
Tak lama kemudian, Suzu pun selesai dan langsung keluar menemui Kyoko yang sedang menjaga Mio. Suzu langsung menghampiri Mio.
“Salam kenal Asakura san, nama ku Amatora Suzuno.” Suzu menjulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.
“Salam kenal Amatora san…maaf aku memanggil mu Suzuno san.”
“Panggil Suzu saja, sebab kalau panggil Amatora san nanti suami ku juga menoleh.”
“Oh maaf, Suzu san.”
“Kamu masih sekolah Asakura san ?”
“Panggil saja Mio, Suzu san…aku sudah lulus tahun kemarin, aku pakai seragam karena hari ini ada reuni di sekolah.”
“Ok maaf bertanya…..”
“Aku ingin minta bantuan kepada kalian…..”
Belum selesai Mio bicara, Kyoko langsung mencegah nya dan mengangkat tangannya.
“Nanti kita bicarakan, tunggu suami kita berdua dulu….lagipula, kenapa kamu gelisah sekali ?” Tanya Kyoko.
“Aku…sebenarnya sedang menunggu orang, mantan anak buah papa, seorang peneliti….dia yang menyuruh aku pulang.”
Kyoko dan Suzu pun saling melihat satu sama lain, mereka berdua langsung menoleh kepada Mio.
“Apa orang nya agak sedikit tua, bungkuk, pakai kacamata dan berambut agak kribo ?” Tanya Suzu.
“Iya benar, rencana nya dia menjemput ku di bandara.”
Tiba tiba Toshio, Sho dan Haga pun keluar dari pemandian dan langsung menghampiri Kyoko dan Suzu yang sedang bersama Mio. Haga pun langsung melihat Mio. Begitu juga Mio yang langsung melihat Haga.
“Haga san…syukurlah kamu tidak apa apa…tadi beberapa anak buah Gonzo group mengejarku dan menculik ku. Untung saja ada mereka.” Mio langsung menghampiri Haga.
“Iya aku tau, aku yang meminta mereka membantu kita.”
Kemudian Haga dan Mio menoleh kepada Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu. Mereka berdua langsung menunduk.
“Terima kasih sudah menolong kami…” Teriak keduanya.
Toshio dan Sho langsung menyalakan rokok mereka karena risih. Kyoko dan Suzu mendekati mereka.
“Sudah lah, ayo kita bicara di tempat lain…ada ide Toshi san ?”
“Kita bawa mereka ke pulau yang kosong waktu itu, Kyoko kamu belanja dulu deh di convini untuk beli makanan ringan dan minuman, pembicaraan nya sepertinya akan panjang.”
“Kyoko chan, aku temani kamu….” Suzu langsung merangkul lengan Kyoko.
Kemudian Kyoko dan Suzu keluar dan berjalan menuju convini store di sebrang pemandian. Toshio, Sho, Haga dan Mio pun keluar dari pemandian dan menunggu di depan. Tujuan Toshio mengajak ke pulau terpencil itu adalah jika Mio dan Haga ternyata tidak bisa di percaya dan tidak bisa berkerja sama, mereka akan melenyapkan mereka dan pulau itu adalah tempat yang paling ideal.
Tak lama kemudian, Kyoko dan Suzu datang menghampiri mereka dengan membawa banyak makanan dan minuman.
“Baiklah, Komamura san, Asakura san, ikuti kami.” Ajak Toshio kepada Haga dan Mio.
Kemudian mereka membawa keduanya masuk ke gang kecil di sebelah pemandian. Mereka langsung berubah menjadi wujud demon mereka. Mio yang kaget langsung menutup mulut nya agar dia tidak teriak. Sho langsung menyambar Haga dan terbang, di ikuti Suzu yang menyambar Mio dan terbang. Toshi dan Kyoko terbang di belakang mereka semua.
Tak lama setelah itu, mereka pun sampai di pulau terpencil tempat Toshio dan Kyoko beristirahat setelah melepas kepala Suzu di laut. Mereka berubah kembali seperti semula. Setelah itu mereka duduk membentuk lingkaran dan menaruh makanan juga minuman di tengah. Mio yang masih kaget tidak bisa berkata apa apa dan diam saja. Suzu langsung maju dan bertanya kepada Mio.
