Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Sudden Marriage


__ADS_3

Toshio dan Kyoko kemudian memakamkan Draco di luar ibukota di bantu oleh prajurit dan penduduk, mereka membuat kan makam yang bagus untuk Draco. Bagi masyarakat, Draco adalah pahlawan yang membebaskan demon dari tirani manusia.


Setelah itu, Toshio dan Kyoko di antar ke penginapan oleh Melech. Mereka langsung naik ke kamar mereka dan mengunci pintunya. Melech pun mengerti setelah di ceritakan apa yang terjadi di singgasana oleh beberapa prajurit yang berada di sana. Dia juga di ceritakan tentang kepahlawanan Toshio dan Kyoko yang melawan dua manusia yang menawan Raja.


Di kamar, Toshio dan Kyoko terdiam dan duduk di tepi ranjang. Mereka masih shock mengingat kejadian di singgasana dan kematian Draco.


“Aniki…….” Gumam Toshio sambil mengepalkan tangan nya dengan kencang.


Kyoko yang melihat nya diam saja, karena dia sama geram nya dengan Toshio. Keraguan yang sebelum nya melanda mereka pun menjadi hilang, mereka sudah tau siapa musuh mereka sebenarnya. Saat ini, mereka berdua menenangkan diri mereka.


Selagi mereka merenung, pintu kamar mereka di ketuk. “Knock…knock….” Toshio pun berdiri dan membuka pintu kamar. Ternyata yang datang adalah Raja yang tadi di ancam dan putri nya, mereka di kawal beberapa pengawal termasuk Melech.


“Ada apa kesini yang mulia ?” Tanya Toshio.


Tiba tiba raja berlutut dan menyembah, melihat itu, Toshio jadi geram dan langsung menutup pintu. Kemudian pintu di ketuk lagi. “Knock…knock….” Dengan geram Toshio membuka pintu.


“Kalau kesini cuma mau menyembah dan mengucapkan terima kasih tidak perlu…jangan ganggu kami.”


Kemudian dia menutup pintu kembali, kali ini dengan kencang. Toshio pun kembali duduk di sebelah Kyoko.


“Siapa ?”


“Raja dan anaknya.”


“Oh….”


Mereka pun terdiam kembali. Tak lama kemudian, pintu kamar di ketuk lagi. “Knock…knock….” Toshio dengan geram berdiri, tangannya sudah mengepal. Tiba tiba Kyoko memegang tangannya.


“Duduklah, biar aku yang buka….”


Toshio langsung duduk dan mengeluarkan rokok dari kantong nya. Dia mulai merokok. Kyoko langsung berjalan ke pintu dan membukakan pintu.


“Maafkan kami Demon queen sama, kami tidak bermaksud mengganggu.” Ucap sang raja sambil menyembah. Melihat itu, Kyoko langsung jongkok.


“Boleh tidak biarkan kami sendiri dulu……terus terang saja, saya juga sebal membuka pintu dan melihat anda bersujud begini.”


Kyoko berdiri dan langsung menutup pintu, kemudian dia kembali dan duduk di tepi ranjang di sebelah Toshio yang sedang merokok. Dia tidak protes karena Toshio merokok karena dia juga dalam keadaan yang sama dengan Toshio.


“Bagi rokok……”


“Eh…kamu merokok ?”


“Ya, waktu smp aku yankee juga…..sebenarnya sudah berhenti tapi apa boleh buat.”


“Ok, ini…..”


Toshio memberikan rokok dan korek apinya kepada Kyoko. Langsung saja Kyoko mengambil sebatang dan menghisapnya dalam dalam seperti sudah terbiasa. Toshio jadi memperhatikan Kyoko.


“Aku tidak menyangka……”


“Haha tidak sangka kan….sebelum aku masuk ke sekolah putri aku bandel loh, makanya papa memindahkan sekolah ku.”


“Hmm begitu, baguslah…….”


“Kamu ga marah ?”


“Kenapa harus marah…aku sendiri juga parah kok….”


“Tapi kan dulu kamu honor student….”


“Honor student yang suka berkelahi akhirnya jadi pemimpin geng berdua Sho….sama kan.”


