
Beberapa hari setelah kepergian bela dari rumah dan kantor, para karyawan kembali gundah dengan suasana dikantor, tidak ada yang bisa mengendalikan bos-nya selain bela. Dia adalah pencatat rekor sejarah penakluk perusahaan
Tok,,,,tok,,, tok
"Jika tidak ada perlu keluarlah" ucap david fokus memainkan jarinya diatas keyboard
"Kasian karyawan mu david, jemput bela" ujar riki sambil meletakkan makanan di meja
"Dia menyerahkan surat pengunduran diri beberapa hari yang lalu"
"Lalu??"
David berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan riki, ada yang menjanggal dihatinya beberapa hari ini
"Kontrak kerja" ucap david menatap riki
"Jika kau menggunakan kontrak kerja sebagai alasan bela tidak bisa mengundurkan diri maka dia tidak bisa pergi dari tempat ini"
David langsung keluar membawa sebuah map dan kunci mobil keluar dari ruangannya meninggalkan riki sendiri
"Selalu saja seperti ini, haahh sebaiknya aku tidak membawa makanan lagi untuknya" gumam riki kesal
Dia keluar dari ruangan david namun belum sempat membuka pintu bidadari nya membuka pintu dari luar dengan hiasan bando biru muda dikepalanya. Imut sekali dimata riki
__ADS_1
"Kak riki? Kak david mana?" Tanya syifa menatap belakang dengan cara berjinjit
Mata riki tidak berkedip sama sekali menatap kecantikan milik syifa. Mata indah dan lesung pipit di pipinya mampu menghipnotis riki untuk beberapa saat
"Kak??" Panggil syifa menggerakkan tangannya didepan wajah riki
"Pe,,, pergi"
"Kemana?"
Riki menggelengkan kepalanya berusaha mengembalikan kesadaran untuk menjawab pertanyaan beruntun syifa
"Menjemput bela, perusahaan kacau tanpa sekertaris cerdik dam cerdas" jawab riki
"Ck masih berani dia menemui kak bela? Dasar!!"
"Tapi kak,,,,"
"Sudah sudah jangan debatkan soal kakak mu dengan bela, itu urusan mereka jikapun david ingin memperbaiki kesalahannya apa itu salah? Jadi jangan ikut campur urusan mereka oke"
Syifa menatap riki tanpa bicara sambil mencerna seluruh perkataan nya, masuk akal apa yang dikatakan oleh riki jika itu urusan mereka
"Mmm" syifa menganggukkan kepalanya setelah mengerti maksud dari riki
__ADS_1
"Bagus"
"Hmm baiklah kak, syifa ada janji dengan teman syifa pergi dulu ya" ucap syifa tersenyum
"Teman? Kau yakin hanya teman?" Goda riki
"Mm i,,,iya teman" jawab syifa terbata-bata
"Bukankah kalian pernah berkencan?" Bisik riki ditelinga syifa
"Ka,,, kakak tau darimana?" Tanya syifa menjauhkan dirinya dari riki
Riki tersenyum tipis melihat ekspresi ketakutan syifa jika riki mengadu pada david
"Tenang saja kakak bisa menjaga rahasia" jawab riki mengacak rambut syifa
"Ck jangan dirusak kak, nanti berantakan" dengus syifa kesal
"Pergilah nanti teman mu lelah menunggu" ucap riki tersenyum
"Baiklah doakan semoga lancar kak" kata syifa malu malu sambil menjauhi riki
"Haahhh aku benci situasi dimana aku harus melihat ini. Ayolah ikuti dia dan coba untuk ikhlas mulai dari sekarang sebelum kau akan hancur menerima kenyataan bahwa dia milik orang lain nantinya" ucap riki pada dirinya sendiri lalu mengikuti syifa dari belakang seperti biasa
__ADS_1
Riki mengikuti seluruh jejak syifa, dia berjalan kemana arah syifa sampai akhirnya dia melihat laki laki yang bertemu dengan syifa dia meja restoran
Riki tersenyum getir melihat senyum mengembang syifa karena laki laki itu. cemburu? tentu saja namun tidak berguna, ingin mengungkapkan yang sebenarnya? tidak karena riki terlalu pengecut untuk melakukan itu. dia berpikir jika syifa menolaknya maka dia tidak akan bisa mendekati syifa lagi