
Sementara kedua teman-teman yang perempuan tertangkap dan Topan sedang menyelidiki keadaan dalam goa, Aldi berusaha mencari tahu siapa saja orang-orang yang berada dalam tempat tersebut agar jika mereka nanti menemukan jalan keluar segera bisa mengarahkan mereka semua. Aldi pun sudah sepakat dengan orang-orang yang menjadi tawanan di tempat itu agar mereka nanti melawan secara bersama-sama setelah tiba saatnya untuk melepaskan diri.
"Eh Pak saya kehilangan jejak teman saya yang bernama Tata, biasanya kalau mereka menangkap orang baru di tempat ini ditaruh dimana ya?" tanya Aldi pada seorang bapak-bapak di sana.
"Itu di rumah kuno diujung sana." Pria setengah baya itu lalu menunjuk ke arah depan.
"Bisanya orang yang baru tertangkap akan diletakkan di ruangan gelap untuk beberapa hari setelah itu dia akan dipaksa untuk bekerja. Jika orang itu menurut maka dia akan bergabung dengan kami bekerja menjadi kuli tanpa bayaran seperti ini. Namun, jika tidak mereka akan dikembalikan ke tempat gelap itu lagi. Dua kali masuk ke tempat gelap itu jika masih belum nurut akan langsung dihabisi."
Aldi syok mendengar penjelasan bapak-bapak tersebut.
"Terus kalau yang ditangkap perempuan seperti teman saya sekarang bagaimana?" Aldi sangat mengkhawatirkan Tata sedangkan Putri sendiri dia pikir masih bersama Topan.
"Kalau pandai masak mereka akan di tempatkan di dapur, tapi kalau tidak dia akan menjadi pemuas Pak Bakri dan anak buahnya. Namun, jarang ada perempuan yang tersesat ke tempat ini. Dulu ada beberapa yang masuk ke daerah ini berakhir dengan meregang nyawa karena tidak mau melayani nafsu birahi mereka."
"Apa, benarkah itu? Kalau
ia aku harus menyelamatkan Tata sebelum hal buruk terjadi padanya." Aldi terlihat ketir.
"Kau bicara dengan siapa Pak? Bukankah sudah kubilang kalau bekerja jangan nanya bicara!" Seorang anak Pak Bakri melangkah ke arah mereka.
"Nak Aldi segera sembunyi!"
Dengan sigap Aldi segera menelusup ke dalam rerimbunan semak-semak. Untung saja anak buah itu berbicara saat posisinya masih jauh, kalau tidak Aldi pun akan segera tertangkap.
"Bicara dengan siapa?" tanya anak buah Pak Bakri lagi.
"Dengan dia, katanya sakit perut." Pria yang berbicara tadi menunjuk rekannya yang sekarang sedang memegang perut sambil meringis.
__ADS_1
"Tidak ada sakit perut segala. Ini jam kerja tidak boleh istirahat dengan alasan apapun."
"Baik Tuan."
Mereka mengangguk dan tetap melanjutkan pekerjaan mereka, menyortir kulit kerang agar bisa dijual.
"Nak Aldi keluarlah mereka sudah pergi!"
Mendengar seruan dari bapak tadi segera Aldi keluar dari persembunyiannya.
"Lanjutkan pencarian Nak Aldi terhadap teman-temanmu itu. setelah temanmu itu diketemukan tolong cari jalan keluar agar kami semua bisa keluar dari tempat terkutuk ini sebab perahu yang ada di daerah ini tidak bisa kami tumpangi karena sejauh apapun kami berlayar kami akan tetap kembali ke daerah ini lagi."
"Oke siap Pak, doakan kami berempat sukses mencari jalan keluar dan kami memohon dukungannya dari semua bapak-bapak yang ada di sini."
"Pasti sebisa mungkin kami akan membantu kalian sesuai dengan kemampuan kami."
"Siapa di luar? siapapun itu tolong kami!" seru Tata dari dalam.
"Iya tolong kami berdua, aku mohon!" rengek Putri.
"Putri kamu ada di sini juga?" Aldi keheranan mendengar suara Putri dari dalam.
"Itu kamu Al?" tanya Tata seolah tidak percaya bahwa orang yang ada di luar pintu adalah Aldi. Namun dia begitu sangat bahagia dan berharap pria yang mencoba membuka pintu itu adalah benar-benar Aldi temannya.
"Iya Ta aku memang Aldi kalian tenanglah aku akan berusaha menyelamatkan kalian berdua."
Aldi mencari sesuatu yang mungkin bisa digunakan untuk mencongkel lubang kunci pada handle pintu agar handle pintu tersebut bisa dibuka. Namun, saat sedang berusaha membuka pintu ada beberapa anak buah Pak Bakri yang datang ke arahnya.
__ADS_1
"Ta, Put kalian bersabarlah aku akan bersembunyi dulu sebab sepertinya ada yang datang."
"Iya Kak cepat sembunyi jangan sampai keberadaan Kak Aldi di sini diketahui."
"Iya kalian diamlah! Berpura-pura seperti tidak ada apa-apa." Setelah mengatakan itu Aldi bersembunyi lagi.
Terlihat dua orang anak buah Pak Bakri berjalan mendekat dengan menenteng masing-masing satu piring di tangan mereka.
Tidak berapa lama pintu rumah kuno itu terbuka dan mereka menyerahkan piring ke tangan Putri dan Tata.
"Makanlah sebelum kami berikan kalian tugas!"
"Jangan tutup pintunya, bagaimana mungkin kami bisa makan dalam keadaan gelap seperti ini!" teriak Tata dari dalam sebab pintu ditutup dan dikunci kembali. Tak ada yang menjawab mereka berdua tidak memperdulikan teriakan Tata dari dalam sana.
Setelah kedua pria itu pergi Aldi mulai beraksi lagi. Pria itu Mendobrak pintu untuk beberapa kali. Tidak berhasil karena pintunya terlalu kuat, Aldi mencoba mencari alternatif lain. Melihat sebuah kawat di samping kakinya ia segera meraih dan mencongkel lubang kunci dengan kawat tersebut.
"Yes berhasil!" Aldi kegirangan sebab setelah memutar handle pintu ternyata pintunya berhasil terbuka.
Kedua gadis yang berada di dalam pun ikut senang ketika melihat pintunya berhasil dibuka dengan sosok Aldi yang berdiri di hadapan mereka. Entah apa jadinya mereka berdua jika berada di dalam ruangan gelap nan pengap itu. Bisa-bisa keduanya akan pingsan atau malah nyawa mereka berakhir di dalam sana. Kedua gadis tersebut langsung melakukan sujud syukur.
"Ayo kita bergegas pergi sebelum ketahuan," ajak Aldi. Kedua gadis itu hanya mengangguk dan mengikuti langkah Aldi menjauh dari tempat tersebut.
"Siapa itu!" teriak seseorang melihat sekelebat bayangan mereka.
"Gawat kita ketahuan."
Bersambung.
__ADS_1