“Ok sama….”


Mereka pun merokok bersama di dalam kamar. Setelah Kyoko keluar tadi, tidak ada lagi yang mengetuk pintu.


“Banyak yang terjadi….sekarang kita tau musuh kita sama…..”


“Ya…sekarang kita maju terus….demi Draco…demi Suzu….demi Sho….demi Haruka…demi Yuuta.”


“Benar….demi mereka……”


Mereka saling berpegangan tangan dan mereka berjanji akan membalas semuanya demi masa depan mereka. Toshio pun merangkul Kyoko yang merebahkan kepalanya di dada Toshio.


“Sekolah kita bagaimana ya ?” Tanya Kyoko.


“Aku tidak memikirkan nya…banyak yang lebih penting.”


“Huuuu……iya sih…tapi kita tidak bisa begini terus.”


“Ya…kita harus akhiri masalah ini, walau lama……”


Mereka pun terdiam kembali, semua yang terjadi berputar di kepala mereka. Wajah musuh musuh mereka terlihat semua. Tanpa di sadari mereka pun berubah menjadi demon dan sayap mereka membakar kamar penginapan mereka. Lalu mereka pun akhirnya menyadari dan terbang keluar. Di bawah mereka melihat penduduk semuanya besujud ketakutan. Melihat itu mereka jadi merasa bersalah dan meminta maaf. Karena cuma satu kamar yang terbakar, setelah di padamkan mereka di pindah ke kamar sebelah nya.


Mereka pun masuk kembali ke kamar. Di dalam mereka sudah tidak terlalu marah karena kejadian barusan. Mereka tersadar dan akhirnya mereka bisa berpikir jernih.


“Kyoko, kamu umur berapa ?”


“Sekarang 16…eh besok aku 17 deh…”


“Oh besok kamu ulang tahun ?”


“Yap…kalau Toshi san ?”

__ADS_1


“Aku hari ini 18 tahun.”


“Haaah kamu hari ini ulang tahun ?”


“Iya, aku baru ingat setelah mengingat foto kemarin…..tanggal nya tanggal hari ini, tapi tahun 2002.”


“Hehe aku juga ingat, setahun kemudian aku lahir.”


“Ya di foto memang terlihat kamu sudah siap keluar dari perut mama mu……”


Mereka terdiam kembali, tapi wajah mereka sudah jauh lebih tenang dari sebelum nya, mata mereka melihat tajam ke depan.


“Kyoko, gimana kalau kita kembali ke jepang sebentar ?”


“Mau ngapain ?”


“Menikah…..”


“Haaaaaaaaaaaa menikah…aku kan 16 tahun..eh besok 17 ya…..”


“Makanya aku tanya tadi….”


“Ok…besok pulang sebentar….lewat jalan kemarin ?”


“Ya….kita terbang saja.”


“Ok setuju…….tapi sebentar…kok tidak ada romantis romantis nya ya ?”


“Emang perlu ?”


“Ga juga sih….ya sudah lah, ayo…..”


Mereka kemudian turun ke bawah dan mencari Melech. Setelah di beritahu oleh penjaga penginapan, mereka langsung keluar dan berjalan menuju barak ksatria. Mereka melihat suasana kota di malam hari, setiap penduduk yang bertemu mereka pun hormat kepada mereka. Sebelum sampai barak,


“Toshi san…kenapa kamu ajak aku menikah ?”


“Karena kita akan habis habisan setelah ini….”


“Hmm tapi bukan nya ini death flag ya…..”


“Dah lewat, lupa ya kita pernah mati bareng ?”


“Oh..benar juga….dah lewat….ya sudah….”


“Kenapa ? Kamu ga mau ?”


“Siapa yang bilang ga mau ? aku sudah cerita semua, apalagi sekarang aku tau kalau mimpi itu adalah kenangan kehidupan terdahulu…mana bisa aku tidak mau.”


Kyoko menjawab sambil merangkul lengan Toshio. Wajah nya terlihat ceria kembali. Toshio yang melihat nya pun menjadi tenang, walau wajah nya kaku, dia tersenyum.


