
david langsung bangun dan menatap bela yang sedang berdiri didepan pintu. bela tersenyum tipis sambil menahan sesuatu yang akan menghiasi wajahnya
"maaf tuan saya mengganggu anda, silahkan lanjutkan" ucap bela mengeluarkan senyumnya meninggalkan david keluar ruangan
"nona pryzel!!" kata david geram
pryzel membuka matanya dan melihat tatapan david sudah sangat tajam
"kenapa kau disini?" tanya david
"maaf tuan saya hanya ingin membangunkan anda tapi anda malah menarik saya dan tidur bersama" jawab pryzel dengan santai
"saya harap anda bisa menjaga sikap dikantor saya nona, anda tidak paham dengan kata privasi? hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk kesini" ucap david mengepalkan tangannya
"maafkan saya tuan david"
"sebaiknya anda keluar dari ruangan saya nona. anda ingin membahas pekerjaan? silahkan urus dengan bawahan saya karena kontrak kerja yang sudah saya tanda tangani bukan lagi urusan saya. sekarang silahkan keluar" ujar david menahan emosi nya
pryzel keluar dari ruangan david karena merasa wajah david sudah tidak bersahabat seperti tadi malam
"bela" david langsung keluar dari kamarnya dan tidak melihat bela diruangan
david langsung berjalan cepat kearah ruagan sekertaris nya itu
"bela!" panggil david
bela tidak menjawab sama sekali, dia tetap berkutik dengan layar komputer didepannya, aneh rasanya tapi bela merasa terluka melihat pemandangan tadi
__ADS_1
"bela dengarkan aku"
"maaf tuan jika anda yang harus kesini mengambil berkas meeting, saya sudah mengirim pekerjaan anda ke email saya jadi saya tidak perlu bekerja disana aah ya untuk meeting dengan The Star Light kita bisa langsung segera pergi waktunya sudah mepet sekali" ucap bela dengan cepat tanpa menatap david sedikitpun
"silahkan tuan" bela mempersilahkan david untuk berjalan terlebih dahulu karena memang dialah bosnya
"bela"
"3 menit lagi, jangan buat imej anda buruk didepan klien tuan" bela tetap tersenyum
hahh
david menghela nafas kasar lalu berjalan keluar diikuti oleh bela dari belakang. mereka berjalan cepat tanpa bicara sedikitpun, sebenarnya david ingin bicara hanya saja bela terus memotong kalimatnya dengan urusan bisnis
selama meeting bela tidak pernah melirik david sedikitpun, dia fokus mencatat seluruh hasil meeting dengan pemimpin The Star Light hingga selesai
Rifa mengangguk lalu mempersilahkan seluruh karyawan mengikuti nya hingga ruang meeting sepi dan tertinggal hanya bela dan david
"bela"
"tuan anda ingin makan siang dengan menu sama?" tanya bela tersenyum sambil menutup laptopnya
"bela aku ingin bicara"
"tuan sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu"
bela menunduk lalu keluar dengan cepat sambil mengambil ponselnya untuk memesan makanan untuk diantar kedalam ruangan david
__ADS_1
kenapa aku tidak terima dengan kediaman nya padahal baru beberapa menit. batin david
diruangan nya david sudah melihat bela sedang menyiapkan makan siang mereka berdua
"bela ikut aku"
"tuan makan siang"
david menarik bela masuk kedalam ruangannya dan mengunci kamar itu
bela mulai diam dan tidak bicara sedikitpun dengan david, dia menyandarkan tubuhnya didepan tembok menunggu david memulai pembicaraan
"kau salah paham"
bela tersenyum tipis mendengar ucapan david, jelas jelas tangannya berada di tubuh pryzel tadi
"bela"
"cukup tuan, sekarang buka pintunya kita harus makan siang secepatnya anda pasti tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk mengurus hal kecil seperti ini. bukankah sedikit waktu anda bisa menghasilkan banyak uang?" kata bela dengan senyum sinisnya
"dengarkan aku baik baik"
"CK" bela menepis kedua tangan david yang berada dibahunya
"aku mengira yang masuk adalah kau oleh karena itu aku menarik nya di setengah sadar ku" ucap david sungguh sungguh
bela tidak menanggapi perkataan david dengan serius dia hanya mengangguk
__ADS_1