
Di dalam mereka langsung memaksa Mike bergerak untuk segera pindah ke Sapporo. Walau mereka tau kalau memaksa ke sana benar benar harus melewati medan yang berat.
“Mike san, musuh sudah di depan pintu, tidak ada pilihan lain. Sementara kalian bersiap, kami akan menghadang musuh.”
“Benar Mike san, kami tidak bisa menjamin keselamatan kalian kalau kalian tetap di sini.” Tambah Kyoko.
Mike berbisik kepada Thomas, mereka berdiskusi singkat sebelum memutuskan apa pun. Setelah wajah mereka terlihat mantap, mereka langsung menoleh kepada Toshio dan Kyoko yang ada di depan mereka.
“Baiklah, mohon bantu kami…..” Mike berdiri dan menunduk bersama dengan Thomas.
Toshio dan Kyoko langsung berdiri dan memerintahkan penyintas yang bersama mereka untuk bergerak mengumpulkan warga dan membantu nya membereskan barang bawaan mereka. Tidak sedikit warga yang menolak pindah, pertengkaran kecil terjadi di beberapa tempat. Tapi akhirnya para penyintas berhasil meyakin kan mereka untuk pindah.
Para penyintas membentuk dua grup, satu grup berjalan menembus hutan yang sudah tidak ada, dan satu lagi berjalan memutari gunung Fuji. Bagi orang tua dan anak anak lebih aman bersama dengan grup 1 jadi mereka akan menembus hutan yang sudah tidak ada, di pimpin oleh Hiroshi dan Ciel. Sedangkan yang memutari gunung fuji adalah remaja dan orang yang bisa bertempur, karena lebih berbahaya terlih musuh.
Toshio dan Kyoko tidak pergi dulu, mereka mengamati pasukan robot yang diam saja bersama beberapa penyintas yang datang bersama mereka. Setelah semua sudah berangkat, mereka akhirnya langsung berangkat. Dari kejauhan mereka melihat pasukan robot bergerak perlahan mendekati fasilitas. Beberapa drone mulai berterbangan mengitari sekitar.
“Toshi san, sepertinya kita harus pergi juga dari sini…..”
“Kamu benar Kyoko, ayo semuanya….kita juga pergi…”
Kemudian Toshio dan Kyoko bersama dengan para penyintas langsung berangkat. Mereka menyembunyikan pintu masuk ke dalam bunker agar tidak di ketahui musuh. Toshio dan Kyoko mengambil rute yang memutari gunung fuji. Drone mulai sampai di faslilitas dan berkeliling di sekitarnya. Toshio dan Kyoko melihat dari kejauhan sambil terus berjalan.
Medan yang mereka lalui sangat berat, Toshio dan Kyoko merasa khawatir akan grup yang pergi sebelum mereka. Di sebuah bukit mereka melihat grup yang sebelum nya sedang beristirahat di kaki gunung dan mendirikan tenda. Mereka langsung menghampiri nya. Grup itu adalah grup Mike yang terdiri dari penyintas muda dan tentara angkatan bersenjata. Mereka sudah berpengalaman melewati medan yang berat, melihat itu, Toshio dan Kyoko menjadi sedikit lega.
Hari sudah gelap menjelang malam, mereka tidak menyalakan api karena takut menarik perhatian. Toshio duduk di atas bukit memandang fasilitas dari kejauhan. Terlihat titik cahaya cahaya merah bertebaran di sekitar fasilitas. Pasukan robot sudah sampai di sana. Ketika dia mengamati situasi di bawah bukit, dia kaget melihat tanah yang begelombang maju menuju arah perkemahan berada. Toshio langsung turun dan berlari ke arah perkemahan.
Toshio langsung membangunkan Kyoko yang tidur, mereka berdua langsung bersiaga menyambut sesuatu yang akan datang. Tak lama kemudian, tanah yang bergelombang maju itu masuk ke dalam area perkemahan dan berhenti menghilang.
“Apa itu Toshi san…..”
“Aku belum tahu, tapi yang pasti bukan sesuatu yang bersahabat…..”
“Awas, dia datang.”
Tiba tiba di bawah kaki mereka terjadi retakan dan tanah mulai berhamburan. Toshio dan Kyoko menghindar dengan melompat ke belakang, mereka langsung berubah menjadi wujud demon mereka.