Mereka pun sampai ke barak. Ketika bertemu dengan Melech mereka langsung menceritakan semuanya dan rencana mereka pulang dulu sebentar. Melech menawarkan bagaimana kalau menikah di sana. Mereka menolak nya dengan alasan mereka bukan penghuni dunia itu lagi. Akhirnya Melech menyetujui nya dengan berat hati dan akan melaporkan nya kepada raja. Kemudian mereka keluar dari barak dan langsung terbang menuju desa pertama mereka datang.


Pagi pagi mereka sampai di desa dan langsung menemui Sherry. Kemudian mereka menceritakan semua yang terjadi di ibukota kepada Sherry dan maksud mereka untuk pulang sebentar. Sherry pun turut berbahagia dan merestui mereka. Kemudian mereka langsung terbang menuju gua tempat mereka masuk.


Kyoko mengeluarkan kotak musik nya dan mereka masuk ke dalam. Setelah bertemu gerbang, Kyoko membuka kotak musik nya dan gerbang pun berubah. Kemudian Toshio memasukkan lubang kunci nya dan gerbang terbuka. Mereka langsung masuk dan berlari sambil bergandengan keluar dari gua.


Setelah keluar dari gua, Toshio mencabut semua tali tali pembatas gua berikut jimat dan talisman nya. Kyoko menghancurkan sebuah bukit di dekat gua itu dan membentuk nya menjadi batu penutup. Kemudian Toshio mengangkat nya dan menaruh di depan gua. Sekarang gua tertutup dan hanya mereka yang bisa masuk kedalam. Saat mereka kembali, hari masih pagi pagi buta dan masih gelap.


Sebelum pergi, mereka mampir dulu ke kuil di depan mereka untuk berdoa kepada papa, mama dan nenek mereka juga kepada teman teman mereka yang sudah meninggal sekaligus meminta restu mereka. Kemudian mereka ke bandara untuk pergi ke Tokyo. Setelah sampai Tokyo, mereka diam diam kembali ke apartemen mereka dan mengambil semua berkas berkas mereka. Setelah itu mereka kembali ke bandara dan langsung terbang kembali menuju Kyushu.


Langsung saja, begitu kembali ke Kyushu mereka menuju kantor pencatatan sipil yang masih buka dan mengisi formulir. Setelah itu mereka menyerahkan nya.


“Selamat berbahagia bapak Yoshioka dan ibu Yoshioka.” Teriak semua petugas dan karyawan di kantor pencatatan sipil. Nama mereka bergati menjadi Yoshioka, yang di ambil dari Yamishiki dan Matsuoka. Toshio dan Kyoko pun keluar membawa bonsai dan cek sebesar 500.000 yen. Mereka langsung menginap di hotel karena sudah malam. Setelah di kamar,


“Fiuuuuhhh sehari beres.”


“Haha iya…kita benar benar seperti kawin lari….”


“Loh memang kan……kita sedang lari, tapi bukan kabur….”


“Ya, kamu benar Kyoko….aku benci kabur….”


“Sama dan mulai sekarang panggil Rena…ok Tharz.”


“Wah…aku sampai lupa dulu aku di panggil pakai nama itu dan cuma kamu yang panggil Toshi.”


“Ya dan kamu pasti lupa nama ku satunya…..”


“Sierra ?”


“Hahaha ingat juga…..kirain lupa…..tapi panggil Rena jangan pernah keluarkan nama itu, aku benci……”


“Iya aku paham……”


“Lalu ?”


“Kenapa ?”


“Kalau sudah menikah harus ngapain ?”


“Memang harus ngapain ?”


“Itu kan……”

__ADS_1


“Oh itu…..”


“Tunggu apa lagi……lets go….”


“Stop….kamu masih 16….”


“Ah mundur sehari ya………..hmm ya sudah 3 jam lagi.”


“Aku ngantuk…..”


“Haup………itadakimasu…”


“Uh……”


Kemudian mereka menunggu 3 jam lagi dan malam itu adalah pertama kalinya mereka melakukan nya.


Keesokan paginya mereka langsung menuju kuil dan menggeser batu nya. Kyoko membuka kotak nya dan gerbang berubah, mereka langsung keluar dan melihat kondisi yang berbeda dari sebelum nya.


