
Sampai dikantor keduanya langsung menuju ruang meeting untuk bertemu dengan pemimpin Salvatrucha Group membicarakan bisnis yang sudah berjalan lama
"Selamat pagi tuan Salvatrucha, selamat pagi tuan muda Vano Salvatrucha" sapa david dengan nada bersahabat
"Selamat pagi nona cantik, ah aku tidak datang atas nama Salvatrucha tetapi VV&CC Group, maaf orang tua angkat ku tidak bisa datang karena kondisinya sedang tidak baik" saut vano tersenyum
Bocah ini kenapa senyumnya genit sekali melihat bela, membuat ku kesal saja. Batin david
"Laki laki jenius seperti anda tidak perlu diragukan lagi tuan muda" ucap bela membalas dengan senyuman manis
"Silahkan duduk tuan kita akan mulai membahas bisnis yang sudah berjalan" ucap andre selaku sekertaris dari vino salvatrucha
Semuanya duduk di kursi masing-masing dengan mempersiapkan beberapa file untuk mereka bahas
"Jadi bagaimana perkembangan bisnis cabang tuan? Apa itu tidak berpengaruh pada perusahaan pusat setelah melakukan banyak pembangunan?" Tanya bela memulai pembicaraan
"Tentu tidak nona, perusahaan pusat sudah mencapai tingkat puncak dan saham perusahaan meningkat drastis dalam satu bulan belum lagi dengan tingkat penjualan fashion yang sangat menguntungkan" jawab vano dengan serius menatap layar laptopnya
"Anda sangat pintar tuan muda, dengan umur yang masih belia anda mampu menguasai seluruh materi perusahaan" puji bela terkagum-kagum menatap anak kecil didepannya
Hisss apa hebatnya bocah seperti ini, aku dulu menjual saham ayah ku tidak bangga sama sekali. Batin david
"Terimakasih nona tapi sayang anda bukan orang pertama yang mengatakan itu" ujar vano tersenyum menatap david yang terlihat kusam
"Baiklah nona, kalian tidak perlu khawatir masalah perusahaan" saut vino sebagai pemimpin
"Baiklah karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan kami akan pergi sekarang" kata andre membereskan beberapa kertas
"Jika anda ingin melihat lihat perusahaan kami silahkan saja tuan, anda sudah lama tidak datang kemari" saut david tersenyum tipis
"Maaf tuan kami tidak ada waktu,,,,"
"Abi jadwal meeting VV&CC Group tidak ada 2 jam kedepannya jadi kalian bisa pulang terlebih dahulu, aku akan diam disini bersama nona cantik" ucap vano memotong kalimat vino abinya
Semua mengeryitkan dahi masih belum paham dengan ucapan vano
__ADS_1
"Bagaimana dengan umi sayang?" Tanya david
"Abi kurasa ada yang janggal antara bos dan sekertaris ini, kurasa akan ada pertunjukan menarik setelah aku pulang. Sampaikan salam pada umi aku sedang menjadi pahlawan" bisik vano ditelinga vino
Vino menatap david dan bela bergantian, masih saja ada cinta yang belum bersatu pikir vino terkekeh
"Baiklah kami akan pergi, titip putra ku tuan David Ferrero" ucap vino tersenyum tipis
"Dengan senang hati tuan Salvatrucha" saut bela tersenyum girang
Tidak! Aku keberatan, hey tuan bawa putra mu kembali!!. Batin david berteriak
Vino dan andre kembali ke kekantor nya meninggalkan putranya sebagai mak comblang antara david dan bela
"Tuan muda anda ingin kemana terlebih dahulu?" Tanya bela mensejajarkan tubuhnya dengan vano
"Aku ingin melihat ruangan CEO kantor ini" jawab vano menatap david dengan seringainya
"Tidak!! Hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk kesana, bagaimana jika kau mengambil surat surat rahasia perusahaan" ujar david ketus
"Baiklah saya akan mengambil minuman untuk anda tuan muda" kata bela meninggalkan keduanya diruang meeting
David memberikan tatapan tidak suka pada vano yang terlalu mencari perhatian bela. Vano mengangkat bahunya lalu memainkan ponsel sembari tertawa terbahak-bahak
"Apa yang kau tertawakan!" Sapa david ketus
"Hahahahaha" vano terpingkal pingkal menatap ponselnya bergantian dengan david
"Paman kau tidak bercanda kan? Hahaha"
Apa yang bocah ini tertawakan seperti orang gila. Batin david
"Aku tidak peduli" ujar david ketus sembari melipat kedua tangannya didada
"Bagaimana dengan ini paman?" Tanya vano menunjukkan foto david dan bela sedang tidur bersama didepan layar besar
__ADS_1
"K,,,kau,,," david tidak melanjutkan perkataannya dia memilih untuk memeriksa ponselnya disaku lalu membuka galeri tapi tidak ada masalah sama sekali
"Bagaimana kau,,,,"
"Meretas ponsel hanya butuh waktu 2 menit paman, seluruh data ponselmu ada di ponsel ku sekarang" ujar vano menyeringai
Aku lupa dia anak mantan mafia, hisss membuat ku kesal saja. Batin david
"Apa maksudmu menunjukkan foto itu!" Ucap david ketus
"Nona cantik itu sebenarnya menyukai mu hanya saja dia tidak mengakui nya, jangan sok pintar urusan cinta kau masih bodoh dengan hal itu" tutur vano datar
"Kau masih bocah sudah mengurus cinta! Pulang sana cari uang yang banyak untuk masa depan dan jangan ganggu sekertaris ku" ucap david
"Cih saham ku sudah melampaui batas wajar paman kau tidak usah khawatir. Jadi bagaimana? Kau masih tidak ingin aku bantu untuk mendapatkan nona cantik itu? Pikirkan baik-baik paman atau kau akan menyesal" kata vano tersenyum sinis
David mencerna perkataan bocah didepannya sembari menatap vano datar
"Katakan ide mu" ucap david tanpa senyum
Vano tersenyum puas karena david menyetujui permintaan nya
"Satu ide dihargai 3% saham" ujar vano tertawa
"Mimpi!! Pulang sana aku tidak butuh bantuan mu" jawab david kesal
"Tidak paman aku hanya bercanda, saham 3% bukan apa apa bagiku. Kemari aku bisikkan sesuatu"
David mendekati vano dan mendengar kan seluruh ide brutalnya. David sampai membulatkan mata mendengar ucapan ucapan tidak masuk akal yang dikatakan oleh vano
"Gila!! Kau masih kecil bagaimana bisa mengerti hal hal seperti itu" ucap david bengong
"Jika kau tidak sibuk berkunjunglah ke rumah ku paman, disana kau akan melihat hal hal diluar nalar manusia pada umumnya" jawab vano tersenyum tipis
"Baiklah waktu ku tidak banyak sebenarnya, aku harus pergi sampaikan salam ku pada nona cantik. Bye" kata vano meninggalkan david tanpa persetujuannya terlebih dahulu
__ADS_1
"Anak ini lahir dari rahim ibunya kan? dari planet bumi kan? Tapi kenapa ucapannya seperti pria dewasa aahh aku tidak habis pikir" gerutu david