“Shrieeeeek……”
Seekor cacing yang sangat besar keluar dari dalam tanah, mulutnya yang berbentuk lingkaran terbuka memperlihatkan gigi gigi yang jumlahnya tak terhitung di dalam nya. Monster cacing itu langsung menyerang Toshio dan Kyoko. Dengan sigap mereka menghindarinya sehingga cacing itu menghantam tanah dan masuk ke dalam. Teriakan makhluk itu membangunkan semua orang yang sedang tidur di perkemahan. Toshio dan Kyoko langsung menoleh ke belakang melihat orang orang yang bangun itu.
“Cepat lari, pergi ke tempat yang tinggi…..” Teriak Toshio.
Terlambat, cacing itu keluar di depan tenda dari bawah beberapa orang yang berdiri dan langsung menelan salah satu orang itu. Melihat sudah jatuh korban, semua orang itu langsung lari, mereka membangunkan semua orang di perkemahan dan langsung lari ke atas bukit. Cacing itu masuk lagi ke dalam tanah dan berkeliling di sekitar perkemahan.
“Itu makhluk apa Toshi san……yang pasti dia bukan robot.
__ADS_1
“Sepertinya makhluk yang bermutasi karena pengaruh radiasi….awak Kyoko dia di bawah kita.”
Cacing itu keluar dari bawah mereka. Toshio dan Kyoko melompat ke atas. Cacing itu mengikuti Kyoko yang melompat dan berusaha menelan nya. Kyoko merentangkan kaki nya dan menginjak sisi mulut dari cacing itu, kemudian dengan kedua pedang nya dia menusuk kepala cacing itu. Karena kesakitan, cacing itu berbalik dan masuk kembali ke dalam tanah.
“Uh…hampir saja….dia berbahaya…..”
“Hati hati Kyoko, kita tidak boleh lengah, kalau dia muncul lagi aku akan menangkap nya, kamu langsung serang dia.”
“Baik Toshi san, dia datang……”
Gelombang tanah berjalan ke arah mereka dan keluar lagi di bawah mereka. Kyoko melompat ke atas dan Toshio menyingkir ke samping. Toshio langsung menangkap badan cacing itu dan mencabut nya dari dalam tanah. Sebelum cacing jatuh ke tanah, Kyoko dengan gerakan secepat kilat langsung menyabetkan kedua pedang nya kepada tubuh cacing itu berkali kali. Serangan Kyoko membuahkan hasil, tubuh cacing itu penuh dengan bekas sabetan dan cairan kuning kental keluar dari lukanya.
Toshio langsung melepas cacing itu dan memukuli nya dengan cepat menggunakan cakar yang keluar dari punggung lengan nya. Karena sudah di sabet dari belakang, cakar Toshio mengoyak perut nya dan membelah dua badannya. Cacing itu roboh dan tidak bergerak lagi. Dari dalam perutnya yang terbelah, orang yang tetelan tadi keluar dalam wujud sudah menjadi kerangka dan meninggal. Bau yang sangat menyengat membuat Toshio dan Kyoko merasa mual dan menjauh dari nya.
“Hei lihat itu……” Seorang penyintas berteriak menunjuk ke tanah.
Toshio dan Kyoko langsung menoleh melihat arah yang di tujuk penyintas itu. Ternyata ada tiga gelombang tanah sedang mendekati mereka. Toshio dan Kyoko langsung melompat naik ke bukit yang ada di tengah tengah padang pasir yang luas itu. Keduanya langsung mengeluarkan jurus nya.
“Demon blast….”
“Blood beam….”
Dari tanduk di kening mereka langsung keluar sinar merah darah dan sinar hitam menghantam tanah. Dua ekor cacing besar mati seketika karena terbelah dan seekor lagi berbalik kemudian maju menyerang mereka. Toshio dan Kyoko terbang menghindar dan dari atas mereka mengarahkan sinar dari kening nya ke cacing yang keluar dan menelan bukit tempat mereka. Cacing itu meledak dan hancur berkeping keping. Ketika mereka mau turun, sebuah drone berada di sebelah mereka sambil melihat mereka. Kyoko langsung menusuk nya dengan pedang nya dan drone itu hancur.
