Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
The fall of Gonzo group


__ADS_3

Setelah Haga menjelaskan semuanya, mereka pun kembali ke kota dan mereka semua makan bersama di sebuah restoran sambil membahas langkah selanjutnya. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu juga menceritakan semuanya pada Haga dan Mio. Selain itu, mereka juga mengakrabkan diri satu sama lain,


“Um..ni ni, maaf aku mau tanya ya….ni ni kan sudah menikah denan Kyoko chan, sudah berapa lama ni ni menikah ?”


“Wah sudah berapa lama ya, kamu ingat Kyoko ?”


“Aku juga sudah lupa, karena sering pindah dunia, jadi hitungan nya kacau, tapi kalau di jepang mungkin baru tiga setengah tahun ya…..aku lupa Toshi san.”


“Hehehe…soalnya kalian terlihat sangat akrab, kalau Sho ni dan Suzu chan sudah berapa lama ?”


“Sama persis sama mereka tapi kalau di dunia sebelah, kita berdua lebih lama, iya kan Sho san.” Jawab Suzu sambil menoleh kepada Sho.


“Iya benar….lebih lama.” Sho menjawab dengan perlahan.


Setelah tau musuh sebenarnya dia benar benar sangat sakit hati, karena sedari kecil dia di manfaatkan oleh dua orang musuh mereka, baik fisik maupun perasaan. Suzu menyadari hal itu, dia langsung menepuk kedua pipi Sho dengan kedua tangannya, kemudian dia memutar wajah Sho untuk melihat wajahnya.


“Sho san, sekarang kamu sudah punya aku, kita akan selamanya bersama, selamanya bahagia, jadi lupakan saja semuanya, lihat aku saja, sebab karena mereka juga aku sekarang bisa bersama mu….aku mencintai mu Sho san….” Suzu berbicara persis di depan wajah Sho.


Melihat wajah Suzu, Sho langsung tersenyum, dia langsung memeluk Suzu dan mencium nya, kemudian dia berdiri,


“Yoshaaaaa semangat, aku akan balas semua perbuatan mereka.” Teriaknya sambil mengangkat tangan.


Semua pengunjung, pelayan dan koki restoran pun menoleh kepadanya dan heran melihat nya.


“Sho turun…kamu ini…..” Toshio berusaha menenangkan Sho.


“Sho san, kamu benar benar bikin malu…..” Kyoko menutup wajah nya dengan kedua tangannya.


Sedangkan Mio juga menutup wajah nya tapi bukan karena teriakan Sho, melainkan karena Sho dan Suzu ciuman di depan nya. Suzu pun tertawa kecil melihat nya. Setelah itu mereka membawa Haga dan Mio kembali ke Kyushu.


Karena mereka sudah tahu siapa musuh mereka sebenarnya, tujuan dan target mereka langsung berubah. Haga menceritakan tujuan dari Akito yang ingin menguasai dunia demon adalah untuk mengexploitasi nya seperti mencari sumber bahan bakar baru, tambang tambang mineral, lahan yang luas untuk pengembangan pangan dan lainnya. Itulah kenapa, Akito bisa mengajak banyak negara untuk bergabung karena ada sumber lain yang bisa mereka manfaatkan demi kelangsungan hidup manusia. Setelah mendengar itu, sekarang Toshio, Kyoko, Sho, Suzu terang terangan menentang keluarga Gonzo tanpa menjawab tantangan dari Akito.


Toshio dan Kyoko langsung membawa Haga dan Mio ke dunia demon untuk menemui Irene. Tujuan mereka mengajak Haga ke sana untuk memberitahu Irene dan Aries mengenai fasilitas yang ada di utara dan apa saja yang mereka kerjakan di sana, seperti penggabungan dna manusia dengan demon dan pembuatan senjata biologi yang akan di gunakan di dunia demon untuk mengancam dan menguasai nya. Selain itu, mereka meminta Mio sementara tinggal di sana sampai semua selesai dan dia sudah aman kembali.


Toshio dan Kyoko mempersiapkan semuanya di dunia demon yang saat itu sudah mempunyai pasukan yang cukup kuat dengan adanya teknologi baru. Mereka langsung membuat dinding pertahanan di utara yang membatasi dan mengurung benua tempat gunung fuji berada.


