Misteri Kampung Pesisir

Misteri Kampung Pesisir
Bab 37. Pocong Yang Aneh


__ADS_3

Tubuh Aldi bergetar seakan seirama dengan gerakan keranda di belakangnya.


Aldi tidak mau menoleh lagi, menatap semua itu akan membuat dirinya menjadi semakin ketakutan.


Aldi berjalan cepat ke arah depan dan setelah kakinya menapaki jalan yang beraspal dirinya langsung berlari mengikuti arah jalanan aspal di tengah pekuburan itu. Dirinya baru sadar bahwa ternyata ada jalur khusus untuk berjalan kaki di tengah-tengah lahan pekuburan itu.


Namun, bukankah dia ke sana bukanlah untuk berziarah kubur ataupun hanya sekedar berjalan-jalan melainkan mencari jejak hilangnya Tata. Kenapa harus menyelesali jika tidak lewat jalan aspal ini?


Setelah jauh melangkah Aldi baru sadar bahwa bercak darah yang ingin diikutinya tadi telah hilang entah dimana. Dirinya menyayangkan salah mengambil jalur hanya karena rasa takut yang membuatnya terburu-buru berlari tanpa sempat memikirkan terlebih dahulu keinginan hatinya. Sudahlah toh keinginan hatinya kini juga pecah dua. Keinginan pertama ingin menemukan Tata dan keinginan kedua adalah ingin cepat-cepat keluar dari daerah yang selalu membuatnya spot jantung itu.


"Sudahlah lebih baik aku kembali saja. Nyaliku sudah tidak bisa dipaksakan lagi." Pada akhirnya Aldi menyerah juga apalagi di depannya terlihat jalanan menuju jalan keluar dari lahan pekuburan tersebut terpampang sudah dan seakan melambai memanggil dirinya agar melintas.


"Ya aku pulang saja sekarang dan kembali besok siang saja. Semoga jejak darah itu masih belum terhapus sehingga memudahkan diriku dalam pencarian Tata. Ya Tuhan jangan turunkan hujan dulu," mohon Aldi dalam hati kepada Sang Maha Pencipta.


Ia melanjutkan langkah. Namun, tiba-tiba terhenyak melihat sesuatu yang berbaju serba putih melompat-lompat di depannya. Hampir saja Aldi pingsan melihatnya.


Aldi duduk sebentar sebab dadanya tidak bisa diajak kompromi untuk segera berlari keluar dari tempat tersebut. Dadanya terasa sesak dan seakan menekan-nekan sekarang. Aldi tidak kuat berdiri, ia duduk berjongkok dan hanya bisa berharap itu bukanlah penyakit jantung, tetapi karena syok semata.


Meskipun rasa takut seakan tidak bisa hilang dari dirinya, melihat kondisi tubuhnya saat ini yang tidak bisa diandalkan Aldi merasa pasrah.


Ia melirik sesuatu yang melompat-lompat tadi. Ternyata dia adalah makhluk astral yang namanya pocong. Aldi berdoa pada Tuhan agar supaya pocong tersebut tidak melihat keberadaan dirinya.


"Loh kok aneh?" Aldi terheran-heran sendiri melihat pocong yang tadinya melompat-lompat menjadi berjalan seperti manusia dan langkahnya tertatih-tatih.

__ADS_1


"Apakah pocong itu keseleo?" tanya Aldi pada angin yang tiba-tiba berhembus kencang kembali seakan ingin menjawab pertanyaan Aldi, tetapi tidak bisa berbicara seperti manusia. Ataukah arti angin yang berhembus kencang secara tiba-tiba itu sebagai tanda ia menertawakan pertanyaan Aldi yang konyol.


"Tunggu, tunggu!" Mana ada pocong berjongkok seperti itu?" Aldi bertambah heran tatkala pocong itu ternyata mengambil sesuatu di balik pohon besar.


"Ha! Pocong mainannya cangkul?" Emangnya dia mau bertani apa? Wah pasti pekerjaannya saat hidup adalah seorang petani yang ulet sehingga sampai mati pun dia masih kepikiran dengan pekerjaan semasa hidupnya."


Aldi nampak menutup mulutnya sendiri sebelum akhirnya sadar bahwa ternyata yang dilihat itu bukanlah pocong sungguhan melainkan pocong jadi-jadian.