Karena posisi mereka sudah di ketahui musuh, Toshio dan Kyoko memberi tahu Mike dan lainnya untuk meneruskan perjalanan malam itu juga. Mereka langsung bersiap siap dan berangkat berjalan meneruskan perjalanan mereka. Satu bulan kemudian mereka bertemu dengan grup yang melalui jalan menembus hutan.
“Ciel, Hiroshi, apa yang terjadi, kenapa hanya tinggal sedikit yang selamat ?”
“Maaf Toshio sama, banyak orang tua yang meninggal di perjalanan melewati padang pasir, mereka tidak kuat untuk melewati nya. Lalu kami juga di serang dan sempat terpisah.” Jawab Ciel.
“Musuh menyerang kalian ?” Tanya Kyoko.
“Bukan, monster berupa cacing yang sangat besar dan banyak, mereka menelan banyak dari orang orang kita. Sisa nya terpencar dan begitu berhasil berkumpul kembali hanya kami semua yang tersisa.” Jawab Ciel.
“Sekarang dunia di huni oleh cacing cacing itu….mereka sangat banyak jumlah nya.” Tambah Hiroshi.
“Tapi kami berhasil membunuh beberapa cacing menggunakan senapan mesin dan granat, meledakkan nya dari dalam.” Tambah Ciel.
“Aku mengerti, kalau begitu kita semua bergbung dan langsung berjalan menuju Sapporo.”
“Baik Toshio sama…..” Balas Ciel.
Mereka semua akhirnya begabung bersama Toshio dan Kyoko, mereka meneruskan perjalanan menuju Sapporo. Karena sudah malam, mereka semua berkemah di sebuah lembah. Toshio dan Kyoko berjaga di atas lembah. Mereka meneropong sekeliling melihat apakah ada musuh yang mendekat. Setelah memastikan semuanya aman, mereka duduk dan saling merangkul.
Ke esokan harinya mereka langsung berjalan kembali menuju tempat yang di janjikan. Selama berhari hari mereka terus berjalan menembus padang pasir yang tidak ada ujung nya. Banyak penyintas yang meninggal selama perjalan. Mereka menemui bekas bekas kota kecil dan langsung menjelajahinya untuk mencari persedian pangan dan obat obatan.
__ADS_1
Perebutan makanan sering terjadi di antara sesama penyintas, mereka semua sudah sampai pada batas ketahanan mereka. Akhirnya beberapa dari penyintas memisahkan diri dan pergi ke tempat lain. Toshio dan Kyoko tidak mencegah nya dan melarang siapa pun mencegahnya. Mereka hanya berpesan, kalau mereka selamat tolong kembali ke Sapporo.
Mike yang sudah berumur akhirnya sakit sakitan dan beberapa minggu kemudian dia menghembuskan nafas terakhir. Toshio dan Kyoko bersama dengan penyintas yang lain memakamkan Mike di padang pasir. Pimpinan grup di gantikan oleh Thomas, dengan Hiroshi dan Ciel sebagai wakil nya. Setiap ada kota atau bekas kota mereka langsung menjarah nya dan mencari orang orang yang selamat.
Sebulan setelah Mike meninggal, mereka akhirnya sampai ke Sapporo dan langsung menuju bunker. Toshio dan Kyoko merasa sangat lega ketika sampai ke Sapporo. Mereka di sambut oleh Sho dan Suzu yang sudah lebih dulu sampai dari Kyushu. Mereka melewati jalur laut yang sudah kering sehingga bisa lebih cepat sampai. Sho dan Suzu juga bercerita kalau di perjalanan mereka menemui cacing yang serupa dengan yang di temui Toshio dan Kyoko.
Penyintas dari Tokyo langsung di rawat dan di berikan tempat tinggal, Toshio dan Kyoko langsung memperkenalkan Thomas kepada Sho dan Suzu. Setelah itu mereka mendapat kabar kalau Kureha sudah meninggal beberapa minggu lalu. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu mengunjungi makam Kureha yang berada dekat pintu masuk ke dunia demon yang sudah hancur. Mereka memberi penghormatan terakhir untuk Kureha yang sangat berjasa selama ini.
“Kureha san, beristirahatlah dan terima kasih bantuan mu selama ini…..kami benar benar kehilangan ..” Toshio menunduk.
