My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 11


__ADS_3

"kemari dan makan sianglah" ajak riki


bela tidak berani bergerak, dia hanya tersenyum menanggapi riki lalu kembali melanjutkan pekerjaannya


"ck aku tidak bercanda" kata riki berjalan mendekati bela lalu menariknya ke arah sofa


"tuan saya tidak berani, saya harus bekerja" ucap bela sedikit meronta-ronta


"diam, kau wanita tidak boleh makan terlambat. ini makanlah" kata riki memberikan nasi kotak di pahanya


bela menelan ludah menatap makanan itu. dia mencoba menatap david namun david acuh saja, wajahnya tidak bisa diterka


"sudahlah jika dia marah kau bisa menghubungi ku" ucap riki seakan tau maksud bela


bela dengan ragu memakan makanannya namun lama kelamaan dia menikmati makanan itu


"hey sekarang kita teman?" tanya riki dengan semangat


"mm o,,,ke kita berteman" jawab bela tersenyum manis


"good girl" kata riki sambil menatap ekspresi david


"aduuuh!! sshh" bela menjatuhkan makanan dan memegang perut nya yang sangat sakit seperti dililit


"ada apa?" tanya david mengehentikan makannya karena sedikit khawatir

__ADS_1


"kau baik baik saja?" tanya riki tidak tau harus berbuat apa


keringat bela turun deras karena rasa sakit diperutnya sudah tidak bisa ditahan lagi


"aahhh sakitt!" keluh bela sambil mengeratkan tangannya diperut


"hey ada apa jangan bercanda" ucap david memegang bahu bela


bela lemas, perlahan matanya tertutup rapat dan akhirnya tumbang dibahu david. bela pingsan


"hey jangan bercanda!!" teriak david menggoyangkan tubuh bela namun tak ada reaksi


"panggil dokter kenapa diam saja!!" teriak david menatap riki


riki mengangguk dan langsung menghubungi dokter secepat mungkin


"bagaimana keadaannya dokter?" tanya david


"apa nona bela terlambat makan tuan?" tanya dokter elen balik


"ah begini tuan, nona bela sepertinya memiliki penyakit mag dan lambungnya tidak boleh kosong setiap hari. dia tidak boleh terlambat makan karena itu terjadi pasti nona bela akan pingsan. sepertinya kejadian ini sudah sangat sering terjadi" jawab dokter itu dengan serius


david mengeryitkan dahi lalu menatap bela, bagaimana bisa dia membiarkan bela terlambat makan


"baik dokter terimakasih, untuk urusan obat saya serahkan pada riki" kata david lalu duduk disamping bela yang sedang terbaring lemah

__ADS_1


ruangan sepi kini hanya tinggal david dan bela yang berada didalam kamar


"bodoh kenapa kau tidak mengatakan punya penyakit mag" gumam david menatap bela


tak lama bela membuka matanya namun masih terasa pusing


"mmhhh tu,,,tuan maaf" kata bela bangun dengan cepat kilat


"aw awww sakit" ujar bela memegang kepalanya


"bodoh kau baru sadar kenapa langsung bangun" ucap david memegang bahu bela dan membaringkannya perlahan


"mm,,, maaf tuan" ujar bela membeku saat dipegang oleh bosnya


"istirahat lah, aku tidak ingin sekertaris ku penyakitan" kata david ketus meninggalkan bela


"tuan!" panggil bela membuat langkah david terhenti


"terimakasih" ucap bela


"jika belum makan katakan saja jangan menahannya, kau pikir aku bos kejam yang tidak memberikan anak buahnya makanan" ujar david sedikit kesal


"kau yang menyuruh ku bekerja tadi tuan jika kau lupa" gerutu bela


"aku mendengar mu" ucap david memutar tubuhnya

__ADS_1


"ahh hehe maaf tuan saya teledor" kata bela cengengesan


"istirahatlah, hari ini kuberikan kompensasi karena kau sedang sakit" ujar david lalu pergi meninggalkan bela tanpa mendengar jawaban nya


__ADS_2