Untuk sejenak Aldi terdiam saat menyadari pocong tersebut malah mencangkul kuburan yang ada di depannya.


"Ini benar-benar tidak beres." Aldi malah duduk bersila di atas jalan beraspal itu dan memilih mematikan senternya yang dimana cahayanya sudah redup, mungkin hampir saja kehabisan baterai. Aldi memilih memantau mahkluk halus jadi-jadian itu dari jarak jauh. Dia bersyukur tadi makhluk tersebut tidak sempat melihat keberadaan dirinya.


Lama pocong jadi-jadian itu mencangkul tanah dan Aldi pun seolah ikut lelah padahal hanya melihat saja bukan mencangkul.


"Payah." Aldi kesal sendiri karena tidak bisa merekam kejadian itu secara lengkap.


Tampak pocong jadi-jadian itu masuk ke dalam kuburan yang digalinya tadi dan entah apa yang dilakukan olehnya di dalam sana sebab Aldi tidak berani mengintip dari jarak dekat.


"Apakah itu memang pocong asli dan memang begitu caranya ya pocong ketika kembali ke dalam kuburnya." Aldi mulai ragu untuk menyimpulkan bahwa itu adalah asli makhluk halus ataukah manusia yang berakting menjadi pocong-pocongan untuk menipu orang-orang yang mungkin saja melihatnya.


Lama berada di dalam akhirnya pocong itu keluar dengan menenteng sesuatu di tangan. Aldi sampai kebas rasanya menunggu sedangkan orang itu masih betah dengan pakaian pocongnya.


Setelah mendapatkan barang yang diinginkan di dalam kuburan pocong jadi-jadian itu menutup kuburan itu dengan tanah kembali. Aldi menebak itu pasti untuk menghilangkan jejak.

__ADS_1


Pocong jadi-jadian itupun menaruh kembali cangkul yang dipakainya tadi dibalik pohon besar dan menutupnya dengan semak-semak. Setelah selesai dia langsung pergi dengan cara melompat-lompat lagi.


Aldi mengikuti dari jarak jauh, sebisa mungkin jangan sampai dirinya ketahuan. Aldi sangat penasaran apa yang akan dilakukan oleh pocong jadi-jadian itu dengan benda yang telah diambilnya di dalam sebuah kuburan.


Sampai pada jarak yang jauh dengan kuburan yang tadi dibongkarnya pocong itu menoleh ke sana kemari untuk memastikan keadaan aman dan tidak ada seorangpun yang melihat dirinya. Aldi menunduk dan bersembunyi di sebalik pohon besar agar tidak terlihat.


Setelah memastikan tidak ada orang yang melihatnya, pocong jadi-jadian itu langsung membuka pakaian putihnya itu dan menggulungnya lalu memasukkan ke dalam baju kaos yang dipakainya sekarang. Jelas sudah dari penglihatan Aldi bahwa orang itu adalah seorang laki-laki.


"Ya ampun bener kan dugaanku, dia itu manusia, batin Aldi. "Aku harus mengejarnya, jangan sampai kehilangan jejak!" tekad Aldi dan langsung berlari mengejar pria itu.


Saat pria itu menoleh, dengan cekatan Aldi bersembunyi bahkan terkadang Aldi berbaring di atas makam saat hampir dirinya ketahuan.


Beberapa kali bersembunyi dan tidak kelihatan, akhirnya orang itu menjadi sedikit lega. Jadi jalannya sudah mulai lambat, tidak seperti tadi yang terus berlari-larian saja sambil waspada melihat ke segala penjuru makam


Pria yang sempat menjadi pocong-pocongan tadi kini masuk ke dalam sebuah gubuk dan menaruh barang yang diambilnya tadi di dalam gubuk tersebut. setelah menaruh dia meninggalkanku kita sebentar saat-saat seperti ini digunakan Aldi untuk menelusup masuk ke dalam tersebut.


Aldi kaget melihat ternyata yang dibawa oleh pria tadi adalah sebuah janin.


"Sepertinya pria itu adalah pelaku pesugihan," tebak Aldi lalu menghembuskan nafas berat


"Tega sekali pria itu. semoga kuburan dari saudara-saudaraku tidak ada yang sampai dibongkar seperti itu oleh orang yang tidak bertanggung jawab."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2