuah gunung yang sudah tidak di ketahui nama gunung nya. Mereka duduk di sana sambil melihat bintang bintang. Mereka saling merangkul satu sama lain. Toshio sadar kalau badan Kyoko gemetar, karena dia sendiri juga merasakan hal yang sama.


“Toshi san, kamu menyesal ?”


“Wah kenapa kamu yang bertanya begitu sekarang, jawaban ku sama dengan mu, selama bersama mu, aku sama sekali tidak menyesal.”


“Sama, aku juga tidak….kita sudah melalui perjalanan yang panjang, tapi yang paling berkesan adalah kehidupan sekarang, di saat aku menjadi Kyoko, dan kamu menjadi Toshio.”


“Hahaha benar, sejak bertemu kamu di kehidupan sekarang, kehidupan yang lalu ku lupakan semuanya, kamu yang sekarang benar benar membawa warna baru dalam hidup ku. Terima kasih ya Kyoko.”

__ADS_1


“Hehehe sama sama Toshi san, aku pun merasa begitu, sejak dari awal bertemu kamu sampai sekarang, kehidupan rasanya lebih manis walau ada pahitnya, tidak seperti kehidupan yang dahulu. Jadi, terima kasih Toshi san….aku cinta kamu.”


“Aku juga cinta kamu…..”


Mereka lalu berciuman dan saling merangkul kembali sambil menikmati bintang bintang yang bertaburan di langit. Mereka saling merebahkan kepala dan tangan mereka yang tidak merangkul, bergandengan. Tak lama kemudian Sho dan Suzu datang menghampiri mereka. Sho langsung duduk di sebelah Toshio dan merangkul nya. Sedangkan Suzu duduk di sebelah Kyoko dan langsung merangkul nya. Mereka bercanda dan tertawa tawa sepanjang malam itu, saling becerita masa lalu dan mengenang perjalanan mereka. Ketika matahari terbit, mereka melihat ke arah matahari.


“Sudah saatnya…….kita berangkat dan akhiri semuanya.” Wajah Toshio terlihat serius dan penuh tekad.


“Iya, saatnya kita mengakhiri perang panjang ini…..” Wajah Kyoko juga terlihat serius dan penuh tekad.


“Apapun yang terjadi, semua kita tentukan hari ini.” Sho merangkul Toshio dengan wajah yang penuh tekad dan serius.


“Sekarang sudah sampai akhir….perang penentuan masa depan kita. Ayo…..” Suzu menggandeng lengan Kyoko dengan wajah serius dan penuh tekad.


“Yoshaaaaaa….” Teriak yang lainnya.


Mereka langsung terbang kembali ke bunker. Ryuji, Mio, Touma dan Yukine sudah siap di padang gurun bekas kota Sapporo bersama kelima naga. Toshio dan lainnya langsung mendarat di sana. Tiamat, Shenlong dan Zmey langsung berubah menjadi besar. Toshio dan Kyoko berdiri di atas salah satu kepala Tiamat bersama dengan Orochi. Sho, Suzu, Mio berdiri di kepala Zmey dan Touma, Yukine dan Jormugand di kepala Shenlong. Ryuji berubah menjadi wujud bahamut dan terbang di tengah tengah mereka. Ketiga monster naga yang bisa terbang itu langsung berangkat terbang mengikuti Ryuji yang terbang memimpin di depan.


Haga, Sano, Irene, Ciel, Hiroshi, Thomas, Melech, Satsuki dan Riho melihat mereka dari atas bunker.


“Perang penentuan dimulai….” Ujar Haga.

__ADS_1


“Berjuanglah papa, mama, Touma, Yukine…….” Tambah Irene.


Semuanya bersorak dan melambaikan tangan kepada mereka semua yang pergi menyerang.


Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan beberapa monster besar seperti behemoth yang besar nya mencapai ribuan meter, raksasa berwujud manusia yang besar yang dulu di kenal sebagai Nephilim, Ceberus yang besarnya di atas rata rata dan monster monster lainnya. Semua monster yang di kurung di dunia demon terbebas dan menyerang dalam keadaan marah sebab tempat tinggal mereka di hancurkan. Pertemuan monster monster itu menjadi sebuah pasukan monster dengan pemimpin nya tiga ekor monster naga yang terbang di atas mereka. Toshio dan Kyoko berdiri memandang ke depan dari atas kepala Tiamat.


Sementara di antartika, pasukan robot yang berjumlah ribuan sudah siap siaga, Goro berdiri di atas gedung yang berada di tengah tengah benua itu. Dia meneropong ke depan dan pasukan monster besar sedang berbaris menuju antartika. Dia juga melihat Toshio dan Kyoko yang berdiri di atas kepala Tiamat yang menuju ke arah nya. Goro langsung berlari ke konsol dan menekan beberapa tombol di konsol itu, kemudian dia memberitahu Haruka dan Yuuta yang berada di dalam gedung. Di monitor tampil pasukan monster menuju ke arah mereka.


Melihat pasukan monster datang, kota kota langsung membentuk tank raksasa yang besarnya sama dengan monster monster itu. Setelah terbentuk, mereka berbaris dan menyiagakan meriam mereka. Dari dalam tank tank itu, pasukan pesawat udara yang sudah di asimilasi langsung keluar dan terbang melayang membetuk barisan. Jumlah pesawat itu ribuan. Robot robot raksasa yang pernah di lawan Toshio dan Kyoko, berbaris dan jumlah mereka sangat banyak.


Di sekitar gedung bertingkat itu menjadi seperti sebuah benteng dengan persenjataan yang lengkap. Kabel kabel keluar dari gedung tinggi itu dan menyelimuti benua itu dan berantakan di setiap sisi benua. Sebuah kubus sebesar gunung keluar dari dalam tanah dengan gedung itu di atas nya. Dari kubus itu keluar banyak lempengan yang besar membentuk pagar mengitari seluruh benua. Awan hitam berkumpul di atas kubus menjadikan seluruh benua itu gelap seperti malam hari dan petir yang menyambar kabel kabel yang berserakan.


Sementara di dalam gedung.


“Bagus bagus Yuuta, kita sekarang tidak perlu lagi repot memburu mereka satu persatu, semua datang kepada kita.”


“Benar ne san, malah mempermudah kita…..kita sudah berhasil ne san..pertahanan kita sudah maksimal.”


“Wow Toshio dan Kyoko masih hidup rupanya, wah ini lebih bagus lagi, benar kan Yuuta outoto ku..……”


“Benar ne san….kemenangan kita sudah di depan mata.”

__ADS_1


“Hahahahahaha…..” Haruka dan Yuuta tertawa bersamaan dengan suara mengerikan.


Mereka berdua berada di dalam tabung dengan wujud yang belum kelihatan, tapi di belakang mereka ada sebuah robot besar seperti wujud mereka waktu melawan Toshio dan Kyoko di dunia demon.


__ADS_2