My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 45


__ADS_3

Keesokkan harinya dirumah david yang semula tentram berubah ricuh karena acara pernikahan yang tinggal satu hari, mereka meributkan berbagai macam persiapan dimulai dari dekorasi dan sebagainya


Mereka sengaja memilih rumah sebagai tempat acara karena bela sudah kekeh tidak ingin mengadakan acara di gedung


"Pak pasang bunga bunga mawar putih disetiap sisi tangga juga" ucap dewi dan langsung berpindah ke arah lain setelah di angguki oleh tukang dekor


"Ah ya bu bagaimana dengan catering?" Tanya dewi


"Sudah siap bu, mereka akan mengantarnya besok pagi" jawab pelayan


Dewi mengangguk lalu duduk untuk mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa


"Ma" sapa david


"Mm??"


"Apa perlu semegah ini?" Tanya david melihat seluruh sisi rumahnya berubah menjadi lautan bunga


"Apa maksudmu, ini tidak seberapa karena bela tidak ingin terlalu mewah" jawab dewi


David mengangguk pasrah


"Ma bagaimana dengan pakaian?" Tanya david


"Ah ya mama lupa, kau datang ke butik terbesar di kota ini, mama sudah menyiapkan gaun disana untuk bela"


"Maksud mama butik milik riki?"


"Mm mungkin saja, kau mengenalnya?" Tanya dewi balik


"Hanya rekan bisnis" jawab david datar


Dewi mengangguk, dia mengerti dengan putranya yang selalu menganggap teman adalah rekan bisnis seperti riki


"Permisi ma maaf mengganggu, boleh saya bicara dengan david?" Tanya bela dengan sopan


"Tentu saja, dia calon suami mu" jawab dewi tersenyum


"Ada apa?" Tanya david dengan wajah datarnya


"Begini, tadi kau meminta ku untuk menyelesaikan beberapa dokumen tapi aku agak bingung dengan permasalahan disalah satu perusahaan cabang. Bisa kau jelaskan?"


"Astaga satu hari lagi acara pernikahan kalian kenapa masih membicarakan pekerjaan" ucap dewi menepuk keningnya


"Dokumennya harus dipresentasikan lusa ma jadi,,,,,"


"Cukup, sekarang kalian pergi ke butik!!" Kata dewi menarik keduanya dengan paksa keluar rumah


"Pergi sekarang atau mama yang akan bertindak!!" Ucap dewi geram

__ADS_1


David dan bela seperti kucing yang harus mengikuti perintah tuannya.


Sesampainya di sana keduanya langsung masuk


"Selamat datang tuan David dan nona Bela, silahkan ikuti saya untuk mencoba gaun yang telah dipilih oleh nyonya Ferrero" ujar salah satu pelayan disana


"Aku tunggu disini" ucap david


Bela mengangguk lalu berjalan mengikuti pelayan disana masuk kedalam sebuah ruangan. Disisi lain david tidak ingin menyia-nyiakan waktu walaupun besok adalah hari pernikahannya, dia memilih untuk melihat lihat bagaimana kinerja karyawan nya selama dia tidak ada


"Ah tuan david?"


David mengalihkan pandangannya dari ponsel dan melihat pryzel sedang berdiri anggun dengan pakaian seksi yang melekat ditubuhnya


"Senang bertemu dengan anda tuan" sapa pryzel lagi


"Pergilah"


"Tuan saya disini untuk membeli gaun untuk acara pernikahan anda dengan bela tapi saya tidak punya teman untuk melihat penampilan saya" ucap pryzel memasang wajah miring


"Selama itu tidak ada hubungannya dengan ku. Aku tidak peduli" ujar david acuh


"Mm bagaimana jika saya memilih gaun dan anda menilai penampilan saya" kata pryzel antusias


"Tidak"


"Tuan tolonglah sekali saja" ucap pryzel memelas


"Tolong tuan, anggap ini permintaan terakhir saya"


Hahh


David menghela nafas kasar karena tidak fokus dengan pekerjaan nya gara gara pryzel


"Cepatlah"


Wajah pryzel sumringah dan langsung mengambil salah satu gaun disana lalu mencoba nya diruang ganti


Tak lama pryzel keluar dengan balutan gaun sangat sangat terbuka bahkan orang orang tidak bisa membedakan gaun itu untuk menggoda pria atau untuk pesta


"Tuan bagaimana penampilan saya?" Tanya pryzel berputar putar


"Bagus" jawaban netral dari david karena dia tidak terlalu memperhatikan gaun itu


"Benarkah? Baiklah saya akan menggunakan pakaian ini" ucap pryzel dengan senang


Ceklek


Pintu ruang ganti disebelah pryzel terbuka lebar. Bela keluar dengan gaun putih yang melekat ditubuhnya, gaun dengan rancangan khusus yang dipesan langsung oleh nyonya Ferrero sangatlah cantik dan pas di tubuh bela

__ADS_1


"Cantik" ucap david tersenyum menatap bela


"Benar, kau cantik sekali nona bela" celetuk pryzel


Senyum bela yang tadinya merekah berkurang saat melihat pryzel juga berada disana


"Nona pryzel?"


"Yaa aku sedang memilih gaun dan tuan david mengatakan ini bagus" kata pryzel sambil menunjukkan pesona seakan hanya dia yang lebih cocok bersanding dengan david


"Ahaha begitu rupanya, baguslah" ujar bela dengan senyum terpaksa


"Sudah selesai? Ayo pulang" ajak david


Bela mengangguk dan langsung masuk kedalam ruangan untuk mengganti pakaian nya. Untuk david dia lebih memilih untuk menunggu di mobil daripada harus melihat pryzel


"Hey kenapa diluar?" Sapa riki


"Menemani bela"


"Oh calon istri" goda riki


"Datanglah, acaranya besok" ucap david datar


"Pasti"


"Cih jaga mata mu dari adik ku" kata david ketus


Riki tersenyum tipis dengan perkataan david, overprotektif david berguna juga untuk adiknya


"Ayo,,, eh tuan riki" sapa bela


"Hay" riki melambaikan tangannya


"Ayo pulang" ajak david menarik lengan bela masuk kedalam mobil


Diperjalanan pulang mereka hanya diam, canggung sekali rasanya pasangan seperti ini


"Mau sarapan dimana?" Tanya david


"Heuh? Mm dimana saja" jawab bela menatap david sekilas


Hanya itu percakapan mereka dan david memutuskan untuk sarapan disalah satu restoran, lagi lagi restoran itu milik riki


Dia tidak berbohong dengan ucapannya. Batin david


"Pesan apa yang kau inginkan" ucap david


Bela mengangguk lalu memesan beberapa sarapan sesuai dengan kriteria david tentunya walaupun dia kurang suka dengan menu sarapan itu

__ADS_1


Tak lama pesanan mereka datang dan mereka sarapan dengan lahap setelah itu pulang untuk persiapan acara


__ADS_2