
Sampai di apartemennya, raka mempersilahkan rifa duduk disofa mereka baru saja mendapat restu dari orang tua rifa karena orang tuanya bisa dibilang orang sibuk dan jarang dirumah, oleh karena itu keduanya diizinkan tinggal bersama
"Mm tunggu sebentar!" Ucap raka canggung lalu berjalan ke kamar riko
Rifa mengeryitkan dahi ketika melihat riko yang baru bangun ditarik oleh raka keluar
"Ada apa sayang" kata riko belum sadar akan situasi nya
Rifa hampir hilang kesadaran melihat riko yang begitu manja, sikapnya sangat berbeda waktu malam menjelang pernikahan david dan bela
"Setan!! Disana ada orang" ucap raka kesal
Riko melihat sekeliling dan terlihat lah rifa sedang menatap mereka bengong
"Eh,,,ehh i,,,itu issshh lepaskan tangan kotor mu!!" Kata riko langsung menepis lengan raka kasar
"Cih" Raka mengikuti akting riko
"Mulai sekarang kau sudah boleh pergi dari sini dan kau tidak perlu khawatir karena rifa sudah tau semuanya, dia yang akan membantu ku" imbuh raka
"Hehe kau sudah tau semuanya baiklah aku tidak akan berpura pura lagi, sayang ayo duduk" ajak riko menggandeng tangan raka duduk disofa
Rifa bisu tanpa tau harus berbicara apa, dia membayangkan apa saja yang dilakukan dua orang ini selama tinggal bersama
"Baiklah karena kau sudah tau dan mau membantu raka maka aku akan pergi dari sini, bantu dia" ucap riko tersenyum manis
"Ba,,, bagaimana denganmu?" Tanya rifa menunduk tidak berani menatap mereka
__ADS_1
"Aku?? Mm aku akan tinggal dirumah ku, tidak jauh dari sini. Kalian datang bermain mm tapi kurasa jangan untuk sementara waktu aku takut tidak bisa menahan nafsu" jawab riko tersenyum jail
Ketakutan rifa semakin menjadi-jadi saat tatapan riko mulai nakal pada raka
"Ck kau menakutinya riko" ucap raka
Riko cengengesan mengalihkan pandangannya menatap rifa yang terlihat jelas tubuhnya gemetar
"Huuhh baiklah aku pergi ya, sayang semoga berhasil"
Cup
Riko mencium kening dan bibir raka sekilas lalu pergi meninggalkan keduanya, disisi lain rifa lemas dengan pemandangan yang ia lihat baru kali ini seumur hidupnya
"Di,,, dia"
"Bagaimana dengan pakaian riko?" Tanya rifa menatap sekeliling kamar barunya
"Tidak ada pakaian dikamar ini" jawab raka santai sembari membuka koper rifa
"Lalu apa yang dia gunakan sehari-hari?" Tanya rifa lagi
"Pakaian ku" jawab raka
Rifa tidak terkejut sama sekali buktinya dia mengangguk anggukan kepala sembari berjalan-jalan disekitar kamar tanpa ia sadar seluruh pakaiannya sudah berada di dalam lemari
"Istirahatlah aku akan kembali ke kamar" ucap raka
__ADS_1
Rifa memutar tubuhnya dan melihat seluruh pakaian sudah rapi di lemari
"I,,,itu"
"Iya aku membantu mu, sudahlah aku sudah sering melihat pakaian dalam wanita jadi jangan buat perdebatan" kata raka memotong kalimat rifa
Rifa meneguk salivanya saat menatap raka tanpa ekspresi mengatakan itu
"Istirahatlah"
"Tidak!!"
Raka mengeryitkan dahi memutar tubuhnya
"Ti,,, tidur disini" ucap rifa memberanikan diri
"Cih jangan bercanda, orang tua mu mengatakan jangan sampai hamil" kata raka ketus
"Aku hanya meminta mu tidur disini bukan menghamili ku" jawab rifa santai
Wajah raka memerah karena kebodohannya yang nyeletuk tanpa sadar
"U,,, untuk apa tidur denganmu" ujar raka menatap cermin disamping agar rifa tidak melihat wajahnya
"Kau bilang hanya tubuh ku yang bisa membuat mu bereaksi, ayo sekarang lakukan terapi" tutur rifa dengan polosnya
"Atau jangan-jangan kau tidak ikhlas riko diduakan? Hahaha dasar laki laki penyuka sesama jenis" ejek rifa terpingkal pingkal dengan tawanya
__ADS_1
Raka langsung menutup pintu lalu menyambar rifa keatas kasur, raka memeluk rifa persis saat dia memeluk riko setiap harinya