
Setelah beberapa jam dalam penerbangan mereka pun sampai di Okinawa. Kyoko dan Suzu pun terlihat bersenang senang sedangkan Toshio membawakan semua tas mereka. Tiba tiba Kyoko yang berjalan di depan nya berbalik.
“Jadi setelah sampai kita kemana nih ? Masa langsung mau menerobos ke Asakura ?”
“Hmm jujur saja aku sendiri belum tau bagaimana mulai nya…..ada ide Kyoko ?”
“Pantai…..sekarang beli baju renang dulu, lalu makan dan langsung ke pantai.”
“Loh kita bukan mau main main, ini malah jadi seperti liburan musim panas beneran.”
“Kita kan memang libur musim panas…..”
“Trus kalau ke pantai mau ngapain ?”
“Ya main di pantai…sambil tanya tanya…”
“Tanya siapa ? paus ? hiu ?”
“Ih ya tanya orang lah…nih baca….”
Kemudian Kyoko berbalik dan memberikan hp nya kepada Toshio. Terlihat sebuah iklan hotel yang lumayan bagus dan di kelola oleh Asakura group, di hotel itu juga ada casino dan club. Lokasi nya persis di pinggir pantai.
“Wow…kok kamu pintar ?”
“Ini ide nya Suzu chan hehe…”
“Pantas….”
“Maksud nya apa ?”
“Tidak apa apa……”
Kyoko langsung memanggil taksi dan meminta untuk mengantarkan ke hotel yang di maksud. Mereka semua pun langsung naik setelah menaruh tas mereka di bagasi.
Setelah 20 menit perjalanan mereka pun sampai di hotel itu. Toshio, Kyoko dan Suzu langsung berjalan ke resepsionis hotel.
“Selamat datang di hotel Palm resort, ada yang bisa saya bantu ?”
“Kita mau menginap di sini, apa masih ada kamar kosong ?”
“Wah karena sekarang sedang libur musim panas, hanya ada king room dengan double bed, apa tidak masalah ?”
Resepsionis melihat Toshio, Kyoko dan Suzu di depan nya. Toshio pun menengok dan tiba tiba Kyoko maju ke depan.
“Tidak masalah, kita kakak beradik kok….”
“Oh begitu ya..baiklah, sebentar saya siapkan kamarnya.”
Kemudian resepsionis pun menelpon menggunakan telepon di meja nya. Toshio pun menatap Kyoko.
“Hei…kakak adik ?”
“Yup, aku Yamishiki Kyoko dan ini Yamishiki Suzuno…pahan oni chan.”
“Haaah….atur aja deh…pusing aku lama lama.”
“Hehe tenang, hal hal seperti ini serahkan padaku, asal jangan di suruh menghitung.”
“Ya ya….baiklah…”
Kemudian resepsionis memberikan kunci kepada mereka bertiga.
“Apa ada barang yang mau di bawa ke atas ?”
“Tidak usah…kami bawa sendiri..”
“Baiklah, silahkan ikuti bell boy yang akan menunjukkan kamarnya, selamat berlibur.”
“Terima kasih.”
Kemudian mereka mengikuti seorang bell boy yang mengantar mereka ke atas dengan menggunakan lift. Setelah sampai kamar, Toshio memberikan tip untuk bell boy dan dia menutup pintu.
“Sekarang, kita mau tanya tanya kemana ?”
“Belum terpikir hehe…santai saja Toshi san.”
“Iya maaf, tapi paling tidak di hotel ini pasti ada petunjuk. Nanti aku berdua Kyoko chan cari tahu.”
“Ok teserah kalian. Hati hati.”
“Baik oni chan…” Jawab Kyoko dan Suzu bersamaan.
“Aah…sudah lah, aku mau turun merokok.”
Toshio pun langsung keluar kamar dan turun ke lantai 1, sebelum nya di sana dia melihat ruang untuk merokok ketika masih di lobby. Begitu keluar lift, Toshio langsung berjalan menuju ruang untuk merokok. Dia langsung masuk ke dalam menunggu lagi karena sangat ingin merokok dan pusing. Di dalam sudah ada 3 orang sedang merokok. Tapi 1 dari 3 orang itu tidak merokok sama sekali dan hanya menemani teman nya yang merokok. Toshio langsung duduk di tempat yang paling ujung persis di sebelah seseorang yang sedang merokok dan 2 orang di sebrang nya. Begitu dia duduk dan meyalakan rokok nya.
