Misteri Kampung Pesisir

Misteri Kampung Pesisir
Bab 35. Jejak


__ADS_3

"Kau tidur dimana sekarang Ta? Kenapa tidak pulang?"


Aldi lalu bangkit dari berbaringnya dan duduk dengan gelisah. Dia memandang ke berbagai penjuru arah, dimana-mana masih nampak gelap gulita. Dalam hati Aldi ragu apakah akan terus melanjutkan pencarian terhadap Tata ataukah akan menundanya hingga besok pagi.


"Ah aku tidak mungkin membiarkan dia sendirian. Bagaimana kalau dia sedang menghadapi bahaya seorang diri?" Akhirnya Aldi bangun dan memutuskan untuk mencari Tata sahabatnya malam ini juga.


"Mau ke mana kamu Nak Aldi malam-malam seperti itu?"


"Saya harus pergi Bu, sahabat saya menghilang dan saya tidak mungkin tidur dengan tenang di tempat ini." Aldi lupa bahwa Bu Halimah yang diajaknya bicara juga sedang risau memikirkan putranya yang hilang dan malah tidak tahu harus berbuat apa. Kalau Tata mungkin bisa dicari kapan saja meski tanpa bantuan orang-orang sekalipun, tetapi kalau Aldo bagaimana bisa Bu Halimah mencari tanpa bantuan orang-orang dan dalam malam gelap seperti ini?


"Bawalah senter ini!" Bu Halimah memberikan senternya kepada Aldi agar bisa digunakan oleh anak tersebut. Berharap agar sahabat yang dimaksud Aldi itu segera diketemukan. Biarlah beban kehilangan hanya dirasakan dirinya saja jangan sampai orang lain bernasib sama.


"Terima kasih Bu." Aldi meraih senter tersebut dan langsung pamit pergi.


"Hati-hati Nak Aldi."


"Insyallah Bu."


Aldi pun bergegas pulang kembali mengingat Tata hilang di rumahnya. Dia memberanikan diri untuk masuk ke rumah itu lagi meskipun rasa takut masih menyergap hatinya. Dia mengingat makhluk yang ingin bermain-main tadi takut pada suara adzan untuk itu jika dia datang lagi Aldi pastikan dirinya akan menyuarakan adzan dengan keras nantinya.


Sampai di dalam rumah Aldi mencoba mencari jejak yang mungkin saja ditinggalkan Tata. Namun, nihil tidak jua ia temukan.

__ADS_1


Aldi masuk ke kamar Tata lagi dan sekarang memeriksa barang-barang Tata mungkin saja gadis itu sudah pergi tanpa pamit kepada siapapun saat ada orang yang menjanjikan dirinya untuk mengantarkan dia keluar dari perkampungan ini.


Sia-sia dugaan Aldi tidak terbukti sebab pakaian Tata masih ada di sana.


"Bodoh kenapa aku tidak meneleponnya?" Aldi merutuk dirinya sendiri sebab sampai tidak ingat untuk menelpon Tata. Padahal kalau sudah menelepon dan Tata mengatakan ada dimana beres sudah pekerjaannya mencari-cari.


"Bodoh, bodoh, bodoh!" Aldi menjambak rambutnya kesal sebab telah banyak membuang-buang waktu.


Dia segera merogoh ponselnya di dalam saku celana dan segera menghubungi nomor ponsel Tata. Panggilan masuk tetapi tidak ada yang mengangkat telepon.


Tut, tut, tut ....


"Aneh." Aldi mencoba menghubungi lagi. Lagi dan lagi tidak ada yang menjawab panggilan teleponnya.


Kali ini Aldi mencoba menelpon lagi dan sepertinya ia mendengar suara ponsel berdering di belakang rumah dan tidak ada yang mengangkatnya.


"Apakah itu bunyi ponsel Tata?" Aldi memutuskan sambungan teleponnya dan ternyata bunyi itu juga ikut hilang. Aldi mencoba lagi menelpon dan ternyata dari belakang rumah terdengar suara dering ponsel lagi.


Aldi langsung berlari keluar rumah tanpa mematikan panggilan teleponnya. Dalam hati berpikir mungkin saja Tata memang berada di belakang rumah dan tidak dapat menjawab panggilan darinya karena pingsan. Aldi menebak bahwa Tata mungkin saja pingsan setelah dihantui oleh makhluk yang hitam besar dan tinggi yang menghantui dirinya juga tadi.


Aldi lalu menyalakan senter dan berjalan pelan-pelan ke belakang rumah. Deburan ombak seakan memecahkan kesunyian di bibir pantai yang berada di belakang rumah tempat tinggalnya saat ini.

__ADS_1


"Suara hape itu dari sana." Aldi langsung berjalan cepat ke arah sumber suara.


Pria itu kaget mendapati ponsel Tata menyala dan berbunyi dibalik pohon mangrove yang merambat di tepi pantai yang berada di belakang agak ke samping dari rumahnya.


Aldi meraih ponsel tersebut "Kemana orangnya?" Aldi diam dan menduga-duga pasti ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.


Aldi menyentrong senternya ke berbagai arah. Mencari keberadaan Tata yang mungkin saja sudah tergeletak tidak berdaya atau pingsan. Sayangnya nihil sejauh Aldi melangkah dan menyenter di sepanjang area itu tetap tidak mendapatkan tubuh Tata.


Tiba-tiba Aldi terpaku pada benda kecil yang nampak mencuri perhatian dari tempatnya berdiri saat ini. Tak jauh dari sebuah pohon kelapa terlihat sandal bergambar kan hello Kitty, tetapi hanya sebelah saja.


"Bukankah itu sandal milik Tata ya? Mengapa hanya sebelah saja?" Aldi mendekat dan meraihnya.


"Benar-benar tidak beres, berarti Tata benar-benar diculik oleh seseorang dari sini."


Aldi pun melihat bekas telapak kaki di tanah yang kosong dan bekas sesuatu yang diseret dari


tanah itu. Aldi menebak itu bekas tubuh Tata yang diseret.


Aldi langsung mengikuti bekas seretan itu kemana kira-kira Tata dibawa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2