Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Apocalypse


__ADS_3

Toshio dan lainnya terus mencari orang orang yang selamat dari bencana dan membawa mereka ke fasilitas. Mereka semua berkerja tanpa henti dan tidak beristirahat sama sekali. Sementara di fasilitas, semua memantau waktu yang menghitung mundur di jam digital. Dalam beberapa jam saja, Toshio dan lainnya berhasil menyelamatkan lagi sebagian besar penduduk kota. Banyak yang tidak percaya dengan mereka dan bagi yang tidak percaya, mereka tidak akan membujuknya. Sebab akan membuang banyak waktu untuk meyakinkan mereka. Setelah itu, mereka membawa semuanya masuk ke fasilitas dari dua pintu, pertama pintu di gunung moiwa dan kedua di rumah utama Tatsumoto.


Waktu di jam digital sudah menunjukkan “009:40:22:00” Toshio dan Sho bersiap di depan pintu dunia demon di sebelah fasilitas. Yukine dan Suzu melapisi pintu yang sudah di perkuat itu dengan dinding es milik mereka. Touma menambahkan dengan dinding tanah yang di bakar oleh api Toshio. Sementara, Kyoko, Mio, Ryuji memperkuat lift yang membawa mereka turun dari bagian atas nya. Mobil dan kendaraan lain nya di masukkan ke bunker fasilitas.


Haga dan Kureha memperkuat pintu masuk gudang penyimpanan di bawah rumah Tatsumoto dengan membuat pintu besi yang tebal supaya gudang penyimpanan tidak hancur terkena dampak api dan ledakan. Para demon yang berada di bawah perintah Melech terus berkerja di sepanjang dinding lorong yang menghubungkan fasilitas dan gudang penyimpanan. Irene mengawasi dan memberikan instruksi untuk semua demon sekaligus mengatur mereka.


Waktu di jam digital sudah menunjukkan “002:33:11:00” Semua personel yang berkerja di luar bunker, masuk kembali dalam bunker fasilitas. Setelah semua masuk dan tidak ada yang ketinggalan. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio, Ryuji, Touma dan Yukine bersiap di depan pintu bunker.


“Sebentar lagi…..semua nya, kita siap siap……” Teriak Toshio.


Kyoko langsung merangkul lengan Toshio sambil memandang ke pintu. Semua orang di dalam bunker bersiap sedia dan berkumpul bersama dalam satu ruangan besar untuk menghadapi benturan. Semua orang, termasuk anak buah Toshio, para prajurit, penduduk yang di selamatkan, baik manusia atau demon, saling berpegangan tangan dan berdoa agar mereka semua bisa melewati ini.


Tekanan di luar bunker sudah sangat terasa, angin kecang sudah membentuk angin ****** beliung yang sangat banyak menghantam semuanya. Getaran terjadi tanda bulan sudah masuk ke dalam atmosfer bumi. Kureha memantau semuaya dari satelit yang masih selamat dan tidak hancur. Di monitor separuh bulan sudah masuk ke atmosfer bumi dan sudah siap untuk tabrakan.


Waktu di jam digital menunjukkan “000:15:10:00” yang artinya tabrakan tinggal 15 menit lagi. Getaran semakin kencang, semua orang langsung berpelukan dan bepegangan erat satu sama lain. Toshio langsung memeluk Kyoko. Sho langsung memeluk Suzu. Touma dan Yukine saling berpelukan dan Mio berpelukan dengan Ryuji. Mereka menunggu detik detik terakhir untuk kehancuran bumi.


Bulan akhirnya menabrak dan jatuh di titik yang sudah di tentukan sebelum nya. Di bagian yang tertabrak semua hancur dan meledak yang berkali kali lipat dari ledakan nuklir. Gempa besar mengguncang bumi, gempa paling besar yang tidak pernah di alami sebelum nya. Api ledakan mulai merambat menyelimuti seluruh bumi seiring gempa. Semua yang di lewati gelombang ledakan langsung hancur menjadi abu, seluruh kota di dunia menjadi rata dengan tanah dan tidak ada yang tersisa.


Hutan dan gunung semua menghilang tertelan gelombang ledakan. Jika di lihat dari luar angkasa. Bulan menancap setengah di bumi. Permukaan bumi yang tadinya berwarna biru menjadi berwarna merah menyala seperti matahari. Setelah tabrakan, dunia demon terlihat seperti kaca yang retak dan kemudian pecah berantakan. Dunia demon hancur yang tersisa hanya kegelapan tidak berujung yang menyelimuti seluruh nya.


Setelah gempa selesai, Toshio dan Sho mengecek semuanya di bantu oleh Kyoko dan Suzu. Mereka melihat pintu masuk fasilitas dan masih utuh, kemudian mereka mengecek pintu dunia demon yang sudah menghilang. Hanya meninggalkan lapisan es yang tebal di dinding gua. Toshio dan Kyoko mencoba melihat ke balik jendela dan tidak terlihat apa apa, hanya ada kegelapan saja.