“Mio san, kenapa kamu bisa tau nomor telepon ku ?”
__ADS_1
“Eh…oh karena aku mendapat pesan dari hp Ryota untuk menghubungi nomer Suzu san.”
Mereka pun langsung terdiam. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu saling melihat satu sama lain. Mereka merasa ada yang tidak beres. Tapi mereka tidak bisa memutuskan apa apa karena belum mendengar cerita dari Mio dan Haga.
“Jadi Ryota mengirimkan pesan kepada mu ?” Tanya Toshio.
“Aku yang mengirim nya, sewaktu kalian pergi membawa kepala Ryota pergi, aku kembali ke kantor nya dan mengambil hp nya, di sana ada telepon Suzuno san. Kemudian aku megirimkan nomer Suzuno san kepada Mio untuk menghubungi Suzuno san. Sekali lagi maaf kan kelancangan ku….tapi Mio benar benar membutuhkan bantuan karena identitas nya terbongkar.”
“Identitas ?” Tanya Sho.
Toshio pun langsung berpikir karena dia akrab dengan nama Mio. Dia memperhatikan Mio, kemudian tanpa ragu ragu dia bertanya.
“Jangan jangan kamu Mio chan ? cucu dari basan toko dagashi dekat rumah ku ?”
“Eh basan yang waktu kita ke rumah mu Toshi san ?”
“Iya benar….menurut keterangan basan, Mio chan sudah meninggal.”
Mio pun terdiam, dia melirik ke arah Toshio. Kemudian dia langsung bersujud.
“Iya benar Toshi ni ni, ini aku..Mio.”
“Loh kenapa kamu, bangun, aku tidak senang ada kenalan ku bersujud di depan ku.”
Kyoko pun berdiri dan duduk di sebelah Mio, kemudian dia mengangkat badan Mio supaya tidak bersujud lagi.
“Mio chan, aku dan suami ku kenal basan, jadi tidak mungkin aku marah sama kamu. Tapi kamu harus cerita yang sebenarnya.”
Mio pun menoleh, kemudian dia menghadap ke semuanya.
“Iya, aku memang berniat menceritakan semuanya. Aku sebenarnya adalah anak dari papa, pemimpin Asakura group, tapi aku anak di luar nikah dan bukan anak yang resmi dari keluarga Asakura, karena mama adalah simpanan papa. Kemudian, identitasku ketahuan oleh Ryota, dia langsung memburuku dengan menghasut kedua saudara nya dan sejak itu, kalau ada yang kerumah nenek menanyakan aku, nenek akan bilang aku sudah meninggal. Tapi sebenarnya aku hidup di sebuah apartemen dekat sekolah, nenek sering mengunjungi ku membawakan makanan.”
“Pantas basan biasa saja ketika kamu menanyakan soal Mio, Toshi san, dia tidak sedih sedikitpun, malah hanya pura pura sedih hehe.”
“Benar ni ni, makanya aku susah bergerak selama masih ada Ryota, ketika kalian membunuh dia kemarin aku menjadi lega, tapi belum sempat menikmati masa masa lega ku, sudah ada masalah baru lagi. Anggota yang setia pada papa menolak bekerjasama dengan Gonzo karena mereka tau masih ada aku. Dan sekarang aku di buru oleh Gonzo group.”
“Aku paham situasinya, Toshi, bagaimana kalau kita ajak Mio san kerjasama dengan kita ?” Tanya Sho.
“Hmm iya aku juga berpikir begitu, karena selain aku kenal Mio dari kecil, dia akan lebih aman bersama kita.”
“Terima kasih….terima kasih oyabun, aku juga akan mengabdi kepada oyabun.” Haga langsung berlutut dan menyembah.
“Sebentar, untuk Mio memang pengecualian, tapi kamu lain Komakura san, apa yang bisa kamu tawarkan untuk group kami ?”
Haga pun langsung terdiam, dia pun menunduk dan bingung. Mio langsung memegang tangan nya. Kemudian dia menoleh kepada Toshio.
“Ni ni, Haga san yang selama ini membantu ku, memang dia sempat bergabung di Gonzo karena di paksa oleh Ryota, sebab kalau dia tidak turuti, Ryota akan mengarah pada ku lagi, jadi untuk menutup semuanya dia rela berkerja di sana.”