Dalam waktu 3 hari di jepang yang berarti 9 tahun di dunia demon, tembok itu selesai dibangun dengan mengerahkan 5000 pekerja dari dua kerajaan dan semua pasukan demon berada di balik nya bersiaga dan berjaga di sana. Mereka menunggu untuk menyerang dan menghancurkan fasilitas.


Sementara di Kyushu, Sho dan Suzu terus memperkuat bisnis mereka dan memperluas bisnis mereka ke banyak daerah di jepang untuk membuat mereka menjadi nomer 1 di jepang.


Mereka berniat memotong semua bisnis yang menjadi sumber untuk Akito dan mengajak kerja sama pihak pihak dari negara lain untuk meneliti dan berkerjasama dengan dunia demon sehingga bisa saling menguntungkan tanpa adanya konflik dan perang. Selain itu, mereka juga mengusulkan hal ini ke pemerintah jepang dengan alasan demi kemanusiaan melalui rekan pejabat pejabat mereka dan mereka sebagai pelopornya.


Sho dan Suzu juga memperkuat pasukan mereka dengan membekali mereka dengan pelatihan tentara dan bela diri, di bantu oleh negara. Kemudian dengan bergabung nya Asakura group yang masih setia kepada Mio, mereka mempunyai pasukan yang cukup besar. Tujuan mereka  adalah mendesak Akito dan grup nya agar tidak bisa bergerak dan akhirnya terjepit. Dalam waktu 2 bulan separuh jepang sudah mengenal mereka dan mereka bergabung secara resmi di bawah naungan pemerintah.


Setelah itu mereka ber 4 membawa delegasi pemerintah jepang dan amerika masuk ke dunia demon untuk bertemu dengan Aries dan Irene. Pakta kerjasama pun di tandatangi. Setelah itu penelitian di gunug fuji pun di tutup oleh pemerintah karena dianggap illegal, fasilitas itu langsung di kosongkan dan  pekerja pekerja asing di pulangkan ke negara mereka.


Setelah itu, pasukan demon langsung masuk ke dalam fasilitas dari dunia demon dan menghancurkan nya bersama dengan Toshio, Kyoko, Sho, Suzu.


Mereka langsung menuju tabung tempat tubuh dua demon terkuat di simpan. Ketika mereka sampai di dalam ruangan itu, ternyata ruangan itu sudah kosong dan hanya tersisa mesin mesin yang di tinggalkan. Kedua tabung itu sudah tidak ada di sana,


“Oh tidak….kita terlambat…..” Gumam Toshio.


“Mereka sudah membaca rencana kita rupanya…..” Balas Sho.


“Grrr kemana mereka pergi membawa tabung tabung itu………” Kyoko meradang kesal.

__ADS_1


“Uh harusnya kita ber empat saja yang kesini lebih dulu……..” Suzu menunduk kesal.


Tabung berisi jasad Toshio dan Kyoko di kehidupan sebelumnya sudah hilang dan tidak di ketahui di pindah kemana. Tiba tiba di belakang mereka tedengar langkah kaki dan seseorang yang betepuk tangan. “Plok plok plok…..”


Mereka semua langsung menoleh dan mereka melihat Akito, Sharon dan Goro berada di di belakang mereka.


“Hebat Toshio….hebat….tidak sangka kamu bisa mengungguli ku seperti ini…benar benar hebat….”


“Sudah lah aniki, tidak perlu di teruskan lagi, semua sudah berakhir…..” Balas Toshio.


“Berakhir ? hahahaha ini semua baru mulai, aku ke sini hanya untuk menyapa kalian ber empat yang sudah berjuang habis habisan selama ini hanya untuk menjegal ku. Tapi sayang sekali, usaha kalian cukup sampai di sini.”


“Apa maksudnya aniki ? apa kamu tidak tau apa yang kamu perbuat ini bisa menghancurkan dua dunia ini ?”


“Hancur ? Aku akan jadi raja di dunia ini, buat apa aku hancurkan dua dunia ini..”


Akito pun langsung berubah sambil berbicara menjadi wujud demon nya.


“Aniki, kamu hanya di peralat oleh Sharon dan si botak Goro untuk melakukan ini semua, kami sudah tau siapa dalang di balik semua ini. Tolong berhenti aniki selagi masih ada kesempatan.”