“Wah Yamishiki kun, kamu kesini juga ?” Tanya seorang yang duduk di depan nya.
Toshio pun langsung melihat ke arah orang yang berbicara di depan nya, ternyata orang itu adalah Tenjo Jouji yang sekelas dengan nya dan sedang menemani teman nya yang merokok.
“Aduh..kenapa musti dia yang ketemu di sini….” Pikirnya. Toshio sebenarnya agak sebal dengan Jouji yang selalu mengajak bicara di kelas dan sok akrab dengan nya.
“Oh kamu ke sini juga Tenjo ku, aku lagi berlibur saja.”
“Aku ke sini bukan berlibur, tapi di undang teman ku yang sedang merayakan ulang tahun nya.”
“Ok, ulang tahun nya di sini ?”
“Iya di hotel ini, nanti malam acara nya.”
“Wah bagus deh….”
“Kamu ke sini sama siapa Yamishiki kun ? sama adik ketemu besar mu hehe ?”
“Hmm aku sendiri kok…..”
“Masa sih sendiri ? lagipula adik ketemu besar mu itu kan lumayan cantik, siapa namanya ya…kalau ga salah Matsuoka san ya…”
Mendengar nama itu, orang di sebelah Toshio langsung menoleh dan berdiri. Toshio hanya melihat dan diam saja tanpa terpengaruh. Tapi yang mengherankan, teman yang di samping Jouji pun ikut berdiri. Orang yang merokok di sebelah Toshio pun keluar dan di susul oleh teman Jouji yang sedang merokok.
“Hei mau kemana ? wah….maaf Yamishiki kun, aku keluar dulu.”
“Ok ga apa apa…..”
Jouji pun langsung menyusul teman nya keluar. Toshio yang hanya sendirian di dalam hanya melihat sekeliling saja. Dia mulai curiga dan berpikir, kenapa ada reaksi mendengar nama itu dan dia mengakui kalau ide Kyoko yang memakai nama belakang nya adalah ide yang bagus.
“Hmm…..nama Matsuoka terkenal di sini rupanya. Suzu benar, berarti mereka sekarang mengincar Kyoko karena Kyoko membunuh anak tertua mereka.” Pikirnya.
Setelah selesai merokok dia pun langsung keluar. Bagitu keluar dia di hadang oleh tiga orang berbadan besar yang kira kira sama dengan nya dengan penampilan seperti penjaga pantai. Toshio yang tidak perduli langsung berjalan lurus saja menerobos mereka. Seorang dari mereka memegang pundak Toshio.
“Mau kemana ?”
“Yo…mau ke kamar, kenapa ?”
Toshio langsung menoleh melihat orang itu. Melihat wajah Toshio ketiganya pun mundur.
__ADS_1
“Ikut kami…..”
“Baik…..silahkan pimpin.”
Toshio pun mengikuti ke tiga orang itu dari belakang. Mereka pun membawa Toshio keluar dari pintu samping hotel, menuju lapangan parkir yang sepi. Setelah sampai di sana,
“Lalu ? kalian bertiga mau apa ?”
“Apa adik mu yang bernama Matsuoka ada di sini ?”
“Kalau iya kenapa ?”
“Kami ada perlu dengan nya.”
“Keperluan nya ?”
“Tidak perlu kami katakan, tolong bawa dia kesini kalau masih sayang nyawa.”
Ketiga orang itu mengeluarkan pisau lipat dari kantung celana mereka.
“Haaah…..kebetulan, aku tidak sayang nyawa…..tapi sebelum mulai, tolong jelaskan siapa kalian, kalau nanti setelah nya, kalian akan susah di tanya.”
“Kurang ajar meremehkan kami ya….”
Seorang di antara ketiga nya maju menyerang dan langsung di banting oleh Toshio.
“Jadi, siapa kalian dan dari mana, atau dari grup mana ?”
“Kami hanya menjalan kan tugas dari atasan kami.”
“Wah susah di ajak bicara nih…begini saja, gimana kalau bawa aku ketemu pimpinan mu ? Nama ku Gonzo.”
“Go..gonzo ?”
Wajah dua penyerang itu langsung berubah mendengar nama itu. Kemudian mereka saling menoleh dan sepertinya langsung berdiskusi.
“Gimana ?”
Kedua orang itu menoleh kepada Toshio yang bertanya.
“Baiklah…ikut kami….”
Kemudian mereka membawa Toshio kembali ke dalam hotel. Toshio melihat matahari dan kemudian melihat jam di lapangan parkir.