Toshio pun menoleh kepada Sho, kemudian Sho langsung berdiri dan berjalan di depan Haga. Sho mendadak berubah menjadi demon nya, dia langsung jongkok di hadapan Haga.
“Hei Komakura san…aku mau tanya, kenapa kamu tidak pingsan melihat wujud kami ? apa kamu sudah tau wujud seperti ini sebelum nya ? sebab biasanya yang bertemu dengan kami akan lari atau pingsan.” Tanya Sho di depan Haga.
“Maaf, memang aku sudah terbiasa, sebab selama ini aku bekerja di fasilitas gunung fuji. Jadi aku tau ada apa di balik dunia ini.”
Kemudian Sho langsung menoleh kepada Mio yang berada di sebelah Haga.
“Kalau Mio san, kenapa kamu tidak kaget dan hanya menutup mulut tadi ? apa kamu juga tau mengenai dunia itu ?”
“Iya aku tau, karena aku juga pernah sesekali menemani Haga san dengan menyamar pergi ke fasilitas.”
__ADS_1
“Baiklah….” Sho pun berdiri kembali dan berubah, kemudian dia berjalan ke belakang pohon untuk berpakaian di temani oleh Suzu yang membawakan pakaian ganti nya. Setelah Sho selesai berpakaian dan duduk kembali di sebelah Toshio,
“Komakura san, tolong ceritakan lagi apa yang mereka rencanakan.”
“Baik Toshio san, aku ceritakan semuanya.”
Kemudian Haga bercerita apa yang di kerjakan di faslitas gunung fuji. Menurut Haga, selain menciptakan senjata biologi untuk menyerang dunia demon dan menggabungkan dna manusia dengan demon menggunakan teknologi clone, mereka juga berusaha menghidupkan dua demon legendaris yang bisa menghancurkan dunia.
“Hmm jadi maksud aniki dia mau menghidupkan badan kita…..”
Kyoko pun langsung menggigil dan gemetar mendengar cerita Haga. Toshio yang di samping nya langsung merangkul nya.
“Benar, begitu aku melihat wujud kalian di gang itu, yang membuat ku kaget bukan karena kalian demon, tapi karena yang seharus nya ada di dalam tabung berjalan di luar tabung dan hidup.”
Semuanya pun langsung terdiam, mereka bertanya tanya apa tujuan Akito berbuat sejauh itu. Kemudian Sho bertanya kepada Haga.
“Apa tujuan Gonzo Akito untuk membangkitkan dua demon itu ?”
“Aku tidak tahu, tapi hal itu bukan perintah atau tujuan Gonzo Akito, tujuan Gonzo Akito adalah menguasai dua dunia. Selebih nya adalah tujuan orang itu.”
“Orang itu ? maksudnya orang di foto ini ?” Kyoko langsung memperlihat kan hp nya yang ada foto pria botak bernama Goro itu.
“Orang ini hanyalah kaki tangan dari orang itu. Dia juga manusia abadi, tapi dia bukan dalang dari semua rencana ini, dia hanya pelaksana bersama dengan calon istri Gonzo Akito. Aku perlihatkan siapa orang itu……” Haga mengambil hp nya dan memperlihat kan foto seorang pria yang masih muda dan lebih muda dari Toshio dan lainnya.
Toshio, Kyoko, Sho, Suzu langsung berdiri begitu melihat foto itu, mereka sangat tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Di dalam foto itu ada dua orang, satu laki laki dan satu perempuan.
“Berarti alasan aku di bunuh…….” Sho langsung mengepalkan tangannya.
“Berarti yang dari awal mengincarku……..” Toshio langsung mengepalkan tangannya.
“Berarti yang memata matai kita selama di Tokyo……” Kyoko langsung mengepalkan tangan nya.
“Berarti yang datang ke kuil dan menghasut papa melakukan ritual itu, nama mereka adalah……” Suzu juga langsung mengepalkan tangan nya.
“Harukaaaaaaaaa……Yutaaaaaaaaaaa.” Teriak Toshio, Kyoko, Sho, Suzu.
