My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 14


__ADS_3

keesokan harinya dewi sudah kekeh harus pergi menemui putri semata wayangnya, dewi mengajak suaminya yaitu Ervan Ferrero


"pa kenapa lama sekali" ucap dewi sudah tidak tahan ingin bertemu putrinya


"iya ma sebentar papa sedang bersiap siap, mama sudah tau belum tempat tinggal syifa?" tanya ervan sambil menyisir rambutnya agar terlihat rapi. heehh bapak bapak juga rempong


"astaga pa mama lupa menanyakan alamatnya sama david, mama ke kamar david dulu ya pa" jawab dewi sambil menepuk keningnya karena teledor


dewi menghampiri david ke kamarnya yang sedang bekerja dari laptopnya karena hari ini libur nasional


"David mana alamat syifa?" tanya dewi


"ini ma" david langsung memberikan alamat yang sudah ia tulis sedari tadi


"kau tidak ikut sayang?" tanya dewi mengambil kertas itu


"mm tidak usah ma david disini saja" jawab david acuh


"tidak boleh, kau ikut atau mama tidak mau makan" ancam dewi mengalihkan pandangannya


hahh


david menghentikan jari jarinya bermain dilayar laptop


"baiklah mama sekarang keluar david akan bersiap siap" ucap david pasrah dengan senyum terpaksa nya


selesai bersiap siap david dan keluarga Ferrero pergi menemui syifa


disisi lain bela dan syifa sedang asik memasak, syifa sudah memberitahu bela tentang keluarganya yang akan datang

__ADS_1


"kak nanti syifa kenalkan dengan mama sama papa ya" ucap syifa dengan senyum manisnya menyiapkan makanan diatas meja


"mm baiklah. asal tidak ada kakakmu" jawab bela mengecilkan suaranya diakhir kalimat


"kak tau tidak kalau kak david itu masih jomblo dia belum menikah" ujar syifa


memangnya siapa yang peduli. batin bela


"haha benarkah?" tanya bela sok antusias


"iya kak, kak david itu tidak ada yang berani mendekatinya karena dia mm agak galak" jawab bela mengukur kegalakan kakaknya dengan jari


"SANGAT GALAK BUKAN AGAK GALAK" ucap bela menekan suaranya


"kakak tau darimana" kata syifa mengeryitkan dahi


"kakak sekertarisnya jika kau lupa" jawab bela ketus tanpa senyum


"tidak" jawab bela masih asik menata makanan


"yakin tidak?" tanya syifa lagi dengan senyum menggodanya


"mungkin saja kakakmu buaya" jawab bela mengangkat bahunya


ekspresi syifa kembali datar menatap bela


"kak kemari kau aku akan memberimu pelajaran" ucap syifa berlari mendekati bela dan menggelitiknya


"ahaha syifa syifa berhenti kakak menyerah" kata bela berusaha melepaskan diri

__ADS_1


"tidak sebelum kau mau dijodohkan dengan kakak ku" ucap syifa masih menggelitik bela


"ahaha syifa perjodohan itu tidak main main" ujar bela akhirnya bisa lepas dari syifa


bela berlari kesana-kemari untuk menghindari syifa hingga akhirnya dia memilih untuk keluar


dugghhh


bela terjatuh karena menabrak seseorang, syifa yang baru datang dengan tawa langsung kaku melihat keluarganya didepan pintu


"aww" bela belum memperhatikan tamunya


"papa mama" ucap syifa masih bengong


bela mengangkat kepalanya dan langsung membulatkan mata melihat bos-nya sedang berdiri tegak didepannya. bela dengan cepat kilat berdiri


"ma,,,maaf tuan saya ceroboh permisi" kata bela dengan sopan lalu menunduk dan masuk kedalam kamarnya


"syifaaa kemana saja kau anak nakal" ucap dewi memeluk anaknya


"mm ma sebaiknya kita masuk dulu, syifa dengan kak bela sudah menyiapkan sarapan" kata syifa berusaha melepas pelukan mamanya


mereka setuju lalu masuk kedalam apartemen


"jadi ini tempat tinggal mu nak?" tanya papanya melihat sekeliling yang sudah tertata rapi


syifa tersenyum kemudian mengangguk sambil mempersilahkan keluarganya untuk duduk


"dimana teman mu itu, mama ingin bertemu" ujar dewi belum menyentuh makanannya

__ADS_1


"mm kak bela bilang tidak ingin mengganggu" jawab syifa sedikit ragu


"Ck ceroboh" celetuk david langsung beranjak ke kamar bela dan syifa


__ADS_2