“Selesai sudah. Sekarang kita hanya tinggal memperjuangkan dunia ini….”


“Iya Toshi san, dengan begini perjalanan panjang kita berakhir, era baru di mulai.”


“Era Toshio dan Kyoko.” Toshio langsung merangkul Kyoko.


“Hehe iya….dan aku sama sekali tidak menyesal, jangan tanya lagi…”


“Aku tau Kyoko….aku tau…….”


Setelah gempa berhenti, 5 jam kemudian, semua orang mulai keluar dari ruangan besar dan melihat semuanya. Tidak sedikit yang menjadi histeris dan menangis. Toshio dan lainnya hanya bisa melihat dan tidak bisa berkata apa apa. Di antara orang yang selamat dari kota ada beberapa wajah yang di kenal Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu, karena mereka adalah teman sekelas di sekolah. Beberapa dari mereka ada yang memaksa keluar sehingga terjadi bentrokan dengan yang menahan nya.

__ADS_1


Melihat ada keributan, Toshio dan Kyoko langsung maju dan naik ke atas sebuah kendaraan.


“Stopp…..kita semua sudah selamat, hentikan pertikaian yang tidak berarti ini.” Teriak Toshio.


Semua orang langsung menoleh kepada Toshio dan Kyoko yang berada di atas kendaran besar seperti truk itu.


“Kita sudah melewati krisis yang sangat luar biasa ini, seluruh tempat, lokasi, rumah, gunung, hutan dan semua yang ada di luar sudah hancur. Kita adalah awal dari semuanya. Jangan gentar, selama kita masih hidup ada yang bisa kita lakukan. Jangan bertengkar dengan sesama, manusia dan demon sama saja, kita semua mau hidup dan kita semua hidup……demi masa depan kita, yoshaaaa…..” Toshio menggandeng tangan Kyoko dan mengangkat nya ke atas sambil teriak.


“Yoshaaaaaa……” Teriak semua orang yang mendengar nya.


Pertengkaran langsung berhenti dan semua orang berkerja sama memulihkan keadaan. Masih ada beberapa teman sekolah Toshio dan lainnya yang bersungut sungut. Mereka seperti tidak bisa menerima keadaan atau malah seperti ingin menguasai semua. Riho dan Satsuki memarahi mereka semua dan mengawasi nya. Mereka membantu Kyoko dan Suzu menenangkan semuanya.


Fasilitas mulai di fungsikan, perkebunan biopori dan laboratorium daging sintetis yang di kembangkan Haga dan ilmuwan nya menjadi poros kebutuhan pangan. Para pekerja masih pergi ke penyimpanan yang masih aman dan membawa obat obatan untuk mengobati yang terluka atau sakit. Jumlah orang yang selamat dari bencana itu, manusia sekitar 3000 orang, demon 2000 orang, termasuk anak anak.


Beberapa hari setelah kiamat, orang orang yang selamat mulai berkerja membantu apapun yang bisa di bantu di fasilitas. Sebagian menjalani pelatihan untuk menjadi prajurit di bawah arahan Melech.


Setahun berlalu, fasilitas sudah menjadi seperti desa di bawah tanah yang cukup makmur, tidak ada kekurangan pangan, penyintas mulai mendirikan rumah rumah kecil di dalam bunker untuk keluarga dan anak anak. Persediaan yang tersisa di penyimpanan masih sangat banyak dan para penyintas mulai menghuni gudang penyimpanan. Haga dan Kureha terus mengembangkan penelitian mereka di bidang pangan, sanitasi, teknologi dan militer.


Tiga tahun berlalu, mulai ada kelahiran baru di dalam bunker, fasilitas rumah sakit di sediakan untuk membantu wanita wanita yang melahirkan juga untuk merawat orang orang yang sakit. Touma membuka sisi kiri bunker yang tadinya di gunakan sebagai penyimpanan untuk pemakaman orang orang yang meninggal. Banyak orang tua dan wanita yang melahirkan meninggal dan di makamkan di sana. Penelitian di bidang kesehatan di fokuskan untuk menanggulangi hal ini.


Empat tahun berlalu, kematian karena melahirkan sudah sangat jarang terjadi, Kureha mengembangkan kendaraan kendaraan berat yang tahan segala medan untuk keluar ketika api sudah padam. Dia juga mengembangkan pakaian anti radiasi supaya penyintas yang keluar tidak terkena efek radiasi dan membawanya kembali ke bunker. Selain kendaraan, Kureha juga mengembangkan senjata senjata untuk berjaga jaga kalau ada musuh atau apapun yang mengacam bunker tempat tinggal mereka.