“Diam kamu Toshio, kamu tidak pernah merasakan apa apa, papa dulu mendidik ku dengan keras tanpa belas kasihan, kamu tidak tahu kan ? aku di kurung, di pukul, di jadikan sarana latihan bagi anak buah nya, di paksa membunuh sewaktu berumur 12 tahun, sedangkan mama hanya diam saja dan melihat tanpa bicara sepatah kata pun. Dan dengan semua yang aku lakukan, papa dengan seenak nya menjadikan kamu pewaris dan bertunangan dengan anak dari Matsuoka. Sekarang aku dapat kekuatan untuk membalas semuanya…….aku benci semuanya, aku benci kamu Toshio, matilah kamu Toshio.”


Akito langsung menyerang Toshio. Dengan sigap Toshio menangkis nya. Di belakang, Sharon dan Goro pun diam saja dan hanya melihat Akito dan Toshio yang sedang bertarung sambil tertawa dan berbincang bincang. Kyoko, Sho dan Suzu pun ingin maju membantu Toshio.


“Stop….Kyoko, Sho, Suzu, ini masalah ku, tolong diam dan serahkan padaku.”


“Toshi san…..hati hati….aku di sini.....” Kyoko mengapitkan kedua tangannya di dada dengan penuh harap.


Suzu langsung memegang pundak Kyoko dari belakang dan melihat pertarungan, Sho juga sama, dia berdiri di depan Kyoko dan Suzu.


Kyoko, Sho dan Suzu akhirnya diam dan mengawasi Sharon dan Goro. Sementara itu, Akito terus memburu Toshio. Mereka berdua pun akhirnya mengadu pukulan, Toshio tidak membalas, dia hanya menangkis pukulan Akito dan menghindari nya. Toshio terus melihat wajah Akito yang menjadi menyeramkan karena dendam nya kepada dirinya. Dia terus berbicara membujuk aniki nya supaya kembali sambil terus menghindari serangan nya.


“Mati…mati…mati kamu Toshio…….” Akito sudah gelap mata dan terus menyerang Toshio membabi buta.


“Aniki, sudah stop, aku tidak mau membunuh aniki……”


Akito terus mengejar Toshio yang menghindar dan tidak membalas,


“Aniki, masalah ini, kalau memang papa mewariskan semua pada ku, aku lepaskan, aku tidak mau, silahkan kamu teruskan dan kamu kelola, sebagai gantinya aku akan keluar dari keluarga…sadarlah aniki, semua ini lebih besar dari kamu dan aku…..”


“Kalau memang begitu, tukar dengan nyawamu….” Teriak Akito.


“Maaf aniki, aku tidak boleh mati di sini….mohon sadarlah, kita bisa bangun lagi semua sama sama…..”


“Aku mau nyawamu….matilah kamu Toshiioooooo…..”


Nafsu pembunuh Akito terus keluar. Toshio sadar, kalau begini terus maka tidak akan berakhir, kemudian dia menoleh ke Kyoko yang cemas melihat nya. Setelah itu, akhirnya dia memutuskan,


“Baiklah….kalau kamu memaksa aniki.”


Toshio pun berhenti, kedua tangannya turun, dia diam berdiri melihat Akito yang menyerang dengan cakarnya. Langsung saja cakar Akito menembus pundak sebelah kanan Toshio. Melihat Toshio tertembus cakar Akito, Kyoko langsung panik dan berlari maju. Sho dan Suzu juga menyusul berlari di belakang Kyoko.


“Toshio san……..” Teriak Kyoko sambil melangkah maju.


Toshio menoleh, kemudian dia mengangkat tangannya dan menggelengkan kepalanya kepada Kyoko sambil tersenyum. Darah terlihat keluar dari sisi mulut Toshio. Melihat itu Kyoko pun diam dan menangis, dia tersenyum melihat suaminya dan mengangguk. Dia melihat mata penuh keyakinan di mata suami nya. Suzu langsung memeluk Kyoko dan Sho berhenti di sebelah mereka, Toshio pun kembali melihat ke wajah aniki nya yang sudah puas.

__ADS_1


“Hahahaha….akhirnya kamu menyerah Toshio…akhirnya……..” Akito menundukkan kepalanya.


“Aniki, kamu sudah puas ? kalau sudah puas tolong sadarlah, selama ini kamu hanya di pergunakan oleh mereka, percayalah aku sudah tau semuanya. Kita bisa kembali bersama sama aniki memulai segalanya dari awal.”


“Diaaaam….aku tidak mau dengar….”


“Kalau begitu, kenapa kamu menangis aniki ? aku tau kamu tidak seperti ini, aku maafkan kamu aniki.”