“Hmm malam masih 3 jam lagi….aku coba ulur dulu.”
Kedua orang itu membawa Toshio naik ke lantai basement yang merupakan kantor pengelola. Dia langsung di bawa ke dalam kantor pengelola dan akhirnya tiba di sebuah pintu ruangan yang cukup besar. Kedua orang itu langsung membuka pintu. Di dalam ruangan ada kaligrafi besar di pajang di dinding nya dan didepan nya ada sebuah meja kerja,
“Silahkan duduk dulu….”
“Ok….”
Toshio langsung duduk di sofa dengan menaikkan kaki ke atas paha nya. Karena dia melihat ada asbak di meja, dia mengeluarkan rokok dan menyalakan nya. Tak lama kemudian, seorang yang masih muda masuk di dampingi oleh kedua anak buah nya. Anak muda itu berpakaian rapi, jika di lihat kira kira seumur dengan Toshio. Dia langsung duduk di sofa yang berada di sebrang Toshio.
“Yo……”
Toshio menyapa sambil melepas rokok nya dari mulut nya.
“Maafkan anak buah ku yang tidak sopan, Gonzo san. Mereka memang aku perintahkan untuk bertanya.”
“Lalu, kenapa bertanya soal Mastuoka ? bisa jelaskan ?”
“Aku tau keluarga Gonzo dan Matsuoka sudah berbesan dan menjadi satu keluarga, justru aku mau menyambut nya.”
“Maksudnya ?”
“Kami mau berterima kasih, karena menghabisi kakak kami yang merusak nama keluarga.”
“Hah….maksudnya ?”
Kali ini Toshio tercengang karena dia tidak menyangka perkembangan ini.
“Begini, aniki kami menjual sebuah lahan di luar wilayah kami kepada Matsuoka group, bagaimana dia bisa mendapat hak atas tanah itu kami tidak tahu, tapi dia menjual tanah itu atas nama kami, beberapa bulan yang lalu dia menagih hutang ke keluarga Matsuoka dan membawa nama kami, sehingga kami menjadi menarik perhatian polisi. Kami berbisnis dengan legal, tentunya anda tau reputasi kami walau kami kadang suka betentangan dengan Gonzo corp. Ketika dia di habisi di sana barulah polisi menghentikan penyidikan, jujur saja karena ulah nya bisnis kami terganggu dan kami mengalami kerugian. Itulah sebab nya kami menyambut Matsuoka san di sini.”
“Hmm kalau boleh tau siapa nama anda ?”
“Maaf ini kartu nama saya…nama saya….”
Belum selesai anak muda itu berbicara, pintu di belakang Toshio terbuka kencang.
“Oni saaaan……”
Suzu menerobos masuk dan langsung memeluk anak muda itu
“Eh Suzuno ?”
Anak muda itu kaget di peluk oleh Suzu. Melihat Suzuno ada di situ, Toshio langsung menoleh kebelakang dan melihat ke pintu, ternyata Kyoko sudah berdiri di pintu dan begitu Toshio menoleh dia langsung lari ke arah Toshio.
“Oni chaaaaan…..”
“Haaaaaah……”
Kyoko pun melompat menerjang Toshio. Berbeda dengan Suzu yang langsung memeluk, Kyoko menerjang dan menendang perut Toshio dengan lutut nya.
“Gah…..apa apaan ?”
“Oni chan…kalau mau pergi atau mau kemana pun tolong yang jujur, bilang mau merokok tapi ada di sini.”
Kyoko langsung menarik kaus yang di pakai Toshio dengan wajah marah dan cemberut.
“Iya iya maaf….huh…”
“Bagus…di maafkan.”
Kyoko langsung duduk di sebelah Toshio sambil melipat tangan di dada nya.
“Kamu tau darimana aku ada di sini…..”
“Dari dua orang coklat yang membawa mu ke sini…..”
“Hah…kamu hajar dua orang itu ?”
“Ya, karena ketika aku turun sama Suzu, aku lihat kamu naik lift bersama mereka. Lalu aku dan Suzu menunggu nya, tak lama kemudian mereka muncul dari lift dan kamu tidak muncul, ketika di tanya mereka tidak jawab dan aku seret mereka supaya mengantarkan kita, benar ga ?”
Kyoko menoleh kebelakang dan kedua orang itu masuk ke dalam karena di tanya Kyoko.
“Maaf anego….”
Kedua orang itu menunduk.