Lima tahun berlalu, Haga yang semakin memburuk kesehatan nya di minta oleh Toshio dan lainnya untuk pindah ke tubuh salinan nya supaya tetap hidup. Operasi di lakukan dan berhasil. Kureha yang sudah berumur, mewariskan semuanya kepada salah satu asisten nya yang bernama Sano. Mulai sekarang Sano yang menjadi ketua di bawah arahan Kureha. Api di luar sudah mulai hilang sebagian, untuk berjaga jaga, Toshio dan lainnya memutuskan untuk keluar satu tahun lagi. Sano terus memantau dari satelit apa yang terjadi di permukaan.


Suatu hari, Sano berlari menemui Toshio dan lainnya. Kebetulan, Toshio, Kyoko, Sho, Suzu, Mio, Ryuji, Touma, Yukine dan Irene sedang berada di dalam ruang pertemuan.


“Bos…..ada …yang…harus…..”


“Hei Sano san, pelan pelan, tarik nafas dulu dan katakan ada apa.” Suzu berusaha menenangkan Sano yang tergesa gesa.


Sano menarik nafas panjang dan minum segelas air yang di berikan oleh Kyoko. Kemudian dia duduk dan membuka laptop nya. Dia memperlihatkan apa yang di temukan nya.


“Bos, ada gerakan di permukaan, lihat ini, foto dari satelit sejak 5 jam yang lalu….”

__ADS_1


Semuanya langsung melihat monitor laptop yang di bawa oleh Sano. Semua yang melihat nya mendadak menjadi geram. Di monitor di tampikan foto dari satelit ada sebuah tank yang sangat besar sehingga bisa terlihat jelas dari satelit.Tank itu seperti nya terbagi menjadi 3 bagian. Foto berikut nya tank berpencar dan mulai mendirikan kota di sebuah benua. Foto berikutnya lagi menampilkan benua yang sudah menjadi lautan kabel dan 3 kota berdiri di atasnya. Semua yang berada di sana menjadi gelap dan menakutkan.


“Haruka….Yuuta….jadi ini maksudnya, mereka mau menguasai semuanya.” Ujar Toshio geram.


“Sepertinya mereka tidak tahu kalau kita selamat.” Ujar Sho.


“Ya, mereka langsung membuat semuanya seperti itu, tidak sadar kita mengawasi mereka.” Tambah Toshio.


“Bagus, kita bisa diam diam menyerang mereka….” Kyoko terlihat geram dan tersenyum sinis.


“Sabar dulu Kyoko chan, kita tidak tahu kekuatan mereka selama 5 tahun terakhir ini.” Suzu mengingatkan.


“Hmm tapi kalau di lihat lokasi nya ini dimana ?” Tanya Touma.


“Sepertinya sebuah benua yang besar dan apakah itu es ?” Tanya Mio.


“Ya, itu es, lebih tepat nya es yang sudah mencair karena kejadian 5 tahun lalu dan mereka di tengah tengah nya, benua yang di selimuti es cuma satu kan.” Jawab Yukina.


“Antartika……” Tambah Irene.


“Ok, markas mereka ada di antartika, berarti kita bisa keluar sekarng untuk menyebar penyintas dan mencari penyintas lain yang selamat dari kejadian 5 tahun lalu. Kita harus hati hati dalam bergerak jangan sampai di ketahui musuh. Untuk seluruh dunia aku tidak yakin masih ada penyintas, tapi di jepang, lebih tepatnya Tokyo dan Fukuoka, aku yakin mereka masih selamat.” Ujar Toshio.


“Baiklah, misi awal kita adalah menuju ke dua tempat itu.” Tambah Sho.


“Siap….” Jawab semuanya.


 Mereka langsung keluar ruangan dan bersiap siap. Toshio dan Kyoko memimpin pasukan untuk pergi ke tokyo. Sho dan Suzu memimpin pasukan untuk pergi ke Fukuoka. Dengan peralatan yang memadai, mereka keluar dari dalam tanah dan mulai menjelajah semua tempat yang sudah hancur.


Toshio melihat kondisi dunia yang sudah gelap dengan aurora di atas menerangi mereka. Kota kota sudah tidak ada dan yang tersisa di tutupi debu yang sangat tebal. Toshio dan Kyoko pergi bersama penyintas lain dengan menggunakan kendaraan yang memang sudah di siapkan, mereka tidak terbang karena khawatir terdeteksi musuh.


Selain mereka, para penyintas juga menyebar ke seluruh pelosok jepang  yang di pimpin oleh Mio dan Ryuji, sebagian dari mereka di pimpin Touma dan Yukine.  Mereka bergerak bersamaan. Setelah semua keluar, Irene memperkuat pertahanan di dalam bunker dan membuat barikade di dua pintu masuk. Melech dan Haga membantu Irene di bunker. Sano yang di bantu Haruka terus mengawasi pergerakan musuh dan siap mengabarkan kalau ada gerakan sekecil apapun.


Perjalanan para penyintas membuka era baru setelah kiamat.

__ADS_1


__ADS_2