
Tak ada jawaban dari dalam dan Aldi malah kaget menyadari pintu rumah itu tidak terkunci, tetapi kelihatan sepi. Aldi masuk dan mengganti pakaiannya yang sudah basah sedari tadi.
Setelah itu Aldi langsung menerobos setiap ruangan di dalamnya untuk mencari keberadaan Tata di segala penjuru ruangan tersebut. Namun Aldi tidak menemukan sahabatnya itu di rumah ini.
"Ta! Ta! Kamu di mana Ta?" panggil Aldi lagi. Namun, senyap tak ada suara yang menyahut panggilannya.
"Dimana tuh orang? tanya Aldi pada diri sendiri. Dia kebingungan tidak menemukan keberadaan Tata di rumah tersebut. Pria itu langsung melangkah keluar dan memutuskan untuk bertanya kepada para tetangga.
Aldi berjalan cepat ke arah orang-orang yang masih berbincang-bincang sambil menunggu suami mereka yang masih belum tiba. Ternyata perahu yang lain yang melalukan pencarian terhadap Aldo masih banyak yang belum datang padahal hari sudah akan semakin menggelap.
Ibu Aldo dan adiknya sudah kembali dan duduk bersandar di saung ingin mendengarkan kabar pencarian terhadap sang anak itu apakah sudah menemukan titik terang terhadap keberadaan putranya. Raut Mereka tampak cemas dan sangat berharap perahu terakhir akan pulang dengan membawa putranya.
"Ibu-ibu ada yang melihat teman saya yang mamanya Tata kah?"
"Tata? Anak yang tadi siang pergi ke rumah Bu Loli kah?"
__ADS_1
"Iya Bu."
"Oh saya tidak melihat lagi setelah melihat dia pulang ke rumah pak Bakri itu," jawab salah seorang ibu sambil menunjuk rumah yang ditempati oleh Aldi dan teman-temannya.
"Oh begitu ya Bu, tapi saya cari-cari di dalam tadi Tata tidak ada di dalam rumah," jelas Aldi.
"Sudah dicari di rumah Bu Loli? Maaf saya tidak melihatnya," tanya seorang ibu lain.
"Belum Bu, kalau begitu saya cari ke rumah Bu Loli saja dulu," pamit Aldi.
"Iya Bu, terimakasih atas do'a." Aldi bergegas pergi setelah melihat orang-orang mengangguk padanya.
Tidak butuh waktu lama agar sampai ke rumah Bu Loli yang memang jaraknya dekat dengan rumah yang ditempati Aldi sekarang hanya saja rumah Bu Loli menghadap pantai berbanding terbalik dengan rumah Pak Bakri yang malah membelakangi pantai.
"Cari siapa Nak Aldi?" Bu Loli berjalan mendekat ke arah pagar saat menyadari Aldi melongo memandang ke dalam pagar. Bu Loli membuka pagar dan mempersilahkan Aldi untuk masuk.
__ADS_1
"Lihat Tata tidak Bu?"
Bu Loli mengernyit. Bukankah tadi siang dia sudah pulang? Katanya dia ingin memberikan nasi bungkus yang diberikan Bu Maslaha untuk dirimu Nak Aldi."
"Tapi dia tidak ada di dalam rumah Bu. Terakhir tadi siang saya meninggalkan dirinya saat setelah saya memakan nasi bungkusan itu sebab saat itu saya langsung melihat orang-orang sedang menuju ke perahu dan katanya akan melakukan pencarian Aldo yang hilang di tengah laut.
"Benar Nak Aldi, tapi saya benar-benar tidak melihat Tata setelah itu karena saat orang-orang itu berangkat melaut saya juga ikutan pulang dan langsung tertidur karena saking lelahnya."
"Kira-kira kemana Tata ya Bu?" tanya Aldi kebingungan.
"Ayo ikut ibu biar kita cari ke rumah tetangga yang dekat-dekat, barangkali Tata ada yang mengajaknya untuk bermain ke rumah mereka sebentar."
"Iya Bu ayo!"
Bu Loli menutup pintu pagar kembali saat tubuhnya dan tubuh Aldi sudah berada di luar pagar. Mereka berdua menuju ke rumah para tetangga yang letaknya sama-sama ada di sekitar pantai. Ada tujuh rumah yang terletak ditepi pantai termasuk rumah besar pak Bakri dan juga rumah Pak Bakri yang ditempati Aldi sendiri. Jadi bisa dibilang hanya ada lima rumah tetangga yang berdekatan di sana jika rumah Pak Aldi tidak ikut dihitung.
__ADS_1