“Haaaaa dasar dasar…..maafkan aku atas keributan ini.”
Toshio menunduk pada anak muda yang sedang di peluk oleh Suzu itu. Kemudian dia mengambil kartu nama nya. Nama anak muda itu adalah Asakura Ryota. Setelah tau namanya, dia baru memperhatikan anak muda itu. Ryota adalah pemuda yang terlihat gagah, tampan dan rapi. Rambutnya panjang dan hitam, kulit nya agak sedikit coklat dan badannya terlihat kekar walaupun memakai jas. Tinggi nya kurang lebih 175cm, lebih tinggi sedikit dari Kyoko.
“Hmm Asakura Ryota ya…..perkenalkan aku Gonzo Toshio atau nama ku sekarang Yamishiki Toshio…dan di sebelah ku ini…..”
__ADS_1
Belum selesai Toshio bicara, Kyoko langsung menoleh dan menjawab.
“Yamishiki Kyoko……perkenalkan.”
“Kok di teruskan ? dia sudah tau kok…..”
“Haaah oni chan gimana sih…..”
Mendengar celoteh Toshio dan Kyoko, Ryota pun tertawa.
“Hahaha…benar, selamat datang Matsuoka Kyoko san.”
“Huuuuuh semua percuma. Semua gara gara oni chan….”
Kyoko pun langsung cemberut dan membuang wajah nya dari Toshio. Kemudian Toshio melihat ke arah Ryota dengan serius.
“Asakura san, maaf tapi aku mau tanya, apa ada petunjuk bagaimana aniki mu bisa mendapatkan hak atas tanah yang dia jual itu ?”
“Maaf Gonzo san, aku tidak tau dan tidak memiliki petunjuk. Kenapa anda bertanya ?”
“Tidak apa apa, sebab semua ini menjadi masalah bagi keluarga dia ini.”
Toshio langsung memegang kepala Kyoko. Ryota langsung melihat ke arah Kyoko.
“Matsuoka san, mewakili keluarga Asakura, aku meminta maaf sebesar besar nya atas perbuatan kakak tertua kami.”
Ryota pun menunduk di hadapan Kyoko sambil di peluk oleh Suzu. Kyoko pun menoleh, kemudian dia melihat jam dinding dan waktu menunjukkan sudah waktunya matahari terbenam. Dalam hatinya, dia sangat ingin menghancurkan grup itu karena sudah membunuh nenek nya, tapi rupanya grup itu meminta maaf dengan mudah nya seakan akan menghina nya, hal ini menjadi perang di dalam dirinya karena melihat Suzu yang memeluk Ryota dan apa yang terjadi kalau dia mengamuk.
“Nenek ku tidak kembali dengan maaf mu….”
Kyoko menggbrak meja dan menumpahkan minuman dan asbak Toshio. Langsung saja Toshio merangkul nya dan berbisik padanya.
“Tenang Kyoko…..”
“Tapi Toshi san……”
“Aku tau….tapi kalau kita tunjukkan di sini semua akan kacau. Dan lihat kalau dia yang meminta maaf, berarti bukan Asakura yang sebenarnya yang meminta maaf kan, dia adalah oni san Suzu dan dia tidak salah. Aku yakin masih ada sesuatu yang lain di balik ini. Aku sendiri juga geram kok, karena mereka yang menjual tanah orang tua ku, tapi saat ini kita belum bisa bertindak. Karena semua dilimpahkan kepada anak pertama mereka yang belum tentu salah juga.”
“Baiklah, aku mengerti.”
Kemudian mereka berdua langsung menghadap Ryota kembali.
“Kalau begitu, apa nama aniki mu adalah Asakura Hiyoshi ?”
“Benar…tau darimana nama itu Gonzo san ?”
“Aku membaca nota nya di rumah Matsuoka.”
“Oh begitu…iya benar, itu nama aniki kita yang melakukan semua sendiri.”
“Baiklah kalau begitu, aku tidak bertanya lagi.”
Tiba tiba seorang anak buah Ryota berbisik kepadanya. Ryota pun langsung melihat Suzu yang sedang memeluk nya.
“Suzu chan…maaf aku harus pergi dulu…sudah waktunya…kamu mengerti kan….”
“Oh iya…baiklah…..aku mengerti, besok siang boleh aku ke sini lagi ?”
“Boleh kok, terima kasih ya sudah datang….”
“Baik oni san….”
Suzu pun mencium pipi Ryota. Kemudian Ryota langsung berdiri.