Ternyata yang ada di foto itu adalah Haruka dan Yuuta. Haga pun kemudian menyimpan kembali foto nya. Toshio dan lainnya langsung bertukar pikiran dan merenung sambil berdiskusi, mereka langsung mengurutkan kejadian demi kejadian.
Sewaktu Sho di bunuh, Haruka sengaja turun ke bawah untuk mencegah Toshio naik, itulah sebab nya dia menyuruh Ayumi mendekati Toshio yang kebetulan juga jatuh hati padanya. Setelah Sharon menjalankan aksinya dia berpura pura menghampiri Toshio dan mengajak nya ke infirmary. Sedangkan Yuuta di atap memastikan Sharon berhasil membuat Sho setengah mati sehingga Toshio yang di tuduh.
Mereka juga menghasut Akito melalui Sharon untuk membunuh keluarga nya sendiri dan melenyapkan Toshio bahkan ketika Toshio masih di penjara. Dia mengutus orang untuk menusuk nya.
Sedangkan di tempat Kyoko di Kyushu, dia mengutus Goro untuk mengawasi di sana, tapi sayang nya Goro gagal menangkap Kyoko, karena tugas sebenarnya adalah menangkap nya dan kemudian Goro sering muncul di kuil Suzu yang papanya sudah di hasut untuk melakukan ritual untuk keabadian dengan menggunakan dirinya.
Setelah Kyoko datang ke Tokyo dan bertemu Toshio, mereka mengutus Akito dan Sharon untuk memindahkan mereka ke apartemen yang kosong sehingga mereka bisa tinggal di sebelah nya. Kemudian mengatur orang untuk berpura pura seakan akan mereka pindah karena ada alasannya dan setelah Toshio pergi bersama Kyoko, mereka berpura pura meninggal dan memperlihatkan Goro sebagai pembunuh nya sehingga kecurigaan Toshio dan Kyoko mengarah pada Goro.
Semua yang terjadi langsung tersambung di kepala mereka dan kebenaran terungkap. Setelah mereka semua tenang dan akhirnya bisa menerima semuanya, mereka ber empat duduk kembali. Haga langsung mejelaskan apa yang terjadi. Ternyata keluarga Kirishima tidak pernah ada, Yuuta dan Haruka merancang tubuh baru di sesuaikan dengan orang jepang dan mereka pindah ke tubuh baru mereka yang sudah sesuai dengan usia Toshio dan Sho, sejak itu mereka tumbuh bersama dengan Toshio dan Sho.
Haga juga menjelaskan kalau mereka sudah mengawasi keluarga Gonzo dan Matsuoka sejak lama, karena sebelum nya mereka di kurung oleh kedua keluarga itu di ruang bawah tanah. Lalu Sharon lah yang membebaskan mereka. Dia juga lah yang menjodohkan mama dari Kyoko kepada papanya karena di suruh oleh Yuuta dan Haruka. Buktinya adalah foto yang di perlihatkan Haga, yaitu foto yang sama dengan foto yang Toshio dan Kyoko lihat di kamar nenek.
“Pantas waktu dia pertama masuk sekolah, dia terus memperhatikan ku dan tau nama mu berganti menjadi Yamashiki waktu itu, setelah lama tidak pernah saling menghubungi, padahal seharus nya saat itu nama itu yang tau hanya Akito san dan aku. Aku paham kenapa dia mengajak aku bicara waktu itu…..”
“Ya dan pulang nya mereka ada di sebelah kita, lalu rencana perjalanan kita dengan mudah di ketahui, ternyata karena mereka di beritahu oleh keduanya. Dan ini juga menjelaskan kenapa Sho bisa berada di rumah Kyoko waktu itu.”
Semuanya pun terdiam. Setelah itu, Toshio dan Sho berdiri, mereka langsung mejulurkan tangan kepada Haga,
“Selamat bergabung…..” Keduanya langsung menerima Haga.
Haga langsung mejabat tangan mereka bersama dengan Mio. Musuh mereka sudah di ketahui dan tujuan mereka pun berubah. Tapi mereka masih belum tau apa tujuan Haruka dan Yuuta ingin membangkitkan dua demon terkuat yang mereka tau pernah hidup, hal ini masih menjadi misteri.
__ADS_1