Kyoko merangkul lengan Toshio dan menunduk. Sho merangkul Suzu yang sedang menangis. Tak lama kemudian, Irene bersama Ciel dan Hiroshi juga datang kesana, mereka semua mengenal Kureha dan memberi penghormatan terakhir kepada nya. Sano dan Haga juga menyusul kesana dan menceritakan saat saat terakhir Kureha kepada semuanya.
Sepuluh hari kemudian, Mio dan Ryuji kembali bersama dengan Touma dan Yukine, mereka membawa banyak orang yang selamat dan langsung di berikan perawatan yang intens karena banyak dari mereka yang terluka. Menurut cerita Mio, Ryuji, Touma dan Yukine, mereka juga bertemu dengan banyak sekali cacing cacing besar di perjalanan mereka. Selain itu, mereka juga melihat pasukan robot di porak porandakan oleh cacing cacing itu, jadi pasukan robot juga bermusuhan dengan cacing cacing itu. Mereka semua berkumpul di ruang pertemuan.
“Jadi kalau menurut cerita Mio dan Touma, cacing itu juga menyerang robot robot dan memakan nya ?” Tanya Toshio.
“Benar ni ni, dan bukan cuma itu, aku dan Ryuji menyaksikan dengan mata kepala sendiri ada seekor monster yang besarnya seperti gunung mengamuk dan menghancurkan pasukan robot, kami menemukan nya di Kyoto.”
“Monster seperti apa ?” Tanya Sho.
Ryuji memberikan kertas yang sudah dia gambar sebelum nya. Toshio dan Kyoko melihat gambar Ryuji dan terkejut.
“Naga…..ini naga kan Ryuji ?” Tanya Kyoko.
“Benar ne ne, ini naga, tapi besarnya itu yang sangat luar biasa, pasukan robot berhasil menumbangkan seekor tapi langsung di habisi oleh yang lainnya. Kami yang sedang berjalan dan bersembunyi melihat nya sendiri.” Jawab Mio.
“Sama Toshio san, Sho san, kami juga menemui hal serupa di Aomori, naga sebesar gunung yang menelan apapun di depan nya termasuk robot robot yang menyerang nya.” Tambah Touma.
“Berarti bukan hanya cacing yang bemutasi ya, binatang lain juga bermutasi, tapi kenapa ada naga di dunia ini ? bukankah naga hanya ada di dunia demon ?” Tanya Sho.
“Itu yang aku tidak mengerti, apa mungkin dua dunia menjadi satu sekarang ?” Tanya Suzu.
Tiba tiba Sano datang dengan tergesa gesa dan membuka pintu ruang pertemuan. Di membawa beberapa lembar foto dari satelit.
“Maaf bos, coba lihat foto foto ini……baru saja aku mencetak nya…foto foto ini di ambil dari sebulan yang lalu.”
Mereka yang berada di ruang pertemuan langsung melihat foto foto itu, mereka sangat kaget karena monster yang di ceritakan Mio dan Touma tidak hanya satu, mereka tersebar di seluruh dunia dan jumlahnya tidak sedikit. Tapi di foto foto itu juga memperlihatkan beberapa kota pasukan robot yang berada di dekat monster monster besar itu.
“Kalau begini sebaiknya kita diam, biar mereka saling menghancurkan diri mereka sendiri.” Ujar Toshio.
“Tidak bisa Toshi, lihat ini……”
Sho mengoper sebuah foto di depan Toshio. Ternyata foto itu adalah foto lokasi di bekas kota Sapporo dan ada seekor monster yang sedang mendekat ke sana. Kemudian Toshio minta foto itu di perbesar dan di pertajam kepada Sano. Langsung saja Sano keluar ruangan dan langsung mengerjakan nya. Tak lama kemudian dia kembali lagi dan membawa sebuah foto. Wajah nya menjadi pucat sambil memberikan foto kepada Toshio dan lainnya.
Toshio dan Kyoko melihat foto itu dan mereka langsung tau monster apa yang mendekati mereka.
__ADS_1
“Yamata no Orochi…..” Ujar Toshio dan Kyoko.
Monster legenda yang berada di dunia demon (Yomi) muncul di dunia manusia dan sedang mendekati mereka.