“Maaf Gonzo san, Matsuoka san, aku permisi dulu…..”
Kemudian Ryota langsung keluar di persilahkan oleh kedua pengawal nya yang kemudian mengawal nya dan menutup pintu. Toshio heran melihat sikap Ryota yang seperti terburu buru keluar itu. Dia pun menoleh kepada Kyoko dan melihat Kyoko tenang tenang saja melihat sikap Ryota seperti sudah mengetahuinya. Toshio pun berdiri.
“Ayo kita juga kembali ke kamar…..”
“Baik oni chan…..” Kyoko dan Suzu menjawab bersamaan.
“Haaaaa….masih di teruskan juga…”
Kemudian mereka bertiga keluar dan langsung naik menuju ke kamar nya. Mereka langsung masuk ke dalam kamar. Di kamar Toshio langsung bertanya kepada keduanya.
“Kenapa sikap nya aneh ya tadi, dia mendadak keluar ruangan dan terburu buru, anak buah nya juga seperti nya agak ketakutan.”
Kyoko pun menoleh kepada Suzu. Lalu atas persetujuan Suzu.
“Karena setiap matahari terbenam dia berubah menjadi serigala….lebih tepatnya manusia serigala, sehingga setiap malam dia di kamar.” Kyoko menjawab nya.
“Haaah…..”
“Nah reaksi nya sama dengan kamu di pesawat tadi Kyoko chan hehe…”
“Iya Suzu chan hehe….”
Kemudian Suzu menceritakan kepada Toshio dan Kyoko kalau kondisi Ryota sudah sejak dia lahir, jadi semenjak dia di panti asuhan bersama dengan Suzu, setiap malam dia di kurung dan Suzu menunggu di depan kamarnya sambil berbincang dengan nya.
“Ok bertambah satu orang aneh….”
“Hehe bagus kan, kita jadi tidak sendirian Toshi san….”
Toshio langsung memperhatikan sekeliling dan mencari penyadap atau kamera perekam di kamarnya. Setelah memastikan semua aman.
“Kyoko, masih banyak misteri yang meliputi keluaga Asakura…”
“Yah kira kira begitu, sama soalnya, ketika masalah dengan kepolisian atau negara, pasti langsung mencari kambing hitam untuk di korbankan, maksud mu begitu kan Toshi san.”
“Benar, belum tentu yang kamu bunuh itu bersalah, bisa jadi dia hanya di suruh dan karena terbunuh maka semua kesalahan di timpakan padanya, hal yang biasa keluarga kita lakukan, benar ga.”
“Makanya permintaan maaf nya tidak aku gubris tadi, selain tau latar belakang yang minta maaf juga masa dengan segampang minta maaf begitu saja. Dan yang paling membuat aku kesal yang di umpankan ke kita adalah oni san dari Suzu chan. Jadi aku tidak bisa berbuat apa apa.”
“Sekarang kita sudah ketahuan ada di sini, kita lihat reaksi mereka malam ini, sekarang aku pesan pada Suzu chan, apapun yang terjadi habis ini, mohon maafkan aku dan Kyoko.”
“Maksud Yamishiki san ?”
“Aku curiga dia akan di manfaatkan untuk melawan kami…dan tentunya kamu tau kan wujud kami yang lain seperti apa.”
“Hmm aku mengerti…tapi tenang saja, dia tidak akan bisa di pengaruhi, kalian akan mengerti kalau bertemu dengan wujud manusia serigalanya.”
“Baiklah kalau begitu, berarti kecurigaan ku berlebihan…..sebab sebelum bertemu dengan mu, ada yang kami berdua alami.”
“Benar Suzu chan, jujur saja aku dan Toshi kun terpaksa harus melawan yang kemarin itu.”
“Boleh ceritakan pada ku apa yang sudah terjadi ?”
Kemudian Kyoko menoleh kepada Toshio yang langsung mengangguk mengiyakan Kyoko.
“Aku ceritakan….”
Kemudian Kyoko menceritakan pertemuan dan pertarungannya dengan Devil Sho 2 hari yang lalu di rumah nya. Mendengar itu Suzu pun langsung mengerti.
“Tapi kali ini kalian tidak usah khawatir, ada aku….kalau pun hal seperti itu terjadi aku yakin dia akan memihak ku.”
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu kita berdua serahkan pada mu Suzu chan kalau sampai hal itu terjadi.”
Malam itu mereka tetap di kamar dan menunggu apa yang akan terjadi.