“Diaaam Toshio…diaaaam…aku sudah tidak bisa kembali..semua sudah berakhir…Arrrghhhh…” Wajah Akito yang menangis mendadak melotot dan mulutnya mengeluarkan darah.


Tubuh Akito terterbus oleh sebuah cakar dari belakang dan langsung di cabut bersamaan dengan mencabut jantung Akito. Dengan susah payah Akito menoleh, dia melihat Sharon sedang memegang jantung nya dan menjilati tangannya yang berlumuran darah.


“Sha…ron….” Ucap Akito.


“Maaf suami ku, tapi kamu sudah kalah dan tidak berguna lagi, lagipula rencana sudah berjalan sesuai dengan rencana….jadi tinggal tunggu waktu saja hahahaha….”


“Sharon…..” Toshio yang melihat nya sangat geram dan memeluk tubuh Akito yang tangannya masih bersarang di pundak nya.


Melihat itu, Kyoko, Sho dan Suzu pun maju, tapi mereka di halangi oleh Goro yang memecah menjadi 3 orang. Kemudian Sharon mengambil sebuah kotak dan menaruh jantung Akito di dalam nya, kemudian dia mengusapkan kotak itu kewajah nya sambil tersenyum mesra.


“Aaaah suami ku sekarang ada di kotak ini….kamu akan menemani aku selamanya ya…hahahahaha…..”


Kemudian Sharon langsung berbalik membawa kotak berisi jantung Akito dan berjalan keluar bersama Goro yang menjadi 3 orang.


“Aniki….aniki….” Toshio mencabut tangan Akito dari pundak nya dan membaringkan nya di tanah.


“To..shi..o…..hahaha…aku tidak akan menang melawan kamu…dari dulu sampai sekarang….maafkan..aku…aku tau semua tindakan ku tidak bisa di maafkan….tolong hentikan mereka….hanya kamu yang bisa…..semua ada di kantor…pergilah ke sana dengan Kyoko chan…….selamat tinggal…” Wajah Akito pun mejadi kaku walau mataya masih terbuka dan mengeluarkan air mata.


“Aniki….beristirahatlah, serahkan semua pada kami…..” Toshio menutup mata Akito dengan tangannya.


Kyoko langsung memeluk Toshio dari belakang. Sho dan Suzu juga langsung memegang pundak Toshio dari belakang. Tidak ada air mata yang keluar dari mata mereka, perasaan mereka semua tidak menentu. Toshio membawa jenazah Akito ke jepang untuk di makamkan bersama papa dan mama nya. Setelah upacara pemakaman, dengan masih memakai baju jas hitam dan gaun hitam, mereka ber empat berjalan kembali ke mobil mereka, Toshio merangkul Kyoko dan Sho merangkul Suzu. Wajah mereka semua menunjukkan semangat yang berapi api karena mereka sadar, kalau perangi baru akan di mulai.


Sementara itu, di sebuah pulau yang tidak ada di peta perairan jepang, di dalam sebuah gedung yang berada di tengah pulau itu,


“Selamat siang, kami sudah pulang.” Teriak Sharon dengan ceria sambil membuka pintu.


“Lambat….” Jawab seorang anak muda yang sedang melihat keluar jendela dan membelakangi pintu masuk.


“Maaf bos, ada sedikit hambatan di tempat lama.” Goro menjelaskan.


“Lalu ? kamu bawa apa itu Sharon….” Tanya seorang pemudi yang duduk di sebelah pemuda tadi.


“Hehe souvenir dari tempat lama, jantung suami ku….aku kan mengoleksi semua jantung milik suami suami ku.”


“Dasar…..terserah kamu, gimana ? semua sudah siap ?” Tanya pemudi itu.


“Sudah siap anego, semua lancar. Kita hanya perlu kunci nya saja sekarang.” Jawab Goro.


“Bagus…..berarti sekarang tinggal tunggu waktu saja sampai kita memperoleh kunci kunci itu….segera laksanakan rencana kita berikut nya….”


Mereka berdua berbalik, menghadap Sharon dan Goro sambil duduk di kursi mereka. Sharon dan Goro yang melihat mereka pun menelan ludah dan langsung berlutut di depan mereka.


“Benarkan kakak (one san) ?” Yuuta menoleh ke Haruka.


“Benar adik (outoto) ku……” Haruka menoleh ke Yuuta.

__ADS_1


“Hahahahahahahahaha…….” Keduanya pun tertawa.


__ADS_2