Misteri Kampung Pesisir

Misteri Kampung Pesisir
Bab 75. Goa Bawah Tanah


__ADS_3

"Put ini sepertinya adalah petunjuk," ujar Topan sambil menunjuk ke arah lubang itu.


"Maksud Kak Aldi?"


"Kita harus masuk dan memeriksanya barangkali ada sesuatu di dalam sini."


"Bagaimana kalau ini hanya perangkap Kak?" tanya Putri ragu.


"Kita tidak akan pernah tahu kalau tidak memeriksanya," jelas Topan. "Kau suka bertualang, bukan?" lanjutnya.


Putri mengangguk.


"Seorang petualang itu harus menyingkirkan rasa takut. Menantang bahaya itu adalah salah satu misinya."


Putri mengangguk lagi.


"Ayo kita masuk ke dalam," ajak Topan.


"Tapi Kak, bagaimana dengan nasib Mbak Tata?"


"Percayalah mereka tidak akan ngapa-ngapain Tata hanya dalam waktu singkat. Palingan mereka akan mengintrogasi gadis itu. Lagipula kau dengar sendiri tadi kan kata pak Sarfan itu kita tidak akan bisa keluar dari kalau sudah menginjak daerah ini."


"Kau benar Kak kalau dipikir secara logika pasti Mbak Tata sudah sampai ke rumah Pak Bakri di ujung sana sebab sebenarnya jarak dari tempat ini tidak terlalu jauh. Sepertinya benar kata Pak Sarfan kalau sejauh apapun kita berusaha melajukan perahu itu, perahu tersebut akan tetap membawa penunggangnya ke tempat ini lagi."


"Dan herannya bagaimana mungkin Pak Bakri bisa melintas antar dua daerah ini dengan mudah," sambung Topan.


"Mungkin perahu itu akan nurut jika yang mengendarainya adalah pemiliknya sendiri," jawab Putri.

__ADS_1


"Ya mungkin kamu benar, tetapi kenapa firasatku mengatakan Pak Bakri dan anak buahnya tidak kembali ke kampung Kenanga dengan perahu tersebut melainkan dengan cara lain."


"Maksud Kak Topan? Ada jalan rahasia begitu?"


"Itu yang saya pikirkan, tetapi tidak tahu juga kenyataannya seperti apa. Makanya aku mengajakmu untuk menjelajahi lubang ini berharap di dalam sana kita menemukan hal-hal yang mencurigakan."


"Baiklah Kak, kita turun sekarang. Namun kita harus mengantisipasi agar tidak ada yang curiga bahwa kita telah menyusup ke dalam lubang ini."


Topan tampak berpikir. Putri benar dia harus melakukan sesuatu agar tidak dicurigainya.


"Aku punya lem." Topan meraih lem dalam saku celananya sedangkan Putri tampak menggeleng melihat Topan begitu penuh persiapan.


"Apakah Kak Topan sudah tahu bahwa kita akan mengalami hal ini sehingga Kak Topan mempersiapkan lem dan gunting?" tanya Putri heran.


"Oh jadi kamu pikir aku indigo hah? Kalau benar ngapain aku ngajak kamu melakukan penyelidikan ke dalam lubang ini karena aku sudah pasti tahu semuanya."


Topan mengambil papan kayu yang jatuh tadi dan mengelemnya hingga tidak kelihatan bahwa papan kayu itu sempat patah. Dia lalu meletakkan dedaunan bakau yang sudah rontok dan kering di atas papan kayu tersebut dapat dan menyuruh Putri untuk masuk ke dalam lubang itu terlebih dahulu. Pria itu juga melempar potongan ular mainan itu ke air laut.


"Kak Topan yakin?" tanya Putri ragu.


"Kak Topan tidak akan meninggalkan Putri sendirian, kan di dalam lubang ini?" Putri menatap mata Topan seolah mencurigai bahwa pria itu adalah salah satu dari komplotan dari anak buah Pak Bakri. Namun menyamar menjadi teman Aldi seperti halnya yang ia lihat di film-film misteri.


"Kenapa kau memandangku seperti itu? Kau mencurigai diriku sebagai orang jahat Put? Baiklah kalau kau tidak percaya padaku aku bersumpah kalau memang aku adalah orang yang jahat maka diriku akan gosong disambar petir."


Melihat keseriusan di wajah dan perkataan Topan, akhirnya Putri mengangguk dan dirinya langsung melihat ke dalam lubang. Gadis itu kaget melihat ada tangga di dalam lubang itu.


"Ada apa di dalam?" Topan mengerti dengan raut wajah kaget Putri.

__ADS_1


"Seperti dugaanku, benar lubang ini menyimpan banyak rahasia dan pasti sering dilewati oleh anak buah Pak Bakri. Ayo cepat turun sebelum kita dilihat oleh anak buah Pak Bakri!"


Putri pun mengangguk lagi dan mulai turun menapaki satu persatu tangga yang ada di dalam lubang tersebut disusul Topan di atasnya. Kemudian Topan meletakkan kembali papan kayu itu di atas kepalanya. Setelah sampai di bawah Topan langsung menyingkirkan tangga itu agar tidak ada orang yang bisa masuk ke dalam lubang tersebut.


"Kenapa tangga itu dipindahkan Kak apa itu tidak akan menimbulkan kecurigaan?"


"Biarlah Put biar kita bebas berada di dalam ini tanpa ada yang menemukan keberadaan kita di sini. Kesempatan ini kita gunakan untuk mencari tahu ada apa saja di ruangan ini, syukur-syukur kalau ada jalan keluar menuju daerah lain jadi kita bisa membawa orang-orang yang tertahan di tempat ini selama bertahun-tahun kembali ke kampung Kenanga dengan jalan rahasia ini."


"Tapi Kak ini akan menimbulkan kecurigaan kalau tangganya sampai dipindah." Putri masih saja khawatir sebab anak Pak Bakri pasti akan merasa janggal jika tangganya berubah tempat.


"Baiklah kalau begitu akan kembalikan tangganya." Terpaksa topan menuruti perkataan Putri sebab perkataan Gadis itu memang ada benarnya juga.


Setelah mengembalikan tangga itu ke tempat semula Putri dan Topan menjelajahi ruangan bawah itu yang terlihat seperti goa. Ya benar tempat itu memang gua melihat stalagtit yang berada di atas kepala keduanya dan stalakmit yang berada di sekitar kaki mereka.


"Hati-hati Put jangan sampai kakimu tersandung batu kapur yang meruncing ini dan wajahmu juga sampai terbentuk batu kapur yang menggantung di atas itu," nasehat Topan.


"Auw Kak itu apa?" Putri ketakutan melihat ada mayat yang digantung di batu stalaktit itu. Meskipun ruangannya gelap, tetapi Putri masih bisa melihat seorang pria berbaju putih yang tergantung sambil menjulurkan lidahnya keluar.


"Tenang Put, tenang!" Topan menenangkan Putri agar tidak gusar.


"Bagaimana aku bisa tenang Kak, kita hanya berdua di dalam goa yang pengap dan gelap ini ditemani oleh mayat. Bagaimana kalau dia akan berubah menjadi hantu dan mencekik kita?" Tubuh Putri terlihat gelisah dengan keringat yang mengucur dari seluruh tubuhnya, bahkan kedua telapak tangannya juga ikut basah.


"Tenang Put, tenang mayat itu tidak akan bangkit."


"Kak Topan aku takut, aku mau balik!" rajuk Putri.


Bersambung.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2