
Malam hari keduanya pulang seperti biasa, bela mengantar bos-nya sampai apartemen lalu kembali ke apartemen nya setelah memastikan david pulang dengan selamat
"Huuhh"
Bela menikmati angin malam dipinggir jalan sembari menatap lampu lampu jalanan yang bersinar terang untuk menenangkan pikiran dari perlakuan david
Tin,,,tin,,,tin
Bela memutar tubuh saat mendengar suara klakson mobil didekatnya, bela menyipitkan mata melihat lampu mobil itu berhadapan langsung dengan manik hitamnya
"Hay bela" sapa raka
"Ku kira siapa" ucap bela kembali berjalan santai
"Lama tidak bertemu, kau tidak merindukan ku" ujar raka ketus
"Seharusnya aku yang marah kau tidak pernah menemui ku"
"Apa bos mu memberikan libur walau hanya satu detik?" Tanya raka pura pura marah
"Hehe tidak juga" jawab bela cengengesan
"Naiklah kita berkeliling kota malam ini" ajak raka
"Cih memangnya riko kemana? Apa dia sudah membuang mu?" Ejek bela
"Ck kau ini naiklah aku ingin menceritakan sesuatu padamu" kata raka mulai kesal
Bela tertawa sejenak lalu masuk kedalam mobil, raka membawa bela berkeliling sambil bercerita cerita, raka sangat terbuka pada bela untuk urusan pribadinya oleh karena itu bela tau perjalanan hidup sahabatnya itu
"Jadi kau dan riko memutuskan untuk,,,,"
Bela tidak melanjutkan perkataannya, dia lebih memilih menatap raka untuk memastikan
"Jangan terkejut, walaupun itu mustahil apa salahnya mencoba" jawab raka sesekali menatap bela
__ADS_1
"Iissh bukan seperti itu, maksud ku kau yakin bisa?" Tanya bela
"Mm sejauh ini belum, aku masih mencari siapa yang bisa membuat tubuh ku bereaksi hanya saja itu sulit. Rasa itu tidak ada disaat aku bersama wanita manapun justru aku lebih tertarik dengan sesama" jawab raka putus asa
"Mm aku yakin kau pasti bisa dan akan menemukan orang yang tepat, tapi sebelum itu kau dan riko tidak boleh macam-macam" ancam bela
"Ck walaupun kami saling tertarik kami tidak pernah melakukan hal itu, paling hanya mencium kening dan,,,,"
"Bibir" kata bela memotong kalimat raka
Raka tercengir kuda menatap bela yang terlihat jijik membayangkan keduanya melakukan itu dengan sesama pria
Tak jauh dari pandangan matanya, bela melihat rifa sedang berjalan sendiri di trotoar, dia menyuruh raka untuk menghentikan mobil nya
"Rifa kenapa kau berjalan kaki, dimana mobil mu?" Tanya bela
"Ah hay bela mm itu mobil ku sedang diperbaiki" jawab rifa tersenyum
"Ayo naik kami akan mengantarmu" ajak bela antusias karena mereka bertiga akan berkumpul dan berbincang bincang
"Ayolah kita tidak pernah berbincang bincang akhir akhir ini, naiklah cepat" ucap bela sembari keluar dari mobil dan menarik rifa masuk kedalam
Bela tidak langsung masuk melainkan mengambil ponselnya dan berpura pura menelpon seseorang
"Raka bos memanggil ku untuk datang ke apartemennya ada urusan mendadak, tolong antar rifa sampai rumahnya terimakasih" ucap bela dengan cepat kilat meninggalkan keduanya
Sasaran wanita pertama telah selesai, maaf rifa aku harus mengorbankan mu sebagai percobaan pertama. Batin bela
"A,,,aku akan turun" kata rifa canggung walaupun mereka pernah bertemu beberapa kali
"Tidak perlu tunjukkan dimana rumah mu, akan ku antar" ujar raka ikut kikuk
Maksud ku tidak secepat ini bela bodoh!! Aku belum siap sama sekali tapi kau sudah mengantar mangsa untuk ku. Batin raka
Tidak ada perbincangan di atas mobil, padahal rifa dan raka sering bertemu dikantor untuk urusan bisnis atau hal lain ketika raka menemui bela
__ADS_1
"Disini, rumah ku yang itu" rifa menunjuk rumahnya yang berada disamping bahu jalan
"Rumah mu besar sekali kenapa harus bekerja?" Tanya raka
"Itu milik orang tuaku bukan aku" jawab rifa tersenyum tipis
Rifa membuka seat belt nya dan menyiapkan diri untuk keluar dari mobil
Tidak, bela sudah membawanya jadi aku harus melakukan tes pertama walaupun sebenarnya aku tidak begitu tertarik dengan tubuh wanita. Batin raka
Raka memegang tangan rifa agar dia tidak membuka pintu mobil, dia langsung mendekati rifa dan melakukan tes uji coba daaan
Rifa membulatkan matanya dengan sempurna saat bibir raka menempel dibibirnya, raka belum merasakan apa apa karena rifa tidak membalas sama sekali ciuman itu. Raka memaksa rifa membuka mulutnya agar dia dengan leluasa merasakan bibir itu
Pertahanan rifa runtuh, dia tidak bisa mengontrol ciuman paksa yang diberikan oleh raka walaupun dia sudah meronta raka tetap melakukan tes uji cobanya
"Lepas!!" Ucap rifa mendorong tubuh raka
Raka tidak mendengar sama sekali, telinganya seakan-akan tuli. Rifa menggigit bibir bawah raka dengan keras hingga berdarah barulah raka melepaskan ciuman itu
"Kau gila!!" Ucap rifa langsung keluar dari mobil raka
Raka ikut keluar dan menarik lengan rifa
"Maaf"
"Lepaskan!!" Kata rifa sambil mengeluarkan air matanya
"Kenapa kau menangis?" Tanya raka bingung
"Bodoh!! Itu ciuman pertama ku" jawab rifa sedikit emosi
Salah mangsa, bela bodoh!! Kau tidak bisa apa mencari bekas jangan yang baru. Batin raka
Rifa berhasil melepaskan diri dan langsung masuk kedalam rumahnya sambil menyeka air mata sedangkan raka masih membisu ditempat
__ADS_1
"Aku bersumpah akan membunuhmu bela!!" Gumam raka geram campur bersalah karena sudah merebut yang bukan haknya