“Wah aku lupa, beda 1 hari berarti beda 3 tahun ya….”


“Ya, tapi gpp. Pertama ke desa itu dulu….”


“Yuk suami ku…..”


“Ok istri ku…..”


Mereka pun langsung terbang menuju desa tempat Sherry tinggal. Setelah sampai mereka melihat kondisi desa sedang di jajah oleh orang orang berpakaian preman yang biasa mereka temui di Tokyo. Dengan santainya mereka berjalan masuk ke dalam desa. Mereka langsung berubah dan tanpa basa basi langsung membantai semua orang di sana. Potongan tubuh pun berserakan dari gerbang sampai alun alun desa. Di alun alun mereka menemui seseorang yang mereka kenal dan dia tinggal sendirian.


“Hehe sekarang giliran mu ya….Tenjo kun……”


“Hahaha senang sekali bisa bertemu di sini….Tenjo senpai….dan selamat tinggal.”


“Ka..kalian kenapa bisa ke sini ?” Jouji kaget melihat Toshio dan Kyoko di depan nya.


Tiba tiba Jouji membuka bajunya. Dia pun berubah menjadi minotaur persis seperti yang mereka pernah lawan di arena.


“Hahaha kalian tidak akan menang, ini wujud asliku….hahaha….”


Toshio dan Kyoko saling menoleh dan langsung saja menempelkan tanduk mereka. Sinar pun langsung keluar dan menembus dada Jouji.


“Ugh kenapa……..aku sudah bertambah kuat.” Gumam Jouji sambil memegang dada nya yang bolong.


“Karena kami sudah pernah melawan jenis kamu……..” Jawab keduanya sambil menendang Jouji bersamaan hingga terpental ke udara.


Kemudian mereka menempelkan lagi tanduk mereka dan sinar langsung keluar menuju tubuh Jouji di udara.


“Tidak…jangan….tidaaaaaak….”


Belum selesai bicara, kepalanya hancur tertembus sinar yang terus melaju ke atas.


“Toss…..”


“Toss suami ku….”


Kyoko langsung menepuk telapak tangan Toshio. Penduduk yang berada di dalam rumah pun mulai keluar dan bersorak. Sherry pun keluar dan menyambut mereka. Kemudian dia menceritakan apa yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Mereka pun mengerti dan langsung terbang menuju ibukota.


Di udara, window status mereka terbuka. Mereka melihat kalau level mereka sekarang menjadi 300, dan blessing mereka bertambah satu, yaitu Blessing of the Love Goddess.


Toshio dan Kyoko langsung membaca deskripsinya dan wajah mereka pun menjadi merah.


“Jadi maksudnya….setiap melakukan itu kita jadi tambah kuat dan naik 3 level ?”


“Berarti kita menjadi level 300 gara gara semalam ?”


“Memang berapa kali semalam ? aku ga hitung.”


“Ummmm banyak pokok nya…sudah ah…..”


“Ngomong ngomong Kyoko, ada ide siapa yang mengirim line supaya kita ke sini ? awal nya aku pikir aniki yang kasih tau, tapi ternyata dia dalang semuanya.”


“Iya ya…aku malah baru terpikir….kira kira siapa ya…yang jelas dia tau dunia ini…”


“Hmm masih banyak rupanya yang kita belum tahu……”


“Ya…..seperti level berapa sih mentok nya level kita….gimana ?”


“Apanya gimana ?”


“Kok nanya apanya gimana ? yang blessing tadi Toshi san……..”


“Maksudnya kamu mau membuat mentok gitu ?”


“Yup…..mumpung belum sampai ibukota….”


“Hah…di sini ?”


“Habis dimana lagi ?”


“No…..tidak…jangan sekarang.”


Toshio pun langsung terbang dengan kecepatan tinggi. Kyoko pun mengejarnya dari belakang.


“Tungguuuuu…..suami kuuuuuuuu….”

__ADS_1


Mereka melanjutkan terbang ke ibukota dengan Kyoko mengejar Toshio.


__ADS_2